Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peran Pastoral Kematian Dalam Tradisi “Duan-Lolat” Dan Relevansinya Bagi Solidaritas Di Paroki St.Maria Immaculata Wowonda Lamere, Bibiana; Hatmoko, Tomas Lastari; Sriwahyuni, Lina
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i1.10142

Abstract

Pelayanan pastoral kematian merupakan bagian integral dari karya pelayanan Gereja yang bersumber pada iman dan Kristus yang bangkit. Pastoral kematian dalam tradisi “Duan-Lolat” di Paroki St. Maria Immaculata pada hakekatnya bersifat aktual. Artinya, dalam memberikan pelayanan Gereja menyesuaikan dengan budaya setempat. Meskipun tradisi “Duan-Lolat” telah terintegrasikan dalam pelayanan pastoral kematian sebagai bentuk inkulturasi Gereja Katolik, sejauh ini belum ada penelitian yang secara spesifik mengkaji dampak pergeseran nilai sosial akibat moderinisasi-seperti induvilialisme, mobilitas sosial, dan teknologi-terhadap efektivitas pelayanan ini dalam menjaga solidaritas dan pertumbuhan iman umat. Penelitian ini bertujuan untuk mendisktipsikan nilai-nilai kematian dalam tradisi Duan-Lolat” dan pelayanan pastoral kematian yang dilakukan oleh umat Paroki St. Maria Immaculata Wowonda. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif sebagaimana direkomendasikan oleh Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan solidaritas umat dalam pelayanan kematian membutuhkan dua aspek penting yaitu solidaritas secara spiritual dan solidaritas sosial. Dengan demikian, pelayanan pastoral kematian di Paroki St. Maria Immaculata Wowonda perlu terus dikembangkan sebagai wadah pertumbuhan iman dan penguatan solidaritas komunitas umat di tengah tantangan budaya modern yang semakin kompleks.
Peran Orang Muda Katolik Dalam Membangun Gereja Sinodal: Persekutuan, Partisipasi Dan Misi Agnes Prisila Manek; Tomas Lastari Hatmoko
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7023

Abstract

Artikel ini menjelaskan peran Orang Muda Katolik dalam membangun Gereja sinodal: persekutuan, partisipasi, dan misi sesuai dengan harapan Paus Fransiskus terhadap Sinode yang berlangsung pada tahun 2021–2023. Dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif melalui teknik analisis data Miles dan Huberman, penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam sejauh mana Orang Muda Katolik Paroki Santo Yohanes Pembaptis Janti berkontribusi dalam membangun kehidupan Gereja sinodal, dengan menelaah fenomena bahwa tidak semua Orang Muda Katolik menyadari keberadaan dan perannya dalam kehidupan Gereja. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama kurang lebih tiga bulan, yaitu pada bulan Maret, April, dan Mei 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Orang Muda Katolik di Paroki Santo Yohanes Pembaptis Janti, Malang, pada umumnya telah menyadari peran mereka sebagai anggota Gereja dalam bekerja sama membangun Gereja sinodal melalui persekutuan, partisipasi, dan misi melalui berbagai kegiatan konkret yang telah dilaksanakan. Namun demikian, peneliti juga menemukan bahwa masih ada sebagian Orang Muda Katolik yang belum sepenuhnya memahami peran mereka karena berbagai hambatan dan tantangan yang dihadapi saat ini. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi dan katekese yang berkelanjutan dari pihak Gereja. Gereja hendaknya terus memperbarui diri seiring dengan perubahan zaman dan terus mengembangkan dirinya sebagai Gereja sinodal (berjalan bersama) agar semakin hidup dan hadir di tengah dunia, serta memastikan bahwa Gereja tidak kehilangan generasi penerusnya, karena Orang Muda Katolik adalah masa kini dan masa depan Gereja.
Falsafah Hidup “Tallu Lolona A’pa’ Tauninna” Dalam Mewujudkan Ensiklik Laudato Si’ Art 137-162 Di Paroki Kristus Imam Agung Abadi Sangalla’ Ma’dika, Meldayani; Krismiyanto, Alfonsus; Hatmoko, Tomas Lastari
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i6.9785

Abstract

The Tallu lolona a'pa' tauninna philosophy has long shaped the ecological awareness of the Torajan people. However, the influence of globalization and modernization has caused a shift in values that has eroded respect for these ecological principles. The Catholic Church, especially the Parish of Christ the Eternal Archpriest of Sangalla', needs to examine its role in reintegrating these noble values in order to awaken the ecological spirituality of the people as mandated in Laudato Si'. This research aims to describe the meaning and values of the Tallu lolona a'pa' tauninna philosophy of life, identify the values of the encyclical Laudato Si' integral ecology art 137-162 and analyze the relevance of the Laudato Si' encyclical in the implementation of the Tallu lolona a'pa' tauninna philosophy of life. This type of research is qualitative research, with an ethnographic approach. Data collection was carried out using interviews, observation and documentation methods. In-depth interviews were conducted with four informants. Observations are made at each data collection, as is documentation collected from relevant data. The data collected is then processed using an interactive analysis model as stated by Miles and Huberman. Data validity was carried out using triangulation techniques. The findings of this research reveal how the Toraja people's philosophy of life, Tallu lolona a'pa' tauninna, is manifested in the praxis of the encyclical Laudato Si' in Sangalla' Parish. The implementation of these values can be seen in the tradition of harvest thanksgiving which is held once a year after the harvest as a form of respect for nature and gratitude for God's grace. Apart from that, efforts to preserve the environment in Sangalla' Parish are also starting to be carried out in stages as a form of concern for preserving and protecting nature. This initiative is in line with the call in the encyclical Laudato Si' which emphasizes the importance of caring for the environment and paying attention to the sustainability of other living creatures, including pets.