Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS PACING DALAM MEMBANGUN EMOSI PADA FILM JOKER KARYA TODD PHILLIPS Persada, Taruna Satria; Sasongko, Hery; Karyadi, Yatno
Cinelook: Journal of Film, Television, and New Media Vol 3, No 1 (2025): Cinelook: Journal of Film, Television, and New Media (Juanuary-June 2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/cl.v3i1.4319

Abstract

Film Joker menceritakan perjalanan Arthur Fleck secara perlahan bertransformasi menjadi Joker. Menelusuri sisi kelam Arthur dan mengungkap tragedi yang membentuknya menjadi Joker. Film yang disutradarai oleh Todd Phillips ini memiliki pacing yang kontras dalam membangun berbagai macam emosi pada filmnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan dan penyajian data pacing menggunakan konsep three act structure untuk menunjukan pengaruh pacing pada setiap plot point dalam film Joker.Pacing kontras terbentuk dengan menggabungkan pacing cepat dan lambat. Pacing terbentuk melalui rate of cutting, rate of movement dan rate of overall change. Pacing cepat terbentuk melalui rate of cutting dengan banyak frekuensi cutting point membuat durasi shot menjadi pendek. Pacing cepat juga dapat terbentuk melalui rate of movement dengan pergerakan cepat karakter dan kamera pada suatu shot yang menunjukan banyak peristiwa. Pacing cepat membangun intensitas ketegangan, atmosfir yang mencekam dan surprise. Pacing lambat terbentuk melalui frekuensi cutting point yang sedikit, membuat durasi shot menjadi panjang. Pacing lambat juga dapat dibangun melalui rate of movement dengan pergerakan karakter dan kamera yang lambat. Pacing lambat membangun dan memperkuat emosi, dialog yang intens dan suspense pada filmnya.
CUTTING TO CONTINUITY UNTUK MENYAMPAIKAN DRAMATIC CONTENT PADA FILM FIKSI TULAT Muslim, Alva Bukhari; Karyadi, FX Yatno; Pradhono, Choiru
Cinelook: Journal of Film, Television, and New Media Vol 2, No 1 (2024): Cinelook: Journal of Film, Television, and New Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/cl.v2i1.3554

Abstract

Film Tulat merupakan tentang representasi visual sebuah masalah kesehatan mental. Objek penciptaan dalam film Tulat adalah skenario yang menceritakan seseorang yang bernama  Mirna, ibu dari anak bernama Rio yang menyandang disabilitas fisik dan intelektual. Mirna selalu menjaga Rio dengan baik dan penuh kasih sayang, namun penyakit datang secara perlahan membuat mental Mirna menurun drastis sehingga takut membebani anaknya kelak.        Penciptaan film ini menggunakan cutting to continuity dengan tujuan untuk menyampaikan dramatic content agar penonton dapat merasakan apa yang dirasakan oleh aktor dalam film. Selain menyampaikan kesan dramatik tersebut bertujuan untuk menjaga kesinambungan adegan agar penonton mudah memahami alur cerita film Tulat dan penonton melihat perpindahan antar shot tidak kacau sehingga tidak membuat penonton bingung. Proses pembuatan film terdiri dari 3 bagian yaitu persiapan, perancangan dan perwujudan. Perwujudan merupakan proses yang dilakukan selama penggabungan antar shot yang dilakukan oleh editor. Tahap dalam melakukan proses editing terbagi menjadi beberapa macam, yaitu: logging, assembly, rought cut, picture lock, dan online editing. Proses yang dilakukan bertujuan untuk menciptakan sebuah karya film. 
FILM FICTION “TUAN X”: GESTUR APPROACH AS A PSYCHOLOGY MARK OF A MAIN FIGURE Angelina, Ayu Mella; Abidin, Zainal; Karyadi, FX. Yatno
Capture : Jurnal Seni Media Rekam Vol. 10 No. 1 (2018)
Publisher : Seni Media Rekam ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/capture.v10i1.2186

Abstract

The film Tuan X is a fictional film with the theme of psychology. This film is very closely related to one's personal life. Films that tell about the condition of someone who is experiencing severe frustration so that his psychological was disturbed and it made him did things that are not normal. The production of Tuan X film is based on the concepts of directing, videography, editing, and sound that have been set before. From the film that was successfully created, it appears that gestures can be used to show a psychological picture of a character. The right gestures can be supported by repetition of movements so that it strengthens a character of the figure, so that the intensity of the tension / thriller of the story in reaching a climax is in accordance to the genre raised. In addition, the gesturessucceeded in becoming a signifier of the psychological reality of the character. 
Workshop Video Promosi Budaya di Kota Sawah Lunto untuk Siswa SLTA Karyadi, FX Yatno; Rahman, Abdul; Desmal, Deddy; Najmi, Maisaratun; Pradhono, Choiru
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i2.1132

Abstract

Dalam era digital, video promosi menjadi alat yang efektif dalam meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap budaya. Video promosi memungkinkan penyampaian pesan yang kuat mengenai pentingnya pelestarian budaya dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Workshop ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas serta keterampilan teknis siswa dalam teknologi video, khususnya dalam produksi video promosi. Bentuk workshop meliputi keterampilan kreatif, teknis, dan analitis, termasuk pembuatan konten visual, pengeditan, pencahayaan, serta penggunaan alat digital. Metode yang digunakan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta praktik langsung dalam pembuatan video promosi di lokasi-lokasi bersejarah di Kota Sawah Lunto. Hasilnya, siswa menjadi lebih percaya diri, berpikir kritis, dan kreatif dalam merespons lingkungan sekitar. Workshop ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk pola pikir inovatif dan sikap profesional dalam memproduksi konten promosi budaya yang berkualitas.