Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

INTEGRASI ETIKA PENDIDIKAN ISLAM DALAM KURIKULUM BERBASIS CINTA DI ERA DISRUPSI DIGITAL DAN ANONIMITAS GLOBAL Imam Syafi’i; Dwi Noviani
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8823

Abstract

ABSTRAK Disrupsi digital dan anonimitas global telah memengaruhi perilaku moral peserta didik melalui melemahnya kontrol etika dan munculnya fenomena online disinhibition effect di ruang digital. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara pengetahuan keagamaan dan praksis moral, sehingga menuntut pendekatan pendidikan yang lebih humanis dan reflektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi etika Pendidikan Agama Islam dalam kurikulum berbasis cinta sebagai respons terhadap tantangan moral di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang dianalisis secara normatif-teologis, filosofis-pedagogis, dan kontekstual-kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum berbasis cinta yang berlandaskan nilai rahmah, empati, dan penghormatan terhadap martabat manusia mampu memperkuat internalisasi akhlak peserta didik secara kontekstual. Penguatan kesadaran muraqabah serta pembiasaan nilai tabayyun dan akhlak karimah terbukti efektif dalam meredam dampak negatif disinhibisi daring dan membentuk perilaku digital yang bertanggung jawab. Penelitian ini menegaskan bahwa kurikulum PAI berbasis cinta merupakan model pedagogis humanis yang relevan dalam menghadapi kompleksitas kehidupan digital global.
A Form of Independent Curriculum, an Overview of Independent Learning at State Elementary School 05 Gelumbang Muaraenim Mustafiyanti Mustafiyanti; Mesi Pramesia Putri; Muyassaroh Muyassaroh; Dwi Noviani; Moatti Dylan
Pengabdian: Jurnal Abdimas Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/abdimas.v1i2.185

Abstract

Background. The Merdeka Curriculum as an alternative curriculum overcomes learning setbacks during the pandemic which gives "Independent Learning" freedom to learning implementers, namely teachers and principals in compiling, implementing the learning process, and developing curriculum in schools paying attention to the needs and potentials of students. Purpose. This research was conducted to provide an overview of the Merdeka Curriculum as a form of independent learning in elementary schools regarding the profile of Pancasila students, the structure of the Merdeka Curriculum in elementary schools, and the teaching tools used. Method. The research was conducted using the Library Research method (literature study) and visited a website that presents information related to the Independent Learning Curriculum in elementary schools. Results. In preparation for the implementation of the Merdeka Curriculum, teachers need to learn more about the Merdeka Curriculum and consider projects according to student phases in order to achieve meaningful, profound, and fun learning outcomes as well as students. Conclusion. The Merdeka Curriculum with the concept of independent learning in elementary schools provides "independence" for education implementers, especially teachers and principals, in compiling, developing and implementing the curriculum based on the potential, and needs of students and schools.