Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGUATAN PEDAGANG SENTRA WISATA KULINER (SWK) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENJUALAN PADA PASCA PANDEMI COVID-19 Titis Puspitaningrum Dewi Kartika; Rr. Iramani; Wiwik Lestari; Reza Tianto; Mohammad Al Hafidz
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.15507

Abstract

ABSTRAKHingga saat ini, WHO belum mencabut status pandemi Covid-19, sehingga memberikan dampak ekonomi bagi Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Penjaringan Sari. Penjualan pedagang SWK Penjaringan sari saat ini mengalami penurunan. Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dilakukan untuk mengidentifiksi masalah yang terjadi. Hasil FGD menunjukkan permasalahan yang dihadapi adalah adanya persamaan jenis menu makanan atau minuman yang dijual dan tidak ada proses aturan kegiatan yang ditetapkan oleh koordinator mengenai penjualan. Program pengabdian kepada masyarakat ini melaksanakan pendampingan dengan tujuan meningkatkan pemahaman etika bisnis kepada pedagang SWK Penjaringan Sari. Metode program pengabdian adalah ceramah dan diskusi kemudian dilanjukan dengan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan pendampingan menjelaskan bahwa terjadi peningkatan pemahaman pedagang pada materi etika bisnis. Hasil penilaian skor pre-test menunjukkan nilai 53,75, kemudian meningkat menjadi 70,60 untuk skor post-test. Hasil pengujian dengan menggunakan metode Wilcoxon Signed Rank juga menunjukkan nilai p-value sebesar 0.001. Hasil ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman pedagang terhadap etika bisnis pada saat sebelum pendampingan dengan setelah pendampingan. Perubahan atas peningkatan kegiatan juga dialami pedagang setelah pendampingan. Kata kunci: sentra wisata kuliner (SWK); etika bisnis; pendampingan. ABSTRACTUntil now, WHO has not revoked the Covid-19 pandemic status, thus providing an economic impact for the Culinary Tourism Center (SWK) in Penjaringan Sari. Sales of SWK Penjaringan sari traders are currently experiencing a decline. Focus Group Discussion (FGD) activities are carried out to identify problems that occur. The results of the FGD showed that the problem faced was that there were similarities in the types of food or drink menus being sold and there was no process for activity rules set by the coordinator regarding sales. This community service program carries out mentoring with the aim of increasing understanding of business ethics for SWK Penjaringan Sari traders. The service program method is lectures and discussions then followed by questions and answers between the resource person and the participants. The results of the evaluation of the implementation of mentoring explained that there was an increase in traders' understanding of business ethics material. The results of the pre-test score showed a value of 53.75, then increased to 70.60 for the post-test score. The test results using the Wilcoxon Signed Rank method also show a p-value of 0.001. These results indicate that there is an increase in traders' understanding of business ethics before mentoring and after mentoring. Changes in increased activity were also experienced by traders after mentoring. Keywords: the culinary tourism center (SWK); business ethics; mentoring.
Study Of Regional Development Bank Performance And Regional Economic Growth Marsetyo Adi Nugroho; Rr. Iramani
International Journal of Economics Development Research (IJEDR) Vol. 4 No. 3 (2023): International Journal of Economics Development Research (IJEDR)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ijedr.v4i3.4019

Abstract

Economic growth is a serious concern for a region because it is a measuring tool to determine its economic condition and what policies must be taken. Many factors influence the increase in economic growth. In this study, the effect of regional development bank (BPD) performance was examined, namely related to lending, collection of third-party funds (DPK), and profitability on economic growth. The research method used was panel data regression. The results of this study show that only the variables of credit distribution have a positive and significant effect on economic growth. The results of this study are expected to be useful inputs for both local governments and BPD in increasing economic growth. This research implies that there is a need for positive collaboration and synergy between local governments and BPD, especially in terms of lending to the community which is expected to stimulate purchasing power, encourage trade and investment so that it can provide a multiplier effect on economic growth.  
PENGUJIAN MODEL KECENDERUNGAN BERHUTANG MASYARAKAT METROPOLITAN : Indonesia Aka Naefs; Rr. Iramani
Modus Vol. 36 No. 1 (2024): Vol 36 No.1 (2024): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v36i1.8529

Abstract

Modern consumer lifestyles have a negative impact on people’s welfare. Currently, debt is an indication of modern consumer behavior because income is considered insufficient to meet needs and wants. This causes society to become more consumptive. What factors influence the tendency to get into debt is an interesting issue to research. This research aims to examine materialism, self-control, savings orientation, and income in influencing propensity to indebtedness in metropolitan communities. Sampling was carried out purposively in two metropolitan areas, namely DKI Jakarta and its surroundings and Surabaya and its surroundings. Data were collected using a survey by distributing questionnaires to the community in both areas where the unit of analysis was the family. The data analysis technique used in this research is Partial Least Square. The results of this research show that of the four variables tested, there are two variables that have a significant effect on the propensity to indebtedness, namely materialism and self-control. The savings orientation and income variables were proven to have no effect on the propensity to indebtedness. Materialism has a significant positive effect on the propensity to indebtedness, meaning that the higher an individual's materialistic attitude, the higher the propensity to indebtedness. Self-control has a significant negative effect on propensity to indebtedness, meaning that the higher a person's self-control, the lower propensity to indebtedness. The implication of the results of this research is that metropolitan communities should reduce their materialistic attitudes and increase their self-control in order to be able to reduce the propensity to indebtedness so that ultimately the community can be free from debt. Keywords: propensity to indebtedness; materialism; self control; savings orientation; income. Gaya hidup konsumen modern memberikan dampak negatif pada kesejahteraan hidup masyarakat. Saat ini berhutang  merupakan salah satu indikasi perilaku konsumen modern karena pendapatan dianggap kurang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan. Hal ini mengakibatkan masyarakat menjadi lebih konsumtif. Faktor apa saja yang mempengaruhi kecenderungan berhutang merupakan isue yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji materialisme, pengendalian diri, orientasi menabung, dan pendapatan dalam mempengaruhi kecenderungan berhutang masyarakat metropolitan. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive pada dua wilayah metropolitan yakni DKI Jakarta dan sekitarnya serta Surabaya dan sekitarnya. Pengumpulan data dengan menggunakan survei dengan menyebarkan kuesioner pada masyarakat di kedua wilayah tersebut dimana unit analisisnya adalah keluarga. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Partial Least Square. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa dari keempat variabel yang diuji, terdapat dua variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan berhutang yakni materialisme dan pengendalian diri. Untuk variabel orientasi menabung dan pendapatan terbukti tidak berpengaruh terhadap kecenderungan berhutang. Materialisme berpengaruh positif signifikan terhadap kecenderungan berhutang, artinya semakin tinggi sikap materialime individu semakin tinggi kecenderungan berhutang. Pengendalian diri berpengaruh negatif signifikan terhadap kecenderungan berhutang, artinya semakin tinggi pengendalian diri seseorang semakin rendah kecenderungan berhutangnya.  Implikasinya adalah bahwa masyarakat metropolitan sebaiknya menurunkan sikap materialismenya serta meningkatkan pengendalian dirinya agar mampu menurunkan kecenderungan berhutang yang akhirnya masyarakat dapat terbebas dari hutang. Kata kunci: kecenderungan berhutang; materialisme; pengendalian diri; orientasi menabung; menabung.  
Pengaruh Keputusan Investasi, Kebijakan Dividen Dan Profitabilitas Pada Masa Covid-19 Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sektor Farmasi Alya Zahirah Laili Putri; Rr Iramani
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 5 No. 5 (2024): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v4i5.1665

Abstract

Berkembangnya  bisnis dan perekonomian di Indonesia sedang dihadapkan oleh wabah pandemi covid-19. Hal ini membuat para investor sangat membutuhkan informasi terkait perusahaan untuk mengambil keputusan berinvestasi, informasi mengenai pembagian dividen dan laba yang didapatkan. Dari ketiga variabel tersebut juga dianggap dapat berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dampak pandemic covid-19 terhadap keputusan investasi, kebijakan dividen dan profitabilitas dan untuk mengetahui pengaruh keputusan investasi, kebijakan dividen dan profitabilitas terhadap  nilai perusahaan. Terdapat 8 sampel perusahaan farmasi yang sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji independen sample t-test dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil dari uji independen sample t-test bahwa tidak terdapat perbedaan keputusan investasi, kebijakan dividen dan profitabilitas pada sebelum masa covid-19 dan saat covid-19.  Hasil penelitian ini menunjukkan hasil dari analisis regresi linier berganda bahwa keputusan investasi tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan dan profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.