Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JSES : Journal of Sport and Exercise Science

EFEK SUHU LINGKUNGAN TERHADAP FISIOLOGI TUBUH PADA SAAT MELAKUKAN LATIHAN OLAHRAGA Mintarto, Edy; Fattahilah, Muhammad
JSES : Journal of Sport and Exercise Science Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jses.v2n1.p9-13

Abstract

Peningkatan suhu lingkungan berpengaruh terhadap performa tubuh pada saat melakukan aktifitas olahraga. Suhu lingkungan yang terlalu rendah (10 o+1 oC) dan terlalu tinggi (37 oC) mampu meningkatkan kadar asam laktat lebih tinggi, serta proses oxygen intake (VO2Max) yang kurang optimal. Pada suhu ruangan tinggi, tubuh mengalami peningkatan suhu tubuh lebih tinggi dan dan tekanan terhadap kardiovaskuler lebih tinggi sehingga mengakibatkan proses dehidrasi lebih tinggi sebagai bentuk perlawanan terhadap peningkatan suhu tersebut. Proses review dilakukan untuk mengetahui dari berbagai sumber dan mengumpulkan data-data yang memiliki keterkaitan dengan kondisi lingkungan dan tubuh saat latihan. Indikator yang banyak disebut dalam penelitian ialah kondisi kandungan pada cairan ludah, suhu tubuh, komposisi cairan tubuh dan tingkatan kandungan asam laktat. Suhu lingkungan optimal yang dianjurkan pada saat melakukan aktifitas olahraga yaitu berada pada kisaran 20 o-23o Celcius.
PENGARUH LATIHAN TUCK JUMP DAN BARRIER TERHADAP POWER DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI Putri, Saraswati Dharani; Wiriawan, Oce; Mintarto, Edy
JSES : Journal of Sport and Exercise Science Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jses.v2n1.p34-37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh yang diberikan oleh dua jenis latihan tuck jump dan barrier terhadap power dan kekuatan otot tungkai. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan penelitian Non Equivalent (pre test and post test) control group design. Kelompok pertama merupakan kelompok yang mendapatkan perlakuan berupa latihan barrier. Kelompok kedua merupakan kelompok yang mendapatkan perlakuan berupa latihan tuck jump kelompok ketiga adalah kelompok yang tidak mendapat perlakuan apapun. Terdapat tiga tahapan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pre-tes, perlakuan, dan pos-tes. Waktu penelitian yang digunakan adalah selama enam Minggu. Syarat uji hipotesis adalah variansi dan homogen. Pada variable power otot tungkai memiliki signifkan 0,006 pada kelompok Barrier dan 0,001 pada Tuck jump. Kedua latihan juga memiliki perbedaan pengaruh terhadap power otot tungkai (0,034) dan kekuatan otot tungkai (0,031). Hasil penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa latihan barrier dan tuck jump memberikan pengaruh, baik terhadap power otot tungkai maupun kekuatan otot tungkai. Pengaruh yang diberikan dari kedua jenis latihan juga berbeda.
Pengaruh Latihan Tuck Jump dan Barrier terhadap Power dan Kekuatan Otot Tungkai Putri, Saraswati Dharani; Wiriawan, Oce; Mintarto, Edy
JSES : Journal of Sport and Exercise Science Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jses.v2n1.p34-37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh yang diberikan oleh dua jenis latihan tuck jump dan barrier terhadap power dan kekuatan otot tungkai. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan penelitian Non Equivalent (pre test and post test) control group design. Kelompok pertama merupakan kelompok yang mendapatkan perlakuan berupa latihan barrier. Kelompok kedua merupakan kelompok yang mendapatkan perlakuan berupa latihan tuck jump kelompok ketiga adalah kelompok yang tidak mendapat perlakuan apapun. Terdapat tiga tahapan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pre-tes, perlakuan, dan pos-tes. Waktu penelitian yang digunakan adalah selama enam Minggu. Syarat uji hipotesis adalah variansi dan homogen. Pada variable power otot tungkai memiliki signifkan 0,006 pada kelompok Barrier dan 0,001 pada Tuck jump. Kedua latihan juga memiliki perbedaan pengaruh terhadap power otot tungkai (0,034) dan kekuatan otot tungkai (0,031). Hasil penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa latihan barrier dan tuck jump memberikan pengaruh, baik terhadap power otot tungkai maupun kekuatan otot tungkai. Pengaruh yang diberikan dari kedua jenis latihan juga berbeda.
Efek Suhu Lingkungan Terhadap Fisiologi Tubuh pada saat Melakukan Latihan Olahraga Mintarto, Edy; Fattahilah, Muhammad
JSES : Journal of Sport and Exercise Science Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jses.v2n1.p9-13

Abstract

Peningkatan suhu lingkungan berpengaruh terhadap performa tubuh pada saat melakukan aktifitas olahraga. Suhu lingkungan yang terlalu rendah (10 o+1 oC) dan terlalu tinggi (37 oC) mampu meningkatkan kadar asam laktat lebih tinggi, serta proses oxygen intake (VO2Max) yang kurang optimal. Pada suhu ruangan tinggi, tubuh mengalami peningkatan suhu tubuh lebih tinggi dan dan tekanan terhadap kardiovaskuler lebih tinggi sehingga mengakibatkan proses dehidrasi lebih tinggi sebagai bentuk perlawanan terhadap peningkatan suhu tersebut. Proses review dilakukan untuk mengetahui dari berbagai sumber dan mengumpulkan data-data yang memiliki keterkaitan dengan kondisi lingkungan dan tubuh saat latihan. Indikator yang banyak disebut dalam penelitian ialah kondisi kandungan pada cairan ludah, suhu tubuh, komposisi cairan tubuh dan tingkatan kandungan asam laktat. Suhu lingkungan optimal yang dianjurkan pada saat melakukan aktifitas olahraga yaitu berada pada kisaran 20 o-23o Celcius.
Pengaruh Latihan Tuck Jump dan Barrier terhadap Power dan Kekuatan Otot Tungkai Putri, Saraswati Dharani; Wiriawan, Oce; Mintarto, Edy
Journal of Sport and Exercise Science Vol. 2 No. 1 (2019): March
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jses.v2n1.p34-37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh yang diberikan oleh dua jenis latihan tuck jump dan barrier terhadap power dan kekuatan otot tungkai. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan penelitian Non Equivalent (pre test and post test) control group design. Kelompok pertama merupakan kelompok yang mendapatkan perlakuan berupa latihan barrier. Kelompok kedua merupakan kelompok yang mendapatkan perlakuan berupa latihan tuck jump kelompok ketiga adalah kelompok yang tidak mendapat perlakuan apapun. Terdapat tiga tahapan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pre-tes, perlakuan, dan pos-tes. Waktu penelitian yang digunakan adalah selama enam Minggu. Syarat uji hipotesis adalah variansi dan homogen. Pada variable power otot tungkai memiliki signifkan 0,006 pada kelompok Barrier dan 0,001 pada Tuck jump. Kedua latihan juga memiliki perbedaan pengaruh terhadap power otot tungkai (0,034) dan kekuatan otot tungkai (0,031). Hasil penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa latihan barrier dan tuck jump memberikan pengaruh, baik terhadap power otot tungkai maupun kekuatan otot tungkai. Pengaruh yang diberikan dari kedua jenis latihan juga berbeda.
Efek Suhu Lingkungan Terhadap Fisiologi Tubuh pada saat Melakukan Latihan Olahraga Mintarto, Edy; Fattahilah, Muhammad
Journal of Sport and Exercise Science Vol. 2 No. 1 (2019): March
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jses.v2n1.p9-13

Abstract

Peningkatan suhu lingkungan berpengaruh terhadap performa tubuh pada saat melakukan aktifitas olahraga. Suhu lingkungan yang terlalu rendah (10 o+1 oC) dan terlalu tinggi (37 oC) mampu meningkatkan kadar asam laktat lebih tinggi, serta proses oxygen intake (VO2Max) yang kurang optimal. Pada suhu ruangan tinggi, tubuh mengalami peningkatan suhu tubuh lebih tinggi dan dan tekanan terhadap kardiovaskuler lebih tinggi sehingga mengakibatkan proses dehidrasi lebih tinggi sebagai bentuk perlawanan terhadap peningkatan suhu tersebut. Proses review dilakukan untuk mengetahui dari berbagai sumber dan mengumpulkan data-data yang memiliki keterkaitan dengan kondisi lingkungan dan tubuh saat latihan. Indikator yang banyak disebut dalam penelitian ialah kondisi kandungan pada cairan ludah, suhu tubuh, komposisi cairan tubuh dan tingkatan kandungan asam laktat. Suhu lingkungan optimal yang dianjurkan pada saat melakukan aktifitas olahraga yaitu berada pada kisaran 20 o-23o Celcius.