Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JNANALOKA

Aplikasi sistem informasi geografis untuk pemetaan kerentanan kuantitas mata air dan pengaruhnya terhadap budidaya kopi di Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Cherlin Rian Rosalia; Muchlis Muchlis; Arie Noor Rakhman
JNANALOKA Vol. 03 No. 02 September Tahun 2022
Publisher : Lentera Dua Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36802/jnanaloka.2022.v3-no2-87-97

Abstract

The springs in Grabag Sub-district have decreased the quantity of water because of a large amount of water taken from the springs by the residents and PDAM. This can threaten the volume of existing springs. This study aims to analyze the quantity vulnerability of the spring area and identify the conservation in the management of springs in the study area by using a Geographic Information System (GIS) application. The data used is the observation of data in the field and laboratory. Data as soil type, morphometry, constituent lithology, land use, vegetation, water discharge, access, and use of water. We classify the vulnerability of springs in the study area as low - medium vulnerability. Areas of low vulnerability, vulnerability class 2.0–2.6 are scattered in the springs of Tuk Ngrancah, Tuk Tlogosari, Tuk Gedad, and Tuk Tlogorejo. This area is composed of colluvial deposits of regosol soil, low rainfall (1750–2250 mm/year), sloping slopes (9-15°), and they used the land as gardens. Medium classification areas, with vulnerability class 2.7–3.3 spread over the springs of Tuk Bleder, Tuk Mas Kalimas, Tuk Kembar, and Tuk Udal. This area is composed of colluvial deposits of latosol soil, moderate rainfall (2250-2750 mm/year), undulating slopes (16-25°), and land use as gardens. The direction of spring conservation techniques is as agronomic conservation techniques with vegetative methods. The application of this method to springs with low vulnerability classification is the use of bamboo (Bambusa sp.) as a ground cover plant. Coffee liberika (Coffea liberika) together with lamtoro (Leucaena leucochephala) and sugar palm (Arenga pinnata) were directed to springs with moderate susceptibility classification. The existence of agro-tourism land through coffee cultivation is the direction of agronomic conservation techniques in Grabag District. 
Pengembangan Metode SMR dengan Koreksi RMR89: Peningkatan Akurasi Analisis Kestabilan Lereng Andesit di Ruas Jalan Goa Jepang, Jelapan, Bantul Rakhman, Arie Noor; Maulana, Fivry Wellda; Jarwanto, Jarwanto
JNANALOKA Vol. 06 No. 01 Maret Tahun 2025
Publisher : Lentera Dua Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36802/jnanaloka.2025.v6-no1-13-25

Abstract

Stabilitas lereng merupakan aspek krusial dalam perencanaan infrastruktur, terutama di daerah dengan kondisi geologi kompleks. Penelitian ini berfokus pada analisis stabilitas lereng di Ruas Jalan Goa Jepang, Jelapan, Bantul, yang tersusun oleh batuan andesit dari Formasi Nglanggran dengan zona diskontinuitas geologi yang berpotensi menyebabkan ketidakstabilan lereng. Untuk mengevaluasi stabilitas lereng, digunakan metode Slope Mass Rating (SMR) yang dikembangkan dari Rock Mass Rating (RMR). Metode ini mempertimbangkan faktor koreksi orientasi diskontinuitas terhadap lereng guna memberikan hasil yang lebih representatif. Data diperoleh melalui survei geologi lapangan dan pengujian laboratorium, mencakup parameter geoteknik seperti kekuatan batuan, kondisi diskontinuitas, serta orientasi bidang lemah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SMR berkisar antara 75,39 hingga 87,03, mengindikasikan kualitas massa batuan dalam kategori sedang hingga sangat baik. Korelasi antara RMR79 dan SMR lebih tinggi (R = 0,846) dibandingkan dengan RMR89 dan SMR (R = 0,419), menunjukkan bahwa SMR masih sangat bergantung pada RMR79. Namun, RMR89 dengan rentang nilai 25 hingga 30 terbukti lebih sensitif dalam mengidentifikasi potensi ketidakstabilan lereng dalam kategori buruk yang tidak terdeteksi oleh metode RMR79 dengan rentang nilai 43 hingga 72. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi RMR89 dan SMR dapat menjadi pendekatan yang lebih akurat dalam mengevaluasi stabilitas lereng, terutama di daerah dengan geologi kompleks.
Determinasi dan penerapan Rock Mass Rating untuk penilaian stabilitas lereng andesit di Seloharjo, Bantul Rakhman, Arie Noor
JNANALOKA Vol. 05 No. 01 Maret Tahun 2024
Publisher : Lentera Dua Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36802/jnanaloka.2024.v5-no01-21-29

Abstract

Ketidakstabilan lereng merupakan masalah penting bagi lingkungan sekitarnya, sehingga penyelidikan yang cermat dan teliti terhadap stabilitas lereng menjadi sangat penting. Lokasi penelitian berada di Seloharjo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak gempa tahun 2006 dengan kekuatan 5,9 pada Skala Richter, serangkaian gempa dengan kekuatan yang lebih rendah terus terjadi. Getaran gempa di wilayah tersebut memiliki potensi untuk memicu ketidakstabilan lereng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik stabilitas lereng batuan dengan menerapkan metode Rock Mass Rating (RMR). Objek penelitian merupakan lereng batuan yang disusun lava andesit Nglanggran. Penelitian menggunakan parameter dalam RMR versi 1979 yang disertai dengan analisis kinematika berikut data kondisi orientasi kekar dan lereng batuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan lereng cenderung stabil. Namun demikian teridentifikasi bahwa longsoran jenis baji paling berpotensi terjadi dengan arah longsoran ke arah barat daya, N292°E - N322°E. Kehadiran zona sesar sebagai pemicu gempa di sekitar Kali Opak menimbulkan perlunya meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap lereng yang memiliki nilai RMR terendah, mencapai 50, serta menunjukkan kualitas massa batuan yang rendah. Kualitas tersebut dapat diidentifikasi melalui penilaian Rock Quality Designation (RQD) dengan nilai 43,37% di area penelitian.