Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Implementasi Pembelajaran IPS berbasis Green Consumer untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Kritis Peserta Didik Yulanda, Novidya; Anggresta, Vella
INTELEKTIUM INTELEKTIUM
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/int.v5i1.1533

Abstract

Perubahan iklim dan dampaknya yang serius menjadi perhatian dunia. Konsumsi berlebihan dan pencemaran lingkungan merupakan salah satu faktor utama. Gerakan konsumen hijau (green consumers) muncul sebagai solusi. Pendidikan IPS berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai peduli lingkungan dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis pada peserta didik. Artikel ini membahas kaitan antara konsumen hijau, pembelajaran IPS, dan ketermpilan berfikir kritis. Hasil temuan menyatakan Pengembangan keterampilan berpikir kritis melalui pembelajaran IPS akan membantu peserta didik menjadi agen perubahan yang lebih efektif dalam upaya melestarikan bumi dan meningkatkan kesadaran green consumer pada peserta didik. Pembelajaran IPS juga berperan penting dalam mengembangkan berbagai dimensi intelektual peserta didik, seperti kecerdasan linguistik, logis-matematis, spasial, sosial, dan personal. Pembelajaran IPS berperan penting dalam mempersiapkan generasi muda yang cerdas, kritis, dan kreatif untuk menghadapi perubahan iklim dan membangun masa depan yang berkelanjutan.
EDUKASI DAN PENANGULANGAN DAMPAK BULLYING DENGAN PEMBELAJARAN EMPATI DAN STORYTELING Anggresta, Vella; Maya, Siska
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v3i1.156-162

Abstract

Bullying is an intentional and deliberate hostile act aimed at hurting, such as frightening through the threat of aggression and causing terror. This behavior can take many forms, from verbal abuse, physical violence, extortion, intimidation, and discrimination. Bullying perpetrators bullying because they have a low empathy ability and do not want to tell others. Community service activities aim to provide education about bullying, its impact, and how to overcome it with empathy learning and storytelling methods so that there are no more losses experienced by students at school because of unfavorable treatment from their peers. The technique used in the implementation is observation, interview, and counseling about bullying. Most of the students of the Indonesia-Akhwat Quran School in Mega Mendung, Bogor Regency, have experienced or even bullied their friends, but they did not know that this was wrong. With this counseling, they began to find out the harmful effects of bullying and the desire to improve themselves.
PERSEPSI PROGRAM PPG DAN KETERAMPILAN INTERPERSONAL SEBAGAI FAKTOR KESIAPAN MAHASISWA PPG MENJADI GURU PROFESIONAL Vella Anggresta; Ani Interdiana Candra Sari; Elin Karlina; Nur Amega Setiawati
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v16i1.13202

Abstract

The underlying phenomenon of this study is the urgency of Teacher Professional Education (PPG) students' readiness to take on the role of professional educators, which is influenced by their perspective on the PPG program and their interpersonal skills. This study aims to analyze students' perceptions of the PPG program, interpersonal skills, and their readiness to face the teaching profession. This study applies a mixed methods approach with a sequential explanatory design, which is a combination of quantitative and qualitative methods carried out in stages. Quantitative data collection was conducted through the distribution of questionnaires to assess perceptions of the PPG program, interpersonal skills, and readiness to become professional teachers. Furthermore, in-depth interviews were used to deepen understanding and provide explanations for the quantitative findings. The results of the study show that students rate the PPG program as very good, especially in terms of the quality of the supervisors and the relevance of the material. Their interpersonal skills include good communication, collaboration, and professional ethics. Their readiness to become professional teachers is evident in their learning communication skills, professionalism, collaboration, and personal maturity. It is recommended to expand practice, improve mentoring, and provide contextual modules to support student competency development.
Pemberdayaan Ekonomi Keluarga melalui Edukasi Kewirausahaan pada Ibu-Ibu PKK Jakarta Timur Mashita, Juni; Anggresta, Vella; Maya, Siska
Kareba: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Kareba: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lia Center of Research and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64850/kareba.v1i2.79

Abstract

Ibu memiliki peran krusial dalam ekonomi keluarga, tidak hanya sebagai pengelola keuangan rumah tangga tetapi juga sebagai pencari nafkah tambahan. Pemberdayaan ekonomi ibu melalui kewirausahaan, terutama melalui wadah PKK, menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Edukasi kewirausahaan yang komprehensif dan relevan, mencakup aspek seperti pemasaran digital dan inovasi produk, sangat penting. Metode edukasi yang beragam dan interaktif, termasuk pemanfaatan teknologi dan pendampingan, akan lebih efektif dalam menarik minat dan partisipasi ibu-ibu PKK. Ibu-ibu PKK RW 02 Kelurahan Munjul menghadapi keterbatasan informasi tentang peluang usaha yang inovatif, yang menghambat potensi mereka untuk mengembangkan usaha rumahan. Program pelatihan dan pendampingan yang fokus pada pengembangan ide bisnis, keterampilan kewirausahaan, dan akses sumber daya ekonomi sangat dibutuhkan. Kegiatan sosialisasi yang dirancang khusus untuk memperluas wawasan tentang ide bisnis kreatif dan inovatif, serta menghadirkan kisah sukses, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan jumlah usaha rumahan yang dijalankan oleh Ibu-ibu PKK, sehingga berdampak positif pada peningkatan pendapatan keluarga.