Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Rational Emotif Behaviour Therapy (REBT) Melalui Bimbingan Kelompok Untuk Mengatasi Perilaku Bullying Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Harahap, Jumli Sabrial; Irma Suryani Nasution; Rahmat Almasri; Masril
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5841

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat keefektivitasan teknik emotive behaviour therapy (REBT) melalui bimbingan kelompok untuk mengatasi perilaku bullying di SMP. Metode  penelitian menggunakan kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen melalui pre-test dan post-test. Subjek Penelitian siswa yang teridentifikasi perilaku  bullying di sekolah. Sampel penelitian diambil dari kelas VII A dan VII B masing-masing terdiri dari 27 siswa. Penarikan sampel dengan teknik purposive sampling, 9 siswa kelompok kontrol dan 9 siswa kelompok eksperimen. Istrumen penelitian menggunakan skala bullying dengan pengukuran skala likert. Analisis data menggunakan uji T Independent Sample t-test . Hasil penelitian terdapat perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, ditunjukkan pada uji t dengan menggunakan uji independent samples t-test  dilihat pada tabel levene's test for equality of variances dengan nilai signifikansi 0,281. Kesimpulan penelitian  yaitu teknik rational emotive behaviour therapy( REBT) melalui bimbingan kelompok memberikan efek yang signifikan mengatasi perilaku bullying pada siswa SMP. Kata kunci: bimbingan kelompok, REBT, bullying
KEMAJUAN PENELITIAN DAN PUBLIKASI TENTANG KONSELING MULTIKULTURAL : TINJAUAN DAN ANALISIS BIBLIOMETRIC Harahap, Jumli Sabrial; Silvianetri, Silvianetri; Hayati, Rida
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v10i2.26915

Abstract

Abstract: Multicultural counseling, also called cross-cultural counseling, is a form of counseling that aims to understand clients with diverse backgrounds and characteristics. This study aims to see and analyze the development of scientific papers published in Scopus on multicultural counseling. The research method uses a literature review, especially using bibliometrics. Data retrieval was obtained from the Scopus web using the keyword "Multicultural Counseling' obtained as many as 1,401 articles. Data analysis using bibliometrics by utilizing Vosviewer software. The results of the study showed that in 2020 there were 50 articles and in 2024 there were 54 documents. The highest citation related to documents was the research results of Yi, J. et al with 56 times. The name of the author who published the most articles was Ridley, C.R as many as 6 documents. 92% of documents have been published by the United States. Analysis of multicultural and counseling titles is widely used by authors. Co-authorship analysis has 10 co-authors. Analysis of author keywords is often used, namely 'multicultural, counseling and multicultural education. The development of scientific works on multicultural counseling is increasing and is widely published in international journals. The results of this study are expected to be utilized by guidance and counseling teachers and further researchers, especially in related fields of science.Abstrak: Konseling multikultural, yang juga disebut konseling lintas budaya (cross-cultural counseling), adalah salah satu bentuk konseling yang bertujuan untuk memahami klien dengan latar belakang dan karakteristik yang beragam Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis perkembangan karya tulis ilmiah yang diterbitkan di scopus mengenai konseling multikultural. Metode penelitian menggunakan tinjauan literatur, khususnya menggunakan bibliometrik. Pengambilan data diperoleh dari web scopus menggunakan kata kunci " Konseling Multikultural’ diperoleh sebanyak 1,401 artikel. Analisis data menggunakan bibliometrik dengan memanfaatkan perangkat lunak Vosviewer. Hasil penelitian diperoleh bahwa tahun 2020 diperoleh 50 artikel dan 2024 memiliki jumlah artikel sebanyak 54 dokumen. Sitasi yang paling tinggi terkait dokumen yaitu hasil penelitian Yi, J. et al dengan 56 kali. Nama penulis yang banyak menerbitkan artikel yaitu Ridley,  C.R sebanyak 6 dokumen. Dokumen 92% telah dipublikasikan oleh Negara Amerika Serikat. Analsis judul multikultural dan conseling banyak digunakan oleh penulis. Analsis kepenulisan bersama terdapat 10 penulis yang saling. Analsis kata kunci penulis sering digunakan  yaitu ‘multikultural, counseling dan education multikultural. Perkembangan karya ilmiah mengenai konseling multikultural semakin meningkat dan banyak dipublikasikan di jurnal internasional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh guru bimbingan dan konseling dan peneliti selanjutnya, khususnya pada bidang ilmu yang terkait.
PERANAN MAHASISWA KKN SEBAGAI PENGGERAK DALAM MENINGKATAN NILAI KEAGAMAAN MELALUI PROGRAM SIBASIR (SAUNG LITERASI BAGI ANAK KAWASAN PESISIR) DI DESA RUGEMUK Sabrial Harahap, Jumli; Chairunnisa, Fany; Azida Mohd Noor Ajiba, Siti Nurul; Khadijah, Khadijah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 8 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i8.2753-2763

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana peranan mahasiswa kuliah kerja nyata sebagai penggerak dalam meningkatkan nilai keagamaan bagi anak di Desa Rugemuk. Dari data yang dikumpulkan diperoleh keterangan bahwa ketika masa pandemi Covid 19 ini, angka anak putus sekolah semakin meningkat dan minimnya nilai keagamaan bagi anak. Dan ada beberapa alasan yang menjadi indikator mengapa meningkatnya angka anak putus sekolah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui pedoman wawancara dan observasi. Subjek pengabdian adalah Kepala Desa,masyarakat dan anak-anak yang putus sekolah. Dari hasil pengabdian diperoleh bahwa peranan mahasiswa kuliah kerja nyata sebagai penggerak dalam meningkatkan nilai keagamaan bagi anak di Desa Rugemuk mendapat respon positif dari kepala desa dan masyarakat sekitar sehingga dengan dorongan positif dari kepala desa dan masyarakat sekitar ini membuat peneliti semakin yakin bahwa pentingnya peranan mahasiswa KKN sebagai penggerak dalam meningkatkan nilai keagamaan untuk anak di Desa Rugemuk ini telah berhasil terlaksana.
Building Adolescents’ Confidence in Understanding Puberty through Interactive Educational Media Harahap, Jumli Sabrial; Masril, Masril; Darimis, Darimis; Susandra, Elsadina
Help: Journal of Community Service Vol. 2 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : PT Agung Media Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62569/hjcs.v2i3.236

Abstract

Adolescents often experience uncertainty and discomfort when discussing puberty due to limited knowledge, social stigma, and the lack of safe learning environments. Interactive visual media offers potential to simplify complex biological concepts while encouraging open communication. This community service program aimed to enhance adolescents’ understanding of puberty and their confidence in discussing related topics through an engaging, interactive educational intervention. The program employed a participatory pretest–posttest design involving 14 adolescents aged 12–15 years. Activities included visual flash cards, scenario discussions, group-based learning tasks, and reflection sessions. A structured questionnaire measured knowledge and confidence before and after the intervention. Quantitative data (pretest–posttest scores and N-gain) were analyzed descriptively, while qualitative observations captured behavioral and communicative changes during sessions. Findings showed a substantial improvement in puberty knowledge, with mean scores increasing from 66.71 to 108.42 and an N-gain of 0.50. Observational data also indicated enhanced confidence, greater willingness to speak, improved peer interaction, and reduced hesitation when discussing sensitive issues. Participants reported feeling more supported and emotionally prepared to understand puberty-related changes. The integration of visual-interactive media supported cognitive processing in line with multimedia learning theories, while collaborative activities aligned with social constructivist principles. The safe learning environment created by facilitators also helped reduce emotional barriers, consistent with adolescent psychosocial development literature. These factors collectively strengthened both cognitive and psychosocial outcomes. Interactive visual media effectively improved adolescents’ understanding and confidence regarding puberty.