Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisa Sedimentasi Berbasis ArcView Gis Pada Bendungan Sumi Kabupaten Bima Sarifudin Sarifudin Sarifudin; Azizah Rokhmawati; Eko Noerhayati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1107.456 KB)

Abstract

Waduk Sumi adalah-waduk-yang terletak di Kecamatan Mangge,-Kabupaten Bima,_Provinsi NTB merupakan_suatu waduk terbesar_di NTB yang sudah beroprasi 26 tahun. Waduk sumi merupakan Waduk yang multi fungsi yang dimanfaatkan untuk kebutuhan irigasi, pertanian dan perkebunan dengan luas genangan Waduk sebesar 155,60 ha. Luas lahan irigasi yang dimanfaatkan dari waduk ini sebesar 2.542 ha. Studi ini bertujuan untuk mengethaui besar sedimen yang terjadi di waduk Sumi dan  berapa perkiraan umur layak_pakai_waduk_sumi. Adapun_perhitungan_yang_dipakai_meliputi_perhitungan dengan tingkat erosi pada waduk menggunakan_metode_MUSLE, pada perhitungan erosi ini menggunakan data curah hujan 10 tahun yang terbagi dalam dua stasiun yaitu stasiun Sumi dan stasiun Parado. Dari hasil perhitungan dimana diketahui erosi yang terdapat didalam waduk Sumi cukup berat yaitu pada tahun 2011 sebsar 643.794,21 m3/thn, pada tahun 2012 sebesar 415.289,61 m3/thn, pada tahun 2013 sebesar 275.966,73 m3/thn, pada tahun 2014 sebesar 248.106,54 m3/thn, pada tahun 2015 sebesar  449.644,92 m3/thn, pada tahun 2016 sebesar362.088,24 m3/thn, pada tahun 2017 sebesar  402.253,50 m3/thn, pada tahun 2018 sebesar 41.312,00 m3/thn, pada tahun 2019 sebesar 244.570,98 m3/thn, pada tahun 2020 sebesar 374.619,52 m3/thn. Dari_perhitungan_diperoleh hasil sisa umur efektif waduk sebesar 53 tahun, dengan efesien tangkapan waduk 4,43 %. Kata Kunci : Sedimen, Umur Efektif, Waduk Sumi.
Studi Optimasi Distribusi Air Irigasi dan Operasi Pintu Pada Daerah Irigasi Gondang Saluran Sekunder German Kabupaten Lamongan Kintan Axnestian Pratiwi; Bambang Suprapto; Azizah Rokhmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan dalam bidang pertanian yang menjadi salah satu prioritas utama yaitu pembangunan ketahanan pangan, menimbulkan berbagai permasalahan yang harus dihadapi seiring peningkatan jumlah penduduk di Indonesia yang semakin pesat. Dengan adanya permasalahan tersebut maka pemanfaatan sumber daya air untuk kebutuhan irigasi perlu sistem distribusi air yang baik agar ketersediaan air dapat merata. Terciptanya pengolaan sistem distribusi air irigasi yang baik yaitu berdasarkan ketersediaan air sesuai pola tata tanam rencana dengan memperhitungkan pengaturan tinggi bukaan pintu agar pemberiaan air dapat tercukupi. Daerah Irigasi German dengan luas 740 ha merupakan salah satu saluran sekunder dari Daerah Irigasi Gondang, irigasi ini menerima air dari Waduk German yang mana merupakan bangunan suplesi dari Waduk Gondang. Penggunaan optimasi air pada daerah irigasi dimaksudkan sebagai pengaturan debit air untuk mengatasi neraca air agar seimbang, serta memperoleh luas dan keuntungan hasil produksi yang maksimal. Penelitian ini memerlukan Data Curah Hujan 10 tahun terakhir pada 3 stasiun curah hujan yang meliputi Stasiun Gondang, Stasiun Kembangbahu dan Stasiun Sukodadi. Teknik optimasi menggunakan metode solver yang telah dirumuskan menjadi model matematik dengan mempertimbangkan fungsi tujuan dan fungsi kendala. Pada musim tanam III di saluran Gmt.1.ki terjadi bukaan pintu maksimum setinggi 0,3935 m. Keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan metode solver pada Microsoft Excel untuk musim tanam I adalah Rp  46.117.868.500,- untuk musim tanam II adalah Rp  40.703.680.000,- untuk musim tanam III adalah Rp  33.599.279.000,-
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR WILAYAH BRI MALANG Andrean Rizal Pratama; Warsito Warsito; Azizah Rokhmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPembangunan Gedung Kantor Wilayah BRI Kota Malang terletak di Jalan Laksamanan Martadinata No. 80 Kota Lama Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.  Gedung ini memiliki 10 lantai, 2 lantai bawah untuk basement dan 8 lantai untuk, perkantor, dan tinggi bangunan 34,4 m. yang termasuk dalam struktur gedung tinggi dan beresiko untuk mengalami keruntuhan saat terjadi gempa bumi, terlebih lagi gedung ini masuk dalam kategori desain seismic D. Untuk itu diperlukan perencanaan gedung yang mampu menerima beban gempa resiko tinggi, menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) sesuai dengan peraturan persyaratan beton bertulang dengan SNI 2847-2013, tata perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung SNI 1726-2012, Serta peraturan lain yang berlaku di indonesia. Perhitungan struktur ini menggunakan pemodelan portal 3D dengan bantuan aplikasi ETABS V18.1.1 dan SpColumn.Hasil dari perhitungan adalah tebal pelat 125 mm, gempa rencana menggunakan metode respon spectrum dengan nilai V sebesar 1797,11 kN atau sama dengan 183254,2471 Kg. Dimensi balok induk B1 40/60, B2 45/70, dan dimensi kolom K1 80/80, dengan menggunakan pondasi tiang pancang berdiamater 50 cm dengan kedalaman 7,8 m.Kata Kunci : Gempa, Gedung Kantor Wilayah BRI Kota Malang, SRPMKABSTRACTThe building of BRI is located on 80 laksamana martadinata street, klojen, malang, east java. 10 floors, two floors down to the basement and eight floors to the office. This building has a 38.6 m (150 ft) structure in the high-rise and risk collapsing during an earthquake. It is included in the seismic design category D. So it requires design buildings capable of receiving high risk earthquake loads by using the SRPMK according to regulations in SNI 03-2847-2013, SNI 1726-2012 and other regulations that apply in Indonesia. These structure calculation uses 3D portal modelling with the help of ETABS V18.1.1 and SpColumn applications.  The calculations result of plate thickness is 125 mm. Earthquake plan is using a method of respons spectrum with V value of 1797.11 kN or 183254.2471 Kg, main beam dimension B1 40/60, B2 45/70 And column dimension K1 80/80. Using a pile foundation with a diameter of 50 cm and depth of 7.8 cm.Keywords : Earthquake, BRI Regional Office Building Malang City, SRPMK
ANALISA PREDIKSI SEDIMENTASI PADA DAS METRO KOTA MALANG DENGAN METODE HEC-RAS Firdaus Ihwan Ibadi; Eko Noerhayati; Azizah Rokhmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDAS Metro adalah merupakan daerah yang rawan terjadi tanah longsor dan banjir, peristiwa itu terjadi karena mengingat di sepanjang DAS berdiri perumahan padat penduduk mengakibatkan lebar sungai mengalami penyempitan dan pendangkalan yang apabila terjadi penambahan debit air yang tinggi secara tiba-tiba tentu membuat air tersebut meluap ke perkampungan penduduk. Tujuan dari penelitihan ini untuk mengetahui besar debit aliran sungai, mengetahui nilai rata- rata sedimentasi, karekteristik sedimen, dan terakhir untuk mengetahui rata- rata nilai angkutan sedimen. HEC-RAS merupakan aplikasi (software) untuk memodelkan aliran di sungai, satu dimensi aliran permanen maupun tak permanen (steady and unsteady onedimensional flow model). Dari perhitungan didapatkan nilai angkutan sedimen di titik A diperoleh hasil 3,997 m3/det/m, di titik B diperoleh hasil 7,111 m3/det/m, di titik C diperoleh hasil 4,721, dan di titik D diperoleh hasil 5,952. Dari kedua nilai angkutan sedimen tersebut rata-rata nilai angkutan sedimen di Sungai Metro sebesar 5,455 m3/det/m. Pengaruh sedimen yang berpindah mengakibatkan sungai menjadi lebih dalam. Angkutan sedimen juga meningkat seiring panjangnya sungai dapat dilihat perbandingan pada STA 0+000 hingga STA 4+300. Dari hasil running simulasi sedimen menggunakan program HEC-RAS dapat dilihat bahwa pada sungai Metro pergerakan angkutan sedimen mengarah pada proses Erosi.Kata Kunci : Sedimentasi, HEC-RAS, Debit Aliran, Sungai Metro Malang.                                                   ABSTRACT                                              The Metro watershed is an area that is prone to landslides and floods, this incident occurred because along the watershed there were dense housing estates, resulting in narrow and shallow river widths which if there was a sudden addition of high water discharge, of course, the water overflowed. to populated villages. The purpose of this study was to determine the amount of river flow discharge, to determine the average value of sedimentation, sediment characteristics, and finally to determine the average value of sediment transport. HEC-RAS is an application (software) for modeling flow in rivers, one-dimensional permanent flow or non-permanent (steady and non-steady one-dimensional flow models). From the calculation, it is obtained that the sediment transport value at point A is 3,997 m3/s/m, at point B the results are 7,111 m3/s/m, at point C the results are 4,721, and at point D the results are 4,721. 5,952 results were obtained. From the two values of sediment transport, the average value of sediment transport in the Metro River is 5,455 m3/s/m. The influence of moving sediment causes the river to become deeper. Sediment transport also increases with the length of the river that can be seen compared to STA 0+000 to STA 4+300. From the simulation results of running sediment using the HEC-RAS program, it can be seen that in the Metro river the movement of sediment transport leads to the erosion process.Key Words : Sedimentation, HEC-RAS, Flow Discharge, Metro Malang River
``ANALISA TUNDAAN AKIBAT PENUTUP PALANG PINTU KERETA API (RUAS JALAN SULTAN AGUNG DESA KEPANJEN KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG ) Fitria Indah Dwi Cahyanti; Azizah Rokhmawati; Anita Rahmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perlintasan yang terbentuk dari pertemuan antara dua jenis prasarana transportasi yaitu jalan raya dengan jalan rel merupakan bentuk pertemuan yang sering menimbulkan tundaan, seperti pada perlintasan di jalan Sultan Agung Desa Kepanjen Kabupaten Malang iniTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kendaraan dan panjang antrian tundaan yang terjadi akibat kereta api perlintasan nutup pada setiap lajur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data Primer didapat dengan cara survei langsung di lokasi penelitian meliputi survei kondisi dan geometrik jalan, survei geometik dan titik pengamatan pertama sampai ketiga, sedangkan data sekunder didapat dari jadwal kedatangan kereta api. Untuk Perhitungan Tundaan, Kerapatan, Kecepatan, dan volume ini mengacu pada Pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesiia 1997 dan menggunakan Metode Greenshield untuk menganalisis hubungan Kecepatan dengan Kerapatan, Volume dengan Kecepatan. Berdasarkan hasil analisa didapatkan durasi penutup terlama hari Jum’at pukul 14.49 dan durasi penutup tercepat hari Minggu pukul 16.55. Volume arus lalu lintas minimal hari Jum’at sebesar 2681,6 smp/jam dan volume lalu lintas maksimal hiri Minggu sebesar 2797,6 smp/jam. Kecepatan Kendaraan melintas setelah kereta api melintas terlama hari Senin selama 16.56 menit dan yang tercepat hari Rabu selama 14.14 menit. Kerapatan terpanjang pada hari Minggu sebesar 174,8 meter dan terpendek hari Selasa sebesar 133,6 meter. Sedangkan hasil menggunakan metode Greenshield hubungan Kecepatan dengan Kerapatan diperoleh nilai maksimum hari Selasa sebesar 56,3 km/jam dan nilai minimum hari Kamis sebesar 51,6 km/jam. Hubungan Volume dengan Kecepatan nilai maksimum hari Minggu sebesar 9445,9 smp/jam dan nilai minimum hari Selasa sebesar 5786,8 smp/jam. Kata Kunci : Tundaan, Panjang Antrian, MKJI 1997, Metode Greenshield. ABSTRACT Crossings that are formed from the meeting between two types of transportation infrastructure, namely highways and railroads are a form of meeting that often causes delays, such as the crossing on Jalan Sultan Agung, Kepanjen Village, Malang Regency. railroad crossings are closed on each lane. This research was conducted using primary data and secondary data. Primary data was obtained by direct survey at the research site including road condition and geometric surveys, geometric surveys and the first to third observation points, while secondary data was obtained from train arrival schedules. For the calculation of delay, density, speed, and volume, this refers to the 1997 Indonesian Road Capacity Manual and uses the Greenshield Method to analyze the relationship between Speed and Density, Volume and Speed. Based on the analysis results, the longest closing duration is Friday at 14.49 and the fastest closing duration is Sunday at 16.55. The minimum traffic volume on Friday is 2681.6 pcu/hour and the maximum traffic volume on Sunday is 2797.6 pcu/hour. The speed of the vehicle passing after the train was the longest on Monday for 16.56 minutes and the fastest on W ednesday for 14.14 minutes. The longest density on Sunday is 174.8 meters and the shortest on Tuesday is 133.6 meters. The results using the Greenshield method of speed-density relationship obtained a maximum value on Tuesday of 56.3 km/hour and a minimum value of 51.6 km/hour on Thursday. The relationship between Volume and Speed, the maximum value on Sunday is 9445.9 pcu/hour and the minimum value on Tuesday is 5786.8 pcu/hour.Keywords : Delay, Queue Length, MKJI 1997, Greenshield Method.
ANALISA KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN RAYA KESAMBEN-SOLOREJO KABUPATEN BLITAR DENGAN METODE SURFACE DISTRESS INDEX (SDI) Jeprianto Jeprianto; Eko Noerhayati; Azizah Rokhmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jalan adalah lapisan perkerasan yang terletak di antara tanah dasar dan roda kendaraan. Volume lalu lintas yang tinggi secara berulang yang melintasi jalan raya Kesamben-Solorejo menjadi penyebab menurunnya kualitas jalan sehingga terjadi kerusakan. Oleh karena itu, analisa kerusakan perkerasan lentur pada ruas jalan raya Kesamben-Solorejo Kabupaten Blitar ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui jenis kerusakan yang terjadi untuk dilakukan perbaikan kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kondisi perkerasan jalan raya Kesamben-Solorejo serta menentukan penanganan kerusakan dan mengetahui rencana anggaran biaya (RAB) perbaikan jalan. Penelitian ini menggunakan metode  Surface Distress Index (SDI). Hasil dari penilitian ini diketahui nilai SDI terendah terdapat pada segmen 13 (STA. 7+100–7+600) nilai SDI 3,5 kondisi jalan baik, nilai SDI tertinggi terdapat pada segmen 19 (STA. 10+100–10+600) Nilai SDI 75 kondisi jalan sedang, Nilai rata-rata SDI adalah 27,35 kondisi jalan baik dan termasuk ke dalam program pemeliharaan rutin. Pengisian Retak (P4), Penambalan Lubang (P5) dan Perataan (P6). Rencana anggaran biaya yang diperlukan adalah sebesar Rp. 362.200.000.Kata Kunci: Perkerasan Lentur, Surface Distress Index (SDI), RAB ABSTRACT The road is a layer of pavement located between the subgrade and the wheels of the vehicle. The high volume of traffic that repeatedly crosses the Kesamben-Solorejo highway is the cause of the decline in road quality resulting in damage. Therefore, the analysis of flexible pavement damage on the Kesamben-Solorejo highway, Blitar Regency is very important to do to find out the type of damage that occurs to be repaired again. This study aims to determine the value of the pavement condition for the Kesamben-Solorejo highway and determine the handling of damage and determine the budget plan (RAB) for road repairs. This study uses the Surface Distress Index (SDI) method. The results of this study show that the lowest SDI value is in segment 13 (STA. 7+100–7+600), SDI value is 3.5, road conditions are good, the highest SDI value is in segment 19 (STA. 10+100–10+600) SDI score is 75 moderate road conditions, the average SDI value is 27.35 road conditions are good and are included in the routine maintenance program. Crack Filling (P4), Hole Filling (P5) and Alignment (P6). The required budget plan is Rp. 362.200.000.Keywords: Flexible Pavement, Surface Distress Index (SDI), RAB
EVALUASI KINERJA LALU LINTAS AKIBAT KEBERADAAN GEDUNG PAHLAWAN STREET CENTER MADIUN Sariadi Sariadi; Azizah Rokhmawati; Anita Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ruas jalannadalah satu kepentingan yangkakan seiringkdengankfasilitaskmanusia,kdan juga kebutuhankuntukgperkembanganqjaman.Tujuan utama dari penelitian ini yaitu sebagai salah satu pemahaman tentang waspadakbahayaqlaluklintas, jumlahqkendaraan, derajatgkejenuhanqdan levelqpelayananqLevelqofuService (LOSi). Hasilkperhitungankdiperoleh jumlahqpuncakqkendaraanq pada Jalan Pahlawan 42159 Skri/jam,i sedangkan untukqJln A. Yani 57,7315 Skr/jam, kemudianqprioritas pelayanan LevelqofgService (LOSi)fJalan Pahlawan denganq situasi danqkondisi arus bebasqdenganqjumlah laluqlintasdrendah dan kecepatani rataq–qrata ≤90 kmi/jaml) kategori tingkat pelayanan A, Jalan A. Yani ≤70 maka termasuk kategori tingkat pelayanan. Kinerja ruas jalan terhadap Kapasitas arus ( C ) Jalan Pahlawan = 6209i smp/jam, Jalan A. Yani = 6209,08 smp/jam. Terhadap Derajat Kejenuhan ( DJ ) Jalan Pahlawan = 0,019lskr/jam,l JalankA. Yani = 0,39l lskr/jam.iTerhadap Volume kendaraan ( Q ) Jalan Pahlawan = 1759,75 smp/jam, Jalan A. Yani = 2075,1 smp/jam. Terhadap kepadatan kendaraan Jalan Pahlawan = 0,441 km/jam, Jalan A. Yani = 1,04 km/jam.Kata Kunci : MKJIq (Manuali KapasitasqJalanqIndonesial1997a), VolumeqLaluqLintas, Gedung Pahlawan   Street Center, Jalan Pahlawan dan A. Yani Kota MadiunABSTRACTThe road segment is an interest that will go hand in hand with human facilities, as well as the need for development over time. The main objective of this research is to provide an understanding of traffic hazard alertness, number of vehicles, degree of saturation and level of service quality level of service (LOSi). The result of the calculation is that the number of peak q vehicles on sreet Pahlawan 42159 Skri/hour, i while for qJln A. Yani 57.7315 Skr/hour, then the service priority qofg Service (LOSi) Jalan Pahlawan with q situations and free flow conditions q with low trafficq and average speed km/hour 90 km/hour 90 service A, sreet A. Yani 70 then it is included in the service level category. Performance of the road to the current capacity ( C ) street Pahlawan = 6209i pcu/hour, sreet A. Yani = 6209.08 pcu/hour. Against Degree of Saturation ( DJ ) street Pahlawan = 0.019lskr/hour,l RunkA. Yani = 0.39l lskr/hour. iTowards the volume of vehicles ( Q ) street Pahlawan = 1759.75 pcu/hour, sreet A. Yani = 2075.1 pcu/hour. Against the density of vehicles on sreet Pahlawan = 0.441 km/hour, sreet A. Yani = 1.04 km/hour.Keywords: MKJIq (Manuali CapacityqJalanqIndonesial1997a), Volumeqtraffic, Pahlawan Street Center Building, Pahlawan Street and A. Yani Madiun City 
STUDI PERENCANAAN JARINGAN IRIGASI DAERAH IRIGASI POSANGKE KABUPATEN MOROWALI UTARA SULAWESI TENGAH Anggun Ainun B.Wakirin; Eko Noerhayati; Azizah Rokhmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Morowali Utara khususnya desa Posangke mempunyai kemampuan sumber daya air serta lahan pertanian yang belum dikembangkan. Sistem irigasi dan pola tata tanam saat ini masih sederhana, agar petani mendapatkan air sesuai dengan kebutuhan tanaman maka perlu adanya sistem irigasi yang baik agar produksi pertanian pada petani meningkat. Metode yang digunakan dalam analisis data untuk menghitung ketersediaan air digunakan F.J Mock dengan bantuan kalibrasi program Microsoft Excel berupa program Solver, dan untuk menghitung kebutuhan air irigasi digunakan metode FAO,nilai WLR 1,65 mm/hari dan perkolasi sebesar 2 mm/hari dan curah hujan rata-rata dihitung menggunakan Poligon Thiessen.Berdasarkan pemilihan 8 alternatif Pola Tata Tanam yang memiliki perbedaan awal tanam padi dimulai dari September periode I sampai Maret periode II, dipilih alternatif VII karena memiliki hasil kebutuhan air bersih (Net Field water Requirement) rerata yang paling kecil. Sehingga menghasilkan kebutuhan air irigasi dalam setahun sebesar 44.963.624.448,02 liter atau 44.963.624,45 m3. Dari perhitungan debit yang di lakukan kepada 5 saluran, total nilai debit dari ke 5 saluran sebesar 5,863 m3/detik. Dari perhitungan dimensi saluran sekunder dengan bentuk penampang trapesium, didapat tinggi muka air dasar saluran sekunder (h) 0,9 m, lebar dasar saluran (b) 1,8 m dengan kemiringan talud (m) 1, tinggi jagaan 0,5 m, luas penampang (A) 2,5 m2, keliling basah (P) 4,5 m, radius hidrolis (R) 0,6 m, kecepatan aliran (V) 0,5 m/detik dan debit aliranya (Q) 1,2, untuk dimensi saluran dua dan seterusnya dapat dilihat pada tabel 4.42. Perhitungan Dimensi Saluran.Kata kunci: F.J Mock, Irigasi, Pertanian, Debit, Desa , Kabupaten Morowali Utara.  ABSTRACT  North Morowali Regency,especially Posangke Village has the ability of water resources and undeveloped agricultural land. The current irrigation system and cropping pattern are still simple, so that farmers get water according to the needs of their plants, it is necessary to have a good irrigation system so that agricultural production for farmers increases.The method used in data analysis to calculate water availability was F.J Mock with the help of Microsoft Excel program calibration in the form of the Solver program, and to calculate irrigation water requirements the FAO method,WLR value 1, 65 mm/day and a percolation of 2 mm/day and the average rainfall was calculated using the Thiessen Polygon.Based on the selection of 8 alternative Cropping Patterns which have differences in the initial rice planting starting from September period I to March period II, alternative VII was chosen because it has the smallest average Net Field water Requirement. This results in the need for irrigation water in a year of 44,963,624,448.02 liters or 44,963,624.45 m3. From the calculation of the discharge carried out for 5 channels, the total value of the discharge from the 5 channels is 5.863 m3/second. From the calculation of the dimensions of the secondary channel with a trapezoidal cross section, the bottom water level of the secondary channel (h) is 0.9 m, the bottom width of the channel (b) is 1.8 m with a slope (m) 1, the guard height is 0.5 m, cross-sectional area (A) 2.5 m2, wet circumference (P) 4.5 m, hydraulic radius (R) 0.6 m, flow velocity (V) 0.5 m/s and flow rate (Q) 1.2 , for the dimensions of channel two and so on can be seen in table 4.42. Channel Dimension Calculation.Keywords: F.J Mock, Irrigation, Agriculture, Debit, Village, North Morowali Regency.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN GEDUNG HOTEL ASTON INN MOJOKERTO MENGGUNAKAN STRUKTUR KOMPOSIT Ayu Endarwati; Warsito Warsito; Azizah Rokhmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPembangunan gedung hotel Aston Inn Mojokerto ini  dibangun karna adanya peningkatan pada sektor pariwisata di Mojokerto. Bangunan ini memiliki luas tanah 1925 m2 dengan Panjang bangunan 56 m lebar 15 m, dengan jumlah lantai 8 dengan struktur saat ini yaitu beton bertulang. Pada tugas akhir kali ini penulis akan merencanakan ulang dengan menggunakan alternatif struktur komposit. Struktur komposit merupakan struktur gabungan antara beton dan baja, struktur ini dapat dikatakan komposit apabila dihubungkan dengan penghubung geser. Standar perencanaan berpedoman dari SNI 1726:2012, SNI 1727:2013, SNI 2847:2013, PPIURG 1987, dan LRFD (SNI 03-1729-2002). Untuk perencanaan desain portal struktur menggunakan aplikasi ETABS 2016. Hasil perhitungan dari perencanaan komposit diperoleh tebal pelat lantai dan atap 12 cm, dengan tulangan pokok Ø10-125 dan tulangan bagi Ø10-200; dimensi untuk balok anak WF 300.150.6,5.9 dan untuk balok induk WF 600.300.23.14; dimensi untuk kolom komposit menggunakan WF 700.300.24.13 dengan besar kolom 80 cm x 40 cm; untuk pondasi digunakan pondasi tiang pancang kedalaman 25 m dengan dimensi tiang Ø50 dan menggunakan tulangan tiang pokok 16-D22 dan tulangan spiral D16-150. Kata kunci : ETABS 2016 , Hotel Aston Inn , LRFD , Struktur Komposit,ABSTRACTThe construction of the Aston Inn Mojokerto hotel building was built due to an increase in the tourism sector in Mojokerto. This building has a land area of 1925 m2 with a building length of 56 m, a width of 15 m, with a total of 8 floors with the current structure of reinforced concrete. In this final project the author will re-plan by using an alternative composite structure. Composite structure is a composite structure between concrete and steel, this structure can be said to be composite if it is connected by shear connectors. Planning standards are guided by SNI 1726:2012, SNI 1727:2013, SNI 2847:2013, PPIURG 1987, and LRFD (SNI 03-1729-2002). For planning the design of the structural portal using the 2016 ETABS application. The results of the calculation of the composite planning obtained are 12 cm thick floor and roof slabs, with 10-125 principal reinforcement and 10-200 reinforcement; dimensions for WF child beams 300.150.6.5.9 and for WF main beam 600.300.23.14; dimensions for composite columns using WF 700.300.24.13 with a column size of 80 cm x 40 cm; For the foundation, pile foundations are used with a depth of 25 m with pile dimensions 50 and use 16-D22 main pile reinforcement and D16-150 spiral reinforcement. Keywords : Composite Structure, LRFD, ETABS 2016, Aston Inn Hotel
STUDI PERENCANAAN NORMALISASI SUNGAI KOBE DI KECAMATAN WEDA TENGAH KABUPATEN HALMAHERA TENGAH Nana Rihana Y wele; Azizah Rokhmawati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK                Sungai Kobe adalah salah satu sungai yang ada di Kabupaten Halmahera Tengah tepatnya di Kecamatan Weda Tengah dengan Panjang 45 km dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 814,32 km2. Sepanjang aliran sungai Kobe tidak memiliki bangunan pengendalian banjir seperti tanggul. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengendalikan banjir adalah dengan melakukan perencanaan tanggul sungai. Tanggul merupakan salah satu cara yang sangat penting dalam usaha untuk pencegahan banjir. Di dalam perhitungan debit banjir rancangan dari data hujan 10 tahun terakhir yaitu dari tahun 2011-2020 dengan 3 stasiun diantaranya Stasiun Kobe, Stasiun Weda, dan Stasiun Nusliko. Penggunaan aplikasi HEC-RAS juga dilakukan dengan cara menganalisa curah hujan rata-rata, menghitung curah hujan rencana, menghitung kapasitas sungai, dan memasukkan data-data terkait dalam aplikasi HEC-RAS. Hasil penelitian debit banjir rancangan dengan menggunakan Metode HSS Nakayassu dengan kala ulang 25 tahun adalah sebesar 2206,2 m3/det. Berdasarkan perolehan dari debit banjir tersebut maka Sungai Kobe Kabupaten Halmahera Tengah perlu dilakukan perencanaan tanggul dengan tinggi tanggul 6,49 = 6,50 m dari permukaan tanah dan lebar tanggul yaitu 5 m. Kata kunci: HEC-RAS, Pengendalian Banjir, Tanggul. ABSTRACT  The Kobe River is one of the rivers in Central Halmahera Regency, precisely in Central Weda District, with a length of 45 km with an area of 814,32 km2 of watershed. Along the Kobe river, there are no flood control structures such as dams or embankments. One of the efforts that can be done to control flooding is by planning river embankments. Embankments are one of the most important ways to prevent flooding. In calculating the design flood discharge from rain data for the last 10 years, namely from 2011-2020 with 3 stations including Kobe Station, Weda Station, and Nusliko Station. The use of the HEC-RAS application is also carried out by analyzing the average rainfall, calculating the planned rainfall, calculating river capacity, and entering related data in the HEC-RAS application. The results of the design flood discharge research using the HSS Nakayassu method with a return period of 25 years is 2206.2 m3/sec. Based on the results of the flood discharge, the Kobe River, Central Halmahera Regency, needs to be planned for an embankment with a dike height of 6,49 = 6,50 m from the ground surface and a dike width of 5 m. Keywords: Embankment, Flood Control, HEC-RAS.Â