Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Efektivitas Ekstrak Kulit Pohon Faloak (Sterculia Comosa) Terhadap Kematian Nyamuk Aedes Sp Putri Engelika Tubulau; Ety Rahmawati
Oehònis Vol 3 No 1 (2019): Sanitasi Dasar, Teknologi Sanitasi dan Pengendalian Vektor
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.228 KB)

Abstract

Aedes sp. merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas kulit pohon faloak terhadap kematian nyamuk Aedes sp. dengan konsentrasi 30%, 60%, dan 90% terhadap kematian nyamuk Aedes sp. Metode pengumpulan data melalui percobaan tentang ekstrak kulit pohon faloak terhadap kematian nyamuk Aedes sp. di Laboratorium Entomologi Prodi Kesehatan Lingkungan Kupang. Hasil penelitian menunjukan bahwa, hasil uji ekstrak kulit pohon faloak konsentrasi 30% menunjukan rata-rata persentase kematian nyamuk Aedes sp. dengan waktu kontak 24 jam (27%). Konsentrasi 60% dengan waktu kontak 24 jam (28%). Konsentrasi 90% dengan waktu kontak 24 jam 6.4 ekor (32%). Kematian nyamuk pada kelompok kontrol pada 24 jam (10%). Disarankan bagi peneliti lanjut untuk pembuatan ekstrak kulit faloak menggunakan metode maserasi dan dengan pelarut berupa etanol 95 %, diharapkan persentase kematian nyamuk lebih besar.
Efektivitas Ekstrak Daun Cengkeh (Syzigium Aromaticum) Sebagai Anti Nyamuk Aedes Sp Ety Rahmawati; Maria Kurniati Ndalu; Johannis J.P. Sadukh
Oehònis Vol 4 No 2 (2021): Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.873 KB)

Abstract

Aedes sp merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah dengue. Pengendalian vektor nyamuk Aedes sp dapat dilakukan dengan mengunakan insektisida. Untuk mengurangi efek samping dari bahan kimia perlu dikembangkan insektisida dari bahan yang terdapat di alam yang lebih aman untuk manusia dan lingkungan serta sumbernya tersedia dalam jumlah banyak. Kandungan senyawa saponin, steroid, triterpenoid, flavonoid dan alkaloid yang terdapat pada daun cengkeh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun cengkeh sebagai repellent anti nyamuk Aedes sp dengan dosis 1 gram/20 ml, 2 gram/20 ml, 3 gram/20 ml. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian eksperimen. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas ekstrak daun cengkeh dosis 1 gram/20 ml, ekstrak daun cengkeh dosis 2 gram/20 ml, ekstrak daun cengkeh dosis 3 gram/20 ml, variabel terikat adalah jumlah nyamuk Aedes sp yang hinggap pada tangan. Populasi pada penelitian ini adalah semua nyamuk Aedes sp hasil rearing, sampel pada penelitian ini adalah nyamuk Aedes sp sebanyak 240 ekor. Metode pengumpulan data melalui percobaan tentang ekstrak daun cengkeh sebagai repellent anti nyamuk Aedes sp di Laboratorium Entomologi Program Studi Sanitasi. Analisa data menggunakan uji statistik yaitu uji Anova dengan α (0,05).
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SUKUN (Artocarpus altilis) SEBAGAI LARVASIDA Aedes s Ety Rahmawati; Yuyun Ahmad
Oehònis Vol 5 No 01 (2022): Sanitasi dan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.725 KB)

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan virus Dengue, yang ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk, Aedes sp, merupakan vektor epidemi yang paling utama, dan Aedes. albopictus dianggap sebagai vektor sekunder. Kasus DBD di Kota Kupang pada tahun 2018 terdapat 234 kasus dengan jumlah meninggal sebanyak 4 orang (Case Fatality Rate = CFR 1,7%). Pada tahun 2019 terdapat 681 kasus DBD dan meninggal sebanyak 8 orang (CFR=1,2%). Pada tahun 2020 terdapat 821 kasus DBD dan 8 orang meninggal (CFR=1,0%). Pengendalian vektor DBD dapat dilakukan dengan cara kimiawi, yaitu menggunakan insektisida nabati dengan memanfaatkan daun sukun sebagai larvasida yang mengandung senyawa alkaloid, flavanoid dan tanin yang dapat mematikan jentik Aedes sp. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) terhadapat kematian jentik Aedes sp.
Tindakan Masyarakat Dalam Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue dan Habitat Nyamuk Aedes sp. di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Irmalinda Wona Wula; Ety Rahmawati
Oehònis Vol 6 No 1 (2023): Sanitasi dan Kesmas
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama. Tempat perkembangbiakan utama Aedes aegypti ialah tempat-tempat penampungan air yang dapat dibedakan atas tempat penampungan air (TPA) untuk keperluan sehari-hari, TPA bukan untuk keperluan sehari-hari dan TPA alamiah. Kasus DBD Kota Kupang pada tahun 2017 tercatat 132 kasus dengan 3 korban yang meninggal (Case Fatality Rate = 2,27%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan masyarakat dalam pengendalian vektor DBD. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode observasi atau pengamatan langsung dengan menggunakan cheklist dan formulir survei jentik Aedes sp. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif kemudian diinterpretasikan. Hasil penelitian tindakan masyarakat dalam pendendalian vektor demam berdarah dengue yang paling tinggi yaitu kategori cukup dengan peresentase 56 %, jenis habitat yang paling banyak ditemukan jentik Aedes sp. adalah TPA berupa bak mandi/wc, ember air dan drum air yaitu masing-masing sebanyak 6 buah (2,0 %), kepadatan jentik Aedes sp. berdasarkan house indeks 23%, container indeks 9,2%, dan breteau indeks 28%, hasil identifikasi spesies jentik Aedes sp yaitu terdapat jentik Aedes aegypti di Kelurahan Oesapa. Kepada masyarakat agar melaksanakan gerakan PSN 3M Plus yang merupakan kegiatan yang paling efektif untuk mencegah terjadinya penyakit DBD serta mewujudkan kebersihan lingkungan dan perilaku hidup sehat.
PEMBERDAYAAN PETUGAS DAN KADER KESEHATAN DALAM PEMANTAUAN DINAMIKA PENYAKIT MALARIA DI DESAHARONA KALLA KABUPATEN SUMBA BARAT Ragu Theodolfi; Ferry WF Waangsir; Ety Rahmawati; Oktofianus Silla
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/bx60wz95

Abstract

Kawasan Timur Indonesia seperti Papua, Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur adalah kawasan endemis tinggi malaria. Lebih dari 86% wilayah ini termasuk dalam kategori endemis tinggi. Penyebaran kasus malaria di Provinsi NTT hingga tahun 2022 terus mengalami penurunan. Jumlah penderita yang positif malaria di Kabupaten Sumba Barat pada tahun 2022 menurun; dari 4318 kasus pada tahun 2020 (API 31.52) dan 1903 kasus pada tahun 2022 (API 12.79). Puskesmas Gaura adalah salah satu puskesmas yang memiliki kasus malaria tinggi pada tahun 2022. Data menunjukkan bahwa jumlah kasus malaria hingga bulan Juli 2022 adalah 374 kasus (API 37.68). Untuk mengurangi faktor risiko penularan malaria di Puskesmas Gaura Kabupaten Sumba Barat serta mendapatkan gambaran yang tepat tentang fluktuasi kepadatan vektor, mengamati bionomik vektor, mengukur indeks sporozoite, dan mengukur kerentanan, perlu dilakukan survai Entomologi; salah satunya melalui survei longitudinal yang dilakukan.
Mapping of Dengue Hemorrhagic Fever in the Kupang City Community Health 2019-2021 Wanti, Wanti; Irfan, Irfan; Fantiana Suryanti; Irwan Budiana; Ety Rahmawati; Oktofianus Sila; , Muhammad Satria Mandala Pua Upa; Maria Hilaria
Journal of Tropical Diseases and Health Science Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Tropical Diseases and Health Science
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jtdhs.v3i1.2217

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito infected with the dengue virus. DHF cases increase annually and are endemic in almost all regions of Indonesia. The purpose of this study was to determine the distribution of DHF cases at Kupang City Community Health Centers (Puskesmas) in 2019-2021 based on village characteristics, gender, and age. The method used in this study was descriptive, with the variables of DHF mapping based on village, gender, and age. The study sample consisted of all DHF patient data registered in the registration book at Kupang City Community Health Centers (Puskesmas) in 2019-2021. The collected DHF patient data is presented in map form. The data show that male patients outnumber female patients, with the highest age group being 5-9 years old. Of the five villages, Merdeka Village had the highest number of cases in 2019-2021
Relationship of Individual Characteristics and Behavior with the Tuberculosis Prevalence in Kupang City Wanti; Ety Rahmawati; Sisilia Leny Cahyani; Debora G Suluh; Enni Rosida Sinaga; Agustina Agustina; Siprianus Singga
proceedinginternational Vol. 3 (2023): Proceeding International Health Conference, 1th July 2023
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jd.v3i.32

Abstract

It is estimated that one-third of the world's population has been infected by TB germs, and Indonesia is in the top 3rd ranks with the most cases in the world. Many factors are associated with the incidence of TB so this study aims to determine the factors associated with the incidence of Tuberculosis. This analytic observational study used a case-control study design. The study was carried out in Kupang City in 2021. The case sample was 75 cases of TB patients undergoing treatment during the study, while the control sample was 75 non-TB patients around the control house. The dependent variable was the tuberculosis prevalence, while the independent variable was are age, gender, knowledge, attitude, smoking habits, cigarettes per day. The data were collected by interview and then the data were analyzed by univariate and bivariate by chi square test. This study found variables related to the incidence of TB, namely knowledge (p 0.049 <0.05; OR 2.03; 95% CI: 1.056 – 3.909), attitude (p 0.001 <0.005; OR 3.50; 95% CI: 1.695–7.228), smoking behavior (p 0000<0.005; OR 4,447; 95% CI: 2.174 – 9.094), and smoking 10 cigarettes per day (p 0.000<0.05; OR 7.731; 95% CI: 3.265-18.302) . While the variables that are not related to the incidence of TB are age (p 0.513>0.05, 95% CI: 0.403-1.454) and gender (p 0.250>0.05; C 95%: 0.338-1.239). The greatest risk of tuberculosis is smoking behavior >10 cigarettes per day, namely 7.731 and followed by smoking and attitude variables, while lack of knowledge has the lowest risk of suffering from tuberculosis, which is 2.032. It is necessary to intensify outreach to the community to increase knowledge and attitudes in preventing tuberculosis transmission and counseling about the impact of smoking on the risk of tuberculosis incidence so that it is expected to reduce the number of smokers and the number of TB cases in the community.