Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KARAKTERISTIK FISIK SURIMI IKAN NILA (Oreochromis sp. ) BERDASARKAN PERBEDAAN PROSES PENCUCIAN MENGGUNAKAN NaHCO3 DAN NaCl Laode Muhamad Hazairin Nadia; Illian Elvira; La Ode Huli; Wa Ode Nafilawati; Sri Rejeki; Waode Nilda Arifiana Effendy
Jurnal Fish Protech Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Fish Protech Vol. 5 No. 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/jfp.v5i2.28303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik surimi ikan nila (Oreochromis sp.) dengan perbedaan proses pencucian menggunakan NaHCO3 dan NaCl. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor perlakuan yaitu pencucian lumatan daging ikan nila yang terdiri dari   4 taraf perlakuan dan masing - masing dilakukan 3 kali pengulangan, perlakuannya yaitu perlakuan A (kontrol atau tanpa NaHCO3 dan NaCl),perlakuan B (NaHCO30,4% dan NaCl 0,3%), perlakuan C (NaHCO30,5% dan NaCl 0,3%) dan perlakuanD (NaHCO30,6% dan NaCl 0,3%). Parameter fisik yang diuji yaitu rendemen, derajat putih, Water Holding Capacity (WHC), uji lipat (folding test) dan uji gigit (teeth cutting test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencucian dengan NaHCO3dan NaCl berpengaruh nyata terhadap nilai parameter fisik (kekuatan gel, derajat putih, WHC, uji lipat dan uji gigit) surimi ikan nila (p<0,05). Hasil rendemen tertinggi surimi ikan nila pada perlakuanD sebesar (34,98%), sedangkan terendah pada perlakuan A (33,13%). Hasil pengukuran dari parameter fisik menunjukkan bahwa perlakuan D sebagai perlakuan terbaik dengankekuatan gel 690,24 g.cm, derajat putih 66,94%, WHC 68,46%, uji lipat 4,89 dan uji gigit 8,75. Kata Kunci: ikan nila, karakteristik fisik, NaCl, NaHCO3, surimi
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL, KADMIUM DAN MERKURI PADA MINYAK IKAN YANG DIPASARKAN DI WILAYAH SULAWESI TENGGARA La Ode Huli; Laode Muhamad Hazairin Nadia; Waode Nilda Arifiana Effendy; Abdul Sarifin
Jurnal Fish Protech Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Fish Protech Vol. 5 No. 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/jfp.v5i2.28319

Abstract

Logam berat timbal (Pb), kadmium (Cd) dan merkuri (Hg) merupakan logam yang memiliki toksisitas yang sangat tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat Pb, Cd, dan Hg pada minyak ikan yang dipasarkan di wilayah Sulawesi Tenggara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel (Purposive sampling). Ada 3 sampel minyak ikan yang diperoleh dari tiga pasar berbeda di wilayah Sulawesi tenggara yaitu pasar 1 (M1), pasar 2 (M2), dan pasar 3 (M3) yang akan dianalisa kandungan logam beratnya dengan menggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat tertinggi di temukan pada sampel minyak ikan M2 yaitu timbal (Pb) sebesar 0,0012 mg/l dan kadmium (Cd) sebesar 0018 mg/l dan terendah ditemukan pada sampel M1 mengandung timbal dan kadmium (Pb dan Cd) sebesar 0,0011 mg/l sedangkan logam berat merkuri (Hg) baik pada M1, M2 dan M3 tidak ditemukan. Kandungan logam berat pada M1, M2 dan M3 masih berada dibawah ambang batas yang ditetapkan oleh SNI untuk pangan dan BPOM dalam pangan olahan.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN FORMALIN PADA IKAN TERI (Stolephorus sp.) ASIN YANG DIPASARKAN DI KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Waode Nilda Arifiana Effendy
Jurnal Fish Protech Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Fish Protech Vol. 5 No. 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/jfp.v5i2.28304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan formalin pada ikan teri (Stolephorus sp.) asin yang dijual di 6 pasar dan 1 supermarket Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Identifikasi formalin dilakukan melalui uji kualitatif dan kuantitatif. Analisa data pada penelitian ini adalah deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh pemaparan yang objektif mengenai parameter uji. Hasil analisis kandungan formalin menunjukan bahwa 11 dari 12 sampel ikan teri asin yang dijual di 6 pasar teridentifikasi mengandung formalin, sedangkan yang dijual di supermarket tidak mengandung formalin. Kandungan formalin tertinggi terdapat pada pasar basah Mandonga (0,440 ppm) dan kandugan formalin terendah terdapat pada pasar lawata Mandonga (0,277 ppm). Ikan teri asin yang dipasarkan di 6 pasar tradisional Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Tahun 2022 positif mengandung formalin. Kata Kunci: formalin, ikan teri (Stolephorus sp.) asin, pasar
KOMPOSISI KIMIA IKAN TERI (Stolephorus sp.) ASIN YANG DIPASARKAN DI KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Waode Nilda Arifiana Effendy; Laode Muhamad Hazairin Nadia; Nurhuda Annaastasia; La Ode Huli; La Ode Abdul Fajar Hasidu
Jurnal Fish Protech Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Fish Protech Vol. 6 No. 1 April 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v6i1.29159

Abstract

This study aims to determine the chemical composition of salted anchovies (Stolephorus sp.) were sold in 6 markets and 1 supermarket in Kendari City, Southeast Sulawesi Province. Parameters observed were chemical composition (moisture content, ash content, protein content and fat content). Data analysis in this study was descriptive with the aim to obtain an objective explanation of the test parameters.. The results showed that the water content of salted anchovies ranged from 17.85% -28.19%. Ash content ranged from 8.14% -14.93%, protein content was 24.41% -31.42% and fat content was 1.02% -1.26%. The results of this study provide information that the salted anchovies marketed in 6 markets and               1 supermarket in Kendari City, Southeast Sulawesi Province have different chemical compositions.Keywords: salted anchovy (Stolephorus sp.), chemical composition, market
EFFECT OF DIFFERENT CULTURE MEDIA ON THE GROWTH AND CHLOROPHYLL-a CONTENT OF Navicula sp. and Synechococcus sp Haslianti; Wa Ode Nilda Arifiana Effendy; Suwarjoyowirayatno; La Ode Baytul Abidin; Muhaimin Hamzah; Asmariani; Fatmawati; Wa Ode Intiyani Mangurana; Herlan Hidayat; Asjun
BIOTROPIA Vol. 33 No. 2 (2026): BIOTROPIA Vol. 33 No. 2 May 2026
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2026.33.2.2708

Abstract

ARTICLE HIGLIGHTS- Walne medium significantly enhances microalgae growth and chlorophyll-a content.- F2+Si medium effectively supports Navicula sp. growth in cultivation.- Urea+NPK limits microalgae due to nutrient deficiency.- Optimal media selection is crucial for tropical microalgae cultivation. ABSTRACTThis research addressed a critical knowledge gap regarding the optimal cultivation conditions for indigenous microalgal strains from high-biodiversity tropical marine ecosystems, offering insights into their physiological responses to varied nutrient regimes. In particular, this study focused on evaluating the effect of three different culture media (Walne, F2+Si, and Urea+NPK) on the growth and chlorophyll-a content of local microalgae isolates, Navicula sp. and Synechococcus sp., isolated from Southeast Sulawesi waters. The isolates were cultivated at a laboratory scale in January 2025 using 250 mL Erlenmeyer flasks containing 100 mL of media, under continuous aeration at room temperature (26 - 30 °C) and constant illumination (90 µmol photons/m²/s). Growth was monitored every two days. The results demonstrated that Walne medium yielded the highest cell density and chlorophyll-a content for both species. In Walne medium, Navicula sp. reached a peak density of 8,656,000 ± 53,777 cells/mL with a specific growth rate (SGR) of 1.1453 ± 0.033, while the density of Synechococcus sp. reached 4,965,833 ± 16,646 cells/mL with an SGR of 0.8297 ± 0.032. The F2+Si medium also supported good growth, particularly for Navicula sp. (SGR of 1.0967 ± 0.003). However, the Urea+NPK medium consistently produced the lowest results for all parameters due to limitations in micronutrient and vitamin. One-Way ANOVA revealed no significant difference (P > 0.05) between Walne and F2+Si media for the growth of Navicula sp., but Walne medium was significantly superior for Synechococcus sp. This study concluded that the choice of the culture medium is crucial for optimizing microalgal growth. Walne medium is recommended as the optimal medium for cultivating both Navicula sp. and Synechococcus sp., whereas F2+Si serves as an effective alternative for Navicula sp. The findings underscore the importance of comprehensive nutrient formulations for maximizing biomass yield in local isolates and provide a foundation for developing cost-effective cultivation strategies in tropical regions.
Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Pesisir di Kelurahan Tondonggeu Kecamatan Nambo Kota Kendari Ermayanti Ishak; Andi Besse Patadjai; Waode Nilda Arifiana Effendy; Chairun Annisa Aryanti; Asriyana; Wa Jali
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.230

Abstract

Kelurahan Tondonggeu, yang terletak di pesisir Kecamatan Nambo, memiliki kekayaan sumber daya alam dan hayati yang berlimpah, seperti hasil laut, ekosistem lamun, dan potensi wisata bahari. Namun, pemanfaatan potensi ini masih didominasi oleh kegiatan ekonomi tradisional yang nilai tambahnya rendah.  Selain itu, permasalahan lain seperti permasalahan lingkungan berupa penumpukan sampah plastik dan sampah organik, dan pemanfaatan hasil laut yang kurang optimal menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat.  Tujuan Kegiatan ini adalah untuk memberdayakan masyarakat pesisir untuk pengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi pesisir yang ramah lingkungan, memanfaatkan potensi lokal, dan menciptakan peluang usaha baru. Untuk mengatasi permasalahan yang ada di Kelurahan Tondoggeu maka beberapa program kerja telah dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu sosialisasi dan diskusi mengenai tahapan-tahapan kegiatan/program, pembentukkan tim atau kelompok kerja dari mahasiswa untuk mendamping anggota kelompok nelayan, pengumpulan dan pemilahan sampah plastik dengan menyediakan wadah pengumpulnya, pengolahan sampah anorganik (botol plastik) menjadi produk bernilai jual, serta pelatihan pembuatan inovasi produk turunan dari ikan. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir sekaligus menumbuhkan semangat wirausaha berbasis potensi lokal. Masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mampu mengubah limbah dan hasil laut menjadi produk bernilai ekonomi. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan kreatif dan berkelanjutan dapat memberikan dampak positif secara sosial, ekonomi, dan lingkungan.