Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Peran Guru Dalam Menerapkan Pendidikan Budaya Islami Pada Siswa Kelas B Raudhatul Athfal An-Nuriyah Bogor Muti Rahmawati; Alek Maulana
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 1 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i1.325

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan fase yang sangat penting dalam pembentukan karakter Islami sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam menerapkan budaya Islami kepada siswa kelas B di RA An-Nuriyah Bogor, serta mengevaluasi strategi yang digunakan dan keterlibatan orang tua dalam mendukung nilai-nilai tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan melalui strategi keteladanan, pembiasaan ibadah, dan metode bercerita yang disesuaikan dengan karakteristik usia anak. Kendala utama yang dihadapi guru mencakup keterbatasan waktu belajar, perkembangan kognitif anak yang bervariasi, dan latar belakang keluarga yang heterogen. Namun, keterlibatan aktif orang tua dalam mendukung pembiasaan nilai Islami di rumah menjadi faktor penting dalam keberhasilan program. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara guru dan orang tua dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang religius dan mendukung pembentukan karakter Islami secara berkelanjutan.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Akhlak Terpuji Siswa Kelas 10 MA Sirojul Falah Rizka Khairani Nasution; Alek Maulana
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 1 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i1.327

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran fundamental dalam membentuk akhlak terpuji siswa melalui pendekatan keteladanan dan metode pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru PAI dalam meningkatkan karakter siswa kelas 10 di MA Sirojul Falah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa keteladanan guru dalam perilaku sehari-hari, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial, menjadi faktor utama dalam pembentukan akhlak siswa. Guru juga menerapkan metode aktif seperti cooperative learning, diskusi, role playing, dan hafalan ayat Al-Qur’an untuk memperkuat nilai-nilai moral dalam pembelajaran. Meskipun menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu dan pengaruh negatif media digital, guru mampu merancang strategi adaptif melalui kolaborasi dengan orang tua dan penguatan peran siswa sebagai agen perubahan. Penelitian ini menegaskan bahwa pembinaan akhlak berbasis nilai Islam yang terstruktur mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pembentukan karakter secara holistik.
Peran Guru PAI Dalam Meningkatkan Karakter Kepemimpinan Pada Siswa Kelas 1 di Sekolah Alam An-Nuriyah Bogor Kholilah; Alek Maulana
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 1 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i1.328

Abstract

Peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter kepemimpinan siswa sangat penting dalam menghadapi tantangan moral generasi muda saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi, tantangan, dan kontribusi guru PAI dalam menanamkan nilai-nilai kepemimpinan Islami pada siswa kelas 1 Sekolah Alam An-Nuriyah Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan dokumentasi, serta analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menjalankan peran penting dalam membina karakter kepemimpinan melalui metode keteladanan, pembiasaan, pemberian tanggung jawab, serta integrasi nilai-nilai keagamaan dalam aktivitas pembelajaran dan kegiatan sekolah. Faktor pendukung dalam pembinaan tersebut meliputi kurikulum merdeka, kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan sekolah, dan keterlibatan keluarga, sedangkan tantangan yang dihadapi mencakup pengaruh negatif media sosial, rendahnya motivasi siswa, dan kurangnya sarana pendidikan. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan sistemik terhadap peran guru PAI dalam membentuk pemimpin muda yang berkarakter Islami sejak jenjang pendidikan dasar
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE QIROATI DALAM PEMBELAJARAN ILMU TAJWID TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN (Studi Kasus Siswa Kelas X-XI SMK Sirojul Huda 3 Cijeruk Bogor) Anita; Yudi Surono; Alek Maulana
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 2 No. 5: September 2023
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah bagaimana metode qiroati pembelajaran Ilmu Tajwid di SMK Sirojul Huda 3 Cijeruk Bogor dalam pemahaman siswa terhadap kemampuan membaca al-Qur’an. Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode kuantitatif. Lokasi penelitian ini bertempat pada Sekolah Menengah Kejuruan Sirojul Huda 3 Cijeruk Bogor. Jenis data dalam yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada populasi dan sample dengan objek data/penelitian siswa/i SMK Sirojul Huda 3 Cijeruk Bogor. Sumber data dalam penelitian ini adalah 1) Responden, yaitu siswa kelas X dan XI sejumlah 48 siswa yang dijadikan sampel dalam penelitian. 2) Informan, yaitu pihak-pihak yang dapat memberikan informasi mengenai masalah yang sedang diteliti, seperti guru bidang studi al-Qur’an, kepala sekolah dan staf tata usaha. Teknik Pengumpulan Data dengan menggunakan angket, tes lisan, observasi dan dokumentasi. Dalam menganalisa data, penulis menggunakan cara deskriptif kualitatif. Kemudian dalam mengambil kesimpulan penulis menggunakan teknik Induktif, yaitu menarik kesimpulan dari hal-hal yang khusus ke hal-hal yang umum. Hasil penelitian menunjukan bahwa Siswa SMK Sirojul Huda 3 Cijeruk Bogorcukup mampu membaca al-Qur’an dengan menggunakan tajwid hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya; 1) Kemampuan siswa dalam mengikuti pelajaran al-Qur’an dengan baik, meskipun mereka sebagian besar berlatar belakang pendidikan SMP. 2) Kemampuan serta keahlian guru cukup mendukung. 3) Sarana dan fasilitas belajar cukup menunjang. 4. Lingkungan keluarga dan masyarakat yang cukup mendukung
Penerapan Antara Micro Habit Dan Metode Itqon Dalam Penguatan Hafalan Al-Qur’an Koyubi, Kholid; Alek Maulana; Nana Mulyana
Rayah Al-Islam Vol. 10 No. 3 (2026): Rayah Al-Islam: Jurnal Ilmu Islam July 2026
Publisher : Institut Muslim Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v10i3.372

Abstract

The reason for this research is that many of santri (Islamic boarding school students) have not been able to maintain their memorization of the Qur'an. Although they have reached some memorization targets, it means that there is a need for a learning strategy that is not only aimed at adding memorization but also strengthening and maintaining. This research aims to study the implementation of micro habits and the Itqon method in strengthening the memorization of the Al-Qur'an of santri at Pondok Pesantren Rumah Al-Qur'an Daarut Tarbiyah, Depok. The study used a qualitative approach and case study design. The data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation. The data analysis techniques are data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that the micro habits implemented through daily muroja'ah, gradual memorization targets, and structured time management were able to improve the discipline, consistency, and independence of santri in maintaining their memorizationAs for the Itqon method which was performed using the techniques of tatsbit, tasmi' and periodic evaluation, it was effective in improving the quality of memorization and its long-term retention. The integration of the two approaches created synergy which supports the improvement of memorization retention and also the shaping of the Qur’anic character such as istiqamah (steadfastness), responsibility and discipline. The newness of this study lies in the integrative analysis of micro habits and the Itqon method in tahfidz learning. The results of this study contribute to the development of a more systematic sustainable tahfidz learning model oriented to the quality of memorization and the formation of santri's character.
Konsep Pendidikan Islam Dalam Keluarga Menurut Dr. Moh Haitami Salim Alek Maulana; siti noviah
Edusifa: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2023): Edusifa:  Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STIT Sirojul Falah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.929 KB) | DOI: 10.56146/edusifa.v7i2.42

Abstract

ABSTRACT             The concept of Islamic education in the family according to Dr. Moh. Haitam Salim. Bogor thesis: The concept of Islamic education in the family according to Dr. Moh. Haitami Salim is the title of an independent research that the author conducted with the aim of knowing how the concept of Islamic education in the family, in particular the role of parents in the formation of the personal character of the child. Islamic education is a means of developing knowledge to improve human understanding which includes aspects of faith, worship, morals and others, the teaching and familiarization of praiseworthy attitudes, as well as skills in practice and realization of religious teachings so that humans are able to have strong morals. which are commendable and beneficial to society. In this case, the Islamic education learned in formal education is not enough, because the learning hours in schools are very limited, so in addition to Islamic education in schools, it is necessary to inculcate in the family environment, because the development of the child is the most influential. are family or relatives.   The method used in this study uses the library method of study, namely the means and efforts to obtain and test the truth of knowledge from various references according to primary sources. From the different stages of research, it can be concluded that Islamic education in the family is very urgent. The role of parents in informal education is an obligation difficult to deny and give up. Because the most important influence in raising a child since birth may depend on the parenting style of his or her parents. Therefore, the role of parents in education is necessary, especially in the development of character education, where a child must have good character and personality to become a nation of character, of noble character, of responsibility and discipline towards the environment, especially in the educational environment. and society. Thus, Islamic education in the family is formed to maintain the affective values ​​that are instilled in a child in order to achieve educational goals in accordance with Islamic law in order to make a nation of character.   Keywords : Islamic Education, Dr. Moh Haitami Salim  
PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN MELALUI PENGUATAN KOMPETENSI PROFESIONAL, KEPRIBADIAN, DAN KEPUASAN KERJA Zaenal Abidin; Alek Maulana; Edy; Ahmad Sofyan
Edusifa: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2025): Edusifa:  Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STIT Sirojul Falah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56146/edusifa.v9i1.111

Abstract

The quality of teacher service is very important in educational organizations to achieve the stated goals. Early childhood education is very important, fundamental, and strategic in building human resources and preparing a qualified generation of the nation, so it must be implemented as well as possible. Kindergarten teachers must be well prepared in order to provide quality services. Based on the above background, this study aims to look at and find efforts and strategies that can be used to improve the quality of teacher services through strengthening professional competence, personality, and job satisfaction for Kindergarten teachers in Bogor City. This research uses correlational research method, the research is conducted using quantitative methods and data collection is carried out through a questionnaire. then explained by statistical analysis and analyzed by regression analysis. The study population was 298 private Kindergarten teachers with A accreditation in Bogor City. The research sample of 171 respondents was determined by the Slovin formula, selected using proportional random sampling method. The results of quantitative research found that professional competence that emphasizes the ability to develop teaching materials, learning approaches, and developing teaching materials can improve teacher quality. Personality that emphasizes awareness, friendliness, emotional stability, openness to experience, extraversion can improve the quality of teacher services. Job satisfaction that emphasizes salary, employment, promotion opportunities, supervisors, colleagues can improve the quality of teacher service. Based on this research, the stronger the professional service competence, personality, and job satisfaction, the higher the teacher quality. The results showed that there was a positive and significant relationship between professional competence and the quality of teacher services with the coefficient of determination r2y1 = 0.417. There is a positive and significant relationship between personality and service quality with the coefficient of determination r2y2 = 0.515. There is a positive and significant relationship between job satisfaction and service quality with the coefficient of determination r2y3 = 0.463. This shows that the quality of teacher services can be improved by increasing professional competence, personality, and job satisfaction. The results of the SITOREM analysis on professional competence, personality, job satisfaction and teacher service quality show that there are indicators that are priority to be improved, namely: emotional stability, agreeableness, extraversion, pay, job, promotion opportunities, supervisors, designing learning approaches, developing teaching materials, develop professionalism, responsiveness. The indicators that need to be maintained are: openness to experience, conscientiousness, co-workers, reliability, tangibles, assurance, and empathy