M.Hum ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH SIKAP BAHASA DAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA TERHADAP PRESTASI BAHASA INDONESIA SISWA KELAS III SMP DAN III SMA PESERTA BIMBINGAN BELAJAR TRITON DENPASAR ., PUTU AYU MERTASARI PINATIH; ., PROF. DR. I MADE SUTAMA, M.Pd.; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan sikap bahasa siswa terhadap bahasa Indonesia, (2) mendeskripsikan motivasi belajar bahasa siswa terhadap bahasa Indonesia, dan (3) mendeskripsikan ada tidaknya pengaruh sikap bahasa dan motivasi belajar bahasa terhadap prestasi bahasa Indonesia siswa kelas III SMP dan III SMA peserta bimbingan belajar Triton Denpasar. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas III SMP dan III SMA yang mengikuti bimbingan belajar di Triton Denpasar, yaitu 1719 siswa. Penetapan sampel menggunakan metode probability sampling dengan teknik proposif ramdom sampling. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian ex-post facto. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner untuk mencari data sikap bahasa dan motivasi belajar serta menggunakan teknik dokumentasi untuk mencari nilai siswa. Data dianalisis dengan menggunakan uji regresi ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sikap bahasa siswa kelas III SMP dan III SMA peserta bimbingan belajar Triton Denpasar cenderung negatif terhadap bahasa Indonesia, (2) motivasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas III SMP dan III SMA peserta bimbingan belajar Triton Denpasar cenderung rendah, dan (3) terdapat pengaruh sikap bahasa dan motivasi belajar bahasa terhadap prestasi bahasa Indonesia siswa kelas III SMP dan III SMA peserta bimbingan belajar Triton Denpasar sebesar 79% untuk kelas III SMP dengan determinasi efektif sikap bahasa sebesar 51,35% dan determinasi efektif motivasi belajar bahasa sebesar 27,65%, sedangkan untuk kelas III SMA sebesar 52% dengan determinasi efektif sikap bahasa sebesar 25,48% dan determinasi efektif motivasi belajar bahasa sebesar 26,52%.Kata Kunci : sikap bahasa, motivasi belajar bahasa, prestasi bahasa Indonesiar The purposes of this study are (1) to describe language attitude of students having in learning bahasa Indonesia, (2) to describe the motivation of students in learning bahasa Indonesia, (3) to describe the influence of language attitude and motivation in learning bahasa Indonesia upon achievement of third grade of junior high school and third grade of senior high school students in Triton Denpasar (learning course). Population of this study is all of students in third grade of junior high school and third grade of senior high school students who takes course in Triton Denpasar Learning Course in period 2015/2016, 1719 students all together. The method of sampling uses Probability Sampling with proposif ramdom sampling technique. This research is designed in a form of Ex-post Facto research. The data are collected by using questionnaire to find students language attitude and motivation in learning, and documentation to collect students score. The analysis of data uses double regression test. The result of this study shows that (1) the language attitude of research participation on bahasa Indonesia is tend to negative, (2) the motivation of learning of the participant is tend to low, (3) it is found the influence of of language attitude and motivation in learning Bahasa Indonesia of the research participant, for third grade of junior high school students, 79% with effective discrimination of language attitude 51,35% and effective discrimination of language learning motivation 27,65%.keyword : language attitude, language learning motivation, achievement in Bahasa Indonesia
Konstruksi Feminisme pada Novel Putri Karya Putu Wijaya (Analisis Wacana Kritis Sara Mills) ., NI MADE HEMAYANTI WIDARI; ., DR. GDE ARTAWAN, M.Pd.; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang menggunakan rancangan deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi feminisme dan representasi posisi subjek-objek serta posisi pembaca yang ditampilkan dalam novel Putri karya Putu Wijaya berdasarkan analisis wacana kritis Sara Mills. Subjek penelitian ini adalah novel Putri sedangkan objek penelitian ini konstruksi feminisme dan representasi posisi subjek-objek serta posisi pembaca yang ditampilkan dalam novel Putri. Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan instrumen utama adalah check list. Melalui analisis konstruksi feminisme secara kritis terhadap novel Putri, diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, bentuk konstruksi feminisme yang muncul yaitu: (1) marginalisasi direpresentasikan dalam bentuk pemiskinan perempuan dengan cara pelarangan untuk menempuh pendidikan dan bekerja; (2) subordinasi direpresentasikan dalam bentuk kaum lelaki bebas untuk menentukan dan memilih apa yang diinginkan; (3) stereotipe mengindikasikan bahwa perempuan memiliki sifat penggoda, lemah, emosional, dan tidak rasional; (4) kekerasan terhadap perempuan dalam bentuk fisik dan psikis; dan (5) beban kerja dialami oleh Putri dan Nyoman. Kedua, posisi subjek dalam penelitian ini yaitu Joni dan Ketut Regig. Teks dalam novel menunjukkan kedua laki-laki tersebut menggunakan kekuasaannya sebagai laki-laki kepada objek yakni Putri dan Made Sunari. Pembaca diposisikan dengan melihat permasalahan dari sudut pandang subjek, sedangkan kata ganti orang pertama ?aku? menuntun pembaca menjadi subjek. Pembaca seolah-olah akan merasa dirinya menjadi subjek, dan tujuan subjek di dalam novel tersebut adalah mengajak pembaca untuk ikut masuk dalam wacana tersebut, seperti ikut melihat langsung apa yang terjadi pada objek. Peneliti menyarankan agar penulis teks, baik novel, berita, atau artikel agar selalu memperhatikan kesetaraan gender, khususnya perempuan.Kata Kunci : analisis wacana kritis, konstruksi feminisme, novel This study uses descriptive qualitative design aimed to describe construction feminism and representation of the subject-object position and the position is shown in the novel Putri by Putu Wijaya based on Sara Mills critical discourse analysis. The subject is Putri novel and the object is construction feminism and representation of the subject-object position and the position has shown in the novel Putri. Through a critical analysis of the construction of feminism Putri novel, obtained the following results. First, construction of feminism that emerged is: (1) the marginalization of women represented in the form of pauperization by the prohibition study and work; (2) the subordination represented with the shape of men was free to pick and choose what they want; (3) the stereotypes indicate that women who has perventer characteristic, weak, emotional, and irrational; (4) the violence to the women in the form of physical and psychological; and (5) the work in overload experienced by Putri and Nyoman. Second, the position of the subjects in this study is Joni and Ketut Regig. Text in the novel shows the second man to use his power as a man to the object that is Putri and Made Sunari. The reader is positioned to look at the problem from the point of view of the subject, while the first-person pronoun "I" leads the reader into the subject. The reader will feel as if he became the subject, and the subject of the novel purpose is to invite the reader to go in the discourse, such as taking a direct view of what is happening on the object. Researcher suggest to the author text, among novels, news, or articles to always pay attention to gender equality, especially women. keyword : construction feminism, critical discourse analysis, novels
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI BERBAHASA BALI PADA SISWA KELAS VIII SMPN 4 SINGARAJA ., PUTU DITA PERBAWANI; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum; ., PROF.DR. I NYOMAN SUDIANA, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh (1) pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar menulis karangan argumentasi berbahasa Bali, (2) pengaruh interaksi antara model pembelajaran berbasis masalah dan motivasi belajar terhadap hasil belajar menulis karangan argumentasi, (3) pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan motivasi tinggi terhadap hasil belajar menulis karangan argumentasi berbahasa Bali, dan (4) pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan motivasi rendah terhadap hasil belajar menulis karangan argumentasi berbahasa Bali. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 4 Singaraja. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampel kelompok (Clauster Sampling). Penelitian ini menggunakan rancangan non equivalent posttest only control group design. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan pedoman kuesioner dan tes penilaian menulis karangan argumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan anava dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar menulis karangan argumentasi berbahasa Bali (F=35,755; p
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif T-P-S (Think-Pair-Share) terhadap Kemampuan Berbicara dan Menulis Narasi pada Siswa Penutur Asing di Kelas VII SMP Lentera Kasih. ., Ni Putu Desy Damayanthi; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum; ., PROF.DR. I WAYAN RASNA, MPd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) pengaruh model pembelajaran kooperatif T-P-S (Think- Pair-Share) terhadap kemampuan berbicara bahasa Indonesia siswa penutur asing kelas VII SMP Lentera Kasih, (2) pengaruh model pembelajaran kooperatif T-P-S (Think- Pair-Share) terhadap kemampuan menulis narasi siswa penutur asing kelas VII SMP Lentera Kasih, dan (3) pengaruh model pembelajaran kooperatif T-P-S (Think- Pair-Share) terhadap kemampuan berbicara dan menulis narasi siswa penutur asing kelas VII SMP Lentera Kasih. Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperimen, desain penelitiannya adalah One Group Only Pree-Posttest Design. Subjek penelitian yakni seluruh siswa kelas VII SMP Lentera Kasih, jumlah 15 siswa dengan menggunakan teknik intake group. Anggota populasi mendapatkan perlakuan sama yakni pretest dan posttest. Data keterampilan berbicara dikumpulkan dengan metode tes berbicara, data kemampuan menulis narasi diperoleh melalui metode tes. Penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif T-P-S (Think-Pair-Share) terhadap kemampuan berbicara bahasa Indonesia siswa penutur asing kelas VII SMP Lentera Kasih, (2) terdapat pengaruh pembelajaran kooperatif T-P-S (Think-Pair-Share) terhadap kemampuan menulis narasi siswa penutur asing kelas VII SMP Lentera Kasih, dan (3) terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif T-P-S (Think-Pair-Share) terhadap kemampuan berbicara dan menulis narasi siswa penutur asing kelas VII SMP Lentera Kasih. Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif, berbicara, menulis narasi This study aims to describe (1) the influence of cooperative learning model T-P-S (Think- Pair-Share) on the ability to speak in Indonesian language for foreign students in grade VII of SMP Lentera Kasih, (2) the influence of cooperative learning model T-P-S (Think- Pair-Share) on the ability to write narrative paragraphs for foreign students in grade VII of SMP Lentera Kasih, and (3) the influence of cooperative learning model T-P-S (Think- Pair-Share) on the ability to speak and write a narrative for foreign students in grade VII of SMP Lentera Kasih. The design of this study is a quasi-experimental design, the study was using the Only One Group Pree-posttest design. The subjects of this experiment are all students in grade VII of SMP Lentera Kasih, the number of the subjects are 15 students selected by using a technique called intake group. Members of the subjects received the same treatment which are pretest and posttest. The speaking data has been collected by the method of speaking skills tests and the writing data were obtained through the narrative writing skills test. This study uses statistical analysis techniques of MANOVA. The results are (1) there is an influence of cooperative learning model T-P-S (Think-Pair-Share) on the ability to speak Indonesian language foreign students in grade VII of SMP Lentera Kasih, (2) there is a significant influence of cooperative learning T-P-S (Think-Pair-Share) on the ability to write narrative paragraphs for foreign students in grade VII of SMP Lentera Kasih, and (3) there is an influence of cooperative learning model T-P-S (Think-Pair-Share) on the ability to speak and write a narrative writing for foreign students in grade VII of SMP Lentera Kasih.keyword : models cooperative learning, speaking, write narrative
CITRA GURU DALAM FILM INDONESIA BERDASARKAN TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA ., NI WAYAN SUKMA ADNYANINGSIH; ., PROF. DR. I MADE SUTAMA, M.Pd.; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jalinan unsur intrinsik film dalam merepresentasikan citra guru, (2) kondisi kejiwaan guru yang direpresentasikan dalam film ditinjau dari teori psikoanalisis Sigmun Freud, (3) kondisi kejiwaan guru yang direpresentasikan dalam film ditinjau dari teori holistik-dinamis Abraham Maslow, dan (4) citra guru yang direpresentasikan dalam film berkaitan dengan empat kompetensi guru. Subjek penelitian ialah film Indonesia. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling. Film yang sesuai dengan tujuan penelitian adalah film Laskar Pelangi, Semesta Mendukung, dan Serdadu Kumbang. Objek penelitian adalah citra guru. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi menggunakan kartu data. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan verivikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) jalinan unsur intrinsik film memperlihatkan totalitas kemaknaan yang padu dalam merepresentasikan citra guru; (2) kondisi kejiwaan guru ditinjau dari teori psikoanalisis menunjukkan tiga temuan: pertama, tokoh guru cenderung sehat secara psikologis, id dan superego terintegrasi dalam ego dan beroperasi harmonis; kedua, guru kerap mengalami kecemasan realistis karena peka terhadap permasalahan siswa; ketiga, guru cenderung menggunakan mekanisme pertahanan sublimasi, mengalihkan emosi dengan melakukan tindakan yang bersifat konstruktif; (3) kondisi kejiwaan guru ditinjau dari teori holistik-dinamis adalah individu yang mampu memenuhi kebutuhan fisiologis, keamanan, cinta dan keberadaan, penghargaan, hingga mencapai kebutuhan aktualisasi diri; (4) citra guru dalam film Indonesia terkait empat kompetensi guru adalah guru yang memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Berdasarkan temuan yang diperoleh, peneliti menyarankan kepada sutradara agar mempertahankan kreativitas dalam membuat film yang mengadaptasi masalah sosial bangsa seperti masalah pendidikan yang memuat citra guru.Kata Kunci : Citra guru, film, psikologi sastra The aims of this research are to describe (1) the intrinsic elements interrelation of films in representing teachers' image, (2) the psychiatric condition of teachers represented in films, which is observed from psychoanalysis theory of Sigmun Freud, (3) the psychiatric condition of teachers represented in film which is observed from the holistic-dynamic theory of Abraham Maslow, and (4) teachers' image which is represented in the film related with four competencies of teachers. The subject of this research are Indonesian films. The samples are determined by purposive sampling techniques, the films which are appropriate with the aims of the research are: the Laskar Pelangi, Semesta Mendukung, and Serdadu Kumbang films. The object of this research are the teachers' images. The data are collected by documentation methods using data cards. The data analysis is done by three steps, which are: data reduction, data presentation, and data verification. The result of this research shows: (1) the intrinsic element interrelation films show the solid totality of significance in representing teachers? images; (2) the psychiatric condition of teachers seen from the psychoanalysis theory shows three important findings: first, the teachers figure tend to be healthy psychologically, id and superego are integrated into the ego and operate in harmony; second, teachers often experience a realistic anxiety because they are sensitive to their students' problems; third, teachers tend to use a defense mechanisms of sublimation, diverting emotion by doing a constructive action; (3) teachers' psychological condition viewed from the holistic-dynamic theory is that individual is able to fulfil their psychological, safety, love, and esteem to become self actualization; (4) the teachers? image in Indonesian films relate with four teacher competence, they are: teachers who have pedagogical, personality, social, and professional competency. Based on the findings, the researcher suggest the film directors to keep their creativities in making film which adapting social problems of this country, such as education problems and teachers.keyword : teachers' images, film, psychology literature
Campur Kode Bahasa Guru dan Bahasa Siswa Pada Proses Belajar-Mengajar Bahasa Bali SD Taman Rama Jimbaran ., NI PUTU SINTYA WINATA; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum; ., PROF.DR. I WAYAN RASNA, MPd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif bertujuan mendeskripsikan bentuk, jenis, dan latar belakang campur kode bahasa guru dan bahasa siswa; subjek penelitian seorang guru bahasa Bali, siswa kelas II dan kelas III; objek penelitian bentuk, jenis, dan latar belakang campur kode bahasa guru dan bahasa siswa. Data dicari menggunakan metode dokumentasi dan wawancara dan dianalisis melalui reduksi data, klasifikasi dan penyajian data, penyimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan (1) bentuk campur kode bahasa guru ditemukan 38 tuturan (48,71%) tataran kata, 25 tuturan (32,05%) tataran frasa, dan 15 tuturan (19,23%) tataran klausa; bahasa siswa 9 tuturan (56,25%) tataran kata, 2 tuturan (12,5%) tataran frasa, dan 5 tuturan (31,25%) tataran klausa; (2) jenis campur kode bahasa guru ditemukan 70 tuturan (89,74%) jenis campur kode ke dalam dan sebanyak 8 tuturan (10,25%) jenis campur kode campuran; sedangkan bahasa siswa ditemukan 11 tuturan (68,75%) jenis campur kode ke dalam dan sebanyak 5 tuturan (31,25) jenis campur kode campuran; (3) latar belakang guru melakukan campur kode ingin menggunakan istilah yang lebih populer, tujuan dan fungsi pembicaraan, serta mitra bicara; sedangkan siswa melakukan campur kode karena keterbatasan kosakata. Bentuk dan jenis campur kode bahasa yang paling banyak muncul adalah tataran kata dan jenis campur kode ke dalam. Kata Kunci : campur kode bahasa, pelajaran bahasa Bali This study descriptive qualitative design aimed to describe the forms, the types, and the background of mixed code language teachers and students in the teaching learning process Bahasa Bali subject at Taman Rama School; The subjects of this research were a Balinese teachers and grade II and III elementary students at Taman Rama School. The objects of this study were the forms, the types, and the background of code mixing in teaching learning process were done by teachers and students of Bahasa Bali subject at Taman Rama School. The method of data collection used documentation and interviews and were analyzed by using reduction of data, classification and presentation of data, inference and verification of data. The results of this study showed that (1) interfere of code language teacher, was found 38 utterances (48.71%) in the form of code mixing at the level of words, utterances 25 (32.05%) in the form of code-mixing at the level of the phrase, and 15 utterances (19 , 23%) in the form of code mixing at the level clause, the mixed code was found 9 speech language students (56.25%) in the form of code mixing at the level of words, two utterances (12.5%) in the form of code mixing at the level phrases, and 5 speech (31.25%) in the form of code-mixing at the level of clause (2) types of code-mixing language teacher was found 70 types of utterances (89.74%) and the mixed code into as many as 8 speech (10.25%) types of code mixing the mixture, types of code-mixing language students found was 11 utterances (68.75%) were included into the mixed code and as many as 5 speech (31.25) types of code mixing the mixture, (3) the background teachers used code mixing the factors wants to use the more popular term, factors purpose and function of the talks, as well as factors conversation partner, the background of the students used code mixing was a limited vocabulary.keyword : Code mixing, Bahasa Bali subject
PENGGUNAAN BAHASA OLEH WIDYAISWARA DALAM MENGEVALUASI KEGIATAN LOMBA SEKAA TERUNA TAHUN 2015 DI KECAMATAN DENPASAR SELATAN ., ANAK AGUNG KETUT PUTRI LISTIARI; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum; ., DR. GDE ARTAWAN, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Putri Listiari, Anak Agung Ketut (2016), Penggunaan Bahasa Widyaiswara oleh dalam Mengevaluasi Kegiatan Lomba Sekaa Teruna Tahun 2015 di Kecamatan Denpasar Selatan. Tesis, Pendidikan Bahasa, Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha. Tesis ini sudah disetujui dan diperiksa oleh Pembimbing I: Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Pd, dan Pembimbing II: Dr. Gde Artawan, M.Pd. Kata-kata kunci: penggunaan bahasa, widyaiswara, pemilihan bahasa, dan campur kode, Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pilihan bahasa dan dasar pertimbangan pemilihan bahasa, (2) penggunaan campur kode oleh widyaiswara dalam mengevaluasi kegiatan lomba sekaa teruna di Kecamatan Denpasar Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode deskriptif kualitatif yaitu analisis data dengan mendeskripsikan suatu fenomena yang nyata ada di lapangan dan menelaah sebagaimana adanya. Penelitian ini menggunakan metode observasi, dan metode wawancara. Metode observasi untuk mengamati pemilihan bahasa yang digunakan oleh Widyaiswara, penggunaan bahasa oleh Widyaiswara, dan mengamati adanya penggunaan campur kode dalam tuturan Widyaiswara. Metode wawancara untuk mengetahui dasar pertimbangan pemilihan bahasa dan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami oleh widyaiswara. Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif melalui beberapa tahapan, yaitu meliputi reduksi data, penyajian data, klasifikasi data dan penyimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Bali lebih dominan digunakan daripada bahasa Indonesia, dan bahasa asing oleh Widyaiswara dalam mengevaluasi kegiatan lomba sekaa teruna di Kecamatan Denpasar Selatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penggunaan campur kode dalam tuturan widyaiswara baik itu tuturan bahasa Bali dengan bahasa Indonesia maupun tuturan bahasa Bali dengan bahasa asing yang berbentuk campur kode ke luar, penyisipan berasal dari bahasa Indonesia dari unsur kata, frasa, idiom, dan perulangan kata. Ragam bahasa yang digunakan, yaitu ragam bahasa Bali formal / resmi. Hal tersebut karena situasi, kondisi, tujuan, penutur, partisipan / audiens, dan norma. Kata Kunci : penggunaan bahasa, widyaiswara, pemilihan bahasa, dan campur kode Putri Listiari, Anak Agung Ketut (2016), The use of language by Widyaiswara in evaluating competition activities of sekaa youth at the 2015 year in the district south of Denpasar. Thesis, Language Education, Graduate Program of Ganesha University Education. This thesis have been approved and examined by first tutor : Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Pd, and second tutor : Dr. Gde Artawan, M.Pd. Keyword: the use of language, widyaiswara, an election language, and mixed code. Abstract This research aims to know the (1) An election language and basis of consideration an election language, (2) The use of mixed code by Widyaiswara in evaluating of competition activities sekaa youth in the district south of Denpasar. This research is descriptive qualitative namely analysis data with described areal phenomenon there in field and review as it were. This research used observe methods, and interview methods. Observe methods to observe election language which used by Widyaiswara, using language by widyaiswara, and observe existence code mixing inside saying by widyaiswara. Interview methods descriptive qualitative used to know basis of consideration in election language and to know difficulty which experienced by widyaiswara. Data analyzed with through some phase namely include the following reduction data, presentation of data, classification of data and false assertion data. The result of research shows there that the using balinese language are more dominant used by Widyaiswara in evaluating competition activities of sekaa youth in the district south of Denpasar more than the use of the Indonesian language and than the use of the foreign language. Result research found the use code mixing inside saying widyaswara kind those tuturan balinese language with Indonesian language although tuturan balinese language with foreign language that have the shape code mixing outside, infixation substance of word, phrase, baster, and repeating word. Variety language which to use namely variety language of Balinese formal or legitimate. This is because situation, condition, purpose, the audience , and rule and norm. keyword : the use of language, widyaiswara, an election language, and mixed code.