Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL ILMIAH PLATAX

Qualitative Phytochemical Analysis of Gracilaria verrucosa from North Sulawesi Waters Luringunusa, Ekklesia; Sanger, Grace; Sumilat, Deiske A.; Montolalu, Roike Iwan; Damongilala, Lena J.; Dotulong, Verly
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.48777

Abstract

The research aims to determine the phytochemical content such as phenolics, flavonoids, tannins, saponins, alkaloids, steroids, and triterpenoids found in the seaweed G. verrucosa. Seaweed G. verrucosa taken from the waters of North Sulawesi, Nain Village, North Minahasa, was extracted by maceration for 24 hours at room temperature, repeated 3 times using 96% ethanol solvent. The analysis in this study consisted of seven test parameters such as phenolic compounds, flavonoids, tannins, saponins, steroids, triterpenoids, and alkaloids. The results of the analysis showed that the secondary metabolites of G. verrucosa contained phytochemical compounds such as phenols, flavonoids, tannins, saponins, steroids, and alkaloids, and no triterpenoid compounds were found. It was concluded that G. verrucosa which grows in the waters of North Sulawesi, Nain Village, can function as functional food, and medicine because it has natural bioactive compounds. Keywords: Phytochemical content, Gracilaria verrucosa, secondary metabolites Abstrak Penelitian bertujuan mengetahui kandungan fitokimia seperti fenol, flavanoid, tanin, saponin, alkaloid, steroid, dan triterpenoid yang terdapat pada rumput laut G. verrucosa.  Senyawa metabolit sekunder yang umum terdapat pada tanaman adalah senyawa terpenoid, alkaloid, fenolik, streroid, saponin, tannin. Rumput laut G. verrucosa yang di ambil dari perairan Sulawesi Utara Desa Nain Minahasa Utara di ekstraksi dengan cara maserasi selama 24 jam pada suhu ruang di ulangi sebanyak 3 kali menggunakan pelarut etanol 96 %. Analisis pada penelitian ini terdiri dari tujuh parameter pengujian seperti senyawa fenol, flavonoid, tanin, saponin, steroid, triterpenoid dan alkaloid. Hasil analisis menunjukan bahwa kandungan metabolit sekunder dari G. verrucosa mengandung senyawa fitokimia seperti fenol, flavonoid, tanin, saponin, steroid, alkaloid dan tidak ditemukan adanya senyawa triterpenoid. Hal ini disimpulkan bahwa G. verrucosa yang tumbuh di perairan Sulawesi utara Desa Nain dapat berfungsi sebagai pangan fungsional, obat-obatan karena memiliki senyawa bioaktif alami. Kata kunci: Kandungan fitokimia, Gracilaria verrucosa, metabolit sekunder  
Macro And Micro Nutrients in The Soil of The Mangrove Forest Area, Bunaken Marine Park Anwar, Chairil; Wonggo, Djuhria; Mongi, Eunike; Dotulong, Verly
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i1.60807

Abstract

The purpose of this study is to determine the pH level and macro and micronutrient content in the soil of the mangrove forest area in Bunaken Marine Park, Meras Village, Wori District, North Sulawesi Province. Soil samples were collected from both dry soil and waterlogged soil. The samples were then taken to the laboratory for analysis of macro- and micronutrients as well as pH levels. The analysis used includes: Nitrogen (N) analysis following SNI 7763:2018, section 6.6.1; Phosphorus (P) analysis following SNI 7763:2018, section 6.7; Elements K, Ca, Fe, Mg, Cu, Zn, B, Mn, and Mo analyzed using IK-1.13 Method for Determination of Metal Minerals in Food and pH analysis using SNI 01-2891-1992. The research results show that the pH values of dry and waterlogged soil are 6.67 and 6.0, respectively, which are considered good categories. The macro-nutrient analysis results for N, P, K, and Mg are classified as good because they exceed the minimum requirements set by SNI 7763:2024. However, the Ca element is classified as not good as it exceeds the maximum limit specified by SNI 7763:2024. For micro-nutrients, Fe (Iron) content is 13,682 ppm, which falls under the good category since it is below the maximum limit of 15,000 ppm as per SNI 7763:2024. Zn (Zinc) content is 0.4807 ppm, which is also considered good, as it does not exceed the maximum limit of 5,000 ppm as per SNI 7763:2024. Keywords: Meras Mangrove Forest, Nutrients, pH. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan pH, unsur hara makro dan mikro pada tanah kawasan hutan mangrove taman laut Bunaken desa Meras kecamatan wori propinsi sulawesi utara. Pengambilan sampel tanah diambil pada tanah yang kering dan tanah yang tergenang air. Sampel tanah dibawa ke laboratorium untuk dianalisa unsur hara makro, mikro dan pH. analisa yang digunakan adalah Analisa N dengan SNI 7763:2018 butir 6.6.1. Analisa P dengan SNI 7763:2018 Butir 6.7. unsur K, Ca Fe dan Mg, Cu, Zn, B, Mn dan Mo dengan metode IK-1.13 Penentuan Mineral Logam pada Pangan dan Non Pangan. Dan pH dengan metode SNI 01-2891-1992. Hasil penelitian bahwa nilai pH tanah kering dan tergenang adalah pH 6,67 dan 6,0. Termasuk kategori baik.  Hasil Analisa unsur makro yaitu N, P, K dan Mg adalah adalah katgori baik karena melebihi syarat minimum dari SNI 7763:2024, sedangkan nilai Ca kategori tidak baik karena melebihi batas maksimum SNI 7763:2024.  Unsur mikro Fe adalah 13682 ppm termasuk kategori baik karena mempunyai nilai lebih rendah dari 15.000 ppm sebagai batas maksimum dari SNI 7763:2024. Unsur Zn adalah 0.4807 ppm termasuk kategori baik karena tidak melebihi batas maksimum 5.000 ppm sebagai batas maksimum dari SNI 7763:2024. Kata kunci: Hutan Mangrove Meras, unsur hara, pH
PKM Empowerment of Sunday School Teachers of the Holy Path Evangelical Church (GPIJS) Bitung City, North Sulawesi Province Through Fish Processing Diversification Activities Dotulong, Verly; Damongilala, Lena J.; Lohoo, Helen J.
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 14 No. 1 (2026): ISSUE JANUARY-JUNE 2026
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v14i1.67174

Abstract

Bitung City is known as the City of Skipjack Tuna, offering a variety of fresh fish at affordable prices. Several fish processing companies are also operating, with some members of the GPIJS Sunday school teachers' group also employed by these companies. Tuna offshoots (the flesh attached to the bone) are sold at very low prices at Rp 20,000/kg. These offshoots can be processed into nuggets, kakinaga, and fish balls (a diversified fish product) that can be sold at a higher price. If the diversification of processed fish (nuggets, kakinaga and meatballs) made from tuna fish meat is taught to GPIJS Bitung City Sunday school teachers, they can be empowered to produce healthy and nutritious food and can also be a part-time job that earns money to help their families who are mostly poor, besides that they can also teach Sunday school children about the benefits of eating fish and at the same time improve children's nutrition to prevent stunting. The objectives of this PKM are: empowering GPIJS Sunday school teachers through diversified processed fish activities, namely: (1) utilizing raw materials (fish meatballs) that have low prices, (2) improving the skills of Sunday school teachers in making various forms of processed fish such as fish nuggets, fish balls and dragon fish legs as nutritious foods and popular with consumers, (3) Creating innovative entrepreneurs for processed fish. The long-term goal is to improve nutrition and family welfare. The implementation methods that will be applied in this program are: (1) Counseling, training in diversified processed fish (2) Mentoring and (3) Evaluation. The results achieved were that the PKM partners understood the nutritional value of tuna and were able to make their own tuna nuggets and kakinaga, a highly nutritious food with excellent organoleptic qualities. Keywords: PKM, Sunday School Teachers, Fish Nuggets, Fish Kakinaga Abstrak.  Kota Bitung terkenal dengan julukan Kota Cakalang, di kota ini terdapat berjenis-jenis ikan segar dengan harga yang terjangkau. Selain itu, terdapat juga beberapa perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan hasil perikanan dimana beberapa anggota kelompok guru-guru Sekolah Minggu GPIJS adalah karyawan pada perusahaan-perusahaan tersebut. Daging tetelan ikan tuna (daging yang menempel pada tulang) di perusahan-perusahan tersebut mempunyai harga sangat murah yaitu Rp 20.000/kg, tetelan daging tuna ini bisa diolah menjadi nugget, kakinaga maupun bakso ikan (produk diversivikasi olahan ikan) yang bisa dijual dengan harga yang lebih mahal. Bila kegiatan diversifikasi olahan ikan  (nugget, kakinaga dan bakso) berbahan dasar tetelan daging ikan tuna ini di ajarkan ke guru-guru sekolah minggu GPIJS Kota Bitung maka mereka dapat diberdayakan baik untuk menghasilkan makanan sehat dan bergizi juga dapat  menjadi pekerjaan sambilan yang menghasilkan uang untuk membantu keluarga mereka yang kebanyakan tergolong masyarakat miskin, selain itu mereka juga bisa mengajar ke anak-anak sekolah minggu tentang manfaat makan ikan dan sekaligus meningkatkan gizi anak-anak untuk mencegah stunting. Tujuan PKM ini adalah: memberdayakan guru-guru Sekolah Minggu GPIJS melalui kegiatan diversifikasi olahan ikan, yaitu: (1) memanfaatkan bahan baku (tetelan ikan) yang mempunyai harga yang murah, (2) meningkatkan keterampilan guru-guru Sekolah Minggu dalam melakukan berbagai bentuk olahan ikan seperti nugget ikan, bakso ikan dan kaki naga ikan sebagai pangan yang kaya gizi dan digemari oleh konsumen, (3) menciptakan wirausaha yang inovatif untuk olahan ikan.  Tujuan jangka panjang yaitu untuk peningkatan gizi dan kesejahteraan keluarga. Metode pelaksanaan yang akan diterapkan pada program ini yaitu: (1) penyuluhan, pelatihan diversifikasi olahan ikan; (2) pendampingan; dan (3) evaluasi.  Hasil yang telah dicapai adalah mitra PKM telah mengerti tentang gizi daging ikan tuna dan mampu membuat sendiri nugget dan kakinaga ikan tuna sebagai makanan bergizi tinggi dan mempunyai nilai organoleptik yang baik. Kata Kunci: PKM, Guru-Guru Sekolah Minggu, Nuget ikan, Kakinaga Ikan