Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH ETOS KERJA, PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA GURU YPP SABILAL MUHTADIN BALIKPAPAN jurnalpps pps; Madinatul Munawarah; Woro Utari; Indra Prasetyo
Jurnal Manajerial Bisnis Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Manejerial Bisnis
Publisher : Prodi Magister Manajemen Universitas Wijaya Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.925 KB) | DOI: 10.37504/jmb.v5i2.392

Abstract

This study aims to determine the effect of work ethic, education and work experience on the work productivity of YPP Sabilal Muhtadin Balikpapan teachers. This type of research is research with quantitative methods. The research sample was all teachers, totaling 42 respondents. The results showed that the teacher's work ethic had a significant effect on the work productivity of YPP YPP Sabilal Muhtadin Balikpapan teachers. Education has a significant effect on the work productivity of YPP YPP teachers Sabilal Muhtadin Balikpapan. Work experience has a significant effect on the work productivity of YPP YPP teacher Sabilal Muhtadin Balikpapan. Simultaneously work ethic, education and work experience have a significant effect on the work productivity of YPP Sabilal Muhtadin Balikpapan teachers.
Women Delay Marriage in Malay Land Marisa Elsera; Madinatul Munawarah; Sri Wahyuni; Casiavera
Journal of Sumatera Sociological Indicators Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.041 KB) | DOI: 10.32734/jssi.v1i2.9396

Abstract

There are many reasons to get married and there are many reasons not to marry. It is normal for marriage to be considered as a rational option, especially in metropolitan areas, but of course this cannot be normalized for people in small towns like Tanjungpinang where the majority are from the Malays. Modernity and the degradation of traditional values are the reasons why women delay marriage. Based on the results of the research, the Tanjungpinang Malay community can understand the delay in the age of marriage for working women (career women) but not so for women who do not work it is considered a disgrace.
Edukasi Penggunaan Media Penyebaran Pupuk Terhadap Efisiensi Waktu Pada Petani Masyarakat Lombok Wetan Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso Darian Fahris Ghofur; Ainan Salsabila; Ayu Mafifah Sahila; Inayatul Fadiyah; Muhammad Zainur Roziqin; Alfiah Nuril Hidayah; Dinda Qurratul A’yuni; Shefi Anggraini; Shevira Tiara Pertiwi; Rosita Ali Nasiroh; Aulia Dewi Awwalina; Muhammad An’im Maulana; Madinatul Munawarah; Muslimatul Afiyah; Nor Hendra Safutra Bin Nuratim; Moh Syafri Ramdana
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v3i2.1742

Abstract

Pertanian merupakan sektor penting dalam perekonomian masyarakat di daerah pedesaan, termasuk di Lombok Wetan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso. Penggunaan pupuk yang tepat dan efisien menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Namun, dalam praktiknya, proses pemupukan seringkali memakan waktu lama dan kurang efektif akibat keterbatasan pengetahuan serta metode penyebaran pupuk yang kurang optimal. Oleh karena itu, sosialisasi dan edukasi mengenai penggunaan media penyebaran pupuk menjadi langkah strategis untuk membantu masyarakat petani mengoptimalkan waktu dan tenaga dalam proses pemupukan. Adapun tujuan dari adanya pengabdian ini ialah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Lombok Wetan mengenai pentingnya efisiensi dalam proses pemupukan tanaman melalui pemanfaatan media penyebar pupuk, mensosialisasikan jenis dan cara kerja media penyebaran pupuk sederhana yang dapat membantu petani menghemat waktu dan tenaga dalam kegiatan pemupukan dan memberikan pelatihan atau demonstrasi langsung tentang penggunaan alat/media penyebaran pupuk yang praktis, efisien, dan sesuai dengan kondisi pertanian lokal. Metode pengabdian yang diterapkan ialah menggunakan metode PAR atau yang biasa disebut dengan Participatory Action Research. Metode PAR merupakan pendekatan penelitian dan pengabdian yang melibatkan langsung masyarakat sebagai subjek aktif dalam proses identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan tindakan, hingga evaluasi dan refleksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengkaji bagaimana proses sosialisasi dan edukasi tersebut dilakukan serta pengaruhnya terhadap efisiensi waktu masyarakat dalam kegiatan pertanian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan diskusi kelompok fokus dengan petani di Lombok Wetan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi yang efektif dan edukasi yang berkelanjutan mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan media penyebaran pupuk sehingga proses pemupukan menjadi lebih efisien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi komunikasi yang tepat sangat penting dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan pengelolaan waktu bagi masyarakat petani Lombok Wetan.
Analisis Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Mendukung Pencapaian SDGs dalam Pembelajaran Biologi Dian Pratiwi; Moh Usamah; Nurulita Luthfia Salsabilla; A’idah Muflichatul Maghfiroh; Madinatul Munawarah; Murni Sapta Sari
Jurnal Cakrawala Pendidikan dan Biologi Vol. 1 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Cakrawala Pendidikan dan Biologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jucapenbi.v1i4.114

Abstract

The Contextual Teaching and Learning (CTL) approach effectively enhances meaningful and relevant biology learning while fostering critical thinking, creativity, and problem-solving skills. By aligning with sustainable education principles, CTL supports the achievement of SDGs and equips students to address global challenges. It is recommended that educators receive training to design CTL-based strategies, integrate local and global themes, and explore its application across diverse educational contexts and models.
Pengembangan Handout Keragaman Koloni Bakteri pada Rizosfer Pohon Kelapa Sawit di Lingkungan Lahan Basah Madinatul Munawarah; Aulia Ajizah; Sri Amintarti
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 2 (2023): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v8i2.10837

Abstract

Karakteristik koloni mikroba dan sitologi mikroba merupakan salah satu materi yang ada pada mata kuliah Mikrobiologi. Pengembangan handout bertujuan mendeskripsikan kesesuaian dan kelayakan hasil pengembangan handout keragaman koloni bakteri pada rizosfer pohon kelapa sawit di lingkungan lahan basah sebagai materi penunjang pada mata kuliah Mikrobiologi. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang dilakukan pada dosen dan mahasiswa masih terdapat kendala dimana mahasiswa masih susah menentukan dan membedakan bentuk koloni bakteri yang mereka amati, selain itu dosen juga berpendapat bahwa materi mengenai koloni bakteri ini sulit diajarkan karena kurang kontekstual sehingga sulit bagi mahasiswa untuk memahami materi jika tidak diberikan contoh koloni yang sesuai. Pengembangan handout keragamanan koloni bakteri rizosfer pohon kelapa sawit menggunakan model 4-D oleh Thiagarajan yang dibatasi sampai tahap Development (pengembangan). Subjek validitas pengembangan handout keragaman koloni bakteri rizosfer pohon kelapa sawit di lingkungan lahan basah menggunakan 3 validator, serta subjek uji keterbacaan 6 orang mahasiswa/i Pendidikan Biologi FKIP ULM yang sudah lulus mata kuliah Mikrobiologi. Hasil penelitian menunjukkan pada uji kesesuaian meperoleh rata-rata skor 87,4 % (sangat sesuai), uji kelayakan memperoleh rata-rata skor 81% (sangat layak), dan uji keterbacaan mahasiswa memperoleh rata-rata skor 89% (sangat baik).