Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

MEMBANGUN KARAKTER GENERASI MUDA MELALUI KEGIATAN PELATIHAN SENI ANGKLUNG YANG DISELENGGARAKAN OLEH SAUNG UJO Agus Winarti
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v4i2.474

Abstract

Pemuda Indonesia adalah tunas-tunas bangsa dan negara yang akan meneruskan perjuangan dan tampuk pimpinan bangsa. Pembangun karakter generasi muda agar dapat terarah dan teratur, memerlukan wadah yang memiliki kemampuan untuk menampung, mengembangkan bakat, minat, kreatifitas serta kemampuan yang ada pada pemuda, “SAUNG UJO” sebagai wadah perkumpulan kesenian angklung. Tujuan penelitian ini untuk 1) mengetahui pelaksanaan kegiatan seni angklung sebagai pembinaan generasi muda yang di selenggarakan oleh “Saung Ujo” 2) untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat prlaksanaan kegiatan seni angklung dalam membangun generasi muda. Metode penelitian ini menggunakan adalah deskreatif. Alat pengumpulan data yang utama dengan angket yang disebarkan kepada 30 responden/anggota “Saung Ujo” dan instruktur sebanyak 3 orang. Data pendukung dengan wawancara yang dilengkapi dengan observasi dan studi literatur. Membangun Karekter (character building) adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk membina, memperbaiki dan atau membentuk tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak (budi pekerti), insan manusia (masyarakat) sehingga menunjukkan perangai dan tingkah laku baik bagi diri maupun untuk sesama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pelaksanaan kegiatan seni angklung sebagai pembinaan generasi muda yang di selenggarakan oleh “Saung Ujo”: kedisiplinan berlatih mampu membentuk generasi muda berkarakter, dengan pembelajaran dalam bentuk pelatihan untuk membangun pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan ketrampilan (psikomotor), peserta didik memiliki tekat secara kognitif, pemahaman dan penghayatan nilai secara afektif, pembentukan tekat secara kognitif,dan akhirnya penghayatan dalam kehidupan sehari-hari (nyata) 2) faktor penghambat pelaksanaan kegiatan belum instruktur belum banyak pengalamannya sehingga hasilnya belum memuaskan. Faktor pendukungnya adalah peralatan yang lengkap dan sarana prasaranan yang cukup untuk mendukung kelancaran pelatihan.
KREATIVITAS PEMBELAJARAN TUTOR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI WARGA BELAJAR PAKET KESETARAAN PADA MATA PELAJARAN PAI DI PKBM BINA MANDIRI CENTER Agustin, Hayati; Winarti, Agus
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v6i2.835

Abstract

Pendidikan kesetaraan adalah salah satu program PKBM yang bertujuan sebagai pengganti pendidikan formal bagi masyarakat yang putus sekolah karena berbagai alasan tertentu. Pada penelitian ini peneliti ingin mengetahui motivasi belajar pada warga belajar paket kesetaraan PKBM Bina Mandiri Center Kota Bandung. Fokus penelitian ini adalah pada mata pelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam) paket A, B, dan C. Dalam pertemuan setiap minggunya warga belajar yang hadir tidak konsisten. Oleh sebab itu, peneliti ingin menumbuhkan motivasi warga belajar paket kesetaraan PKBM Bina Mandiri Center dengan mengoptimalkan kreativitas tutor dalam pembelajarannya. Dilihat dari objek dan hasil yang akan didapat maka penelitian ini termasuk dalam tipe penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan dan menghubungkan dengan variabel lain. Kreativitas pembelajaran tutor PAI di PKBM Bina Mandiri Center memiliki kemampuan yang baik. Dikarenakan tutor PAI dalam pembelajarannya sudah menggunakan beberapa macam hal yang menarik dalam membantu meningkatkan motivasi warga belajar. Warga belajar di PKBM Bina Mandiri Center memiliki antusias yang tinggi serta memiliki harapan yang tinggi kedepannya. Hanya saja memang sebagian warga belajar memiliki keterhambatan dalam mengikuti proses pembelajaran dikarenakan jarak tempuh yang jauh serta bentrok dengan pekerjaan mereka. Akan tetapi, PKBM Bina Mandiri Center memiliki solusi agar warga belajar dapat tetap mengikuti pembelajaran.
MODEL KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK Astiti, Putri; Winarti, Agus; Astuti, Livia
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v7i1.925

Abstract

Abstrak: Komunikasi merupakaan fondasi kehidupan manusia yang dibangun untuk menjalin hubungan sesama. Komunikasi orang tua pada anak terjadi pada diri anak yang berkelanjutan dan secara sendirinya akan membentuk karakter anak. Keluarga menjadi tempat yang pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak. Fokus penelitian ini adalah model komunikasi keluarga untuk membentuk karakter anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implementasi model komunikasi keluarga dalam membentuk karakter anak. Apa yang menjadi pendukung dan penghambat dalam menerapkan model komunikasi yang di aplikasikan dalam keluarga antara orang tua dan anak. Model komunikasi keluarga yang umum di gunakan dalam keluarga adalah Model otoriter dengan menggunakan aturan yang ketat dan mengharapkan kepatuhan tanpa banyak diskusi; Model permisif orang tua cenderung memberikan kebebasan yang besar pada anak dan jarang memberian batasan atau disiplin dan; Demokratis, orang tua berdiskusi dan berkolabrasi dalam mengambil keputusan, dengan memberikan ruang bagi anak untuk kebebasann kepada kesempatan kepada anak untuk berpartisipasi aktif mendengarkan pendapatnya, dan melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dan prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data: reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Implementasi model komunikasi keluarga dalam membentuk karakter anak mayoritas dengan menggunakan model demokratis; (2) Faktor pendukung adalah latar belakang orang Jawa masih hormat dan taat kepada kedua orang tuanya atau yang di tuakan dalam keluarga. (3) Faktor penghambat adalah adanya kemajuan teknologi, anak lebih banyak bermain dengan hadirnya smartphone sehingga waktu untuk komunikasi bersama berkurang. Kunci: komunikasi; keluarga; karakter. Abstract Communication serves as the fundamental foundation of human life, built to foster relationships. Parent-child communication is a continuous process that intrinsically shapes a child's character. The family is the primary and most crucial environment for a child's character formation. This study focuses on family communication models in shaping children's character. The objectives of this research are to understand the implementation of family communication models in shaping children's character and to identify the facilitating and hindering factors in applying these communication models within families, specifically between parents and children. Common family communication models include: the Authoritarian model, which uses strict rules and expects obedience without much discussion; the Permissive model, where parents tend to grant great freedom to children and rarely impose limits or discipline; and the Democratic model, where parents discuss and collaborate in decision-making, providing children with the opportunity for active participation, listening to their opinions, and involving them in the decision-making process. This study employs a descriptive qualitative method, with data collection procedures involving observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings indicate that: (1) The implementation of family communication models in shaping children's character predominantly utilizes the democratic model; (2) Supporting factors include the Javanese cultural background, where children still show respect and obedience to their parents or elders within the family; (3) Hindering factors include the advancement of technology, leading children to spend more time with smartphones, thus reducing time for shared communication. Keywords: communication; family; character.
KECEMASAN MENGHADAPI SIDANG SKRIPSI DITINJAU DARI BEHAVIOUR MAHASISWA Astuti, Livia; Winarti, Agus
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v6i1.670

Abstract

Abstract:. Anxiety among students when preparing their final assignment/thesis there is a feeling of anxiety that is felt, because they are afraid or worried about the threat of not being able to complete the final assignment. The aim of this research is to find out how severe the anxiety experienced by students is and what behavior occurs in students. The research method used is a descriptive approach with qualitative methods. Data collection techniques through interviews, observation and documentation. The use of this instrument is intended to determine student anxiety in facing the thesis trial in terms of student behavior/attitudes or behavior. The subjects of this research were students who were going to face a thesis exam and who were working on their thesis. The results of the research obtained were that students experienced (a) Realistic anxiety, namely fear of danger from the external world, and the level of anxiety was in accordance with the degree of threat that existed, as many as three people (b ) Moral anxiety is fear of one's own conscience, fear of the punishment that will be received from parents or other authority figures if a person satisfies instincts in his own way, which he believes will result in punishment, as many as five people. (c) There are two types of neurotic anxiety, namely fear of punishment that will be received from parents or other authority figures. If someone satisfies his instincts in his own way, he believes he will reap punishment. The conclusion is that anxiety facing the thesis trial is reviewed from student behavior into three human behaviors: (a) Cognitive; Disturbance of attention, loss of concentration, easy forgetting, misinterpretation, confusion, decreased field of perception, excessive self-awareness, excessive worry, decreased objectivity, fear of accidents, and so on. (c) Affective: impatient, tense, neurosis, tremor, extreme nervousness, very restless and others. (c) psychomotor; Restlessness, tremors, nervousness, rapid speech and lack of coordination, withdrawal and avoidance
Sosialisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan Sebagai Sumber Kebutuhan Pangan dan Tambahan Pendapatan Masyarakat Desa Cimaung Jawa Barat Livia Astuti; Agus Winarti
JAMARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol 1 No 01 (2024): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v1i01.693

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilatar belakangi oleh kondisi masyarakat yang umumnya pelataran rumah warga memiliki lahan luas, tetapi kurang dalam memanfaatkan lahan dengan ditanami berbagai tanaman yang segera memperoleh hasil. Aktifitas masyarakat Cimaung mayoritas adalah petani yang menggantungkan pendapatan dengan berkebun. Tujuan pengabdian masyarakat ini memberikan pelatihan yang tidak jauh dari kecakapan yang sudah di milikinya, yaitu bercocok tanam. Menanam tanaman dalam pot/polybag tanaman-tanaman hias/sayuran diharapkan akan banyak membantu, sebagai wujud nyata dalam meningkatkan taraf hidup. Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pendekatan partisipatif, pendekatan kelompok, pendekatan individual, metode ceramah, metode diskusi/FGD. Hasil penelitian warga masyarakat mampu bercocok tanam tanaman hias/sayuran dalam pot/polybag diterapkan dalam kehidupan masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang pada saatnya memperoleh tambahan pendapatan.
Sosialisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan Sebagai Sumber Kebutuhan Pangan dan Tambahan Pendapatan Masyarakat Desa Cimaung Jawa Barat Livia Astuti; Agus Winarti
JAMARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol 1 No 01 (2024): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v1i01.693

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilatar belakangi oleh kondisi masyarakat yang umumnya pelataran rumah warga memiliki lahan luas, tetapi kurang dalam memanfaatkan lahan dengan ditanami berbagai tanaman yang segera memperoleh hasil. Aktifitas masyarakat Cimaung mayoritas adalah petani yang menggantungkan pendapatan dengan berkebun. Tujuan pengabdian masyarakat ini memberikan pelatihan yang tidak jauh dari kecakapan yang sudah di milikinya, yaitu bercocok tanam. Menanam tanaman dalam pot/polybag tanaman-tanaman hias/sayuran diharapkan akan banyak membantu, sebagai wujud nyata dalam meningkatkan taraf hidup. Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pendekatan partisipatif, pendekatan kelompok, pendekatan individual, metode ceramah, metode diskusi/FGD. Hasil penelitian warga masyarakat mampu bercocok tanam tanaman hias/sayuran dalam pot/polybag diterapkan dalam kehidupan masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang pada saatnya memperoleh tambahan pendapatan.
PELATIHAN TEKNIK DAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK OLAHAN PEPAYA BAGI KELOMPOK PETANI BANYUMULI Iriani, Farida; Winarti, Agus; Utama, Raden Duhita Diantiparamudita; Arifin, Miko Syahputra; Nurjaman, Jamjam
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 15 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v15i2.3759

Abstract

Training on marketing techniques and strategies for processed papaya products, and distribution of processed products has been provided to the Banyumuli farmer group in Bojong Village, Banjarwangi District, Garut Regency, West Java Province. Road access constraints from the producer's location to the market, both to the district capital market and/or provincial capital, are an obstacle to the low income earned by this farmer group. Due to the long travel time, fresh papaya fruit quickly wilts and rots during the journey, thus lowering the selling price. Training on making formulas for processed papaya fruit products in the form of jam, syrup, and jelly candy has been carried out, then the training was continued with techniques and strategies for marketing these processed products. One of the priority problems faced is the aspect of human resource management and distribution strategies for processed products for short, medium and long distances. The method used was qualitative research with a case study approach in a Banyumuli farmer group whose main business is papaya. Data collection techniques included documentation, focus group discussions (FGDs), observation, and interviews. The training objectives are (1) to provide direction for selecting additional group members as production staff, (2) to provide training in making processed product formulas, and (3) to determine marketing techniques and strategies for processed products. The training results showed that participants were motivated to become group members, had the skills to create processed papaya product formulas, and were able to apply marketing techniques and strategies for these processed products.
Moral Education in Islamic Boarding Schools for Shaping the Social Character of Adolescents Astuti, Livia; Winarti, Agus
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : LETIGES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v10i1.220

Abstract

This study stems from the growing phenomenon of declining politeness among adolescents, a lack of empathy, weak social responsibility, and a deterioration of moral attitudes. It seeks to explore how moral education provided in Islamic boarding schools influences students' ability to socialise and interact within the community. This study focuses on moral education in Islamic boarding schools in shaping the social character of adolescents at Nahrul Ulum Al Banihawy Islamic boarding school, Subang Regency, West Java, Indonesia. The purpose of this study is to describe how moral education in Islamic boarding schools contributes to the development of adolescents' social character within society. Moral education in Islamic boarding schools not only shapes adolescents' character but also involves the process of habituating students' behaviour. This study employs a qualitative research method using a phenomenological approach, aiming to explore the phenomenon deeply and naturally. Data collection techniques include open interviews, observation, and documentation. The interviews were conducted with the administrators (kyai), teachers (ustadz/ustadzah), and students (santri). Observations were carried out on all 40 students, ranging in age from 13 to 20 years old. Documentation was conducted throughout the research process. The results of the study indicate that the formation of social character is carried out through three main indicators: 1) the personal dimension emphasises the habituation of honest, disciplined, and responsible behavior through routine activities; 2) the social dimension is reflected in attitudes of empathy, cooperation, and concern for others; and 3) the spiritual dimension is developed through the practice of worship, the study of classical Islamic texts (kitab kuning), dzikr, and other religious activities that foster students closeness to Allah Swt. These three indicators are implemented through exemplary behaviour, habituation, and discipline. The originality of this study lies in its unique context, focusing on a newly established Islamic boarding school with only 40 students and one graduating cohort. This setting provides an authentic view of the early stages of character and social skills formation in a developing Islamic Boarding Schools environment.