Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERENCANAAN DAN DESAIN ALAT PENIRIS MINYAK GORENGPERENCANAAN DAN DESAIN ALAT PENIRIS MINYAK GORENG Andriyono, Andriyono
MUSTEK ANIM HA Vol 10 No 3 (2021): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v10i3.4242

Abstract

Pemakaian sebuah mesin peniris minyak goreng pada industri makanan ringan untuk skala rumahtangga sangat dibutuhkan bagi masyarakat merauke yang bergerak dibidang pengolahan makananolahan yang digoreng. Hal ini untuk meningkatkan kualitas dari hasil olahan makanan ringantersebut untuk meningkatkan lamanya waktu pengawetan.Pengembangan perancangan dan desain alat peniris minyak goreng untuk meningkatkan kualitasproduk olahannya. Dalam perencanaan ini dibutuhkan metode yang lebih kreatif dan sederhananamun hasilnya lebih maksimal. Perancangan alat ini menggunakan motor listrik sebagaipenggerak, dan diteruskan melalui V-belt dan kemudian ke poros untuk memutar tabung peniris.Selain itu putaran poros di sanggah dengan dua buah bantalan dengan type Asb 205 agar putarantetap stabil sesuai yang diinginkan. Selanjutnya hasil perancangan dapat direalisasikan menjadimesin peniris yang siap dipakai.
Rancang Bangun Alat Pengering Biji-Bijian Sistem Bed Dryer dengan Tungku Pemanas Tak Langsung Kapasitas Dua Ton Andriyono, Andriyono; Ponadi, Acep; Mangera, Yosefina
AGRICOLA Vol 13 No 1 (2023): AGRICOLA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/ag.v13i1.5224

Abstract

Luasnya lahan sawah tadah hujan di Kabupaten Merauke membuat tingginya potensi waktu panen pada saat musim hujan. Peningkatan kualitas hasil panen padi dapat dilakukan melalui pengolahan pasca panen seperti pengeringan dan penyimpanan yang benar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancangbangun dan melakukan uji kinerja alat pengering biji-bijian sistem bed dryer dengan tungku pemanas tak langsung. Pembuatan alat pengering biji-bijian sistem bed dryer dengan kapasitas menengah dapat membantu petani lokal untuk memperbaiki kualitas hasil produksi panennya. Metode penelitian menggunakan metode rekayasa melalui beberapa tahap yaitu perancangan alat pengering, rancangan fungsional, rancangan struktural, dan uji kinerja. Alat pengering biji-bijin sistem bed dryer memiliki dimensi bak penampung 240 cm x 360 cm x 120 cm dengan daya tampung 2000 kg; diameter kipas 60 cm; temperatur maksimal ruang angin/ruang bertekanan 70°C; kecepatan angin maksimal tanpa gabah 10 m/s sedangkan dengan gabah 7 m/s; daya motor penggerak dinamo single phase 3 kW; volume pemakaian bahan bahan bakar (kayu) sebanyak 1,1 m3. Lama waktu pengeringan berkisar pada 20 jam, dengan kadar air akhir gabah mencapai 12,2 %. Teknologi tungku pemanas sistem tak langsung yang berfungsi sebagai sumber panas dari alat pengering ini mempunyai peran yang sangat penting terhadap kualitas hasil pengeringan, lama waktu pengeringan serta pengoperasionalannya bernilai ekonomis dibandingkan dengan tungku pemanas konvensional lainnya.
PENGELOLAAN PASCA PANEN BUAH KELAPA TERINTEGRASI BAGI MASYARAKAT LOKAL DI KAMPUNG MOPAH LAMA DISTRIK MERAUKE Mangera, Yosefina; Andriyono, Andriyono; Ponadi, Acep
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 4 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i4.2382

Abstract

The local community in Kampung Mopah Lama has a coconut plantation that is managed independently and independently using traditional equipment. Management of the coconut harvest is still carried out in a traditional way by selling and marketing the coconuts in logs/whole including the coconut fiber and shell. In terms of economic calculations, a whole sales system will greatly reduce its economic value. The purpose of this activity is to introduce coconut post-harvest equipment to the Kokoti farmer group in order to increase the productivity of coconut product marketing in the form of product diversification so that it can increase the added value of coconut fruit products owned by the community. The method used in this PKM activity is the socialization and training of the operation of coconut post-harvest machines which include coconut fiber peeling machines, coconut shell/shell peeling machines and coconut fiber decomposing machines into cocopit. The result of this activity is that the Kokoti farmer group has additional insight into the diversification of coconut harvest products and is skilled in operating coconut post-harvest machines. The application of this technology is expected to be able to support the government's national program in advancing small and medium industries, so that it is hoped that the availability of this technology will be able to trigger the development of household industries.