Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Penelitian Kuantitatif Mumun Syaban
EDUCARE Vol. 3 No. 1, Juli 2005
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1405.967 KB)

Abstract

Penelitian kuantitatif dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan statistik, baik yang deskritif maupun yang inferensial tergantung tujuannya. Alat analisis yang dibicarakan di atas merupakan sebagian dari alat analisis yang biasa dan bisa digunakan pada penelitian. Masih banyak jenis dan metode lain yang lebih kompleks danlebih spesifik untuk mencapai beragam tujuan penelitian. Tetapi untuk keakuratan hasil penelitian yang perlu dierhatikan adalah instrumen penelitian dan persyaratan analisis statistik serta jenis ukuran. Untuk mempermudah perhitungan dapat digunakna program komputer, salah satunya dengan program SPSS atau Minitab.
Asesmen (Penilaian) Pembelajaran Matematika Berdasarkan Kurikulum 2004 Mumun Syaban
EDUCARE Vol. 3 No. 2, Oktober 2005
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2027.205 KB)

Abstract

Dalam pembelajaran, sistem evaluasinya masih banyak didominasi oleh satu metode pengujian, yaitu tes kertas-pensil (paper and pencil test) yang hanya mengukur ingatan siswa terhadap informasi-informasi faktual dan prosedur-prosedur algoritmis saja. Saat ini, dalam kurikulum telah memasukkan tujuan-tujuan proses, sehingga tes-tes yang tertulis diperlukan untuk menilai perolehan keterampilan-keterampilan siswa. Proses ini merupakan bagian yang mendasar dalam pembelajaran. Salah satu saran auntuk negukur penilaian itu adalah dengan metode penilaian alternatif, yang mengukur kemampuan relatif siswa mencapai tujuan proses pengajaran.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) Terhadap Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematika Pada Siswa SMA Suryati; Mumun Syaban; Irmawan
EDUCARE Vol. 10 No. 2, Desember 2012
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.191 KB)

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi Matematika. Peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran CORE, dengan tujuan untuk mengetahui apakah dengan menggunakan model pembelajaran CORE ini dapat meningkatkan kemampuan komunikasi Matematika. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilakukan pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Bandung, pemilihan sampel dengan menggunakan sampel purposive, yaitu pengambilan sampel yang serupa dengan populasinya yang didasarkan kepada para ahli dalam hal ini yang menjadi ahlinya adalah guru Matematika kelas XI. Dari dua kelas yang terpilih, kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran CORE dan kelas XI IPS 2 sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah hasil selisih dati pretes dan post tes. Statistika yang digunakan adalah uji Anova. Dengan uji Anova menggunakan program SPSS. 12, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap model pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CORE.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis pada Siswa SMK Meirina Lestari; Mumun Syaban; Reviandari Widyatiningtyas
EDUCARE Vol. 12 No. 2, Desember 2014
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.949 KB)

Abstract

This research was conducted to obtain empirical evidence about the impact of Problem Based Learning learning models to improve students' mathematical reasoning abilities in Vocational High Schools (SMK). This study used a quasi-experimental research design, to determine the increase in students' reasoning abilities used test instruments in the form of descriptions. The results of the study were obtained as follows. (1) There are differences in mathematical reasoning between students who learn using the Problem Based Learning model with students learning with conventional learning models in high group students. (2) There are differences in mathematical reasoning between students who learn using the Problem Based Learning model with students learning with conventional learning models in the middle group students. (3) There are differences in mathematical reasoning between students who learn using the Problem Based Learning model with students learning with conventional learning models in low group students. (4) There is a difference in the increase in mathematical reasoning abilities between students who study using the Problem Based Learning model and students who learn to use conventional learning models in group students as a whole are accepted.
Penerapan Pembelajaran Matematika Realistik Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Ida Sumiati; Mumun Syaban; Anytha Basaria Silitonga
EDUCARE Vol. 13 No. 2, Desember 2015
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis pada siswa menggunakan model pembelajaran inkuiri dan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis dengan siswa menggunakan model pembelajaran inkuiri lebih baik dari pada siswa menggunakan model pembelajaran ekspositori. Populasi yang diambil adalah salah satu sekolah SMP swasta kota Bandung. Untuk mencapai tujuan penelitian ini maka penarikan sampel yang diambil secara tehnik purposif sehingga terpilihlah kelas VII-G untuk kelas eksperimen dan VII-H untuk kelas kontrol. Jumlah siswa kelas VII-G sebanyak 27 orang sedangkan jumlah siswa kelas VII-H sebanyak 28 orang. Design penelitian ini adalah kuasi kontrol non ekivalen. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri lebih baik dari pada model pembelajaran ekspositori secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis pada siswa menggunakan model pembelajaran inkuiri. (2) Kemampuan berpikir kritis dengan siswa menggunakan model pembelajaran inkuiri lebih baik daripada menggunakan model pembelajaran ekspositori.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Collaborative Problem Solving Terhadap Peningkatan Kemampuan Koneksi Matematis pada Siswa SMP Andri Herdian; Mumun Syaban; Puji Budilestari
EDUCARE Vol. 13 No. 2, Desember 2015
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.995 KB)

Abstract

Mathematical connection capability is one of the goals of learning mathematics in schools contained in the curriculum guide. However, the current state of mathematics learning in schools still shows the students' low mathematical connection abilities. For this reason, learning is needed that is able to provide opportunities for students to develop mathematical connection skills. One of the lessons that can be used is the Collaborative problem solving learning model. This learning model has 4 specific steps in its implementation. This study aims to determine whether there is an increase in students 'mathematical connection skills using Collaborative problem solving learning models and find out whether the increase in students' mathematical connection skills with Collaborative problem solving learning models is better than students who use conventional learning. This research is a quasi-experimental study with group design. The results of the study show that learning mathematics using the Collaborative problem solving model can improve mathematical connection skills in middle school students. Mathematical learning with a collaborative problem solving learning model is significantly better in increasing the ability of mathematical connections in junior high school students compared to students who take conventional learning in terms of maematic connection skills in middle school students.
Penerapan Model Make And Match Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pecahan Sederhana Matematika Di Sekolah Dasar Neng Lisna Aripah; Mumun Syaban; Cucu Lisnawati
EDUCARE Vol. 14 No. 2, Desember 2016
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.286 KB)

Abstract

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk meningkatkan Hasil belajar matematika peserta Cidawolong materi pecahan model pembelajaran make and match. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.. Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas III MI Al-Islam. Teknikyang digunakan untuk pengumpulan data adalah teknik observasi, wawancara dan tes tertulis. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi peserta didik dan tes tertulis. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa: hasil mbelajar matematika dengan menggunakan Model Make and Matchpeserta didik kelas III MI Al- Islam Cidawolong mengalami peningkatan pada materi pecahan sederhana. Peningkatan tersebut disebabkan dalam menjelaskan aturan model pembelajaran dengan model Make and Match memberikan simulasi pelaksanaan pembelajaran menggunakan Model Make and Match. Dengan demikian peserta didik dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan model Make and Match sesuai dengan aturan permainan.
Pengaruh Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Word Square Terhadap Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar Pipit Maratusolihat; Mumun Syaban; Yeti Nurhayati
EDUCARE Vol. 14 No. 2, Desember 2016
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.691 KB)

Abstract

Salah satu model pembelajaran yang dapat membuat peserta didik berperan aktif dalam pembelajaran ialah model kooperatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terdapat pengaruh penerapan model Cooperative Learning tipe Word Square terhadap hasil belajar dalam Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode Eksperimen dengan bentuk desain Pre-Eksperimen. Populasi diambil sebanyak 77 orang adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri Gunungkoneng yang menjadi tiga kelas, sedangkan sampel penelitian ini adalah kelas IV A dan kelas IV B. Untuk mengumpulkan data penelitian menggunakan instrumen soal. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kedua variabel. Uji normalitas, maka distribusi data hasil pre-test kelas kontrol tersebut normal.Setelah diketahui bahwa data pre-test siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal dilanjutkan dengan uji homogenitas. Pengujian homogenitas antara dua variabel yang berarti bahwa data pre-test siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol homogen. sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai post test siswa kelas eksperimen dan nilai post test siswa kelas kontrol. Hal ini dapat di Interprestasi, tinggi.
Penerapan Model Pembelajaran Means Ends-Analisys (MEA) Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA Satjun Siregar; Mumun Syaban; Irmawan
EDUCARE Vol. 15 No. 2, Desember 2017
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.723 KB)

Abstract

This study aims to determine the improvement of mathematical problem solving abilities of high school students. Students' mathematical problem solving ability is one of the abilities that must be possessed by each student. In fact, mathematical problem solving skills have not received much attention from teachers. Another disadvantage is the lack of non-routine problems given by the teacher to be solved by students. Another problem is the learning model that applies the Lecture Method, Questions and Answers and assignments to students who are more dominant so that it does not encourage student activity and participation in resolving mathematical problem solving problems. Improving mathematical problem solving skills, students need to be encouraged to be able to solve non-routine questions. to solve problem solving problems mathematically, the teacher needs to prepare the right learning model. Learning is needed that integrates knowledge so that students are able to find solutions, skills to solve problems, creative thinking, emphasize the experience and involvement of students actively in problem solving. One of the learning models that can be done is applying the Means Ends Analysis (MEA) learning model.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Sikap Peduli Lingkungan Melalui Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Matematika Mumun Syaban; Wati Rohawatiningsih; Toru Matsumoto; Indriyani Rachman
EDUCARE Vol. 16 No. 2, Desember 2018
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.601 KB)

Abstract

Masalah lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Manusia memenuhi kebutuhan hidupnya dari ketersediaan yang diberikan lingkungan di sekitarnya. Lingkungan yang terjaga akan menjadikan kualitas hidup manusia lebih baik. Masalah yang dihadapi saat ini adalah kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh perilaku manusia yang memanfaatkan alam dan lingkungannya secara berlebihan tanpa mempertimbangkan dampak buruknya terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perbedaan keterampilan berpikir kritis antara peserta didik yang menggunakan pendekatan saintifik dengan yang menggunakan pendekatan konvensionaldalam pembelajaran Matematika, (2) mendeskripsikan perbedaan sikap peduli lingkungan antara peserta didik yang menggunakan pendekatan saintifik dengan yang menggunakan pendekatan konvensionaldalam pembelajaran Matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu (quasy experiment) dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Hasil penelitian diperoleh sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis antara peserta didik yang menggunakan pendekatan saintifik dengan yang menggunakan pendekatan konvensional dalam pembelajaran Matematika; dan (2) terdapat perbedaan sikap peduli lingkungan antara peserta didik yang menggunakan pendekatan saintifik dengan yang menggunakan pendekatan konvensional dalam pembelajaran Matematika. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik dalam mata pelajaran Matematika dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan sikap peduli lingkungan.