Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ST. YOSEF SEBAGAI TELADAN PELAYAN PASTORAL Tomas Lastari Hatmoko
Jurnal Pelayanan Pastoral  Jurnal Pelayanan Pastoral (JPP) Vol. 2 No. 1 April 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), STP-IPI Malang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.914 KB) | DOI: 10.53544/jpp.v2i1.243

Abstract

St. Joseph in the Catholic Church has a special place as a protector of the universal Church. Coinciding with the Covid-19 pandemic crisis and the celebration of St. Joseph, the Apostolic Letter "Patris Corde" provides an overview, as well as a reflection on the personality and life of Father Joseph. By exploring the letter and writing of St. Joseph through literature study, it becomes clearly that his personality should be a lifestyle of pastoral servants. The sincerity and patronage of St. Joseph is the basic personality of a pastoral minister needed even in a difficult pandemic situation like this. The way of St. Joseph in facing his situation, it became an inspiration and model in data-based pastoral work and management of pastoral in the Church.
KEPEMIMPINAN SERVANT LEADERSHIP DAN MOTIVASI ORANG MUDA DALAM MENINGKATKAN PENDAMPINGAN ANAK TUNAGRAHITA DI KOMUNITAS ALMA PUTERI MALANG Maria Mingkol; Tomas Lastari Hatmoko
Jurnal Pelayanan Pastoral  Jurnal Pelayanan Pastoral (JPP) Vol. 3 No. 1 April 2022
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), STP-IPI Malang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.159 KB) | DOI: 10.53544/jpp.v3i1.287

Abstract

The subject of this research is the young people who have completed their education at SMAK Bhakti Luhur and SMK Bhakti Luhur Malang who have dedicated themselves for 3 years to accompany mentally retarded children in the ALMA Puteri Malang community. In order to better assist the children, young people need to understand their role as a leader who serves and has motivation in carrying out activities according to the child's abilities. The problem of technological development affects young people in carrying out child assistance activities. Young people who are supposed to be the center of the organizers of activities to improve child assistance, are not able to complete work contracts. Therefore, researchers conducted a study to determine the servant leadership and the motivation of young people in increasing mentoring for mentally retarded children. In this research, the researcher uses the qualitative research method to examine the condition of natural objects. The data collection technique is triangulation (combined): interviews, observations and documentation so that the data obtained are in accordance with the objectives of the study. The results of the study show that servant leadership and the motivation of young people in increasing mentoring for mentally retarded children will be more developed if the leadership model itself prioritizes deep personal relationships, not merely functional or assisting and leading simply because of the task. The young people carry out activities according to the schedule and guidelines in the community, actively and creatively in providing activities to children so that children are happy and can participate in activities. Supporting factors are the availability of infrastructure, experts, clear guidelines, good cooperation and communication and the involvement of all community residents. While the inhibiting factor, it relates to the confdition of the children, likes sick, or lazy.
Agama Kepercayaan Asli Suku Laut di Kepulauan Riau dengan Pandangan Dokumen Gereja Nostra Aetate Wendelinus Rudi; Tomas Lastari Hatmoko
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 2 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.039 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v2i2.1224

Abstract

Orang Suku Laut merupakan kelompok penjaga laut yang sudah mendiami daerah perairan Kepualauan Riau semenjak kesultanan Johor-Lingga. Minimnya literasi yang mumpuni mengenai asal usul orang suku laut dalam perlindungan sejarah, wilayah adat, dan benda peninggalan membuat eksistensi mengenai Orang Suku Laut tidak muncul ke permukaan pada abad 20 ini. Menurut kepercayaan orang suku laut dunia ruh disana tempat tinggal para hantu, mambang dan peri, identik dengan tempat-tempat tertentu. Hampir semua orang Laut yakin bahwa ruh Datuk Kemuning dan isterinya, yaitu saka (leluhur) datuk-moyang orang Laut, bersemayam di Gunung Daik (Lingga). Gereja Katolik sejak awal telah berusaha untuk menunjukan sikap toleransi demgan umat beragama lain. Hal itu nampak secara nyata dalam deklarasi “Nostra Aetate”, sebuah dokumen Gereja yang dikeluarkan oleh Konsili Vatikan II yang berbicara khusus tentang hubungan Gereja dengan agama-agama lain. Gereja menyadari bahwa ia tidak bereksistensi sendiri di dunia ini. Itulah sebabnya Gereja membuka diri untuk mau berdialog dengan agama lain.
Spiritualitas Pelayanan Katekis di Masa dan Pasca Pandemi Covid-19 Ayus Ratrigis; Tomas Lastari Hatmoko
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 2 No. 6 (2022): Juni
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.686 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v2i6.1235

Abstract

Pandemi Covid-19 membawa dampak bagi kehidupan Gereja. Para katekis ditantang untuk memiliki spiritualitas yang mumpuni dalam melakukan pelayanan di Gereja. Spiritualitas tersebut meliputi kualitas hidup, baik secara pribadi maupun rohani. Melalui penelitian pustaka, peneliti memberikan pandangan mengenai spiritualitas itu dengan membaca berbagai literatur yang ada. Dari proses pembacaan itu, peneliti menemukan bahwa yang diperlukan untuk membangun spiritualitas itu yaitu dukungan terhadap para katekis, baik secara materi maupun moril. Dengan demikian, para katekis dapat melaksanakan karya pelayanan mereka dengan penuh integritas di masa dan pasca pandemi Covid-19. Gereja perlu mendukung mereka terus menerus dalam berkarya, baik di dalam lingkup Gereja maupun masyarakat. Gereja perlu memperhatikan mereka dengan terus-menerus membantu mereka menghidupi spiritualitas sebagai seorang katekis. Gereja memberikan dukungan dengan memberikan pelatihan dan pembekalan yang berguna bagi para katekis. Pembekalan dan pelatihan dapat berupa pemanfaatan media online sebagai sarana pewartaan. Pembinaan spiritualitas katekis masih terus dibutuhkan untuk meneguhkan kesadaran panggilan sebagai murid, pewarta pengharapan, dan pejuang belarasa.