Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

LEARNING GOAL ORIENTATION SISWA DITINJAU DARI KETERLIBATAN ORANG TUA DAN DUKUNGAN GURU Laka, Laurensius; Purnomo, Ignasius En Gedi Agung
Jurnal Pelayanan Pastoral Jurnal Pelayanan Pastoral (JPP) Vol. 6 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), STP-IPI Malang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/jpp.v6i2.712

Abstract

Efforts to enhance the quality of Indonesian human capital were primarily pursued through education. However, the Indonesian education system continued to face a range of interrelated challenges. Discussions concerning educational quality were often linked to external factors affecting students, whereas the quality of learning outcomes did not solely depend on such external influences, but was also shaped by various complex internal factors within the students themselves. This study aimed to analyse the influence of parental involvement and teacher support on the learning goal orientation (LGO) of students at SMPK Santa Maria II Malang. The research employed a survey method, characterised by selecting a sample from a single population and utilising a questionnaire as the primary data collection instrument. The sample comprised 230 students out of a total population of 574. Statistical analysis was conducted using SPSS software with multiple regression techniques. The results indicated that the correlation coefficient between the independent and dependent variables was 0.610, which could be interpreted as a strong relationship. In terms of causality, the simultaneous regression analysis yielded a significance value (Sig.F) of 0.001 (< 0.05), indicating that the regression model was suitable for predicting students’ LGO. Furthermore, the partial regression results demonstrated that both parental involvement and teacher support significantly affected students’ LGO, as evidenced by each variable’s Sig.t value of 0.001 (< 0.05). Therefore, it was concluded that the hypotheses – both simultaneous and partial – were all supported by the data.
OPTIMALISASI SELF-REGULATED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN SUCCESS IDENTITY Laka, Laurensius
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap anak seharusnya memperoleh kesempatan untuk menciptakan success identity, terutama ketika usianya memasuki tahap perkembangan psikososial industry versus inferiority. Pada tahap ini, sejumlah besar energi disalurkan untuk menguasai keahlian sosial yang diperlukan pada masa dewasanya kelak. Jika tidak memperoleh pengalaman sukses, maka anak dapat mengalami perasaan rendah diri (inferiority) yang berpotensi mempengaruhi proses belajar dan tahap-tahap perkembangan selanjutnya. Oleh sebab itu, pada tahap ini menjadi langkah awal yang harus diraih anak untuk menciptakan success identity. Pemenuhan kebutuhan identity ditentukan oleh sejauh mana individu merasa dirinya mampu memenuhi kebutuhan akan cinta (love) dan kebutuhan untuk merasa dirinya berharga (worthwhile), baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Namun sayangnya, individu tidak dapat secara otomatis mencapai perasaan berharga itu tanpa pengetahuan dan kemampuannya untuk berpikir. Cara terbaik untuk menggali potensi siswa dalam berpikir adalah dengan self-regulated learning (SRL), yang dapat dimaknai sebagai sejauh mana siswa secara metacognitive, motivational, dan behavioral, berpartisipasi aktif dalam proses belajarnya sendiri. Dalam metacognitive processes, siswa yang self-regulated melakukan proses-proses plan, set goals, organize, self-monitor, dan self- evaluate. Dalam motivational processes, siswa yang self-regulated menampilkan self-efficacy, self-attribution, dan menunjukkan minat pada tugas-tugas intrinsik yang tinggi. Siswa yang demikian adalah siswa yang self-starter, yang menampilkan usaha dan ketekunan luar biasa. Sementara itu, dalam behavioral processes, siswa yang self-regulated melakukan proses memilih, menyusun, dan menciptakan lingkungan belajar yang dapat mengoptimalkan proses belajarnya. Alhasil, penelitian-penelitian seputar SRL menunjukkan kaitan yang erat antara SRL dan prestasi belajar, di mana individu yang menerapkan strategi SRL secara optimal cenderung memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi, sebab siswa yang menerapkan SRL melihat dirinya sebagai agen dari perilakunya sendiri. Siswa yang demikian, meyakini bahwa belajar adalah proses proaktif, self-motivated, dan menghubungkan success identity atau failure identity pada besarnya usaha, bukan pada faktor keberuntungan, atau sumber-sumber lain yang tak dapat dikendalikannya. Siswa yang demikian menggambarkan pribadi yang bertanggung jawab (responsible person), pribadi yang memiliki kesehatan mental, yang dapat mengekspresikan perasaan- perasaannya secara bebas, bertindak secara mandiri, dan pada akhirnya menjadi pribadi yang sungguh-sungguh berfungsi secara sempurna (fully functioning person).
PASTORAL KELUARGA DALAM UPAYA MEMBANGUN FAMILY RESILIENCY Laka, Laurensius
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap keluarga adalah suatu sistem-suatu kesatuan yang dibentuk oleh bagian-bagian yang saling berhubungan dan berinteraksi. Hubungan itu tidak hanya berlangsung satu arah. Setiap keluarga Katolik adalah Gereja rumah tangga (Ecclesia Domestica) yang hadir di tengah-tengah masyarakat, dengan kewajiban utamanya adalah membangun Kerajaan Allah. Dalam dinamikanya, keluarga Katolik tidak hanya menerapkan kasih Allah di dalam dirinya, namun juga memantulkan kasih Allah itu ketika berinteraksi dengan masyarakat di luar dirinya, sebagai perwujudan garam dan terang bagi lingkungan sosialnya. Berkaitan dengan “penguatan” Gereja kecil inilah sehingga dibutuhkan campur tangan gereja yang disebut Pastoral Keluarga.
The Influence of Parental Involvement, Teacher, and Peer Support on Mastery Goal Orientation and Self-Efficacy among Vocational High School Students Laka, Laurensius
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English: In order to exchange views, products, ideas, and culture, nations are encouraged to live interdependently. Countries that master science and technology likely take advantage of such exchanges. But although Indonesia is rich in natural resources and has a large population, the education in Indonesia has not shown significant progress. Educational policies for Vocational High School (SMK) students are relatively unique, because students are prepared both to enter the workforce, and to pursue a higher knowledge in university. According to theorists, in such an environment, students need self-regulated learning (SRL). Menurut teoretisi, dalam kondisi seperti itu, siswa membutuhkan self-regulated learning (SRL). Theoretically, the SRL strategies of students are influenced by a motivation component, which includes mastery goal orientation (MGO) and self-efficacy. Student motivation is influenced by their perception of their social environment (parental involvement, peer support, and teacher support). The purpose of this study was to investigate the influence of parental involvement, teacher and peer support on mastery goal orientation and self-efficacy among Vocational High School students in Pasuruan, Indonesia. To achieve these objectives, this study was designed using a quantitative approach, with survey research methods. The instrument used was a questionnaire filled out by a sample of 500 students. The analysis applied to examine the hypothesis in this study was structural equation modeling (SEM) based on the variance, namely partial least squares (PLS). Findings showed that parental involvement, peer support, and teacher support were positive predictors of mastery goal orientation (MGO). Parental involvement, peer support, teacher support, and MGO were also positive predictors of self-efficacy. Indonesia: Adanya pertukaran pandangan, produk, pemikiran, dan unsur-unsur budaya telah mendorong bangsa-bangsa di dunia untuk hidup saling tergantung. Bangsa-bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi berpeluang mengambil keuntungan dari pola interaksi semacam itu. Sayangnya, Indonesia dianugerahi sumber daya alam dan penduduk yang besar, tetapi dunia pendidikan Indonesia belum menunjukkan kemajuan yang berarti. Menyoroti pendidikan pada jenjang menengah, kebijakan untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) relatif unik, sebab siswa disiapkan untuk bekerja sesuai dengan keahliannya, tetapi pada saat yang sama, pengetahuan siswa juga diperluas agar dapat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Menurut teoretisi, dalam kondisi seperti itu, siswa membutuhkan self-regulated learning (SRL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keterlibatan orang tua, guru dan dukungan teman sebaya terhadap mastery goal orientation dan self-efficacy pada siswa SMK di Pasuruan, Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode penelitian survei. Instrumen yang digunakan adalah angket yang diisi oleh sampel sebanyak 500 siswa. Analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modelling (SEM) berbasis varians yaitu partial least squares (PLS). Temuan menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua, dukungan teman sebaya, dan dukungan guru adalah prediktor-prediktor positif dari mastery goal orientation (MGO). Keterlibatan orang tua, dukungan teman sebaya, dukungan guru, dan MGO juga merupakan prediktor positif dari self-efficacy.
Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Self-Regulated Learning Siswa I Nyoman Paska, Paskalis Edwin; Laka, Laurensius
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English: The final outcome of a catechesis is determined not only by the content and learning method but also by the attitude of the students who accept it, including whether the student has self-regulated learning (SRL). The relationship between self-regulated learning (SRL) and learning achievement has been widely revealed in previous studies, but how the influence of the social environment to the SRL strategy of SMK students in Indonesia, still leaves a question. This study was made to determine whether there is an effect of parental involvement, peer support, and teacher support on students' SRL strategy in SMK Bhakti. This quantitative research takes data using probability sampling techniques, with the stratified random sampling method. Data analysis used Structural Equation Modeling (SEM) variance-based, namely Partial Least Squares (PLS-SEM), considering that there are variables with reflective and formative indicators in one research model. The findings of this study indicate that simultaneously Parental Involvement, Peer Support, and Teacher Support are significant predictors of SRL Strategy. In addition, partially, the three exogenous variables (Parental Involvement, Peer Support, and Teacher Support), each of them also shows a significant influence on SRL Strategy. Teacher support made the largest contribution, followed by Peer Support, and Parental Involvement as the smallest contributors. Catechists need to realize the importance of growing SRL for the students when doing catechesis. Indonesia: Hasil akhir sebuah katekese ditentukan bukan saja oleh isi dan metode pembelajarannya melainkan juga oleh sikap siswa yang menerimanya, antara lain apakah siswa tersebut memiliki self-regulated learning (SRL). Hubungan antara self-regulated learning (SRL) dan prestasi belajar telah banyak diungkap dalam penelitian-penelitian terdahulu, tetapi seperti apakah pengaruh lingkungan sosial terhadap strategi SRL siswa SMK, di Indonesia, masih menyisakan tanda tanya. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Keterlibatan Orang tua, Dukungan Teman Sebaya, dan Dukungan Guru terhadap Strategi SRL siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bhakti Luhur. Penelitian kuantitatif ini mengambil data dengan menggunakan teknik probability sampling, dengan metode stratified random sampling. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis varians, yaitu Partial Least Squares (PLS-SEM), mengingat terdapat variabel dengan indikator reflektif dan formatif di dalam satu model penelitian. Temuan penelitian ini menunjukkan, secara simultan Keterlibatan Orang tua, Dukungan Teman Sebaya, dan Dukungan Guru merupakan prediktor-prediktor signifikan dari Strategi SRL. Selain itu, secara parsial, ketiga exogenous variable (Keterlibatan Orang tua, Dukungan Teman Sebaya, dan Dukungan Guru), masing-masing juga menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap Strategi SRL. Dukungan Guru memberikan kontribusi yang terbesar, disusul Dukungan Teman Sebaya, dan Keterlibatan Orang tua sebagai kontributor yang paling kecil. Katekis perlu menyadari pentingnya menumbuhkan SRL dalam diri siswa ketika melakukan katekese.
Integritas Akademik Siswa ditinjau dari Religiositas, Dukungan Guru dan Teman Sebaya Laka, Laurensius; Krismiyanto, Alfonsus
ILMU PSIKOLOGI Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v11i1.4715

Abstract

Di era teknologi informasi yang sudah demikian maju, integritas akademik kini semakin diuji. Siswa menjadi lebih mudah mendapatkan nilai tinggi, namun sulit dipastikan apakah nilai yang tinggi itu mencerminkan tanggung jawabnya sebagai siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis integritas akademik siswa ditinjau dari religiositas, dukungan guru dan teman sebaya. Populasi penelitian ini adalah siswa SMAK Frateran Malang dan teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis varians, yaitu Partial Least Squares (PLS-SEM). Temuan penelitian menunjukkan ketiga variabel prediktor secara simultan berpengaruh signifikan terhadap integritas akademik siswa, dibuktikan nilai Pr > F = 0,000 < α (α = 0,05). Demikian pula secara parsial, masing-masing variabel juga menunjukkan nilai t-statistic yang lebih besar dari 1,96 (nilai t-statistics religiositas = 2,788; dukungan guru = 2,496; dan dukungan teman sebaya = 8,081), yang berarti semua variabel prediktor tersebut berpengaruh signifikan terhadap integritas akademik.
Pastoral pada Lansia Berbasis Homecare dan Metode Active Listening: Bentuk Pelayanan Gereja di Paroki Maria Ratu Damai Purworejo Donomulyo Getrudis Seuk; Paskalis Edwin I Nyoman Paska; Laurensius Laka
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik Edisi Mei 2025
Publisher : Perkumpulan Perguruan Tinggi Agama Katolik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52110/jppak.v5i2.218

Abstract

Pastoral care provided by the parish to the elderly is one form of the Church's concern for its people who have entered old age. Pastoral care is carried out with a homecare approach and active listening methods, as a means to support their physical, mental, and spiritual well-being.However, what the parish has done has not been maximized and effective because it does not yet have competent personnel in the field of homecare. The purpose of this study is toTo find out to what extent the parish implements homecare-based elderly pastoral care and active listening methods, both in terms of supporting factors and inhibiting factors as a form of Church service at the Maria Ratu Damai Parish, Donomulyo.The methodology used in this study is qualitative research with a phenomenological approach. Data collection techniques through interviews, observations and documentation. The analysis of data collection used in this study is data processing developed by Colaizzi and Carpenter with the NVIVO software application. The results of the study identified homecare-based elderly pastoral and active listening methods that help pastoral officers to perform optimally and effectively. The supporting factor is the commitment of pastoral officers and medical personnel in implementing homecare with full responsibility. In addition to the factorssupporting factors, there are also inhibiting factors such as limited resources, both manpower and funds. This study shows that the homecare-based pastoral approach and the active listening method are modelsan effective service model that pays attention to the holistic aspects of elderly welfare, involving social, emotional and spiritual aspects in church services in the Parish. Key: Homecare and Active Listening
Pembentukan Karakter Siswa Ditinjau dari Spiritualitas Perkumpulan Dharmaputri dan Dukungan Orang Tua Monica Innanda Chiaralazzo; Paskalis Edwin I Nyoman Paska; Laurensius Laka
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik Edisi Mei 2025
Publisher : Perkumpulan Perguruan Tinggi Agama Katolik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52110/jppak.v5i2.233

Abstract

Education within the Catholic Church has always had its distinct characteristics. The unique characteristics of Catholic schools are implemented at SMAK Santa Maria Malang. In addition to the school, parents also play a role in shaping the character of students. However, not all students at SMAK Santa Maria Malang exhibit good character, especially in terms of respect and responsibility. This study aims to determine the influence of Dharmaputri spirituality and parental support on the character formation of students at SMAK Santa Maria Malang. To achieve the research objectives, multiple linear regression analysis was used with the help of SPSS for Windows 26. The population in this study consisted of 403 students, with a sample size of 200 students. The sampling technique employed was random sampling. The findings revealed a correlation coefficient (R) of 0.905, indicating a positive correlation between the two variables with a very strong relationship. Furthermore, the Dharmaputri Spirituality variable obtained a t-value (0.000<0.05), and the Parental Support variable also obtained a t-value (0.000<0.05), meaning that both variables independently have a significant influence on character formation. Based on the SPSS output table, the significant F-value was obtained (0.000<0.05), indicating that there is an influence between Dharmaputri Spirituality and Parental Support on Character Formation simultaneously. Thus, Dharmaputri spirituality and parental support together have an impact on the character formation variable.