Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG CENGKERIK TERHADAP KERAPATAN DAN VIABILITAS SPORA JAMUR ENTOMOPATOGEN Lecanicillium lecanii Zimm (HYPOCREALES: CLAVICIPITACEAE) Diajeng Indah Nastiti; Rina Rachmawati; Silvi Ikawati
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur entomopatogen Lecanicillium lecanii Zimm (Hypocreales: Clavicipitaceae) adalah salah satu jenis entomopatogen yang prospektif digunakan sebagai bioinsektisida dalam mengendalikan berbagai jenis hama. Tetapi keterbatasan nutrisi dalam media biakan jamur entomopatogen  L. lecanii dapat menurunkan viabilitas dan kerapatan spora jamur L. lecanii. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung cengkerik pada media biakan jamur entomopatogen secara nyata mampu meningkatkan kerapatan dan viabilitas spora jamur L. lecanii, namun diameter koloni menurunkan diameter koloni L. lecanii. Viabilitas spora L. lecanii setelah perlakuan adalah 50,22%, kerapatan spora L. lecanii setelah perlakuan adalah 23,83x105 konidia/ml, dan diameter koloni jamur L. lecanii setelah perlakuan 4,10 cm.
DINAMIKA POPULASI WERENG BATANG COKLAT Nilaparvata lugens Stal. (HEMIPTERA: DELPHACIDAE) DAN PREDATOR GENERALIS PADA PERTANAMAN PADI PASCA PENERAPAN REKAYASA EKOSISTEM Muhammad Nawab al Hasan; Gatot Mudjiono; Rina Rachmawati
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2021.009.2.3

Abstract

Rekayasa ekologi melalui manipulasi habitat merupakan bentuk konservasi ekologi yang bertujuan melestarikan keberadaan musuh alami, salah satunya golongan predator generalis. Usaha ini merupakan strategi PHT untuk menangani masalah WBC (Nilaparvata lugens). Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perkembangan populasi WBC dan predator generalis pasca penerapan rekayasa ekosistem. Penelitian dilakukan di lahan persawahan Desa Tejoasri, Laren, Lamongan dengan mengamati populasi WBC, predator umum, pertumbuhan dan perkembangan tanaman, dan analisis usahatani.  Plot PHT berbasis rekayasa ekosistem (PHT-RE), PHT konvensional (PHT), dan budidaya konvensional digunakan untuk memperoleh data. Hasil rerata populasi WBC pada perlakuan PHT-RE (8,73 ekor) , berbeda sedikit dengan hasil plot PHT (8,55 ekor), namun hasil keduanya jauh lebih rendah dibandingkan dengan sistem konvensional (14,27 ekor). Predator generalis yang ditemukan pada saat pengamatan terdiri dari laba-laba, capung, kumbang kubah (Coccinelidae), kumbang botol (Ophionea indica), dan Paederus sp. Jenis predator spesialis juga ditemukan yaitu Cyrtorhinus lividipennis. Populasi predator generalis tertinggi ditemukan pada petak PHT-RE (1069 ekor), diikuti petak PHT (656 ekor) dan konvensional (426 ekor). Nilai BCR yang diperoleh pada perlakuan PHT-RE, PHT, dan konvensional berturut-turut yaitu 3,78, 3,25, dan 1,84.
PENGARUH EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Linn.) TERHADAP MORTALITAS DAN REPELENSI Riptortus linearis F. (HEMIPTERA : ALYDIDAE) SECARA IN VIVO Danang Wahyu Kresnadi; Rina Rachmawati
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 9 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2021.009.4.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum Linn) terhadap mortalitas, malformasi, dan repelensi Riptortus linearis. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama Tumbuhan dan Laboratorium Toksikologi Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Persiapan penelitian terdiri dari perbanyakan serangga uji kepik polong R. linearis dan pembuatan ekstrak daun sirih merah. Penelitian dilakukan dengan menguji ekstrak daun sirih merah pada konsentrasi 1000 ppm, 2000 ppm, 3000 ppm, 4000 ppm, dan 5000 ppm yang diulang sebanyak 4 kali. Uji secara in vivo dilakukan dengan menyemprotkan ekstrak daun sirih merah pada R.linearis dalam sangkar perlakuan. Serangga uji yang masih hidup setelah aplikasi diamati hingga imago. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT pada taraf kesalahan 5%. LC50 dan LC90 diuji menggunakan aplikasi Hsin Chi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun sirih merah efektif untuk mematikan, menyebabkan abnormalitas, dan bersifat repelen terhadap R. linearis. Nilai LC50 untuk EDSM adalah 2200ppm. Hasil LC90 adalah 6627 ppm yang digunakan dalam skala lapangan. Nilai LT50 untuk menghasilkan mortalitas 50% adalah 26.08 jam. Malformasi berupa tubuh yang membesar dan bercak-bercak hitam. EDSM memiliki sifat penolak yang kuat, tetapi setelah 24 jam, hal tersebut menurun.
Performance and Virulence of the Entomopathogenic Fungi Beauveria bassiana Grown in Media Derived from Biodegradable Agricultural Wastes Enriched with Cricket Powder Aminudin Afandhi; Rina Rachmawati; Muhammad Akhid Syib’li; Huurul Ainindya Ulihta Zain
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 45, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v45i2.4113

Abstract

Entomopathogenic fungi (EPF) can be an eco-friendly alternative to control pests. To produce large-scale EPF requires underused economical substrates containing high carbon and nitrogen; hence the production could be cost-effective. This study investigates the effects of organic agricultural waste, i.e., rice bran, rice husks, tea dregs, and wheat bran enriched with cricket powder as culture media on the mycelial growth, sporulation, and conidia viability of Beauveria bassiana and the fungal pathogenicity towards Spodoptera litura larvae. For each type of medium, five independent cultures of B. bassiana are treated as replications. B. bassiana grown on a  PDA medium is treated as a control. This study shows that rice bran enriched with cricket powder became the most suitable waste medium to support the mass production of virulent B. bassiana. Therefore, rice bran media enriched with cricket powder can be used as an appropriate medium for the mass production of B. bassiana.