Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP Yani i Juniawati; Mumun Syaban; Elly Retnaningrum
INTERMATHZO Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.049 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai kemampuan penalaran matematis siswa SMP dapat meningkat dengan penerapan model pembelajaran Think Talk Write (TTW). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian kelompok kontrol non-ekuivalen. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 28 Bandung dengan sampel kelas VIII F sebagai kelas eksperimen yang memperoleh perlakuan dengan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) dan kelas VIII H sebagai kelas kontrol yang memperoleh perlakuan dengan model pembelajaran konvensional. Jumlah siswa dari masing-masing kelas kontrol dan kelas eksperimen terdiri dari 30 siswa. Instrumen yang digunakan untuk penelitian ini berupa tes kemampuan penalaran matematis siswa untuk memperoleh data kuantitatif dan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran untuk data kualitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan terhadap hasil pretes dan postes kedua sampel dengan menggunakan Uji-t sedangkan data kualitatif dianalisis berdasarkan hasil lembar observasi untuk memperoleh gambaran pelaksanaan pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa Penerapan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis dan Kemampuan penalaran matematis siswa SMP di kota Bandung dengan penerapan model pembelajaran Think talk write (TTW) lebih baik daripada model pembelajaran konvensional.
Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Meningkatkan Pemahaman Matematis Peserta Didik Sekolah Dasar Eka Yuliani; Mumun Syaban; Ike Anita
EDUCARE Vol. 17 No. 2, Desember 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.235 KB)

Abstract

Penelitian Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) di kelas III Sekolah Dasar. Untuk Meningkatkan Pemahaman Matematis Peserta Didik Sekolah Dasar bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman matematis melalui model contextual teaching and learning (CTL) dan mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman matematis menggunakan model contextual teaching and learning (CTL) dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan sifat penelitain kuantitatif. Sampel berjumlah 50 peserta didik, 25 orang di kelas kontrol dan 25 orang di kelas eksperimen.. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa: (1) Terdapat peningkatan kemampuan pemahaman matematis melalui model contextual teaching and learning (CTL) di kelas III Sekolah Dasar; (2) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman matematis menggunakan model contextual teaching and learning (CTL) dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) Terhadap Peningkatan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMA Teguh Imam Prasetyo; Mumun Syaban; Irmawan
INTERMATHZO Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.706 KB)

Abstract

Kemampuan koneksi matematis dapat diartikan sebagai keterkaitan secara internal dan eksternal. Keterkaitan secara internal adalah keterkaitan antara konsep-konsep matematika yaitu berhubungan dengan matematika itu sendiri dan keterkaitan secara eksternal, yaitu keterkaitan antara matematika dengan kehidupan sehari-hari Hal tersebut sejalan dengan tujuan dari kurikulum pendidikan 2013. Siswa harus mampu menggunakan pengetahuannya untuk memecahkan permasalahan di dunia nyata, baik dalam konteks pribadi, sekolah, lingkungan kerja ataupun umum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan peningkatan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pemebelajaran connecting, organizing, reflecting, extending dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen yang dilakukan terhadap siswa SMA Negeri 11 Bandung tahun ajaran 2017/2018. Pokok bahasan yang diberikan pada penelitian ini adalah materi turunan (diferensial) dengan submateri menemukan konsep turunan, turunan fungsi, dan aplikasi turunan pada matematika wajib kelas XI. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa ada perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran connecting, organizing, reflecting, extending (kelas eksperimen) dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran konvensional (kelas kontrol). Sehingga dapat dikatakan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa dapat ditingkatkan melalui penerapan model pemebelajaran connecting, organizing, reflecting, extending.
Penggunaan Model Pembelajaran Number Heads Together entuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMK Hanny Yulyantika; Mumun Syaban; Mochamad Rasyid Ridha
INTERMATHZO Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.706 KB)

Abstract

Kemampuan komunikasi di SMK masih tergolong rendah, hal ini diperkuat oleh hasil wawancara bersama guru matematika di salah satu sekolah SMK di Kota Bandung. Dan juga diperkuat dari hasil ujian tengah semester matematika pada tahun 2018/2019 masih rendah. Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis ini, peneliti menggunakan model pembelajarn Number Heads Together. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan keterlaksanaan model Number Heads Together dan pembelajaran langsung, mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa SMK, mendeskripsikan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa SMK yang pembelajarannya menggunakan model Number Heads Together, mendeskripsikan perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa SMK. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dan desain pada penelitian ini adalah kelompok kontrol non-ekivalen. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMK Bina Warga Bandung. Data yang dikumpulkan berupa pretes dan postes, dengan pengolahan data menggunakan software SPSS versi 22. Hasil pengujian menunjukan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model Number Heads Together dibandingkan siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write (TTW) untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMK Lusiana Nopita Nandau; Mumun Syaban; Elly Retnaningrum
INTERMATHZO Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.191 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan menerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa SMK. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMK Bina Warga Bandung. Adapun sampel ditentukan dengan cara purposive sampling, didapat kelas X Akuntansi 1 sebagai kelas ekperimen terdiri dari 31 siswa dan X Multimedia sebagai kelas kontrol terdiri dari 28 siswa. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitian kontrol non-ekivalen. Adapun instrumen dalam penelitian yang digunakan adalah tes uraian dengan instrumen penunjangnya adalah RPP dan lembar observasi sebanyak tiga kali pertemuan. Data yang dikumpulkan berupa pretest yang diberikan sebelum pembelajaran berlangsung dan postest diberikan setelah tiga pertemuan dilaksanakan. Data hasil pretest dan postest kemudian dianalisis menggunakan software SPSS versi 22 untuk melihat peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa SMK. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney U-test menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan komunikasi komunikasi matematis siswa secara signifikan.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMA Muhammad Aziz; Mumun Syaban; Mochamad Rasyid Ridha
INTERMATHZO Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.728 KB)

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis merupakan salah satu kemampuan berpikir matematis yang wajib dimiliki oleh setiap siswa dan guru, supaya dalam belajar dan pembelajaran matematika dapat terlaksana dengan baik. Hal tersebut dikarenakan siswa yang memiliki kemampuan komunikasi matematis akan mampu untuk mengungkapkan gagasan-gagasan atau ide-ide matematis yang dapat memperjelas permasalahan yang terdapat dalam matematika, baik berupa gambar, maupun kalimat pemodelan matematika. Akan tetapi selama peneliti melaksanakan observasi sebelum penelitian disalah satu sekolah SMA di Bandung, bahwa kemampuan berpikir komunikasi matematis siswa secara tulisan masihlah rendah. Berdasarkan hal tersebut membuat peneliti ingin meningkatkan kemampuan berpikir komunikasi matematis siswa secara tulisan dengan menerapakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Metode dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen, karena peneliti ingin melihat sebab-akibat antara variable bebas dan variable terikat. Adapun tahapan dalam penelitian ini yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan dan tahap akhir. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan diterapkannya model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa, dan terdapat perbedaan kemampuan berpikir komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif jigsaw dengan yang memperoleh pembelajaran langsung
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Melalui Pembelajaran Open-Ended pada Siswa SMP Dian Nurul Cahyani; Mumun Syaban; Mochamad Rasyid Ridha
INTERMATHZO Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.241 KB)

Abstract

Matematika merupakan pelajaran yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan yang didapat dengan berpikir. Kurikulum 2013 menuntut siswa untuk berpikir tingkat tinggi, salah satunya yaitu kemampuan berpikir kreatif matematis. Tetapi ditemui di lapangan kemampuan berpikir kreatif siswa masih rendah. Pemberian soal rutin yang diberikan membuat siswa sulit untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif matematis. Siswa kurang menyelesaikan soal dengan lancar dan tepat, dan siswa sulit mengeluarkan ide-ide/cara lain dalam mengerjakan soal. Tujuan penelitian ini untuk menguji efektivitas model pembelajaran open-ended dalam pelajaran matematika dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Kemala Bhayangkari. Data hasil pretest dan posttest kemudial dialaisis menggunakan software SPSS untuk melihat efektivitas model pembelajaran Open-Ended. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan bahwa pembelajaran Open-Ended memiliki keunggulan dibandingkan dengan pembelajaran langsung secara signifikan dalam peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA Emma Marsaulina; Mumun Syaban; Elly Retnaningrum
INTERMATHZO Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.713 KB)

Abstract

Matematika merupakan pelajaran yang ada di setiap jenjang pendidikan, tanpa disadari matematika sering diterapkan dalam menyelesaikan setiap masalah kehidupan. Dalam era globalisasi ini individu dihadapkan harus inovatif, salah satu penunjang inovatif adalah mampu memecahkan suatu masalah. Namun ditemui di lapangan siswa terbiasa oleh soal rutin dan ternyata siswa sulit mengerjakan soal dalam bentuk pemecahan masalah, terlebih dengan kemampuan awal matematis siswa yang berbeda-beda. Tidak sedikit siswa yang merasa kesulitan merencanakan penyelesaian masalah sampai dengan memberikan kesimpulan. Tujuan penelitian ini ialah menguji efektivitas model pembelajaran Team Assisted Individualization terhadap pelajaran matematika dalam upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji anova dua jalur menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis jika diukur berdasarkan kemampuan awal siswa dan model pembelajaran, tanpa menghubungkan keduanya.
Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa (Studi Meta-Analisis) Iwan Gunawan; Rizki Amalia; Mumun Syaban; Lina Nurhayati
Jurnal Pendidik Indonesia Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Pendidik Indonesia
Publisher : Karoteh Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61291/jpi.v3i2.8

Abstract

This study aims to analyze the influence of the application of problem-based learning models on students' mathematical problem-solving abilities based on the research results. The method used is a meta-analysis by analyzing the research results in articles published nationally relating to applying problem-based learning models to increase students' problem-solving skills at the high school level. The samples analyzed were thirteen articles from nationally published journals published in the 2015-2020 range at the junior and senior high school levels, which discussed increasing students' mathematical problem-solving abilities. The instrument is a coding sheet or coding data that filters data and journal information. Based on the overall effect size analysis results, it is obtained that the average effect size value is in a large category. The findings from the analysis also prove that the problem-based learning model for mathematical problem-solving abilities is influential and effective in terms of educational level, subject matter and learning media used. The result shows that in this study, the problem-based learning model is more effectively used in improving mathematical problem-solving skills than conventional learning models.
Pengaruh model problem based learning terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa: Studi meta-analisis Gunawan, Iwan; Amalia, Rizki; Syaban, Mumun; Nurhayati, Lina
Jurnal Pendidik Indonesia Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Pendidik Indonesia
Publisher : Karoteh Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61291/jpi.v3i2.8

Abstract

This study aims to analyze the influence of the application of problem-based learning models on students' mathematical problem-solving abilities based on the research results. The method used is a meta-analysis by analyzing the research results in articles published nationally relating to applying problem-based learning models to increase students' problem-solving skills at the high school level. The samples analyzed were thirteen articles from nationally published journals published in the 2015-2020 range at the junior and senior high school levels, which discussed increasing students' mathematical problem-solving abilities. The instrument is a coding sheet or coding data that filters data and journal information. Based on the overall effect size analysis results, it is obtained that the average effect size value is in a large category. The findings from the analysis also prove that the problem-based learning model for mathematical problem-solving abilities is influential and effective in terms of educational level, subject matter and learning media used. The result shows that in this study, the problem-based learning model is more effectively used in improving mathematical problem-solving skills than conventional learning models.