Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agroteknika

Analisis Sifat Fisik-Kimia Tanah terhadap Pertumbuhan Vegetatif dan Kandungan Klorofil Tanaman Lada Irman, Irman; Khodijah, Nyayu Siti; Zasari, Maera
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.601

Abstract

Lada (Piper nigrum L.) merupakan komoditas perkebunan strategis yang produktivitasnya sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah, terutama sifat fisik dan kimia yang menentukan ketersediaan hara dan kemampuan tanaman melakukan fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik-kimia tanah pada lahan lada di Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengevaluasi pertumbuhan vegetatif tanaman melalui jumlah daun dan lebar tajuk, serta mengkaji keterkaitannya dengan kandungan klorofil. Penelitian dilaksanakan pada lahan bertekstur pasir berlempung dengan metode pengamatan deskripitis analisis kimia tanah dan pertumbuhan tanaman. Analisis laboratorium, meliputi pengukuran pH, kandungan C-organik, N, P, K, Ca, Mg, serta kapasitas tukar kation. Sampel penelitian digunakan sebanyak 120 pohon tanaman lada aksesi lokal Nelungkup umur tiga tahun, kadar klorofil A, B, dan total klorofil ditentukan dengan metode spektrofotometri. Hasil analisis menunjukkan bahwa tanah memiliki pH sangat asam (4,9), kandungan C-organik (1,07%), N-total (0,15%), P-tersedia, Ca, Mg, serta KTK tergolong rendah, sehingga berpotensi membatasi pertumbuhan. Jumlah daun per cabang berkisar 92,92–112,67 helai dengan lebar tajuk 97,58–110,00 cm, dan total klorofil tercatat 21,46–25,25 mg/L. Analisis statistik menunjukkan hubungan lemah antara lebar tajuk dan jumlah daun (R²=0,064), serta hubungan sedang antara jumlah daun maupun lebar tajuk dengan kandungan klorofil (R²=0,331). Temuan ini walaupun masih lemah menunjukkan adanya potensi hubungan positif antara kondisi tanah dengan pertumbuhan vegetative dan efisiensi fotosintesis tanaman lada, sehingga diperlukan strategi pengelolaan tanah seperti pengapuran, penambahan bahan organik, dan pemupukan berimbang untuk meningkatkan produktivitas.
Respon Pertumbuhan Dua Varietas Benih True Shallot Seeds Bawang Merah Terhadap Perendaman Air Hangat Damaita, Iz; Inonu, Ismed; Zasari, Maera
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.625

Abstract

Kebutuhan bawang merah di Indonesia terus mengalami peningkatan. Produksi nasional belum mampu memenuhi permintaan akibat keterbatasan lahan, ketergantungan iklim, dan teknik budidaya yang belum optimal. Inovasi penggunaan True Shallot Seed (TSS) menjadi alternatif sumber benih dengan keunggulan pertumbuhan seragam, serta pengurangan ketergantungan pada umbi. Tahap awal penggunaan TSS masih menghadapi kendala pada proses perkecambahan sehingga perlu dikaji pengaruh lama perendaman air hangat dan varietas terhadap pertumbuhan benih TSS bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman air hangat terhadap pertumbuhan dua varietas benih True Shallot Seeds (TSS) bawang merah, serta menentukan kombinasi perlakuan yang optimal. Rancangan acak lengkap faktorial digunakan dengan dua faktor, yaitu lama perendaman (60, 120, dan 180 menit) dan varietas (Lokananta dan Merdeka). Hasil menunjukkan bahwa lama perendaman berpengaruh nyata terhadap kadar air, keserempakan tumbuh, panjang radikula, panjang plumula, dan tinggi bibit. Varietas Merdeka memperlihatkan viabilitas dan keserempakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan Lokananta. Kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada perendaman 120 menit dengan varietas Merdeka, yang menghasilkan daya tumbuh 95,56% dan keserempakan tumbuh 85,56%. Lama perendaman air hangat berpengaruh terhadap kadar air, keserempakan tumbuh, panjang radikula, dan tinggi bibit benih TSS bawang merah, dengan durasi 60–120 menit menunjukkan kondisi yang lebih sesuai dibandingkan perendaman lebih lama. Varietas berpengaruh terhadap persentase daya tumbuh benih, kadar air, keserempakan tumbuh, potensi tumbuh maksimum, panjang radikula, dan tinggi bibit benih TSS bawang merah. Varietas Lokananta berpengaruh nyata pada vigor awal, sedangkan Merdeka berpengaruh nyata pada keserempakan tumbuh dan potensi tumbuh. Interaksi antara kombinasi lama perendaman dan varietas berpengaruh terhadap persentase daya tumbuh, kadar air, potensi tumbuh maksimum, indeks vigor, laju pertumbuhan, kecepatan tumbuh, dan panjang radikula. Kombinasi perendaman 120 menit dengan varietas Merdeka memberikan respon yang paling seimbang.