Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Peran Kepedulian Guru dan Keyakinan Agama Peserta Didik untuk meningkatkan Self Efficacy Akademik Luis Baun, Aloysius; Hatmoko, Tomas Lastari; Laka, Laurensius
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 8 No 2 (2023): Volume 8, Nomor 2 - Desember 2023
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v8i2.8537

Abstract

Peserta didik kerapkali menghadapi masalah selama tahap pertumbuhannya. Dampaknya mempengaruhi self-efficacy secara keseluruhan. Self-efficacy yang dimaksudkan dalam penelitian ini yaitu self-efficacy akademik peserta didik. Self-efficacy akademik menjadi hal penting dalam keberhasilan siswa di sekolah. Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi self-efficacy akademik tersebut.Tujuan penelitian untuk mengukur peran kepedulian guru, keyakinanan agama peserta didik dengan self-efficacy akademik peserta didik secara parsial maupun simultan. Peserta didik memiliki rasa percaya diri menyelesaikan aktivitas akademik dipengaruhi oleh kepedulian guru dan keyakinan agama. Pendidikan yang efektif menekankan pembelajaran sebagai proses personal. Peserta didik membangun pengetahuan dan pengalaman pribadi secara langsung kedua faktor tersebut di sekolah. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Subjek penelitian adalah peserta didik. Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi berganda, menggunakan program Statistical Program for Social Science 26. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antar variabel secara parsial maupun simultan. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,583 menunjukkan hubungan yang kuat antara ketiga variabel. Selain itu, peran kepedulian guru dan religiositas memberikan kontribusi sebesar 34% terhadap self-efficacy akademik peserta didik.
Jalan Hidup Pelayan Pastoral: Menggali Nilai Kemuridan Dalam Pelayanan di Era "New Normal" Hatmoko, Tomas Lastari
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yesus adalah figur teladan bagi seorang pelayan pastoral. Pola hidupNya menjadi gambaran bagi para murid Kristus untuk menjalankan pelayanan. Yesus sendiri menghendaki para murid dan siapapun yang mengikutiNya untuk melanjutkan karya misi penyelamatan di dunia. Misi tersebut terpenuhi pula dalam karya-karya pelayanan terutama bagi yang tersingkir. Mengingat sedemikian pentingnya melanjutkan misiNya di dunia ini, Ia pun mempersiapkan para murid dan orang-orang di sekitarnya menjadi pelayan. Jalan hidup seorang pelayan pastoral adalah panggilan dan pilihan hidup seperti yang dilalui oleh Yesus hingga akhir hidupNya. Panggilan pelayanan dan pewartaan tersebut masih sangat relevan hingga saat ini. Oleh karenanya, di tengah-tengah situasi wabah corona dan menghadapi era “New Normal,” setiap murid Kristus atau pelayan diajak untuk mencari dan mewujudkan bentuk-bentuk baru pelayanan yang menghadirkan kerajaan Allah di dunia.
Strategi Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Mengimplementasikan Kurikulum Kemenag 2013 Era Milenial di SMAK Bhakti Luhur Malang Gulo, Helena; Hatmoko, Tomas Lastari
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English: In the context of education the strategies of teachers and education personnel refer to the ways in which educators achieve certain learning goals. The strategy of teachers and education personnel in implementing the 2013 Ministry of Religion curriculum at the Bhakti Luhur Malang Senior High School, is an effort to educate and foster students in accordance with the situation in this millennial era. The problem in this research relates to the importance of the 2013 Ministry of Religion curriculum in the world of education in the millennial era at Bhakti Luhur Malang. This research uses a qualitative research. In gaining data, researchers uses interview, observation and documentation methods. The research stages include pre-field work, fieldwork and data analysis according to Lexy J Meleong’s procedure. The results show that the 2013 Ministry of Religion curriculum in the millennial era at SMAK Bhakti Luhur Malang is very important and actual because it is able to form the character of students in the millennial era. The strategies of teachers and education personnel in implementing the 2013 Ministry of Religion curriculum include learning methods, and quality learning tools for students. Supporting factors are adequate modern facilities, good cooperation between teachers, education staff and students, while inhibiting factors for example, the ability of educators and adjustments to student learning styles. Bahasa Indonesia: Dalam konteks pendidikan strategi guru dan tenaga kependidikan merujuk pada cara yang dilakukan pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Strategi guru dan tenaga kependidikan dalam mengimplementasikan kurikulum Kemenag 2013 di SMAK Bhakti Luhur Malang, merupakan usaha untuk mendidik dan membina para siswa-siswi yang sesuai dengan situasi di era milenial ini. Permasalahan dalam penelitian ini berkaitan dengan pentingnya kurikulum Kemenag 2013 dalam dunia pendidikan pada era milenial di SMAK Bhakti Luhur Malang. Demi memperdalam penelitian tersebut, peneliti juga mengeksplorasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat guru dan tenaga kependidikan dalam mengimplementasikan kurikulum tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Dalam mendapatkan data, peneliti menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Tahap-tahap penelitian meliputi pra lapangan, pekerjaan lapangan dan analisis data sesuai prosedur penelitian menurut Lexy J Meleong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum Kemenag 2013 di era milenial di SMAK Bhakti Luhur Malang sangat penting dan aktual karena mampu mengisi kekosongan atau kekurangan dalam rangka membentuk siswa berakhlak dan berkarakter di era milenial. Strategi guru dan tenaga kependidikan dalam mengimplementasika kurikulum Kemenag 2013 di antaranya; metode pembelajaran, dan sarana pembelajaran yang berkualitas bagi peserta didik. Faktor pendukung adalah sarana modern yang memadai, kerjasama yang baik antar guru, tenaga kependidikan dan siswa, sedangkan faktor penghambat misalnya, kemampuan pendidik dan penyesuaian terhadap gaya belajar siswa.
Praksis Teologi Pastoral Paul Janssen dan Relevasinnya dalam Pelayanan Awam Pada Lansia Seuk, Getrudis; Hatmoko, Tomas Lastari
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v9i1.632

Abstract

Rm Janssen memperkaya Gereja Katolik di Indonesia dengan pemikiran teologi dan karya pelayanan pada orang miskin. Aktualitas Rm Janssen justru ketika beliau memaknai teologi sebagai praksis pastoral dalam pelayanan orang-orang miskin. Sejalan dengan gagasan Konsili Vatikan II, Rm Janssen memperhatikan awam dan mengajak mereka untuk terlibat dalam karya Gereja. Para awam didik dan dipersiapkan untuk mengambil bagian dalam karya keselamatan Gereja. Karya Rm Janssen fokus pada orang-orang yang miskin dan terlantar. Salah satu karya penyelamatan jiwa-jiwa tersebut adalah pelayanan kasih pada lansia. Karya kasih ini aktual mengingat Paus Fransiskus belum lama ini juga memberi perhatian pada pelayanan lansia. Persoalan yang muncul adalah bagaimanakah semangat dan kontinuitas gagasan Rm Janssen ini tetap bertumbuh kembang. Sejauhmanakah usaha-usaha memberdayakan awam dalam karya pelayanan diusahakan? Bentuk-bentuk perhatian apakah yang bisa diberikan pada pelayanan pastoral bagi lansia? Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Selain pengalaman sebagai pelayan pastoral yang terlibat dalam karya Rm Janssen, penulis memanfaatkan juga sumber perpustakaan untuk memperoleh data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praksis teologi pastoral Rm Janssen masih relevan untuk karya pelayanan di Gereja Indonesia. Peran awam masih dibutuhkan dalam karya misioner Gereja, termasuk menjalankan pelayanan pastoral pada lansia.
PERAN GEREJA KATOLIK DAN PENDIDIKAN SEKOLAH DALAM MENGATASI BULLYING DENGAN MENGIMPLEMENTASIKAN MODERASI BERAGAMA BAGI SISWA-SISWI DI SDK SANTA MARIA 1 MALANG Pineul, Maria Ratu Rosari; Sriwahyuni, Lina; Hatmoko, Tomas Lastari
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.38824

Abstract

Peran Gereja Katolik dan Pendidikan Sekolah SDK Santa Maria 1 Malang bekerja sama untuk menjadikan sekolah sebagai tempat untuk mengimplementasikan moderasi beragama. Hal demikian dilakukan sebagai upaya penanam nilai-nilai moderasi beragama, untuk mengatasi permasalahan yang mungkin terjadi. Sayangnya, menurut pihak SDK Santa Maria 1 Malang, permasalahan bullying di antara siswa (seperti bertengkar dan memukul temannya, serta saling mengganggu saat bermain) masih sering terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsi peran Gereja Katolik dan pendidikan sekolah dalam mengatasi bullying dengan mengimplementasikan moderasi beragama bagi siswa-siswi di SDK Santa Maria 1 Malang. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif sebagaimana direkomendasikan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja katolik dan pendidikan sekolah sangat berperan dan dapat dihandalkan dalam mengatasi permasalahan bullying melalui pengimplementasian moderasi beragama bagi siswa-siswi SDK Santa Maria 1 Malang. Pendidikan sekolah mengakui juga bahwa kerja sama dan keterlibatan Gereja Katolik menjadi salah satu faktor penting yang mendukung implementasi moderasi beragama.
Pembinaan Spiritualitas ALMA Puteri dan Pendampingan Bagi Pengasuh Untuk Pelayanan Kepada Anak-Anak Berkebutuhan Khusus Di Bhakti Luhur Malang Kii, Rosalia Ina; Hatmoko, Tomas Lastari
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v10i2.774

Abstract

Modern life brings significant implications for human morality, spirituality, and identity, including within the context of serving children with special needs. At the Bhakti Luhur Foundation, spiritual formation plays an essential role in helping caregivers recognize that their service is an act of devotion to Jesus, who is present in the poor and suffering children they accompany. However, various challenges arise, such as incidents of violence, low commitment, and ineffective use of time due to distractions from social media. This study aims to evaluate the effectiveness of the ALMA Puteri spiritual formation and caregiver accompaniment in carrying out this service. Using a descriptive qualitative method through interviews, observations, and documentation, the study found that spiritual formation has been provided from the beginning, yet its impact is not fully optimal. Service becomes more meaningful when caregivers understand that their work is directed toward Christ and is lived out in community life through shared meals, communal prayer, and regular conversations. The main obstacle lies in caregivers’ initial motivation, which is often oriented toward obtaining education and certificates. Therefore, more intensive and consistent spiritual formation is needed to enhance caregiving quality and deepen commitment to service.  
Peran Pastoral Kematian Dalam Tradisi “Duan-Lolat” Dan Relevansinya Bagi Solidaritas Di Paroki St.Maria Immaculata Wowonda Lamere, Bibiana; Hatmoko, Tomas Lastari; Sriwahyuni, Lina
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i1.10142

Abstract

Pelayanan pastoral kematian merupakan bagian integral dari karya pelayanan Gereja yang bersumber pada iman dan Kristus yang bangkit. Pastoral kematian dalam tradisi “Duan-Lolat” di Paroki St. Maria Immaculata pada hakekatnya bersifat aktual. Artinya, dalam memberikan pelayanan Gereja menyesuaikan dengan budaya setempat. Meskipun tradisi “Duan-Lolat” telah terintegrasikan dalam pelayanan pastoral kematian sebagai bentuk inkulturasi Gereja Katolik, sejauh ini belum ada penelitian yang secara spesifik mengkaji dampak pergeseran nilai sosial akibat moderinisasi-seperti induvilialisme, mobilitas sosial, dan teknologi-terhadap efektivitas pelayanan ini dalam menjaga solidaritas dan pertumbuhan iman umat. Penelitian ini bertujuan untuk mendisktipsikan nilai-nilai kematian dalam tradisi Duan-Lolat” dan pelayanan pastoral kematian yang dilakukan oleh umat Paroki St. Maria Immaculata Wowonda. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif sebagaimana direkomendasikan oleh Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan solidaritas umat dalam pelayanan kematian membutuhkan dua aspek penting yaitu solidaritas secara spiritual dan solidaritas sosial. Dengan demikian, pelayanan pastoral kematian di Paroki St. Maria Immaculata Wowonda perlu terus dikembangkan sebagai wadah pertumbuhan iman dan penguatan solidaritas komunitas umat di tengah tantangan budaya modern yang semakin kompleks.
Peran Orang Muda Katolik Dalam Membangun Gereja Sinodal: Persekutuan, Partisipasi Dan Misi Agnes Prisila Manek; Tomas Lastari Hatmoko
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7023

Abstract

Artikel ini menjelaskan peran Orang Muda Katolik dalam membangun Gereja sinodal: persekutuan, partisipasi, dan misi sesuai dengan harapan Paus Fransiskus terhadap Sinode yang berlangsung pada tahun 2021–2023. Dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif melalui teknik analisis data Miles dan Huberman, penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam sejauh mana Orang Muda Katolik Paroki Santo Yohanes Pembaptis Janti berkontribusi dalam membangun kehidupan Gereja sinodal, dengan menelaah fenomena bahwa tidak semua Orang Muda Katolik menyadari keberadaan dan perannya dalam kehidupan Gereja. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama kurang lebih tiga bulan, yaitu pada bulan Maret, April, dan Mei 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Orang Muda Katolik di Paroki Santo Yohanes Pembaptis Janti, Malang, pada umumnya telah menyadari peran mereka sebagai anggota Gereja dalam bekerja sama membangun Gereja sinodal melalui persekutuan, partisipasi, dan misi melalui berbagai kegiatan konkret yang telah dilaksanakan. Namun demikian, peneliti juga menemukan bahwa masih ada sebagian Orang Muda Katolik yang belum sepenuhnya memahami peran mereka karena berbagai hambatan dan tantangan yang dihadapi saat ini. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi dan katekese yang berkelanjutan dari pihak Gereja. Gereja hendaknya terus memperbarui diri seiring dengan perubahan zaman dan terus mengembangkan dirinya sebagai Gereja sinodal (berjalan bersama) agar semakin hidup dan hadir di tengah dunia, serta memastikan bahwa Gereja tidak kehilangan generasi penerusnya, karena Orang Muda Katolik adalah masa kini dan masa depan Gereja.
Falsafah Hidup “Tallu Lolona A’pa’ Tauninna” Dalam Mewujudkan Ensiklik Laudato Si’ Art 137-162 Di Paroki Kristus Imam Agung Abadi Sangalla’ Ma’dika, Meldayani; Krismiyanto, Alfonsus; Hatmoko, Tomas Lastari
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i6.9785

Abstract

The Tallu lolona a'pa' tauninna philosophy has long shaped the ecological awareness of the Torajan people. However, the influence of globalization and modernization has caused a shift in values that has eroded respect for these ecological principles. The Catholic Church, especially the Parish of Christ the Eternal Archpriest of Sangalla', needs to examine its role in reintegrating these noble values in order to awaken the ecological spirituality of the people as mandated in Laudato Si'. This research aims to describe the meaning and values of the Tallu lolona a'pa' tauninna philosophy of life, identify the values of the encyclical Laudato Si' integral ecology art 137-162 and analyze the relevance of the Laudato Si' encyclical in the implementation of the Tallu lolona a'pa' tauninna philosophy of life. This type of research is qualitative research, with an ethnographic approach. Data collection was carried out using interviews, observation and documentation methods. In-depth interviews were conducted with four informants. Observations are made at each data collection, as is documentation collected from relevant data. The data collected is then processed using an interactive analysis model as stated by Miles and Huberman. Data validity was carried out using triangulation techniques. The findings of this research reveal how the Toraja people's philosophy of life, Tallu lolona a'pa' tauninna, is manifested in the praxis of the encyclical Laudato Si' in Sangalla' Parish. The implementation of these values can be seen in the tradition of harvest thanksgiving which is held once a year after the harvest as a form of respect for nature and gratitude for God's grace. Apart from that, efforts to preserve the environment in Sangalla' Parish are also starting to be carried out in stages as a form of concern for preserving and protecting nature. This initiative is in line with the call in the encyclical Laudato Si' which emphasizes the importance of caring for the environment and paying attention to the sustainability of other living creatures, including pets.
Peran Pastoral Kematian Dalam Tradisi “Duan-Lolat” Dan Relevansinya Bagi Solidaritas Di Paroki St.Maria Immaculata Wowonda Bibiana Lamere; Tomas Lastari Hatmoko; Lina Sriwahyuni
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 1 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i1.10142

Abstract

Pelayanan pastoral kematian merupakan bagian integral dari karya pelayanan Gereja yang bersumber pada iman dan Kristus yang bangkit. Pastoral kematian dalam tradisi “Duan-Lolat” di Paroki St. Maria Immaculata pada hakekatnya bersifat aktual. Artinya, dalam memberikan pelayanan Gereja menyesuaikan dengan budaya setempat. Meskipun tradisi “Duan-Lolat” telah terintegrasikan dalam pelayanan pastoral kematian sebagai bentuk inkulturasi Gereja Katolik, sejauh ini belum ada penelitian yang secara spesifik mengkaji dampak pergeseran nilai sosial akibat moderinisasi-seperti induvilialisme, mobilitas sosial, dan teknologi-terhadap efektivitas pelayanan ini dalam menjaga solidaritas dan pertumbuhan iman umat. Penelitian ini bertujuan untuk mendisktipsikan nilai-nilai kematian dalam tradisi Duan-Lolat” dan pelayanan pastoral kematian yang dilakukan oleh umat Paroki St. Maria Immaculata Wowonda. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif sebagaimana direkomendasikan oleh Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan solidaritas umat dalam pelayanan kematian membutuhkan dua aspek penting yaitu solidaritas secara spiritual dan solidaritas sosial. Dengan demikian, pelayanan pastoral kematian di Paroki St. Maria Immaculata Wowonda perlu terus dikembangkan sebagai wadah pertumbuhan iman dan penguatan solidaritas komunitas umat di tengah tantangan budaya modern yang semakin kompleks.