Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

STUDI ALTERNATIF BANGUNAN PELIMPAH (SPILLWAY) BENDUNGAN JLANTAH KABUPATEN KARANGANYAR PROVINSI JAWA TENGAH Reza Affandi Sameth; Eko Noerhayati; Azizah Rokhmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Karanganyer merupakan sebuah daerah yang terletak di Jawa Tengah dengan meningkatnya perekonomian yang sebagian lahan dipergunakan sebagai hutan sawah, negara, rakyat, perairan dan bangunan air. Bendungan Jlantah ini terletak di Kabupaten Karanganyer, dimana pembahasan Bangunan Pelimpah (Spillway) yang merupakan bagian dari bendungan. Bangunan pelimpah berfungi untuk membuang kelebihan air ke hilir agar tidak terjadi overtopping pada bendungan. Tujuan penelitian kali ini untuk mengetahui apakah debit banjir rancangan Q1000 pada Bendungan Jlantah, tipe dan dimensi bangunan pelimpah serta apakah stabilitas sudah aman terhadap gempa. Metode yang adalah Kurva Masa Ganda, Poligon Thiessen, Log Person III dan HSS Nakayasu. Hasil analisis perhitungan hidrologi dan penulusuran banjir di dapat debit banjir rancangan inflow Q1000th = 291.607 m3/detik dan outflow = 198.787 m3/detik. Dimana dimensi ambang pelimpah di rencanakan menggunakan Ogge Tipe I lebar 25 m, tinggi 5 m, dan kedalaman air di atas pelimpah 2,41. Saluran Transisi, panjang saluran 16,65 m, Lebar hulu 25 dan hilir 15 m.  Saluran Peluncur, panjang Saluran 166,00 m, Lebar hulu dan hilir 15 m. Kolam Olak (Peredam Energi), direncanakan mengunakan USBR Tipe II dimana Kedalaman air di ujung hilir Kolam Olak 8,46 m, Panjang Kolam Olakan 35,532 m, dan analisa stabilitas pelimpah aman terhadap gempa.Kata Kunci : Bendungan, Pelimpah (Spillway), Bendungan Jlantah, Hidrolika, Satabilitas
Effectiveness Analysis of Polder Drainage Systems in Reducing Urban Flood Risk: 1D/2D Hydrodynamic Simulation Based on LiDAR Topographic Data Azizah Rokhmawati; Wati Asriningsih Pranoto; Heru Tri Saksena
Structures, Infrastructure, Planning, Implementation, and Legislation Vol. 2 No. 1 (2026): April,2026
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/sipil.v2i1.520

Abstract

Rapid urbanization in coastal regions experiencing severe land subsidence has significantly heightened urban flood vulnerability, necessitating high-precision polder drainage systems. This research aims to evaluate the effectiveness of polder mechanisms in mitigating flood risks while simultaneously assessing the geotechnical integrity of channel embankments during operational phases. Utilizing a quantitative design based on 1D/2D hydrodynamic simulations, this study leverages high-resolution 0.5-meter LiDAR topographic data from the Geospatial Information Agency (BIG), covering a 1,250-hectare catchment area in West Semarang. Official secondary data from the Ministry of Public Works and Housing (PUPR) regarding pump specifications and geotechnical parameters including cohesion and internal friction angles were integrated to simulate 10 to 50-year rainfall return periods and rapid drawdown conditions. The results demonstrate that the polder system curtails the average inundation extent by 73.51%, with high model reliability (). However, geotechnical analysis reveals that excessive water evacuation rates (0.85 m/hour) diminish the Factor of Safety (FS) to a critical level of 1.08, falling below the safety threshold of 1.25. These implications suggest that pump operational policies must be synchronized with soil stability limits to forestall structural failures. This study concludes that the integration of LiDAR data and geotechnical parameters is vital for the sustainability of polder infrastructure. Future research is encouraged to explore automated pumping systems controlled by pore water pressure sensors to optimize both safety and efficiency in urban drainage management.