Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Dynamics of Decentralization Policy Implementation in Strengthening Public Services in Indonesia Ani Heryani; Ade Iskandar
Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara Vol. 17 No. 2 (2025): Publica
Publisher : Department of Public Administration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpan.v17i2.52155

Abstract

The decentralization policy in Indonesia has reconfigured the division of authority between the central government and local governments and created new demands on local public service delivery in the context of rapid digitalization. This study analyzes how decentralization, e-government, and big data interact to shape the quality of public services at the subnational level. Using a qualitative approach based on thematic analysis of policy documents, official reports, and previous empirical studies, it maps the institutional and technological conditions that enable or constrain digital transformation in decentralized settings. The findings show that, where supported by adequate local capacity, decentralization combined with e-government applications can increase the efficiency, transparency, and responsiveness of public services, while the use of big data strengthens evidence-based decision-making and innovation in service design, and the study identifies persistent gaps in infrastructure, human resources, and data governance that risk reproducing inequalities between regions and limiting the benefits of digitalization. This article contributes by integrating debates on decentralization, digital governance, and data-driven public management into a single framework that treats decentralization as the institutional context, e-government as the digital infrastructure of service delivery, and big data as the informational infrastructure for decision-making and innovation. It offers guidance for central and local governments to better align decentralization policies, e-government initiatives, and big data strategies in order to build more inclusive, accountable, and data-informed public services in Indonesia.
Pengaruh Srategi Pemasaran Terhadap Minat Beli Konsumen Di Apotek Az-Zahra Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya Risna Kristina; Ani Heryani; Yanti Heryanti
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1424

Abstract

Strategi pemasaran merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan minat beli konsumen, khususnya pada sektor kefarmasian. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah konsumen di Apotek Az-Zahra Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya yang diduga dipengaruhi oleh penerapan strategi pemasaran yang meliputi produk, harga, tempat, dan promosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh strategi pemasaran terhadap minat beli konsumen di Apotek Az-Zahra Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 6.720 konsumen dengan jumlah sampel sebanyak 98 responden menggunakan teknik probability sampling dengan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Teknik analisis data menggunakan Method of Successive Interval (MSI), regresi linear sederhana, koefisien determinasi, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen di Apotek Az-Zahra Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. Berdasarkan hasil koefisien determinasi diperoleh nilai R Square sebesar 0,690 yang menunjukkan bahwa strategi pemasaran memberikan pengaruh sebesar 69% terhadap minat beli konsumen, sedangkan sisanya sebesar 31% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin baik strategi pemasaran yang diterapkan, maka semakin tinggi pula minat beli konsumen.
Implementasi Kebijakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Desa Pancawangi Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya Gina Maharani; Ani Heryani; Yanti Heryanti
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1619

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah belum optimalnya implementasi kebijakan Badan Usaha Milik Desa di Desa Pancawangi, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh masih terbatasnya pemahaman sebagian pengelola terhadap ketentuan pelaksanaan program ketahanan pangan serta belum efektifnya pembagian tugas dalam organisasi akibat adanya perangkapan jabatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Badan Usaha Milik Desa dalam mendukung program ketahanan pangan di Desa Pancawangi. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala desa, pengurus Badan Usaha Milik Desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa, serta masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan model implementasi kebijakan Smith yang mencakup kebijakan yang diidealkan, kelompok sasaran, organisasi pelaksana, dan faktor lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan telah berjalan cukup baik, terutama melalui pengembangan usaha peternakan sapi sebagai program ketahanan pangan desa. Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat kendala pada pemahaman kebijakan oleh sebagian pengelola, efektivitas pembagian tugas organisasi, serta keterbatasan kapasitas sumber daya manusia. Dukungan pemerintah desa, potensi lokal, dan partisipasi masyarakat menjadi faktor yang memperkuat pelaksanaan program. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas pengelola, penataan struktur organisasi, serta penguatan sosialisasi kebijakan agar tujuan Badan Usaha Milik Desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung ketahanan pangan desa dapat tercapai secara optimal.