Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

The Power of Niat Sebagai Landasan Etos Kerja Perspektif Hadis Muhammad Ali
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.576 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v9i2.7536

Abstract

Hadith of the Prophet is one of the main sources of Islamic teaching, by which Muslims all over the world are firmly referring to in all their activities. Thus, Muslims undeniably and unquestionably follow all the rules structured within the Prophetic hadith in their day to day life. Hadith stating that all actions should be based on their intention (niat) is sound (s}ah}i>h}), on both its chain of transmission and its content. This article will explore the meaning containing within the hadith which states that all human deeds should be based on their intentions. This article will also explore the role of intention in establishing work ethos and its implication in human life.
Bercocok Tanam dalam Perspektif Hadis: Analisis Tekstual dan Kontekstual Muhammad Ali
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.247 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v10i1.9841

Abstract

Farming is a typical way for human beings in order to provide food for survival in life and is frequently done in an area close to their settlement. To guarantee the availability of food for daily life, human beings farm a variety of plants not olny for their own needs, but also for generations to come. This writing is aimed at assessing and analyzing a farming-related hadith on both its sanad and matan. From sanad and matan perspective, the hadith is sound (sahih). Analyzing the hadith text and context, it is found that many lessons may be learnt, particularly the emphasis of the hadith on human effort to do farming in all seasons and occasions, since the harvest may be beneficial for them or for the others. The long term benefits of the farming is to ensure that the earth is and will always be a fertile ground for human beings to live, and to ensure the availability of food for all. From Islamic perspective, the benefits for others may act as the farmers’ wordly philantrophic actions, and may lead to heavenly endless regards
Shamail Tirmidhi dalam Diskursus Literatur Hadis tentang Nabi Andi Muhammad Ali Amiruddin
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 11 No 1 (2020): Tahdis
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/tahdis.v11i1.14978

Abstract

Literatur kitab hadis merupakan sumber utama bagai umat Islam untuk mendapatkan informasi yang massif dan akurat terkait keberadaan Nabi Muhammad saw. Tulisan ini mencoba menelusuri kitab Shama>’il al-Tirmidhi sebagai salah satu kitab hadis yang secara khusus memuat gambaran tentang Muhammad, baik dari aspek keberadaanya sebagai Nabi, maupun untuk melihat sifat, hal-ihwal, kepribadian dan kualitas intelektual Muhammad sebagai seorang manusia yang ‘mendapatkan wahyu’ dari Tuhan. Tulisan ini berupaya menunjukkan keberadaan kitab Shama>’il al-Tirmidhi dengan melihat beberapa aspek dari kitab tersebut, menganalisis beberapa hadis yang termuat di dalamnya, yang pada akhirnya dimaksudkan untuk menunjukkan sejauh mana spesifikasi kitab Shama>’il al-Tirmidhi dapat dirujuk secara otoritatif sebagai literatur hadis yang representatif untuk mengkaji kepribadian Nabi Muhammad saw. Ditemukan bahwa hadis-hadis yang termuat dalam kitab Shama>’il al-Tirmidhi tidak memiliki keseragaman dari aspek kualitas hadis dan kandungannya. Berdasarkan kajian beberapa hadis dalam kitab Shama>’il al-Tirmidhi, ditemukan bahwa hadis-hadis yang memiliki kualitas yang lebih baik, tampaknya menyajikan keberadaan Muhammad pada posisinya sebagai seorang manusia yang mendapatkan wahyu ilahi. Sementara hadis-hadis yang memiliki kualitas yang lebih rendah cenderung untuk menggambarkan Muhammad sebagai manusia yang luar biasa, dan memiliki kualitas sebagai seorang yang memiliki kesucian yang tak dapat ditandingi
HADITH ON THE EXCELLENCE OF AL-FATIHAH: THE EXAMINATION OF ITS CHAIN OF TRANSMISSION Andi Muhammad Ali Amiruddin
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/tahdis.v12i1.19581

Abstract

Hadith, as commonly defined by hadith scholars (al-muhddithun), is a record of the Prophet’s sayings, deeds and tacit approval. Even it may include the description of the Prophet’s features and physical appearance. Hadith contains details of faith and doctrine, ritual issues, ethics and many others which are related with the contents of the Quran and on the Quranic verses as well. This article is aimed at assessing the validity of a hadith on the excellence of al-Fatihah, the opening chapter of the Quran. In doing so, this article presents the chain of transmission of the hadith by assessing the details of all persons involved in relating the hadith.  It is found the hadith assessed is reliable and may be relevant for Muslims to use as a source for their religious activities.
Melihat Perbuatan Buruk sebagai Salah Satu Pembelajaran dalam Perspektif Hadis Nabi Ahmad Siddiq Setiawan; Andi Ali Amiruddin; Amrullah Harun; Risda Alfi Fat Hanna; Alif Wiladatil Ifah
Jurnal Riset Agama Vol 2, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (978.688 KB) | DOI: 10.15575/jra.v2i1.15549

Abstract

This study aims to discuss bad deeds as one of the lessons in the perspective of the Prophet’s hadith. This research method is library research, namely research that use books as a data source, and has relevance to the research material, namely takhrij hadith. The result and discussion of this study indicate that bad deeds are one of the lessons in the perspective of the Prophet’s hadith, namely through the learning, these bad deeds can have a positive value if they are used as a source to gain knowledge, a source to gain knowledge, and as self-development and change the way people view bad things. This study recommends to academics and research circles to develop further related to this research and be able to make bad deeds as a learning materials such as those in the hadith of the Prophet.
Pengobatan Covid-19 dalam Perspektif Hadis Andi Mujahidil Ilman; Andi Muhammad Ali Amiruddin
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 13 No 2 (2022): Tahdis
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/tahdis.v13i2.34560

Abstract

Corona Virus Disease 2019 is a virus that first appeared in the Wuhan area, China. The virus appeared in mid-2019 and then reportedly entered Indonesia at the end of 2019. This virus attacks the respiratory organs so that it has a convulsive effect on people who are infected and is contagious with various transmission media. One of the methods used to suppress the spread of the virus is by injecting the Covid-19 vaccine. Islam as a religion that is elastic in the times and places has been explained based on the substance of the Qur'an and Hadith. Rasulullah SAW. has explained the importance of treatment when contracting a disease. In this paper, we will explain the views of the Prophet's Hadith regarding the order for treatment with the existence of a covid-19 vaccine.
KHAZANAH TAFSIR SINGKAT IBN AL-JAWZI: Zad al-Masir fi Ilm al-Tafsir Andi Muhammad Ali Amiruddin
Jurnal Tafsere Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.639 KB)

Abstract

Karya tafsir dalam khazanah keilmuan Islam merupakan obyek kajian yang tak pernah terhenti. Gaya, metode dan jumlah karya tafsir yang terus bertambah menjadi poin-poin yang sering mengundang pengkaji untuk mencermati karya-karya tafsir baik klasik maupun modern. Tulisan ini berupaya untuk melihat salah satu karya tafsir abad pertengahan dalam sejarah Islam yakni buku Zad al-Masir fi Ilm al-Tafsir dengan tujuan untuk mengungkapkan keragaman gaya Ibn al-Jawzi dalam menafsirkan ayat al-Quran. Tulisan ini mencoba untuk melihat secara utuh karya tersebut dengan menelusuri lembaran-lembaran buku tafsir tersebut dari awal hingga akhir. Ditemukan bahwa buku tafsir ini menyajikan penafsiran ayat-ayat al-Quran secara singkat namun padat yang dilengkapi dengan catatan-catatan mengenai hal-hal yang banyak dibicarakan dan diperdebatkan oleh para ulama tafsir seputar ilmu-ilmu al-Quran baik hal-hal yang terkait dengan sebab nuzul maupun perdebatan seputar ayat-ayat yang pertama dan terakhir turun. Tulisan ini menyimpulkan bahwa buku Zad al-Masir adalah sebuah karya tafsir singkat namun padat dan kaya akan berbagai pandangan mufassir walau masih menyisakan beberapa pertanyaan.
PELESTARIAN LINGKUNGAN MENURUT PERSPEKTIF HADIS NABI SAW. Muhammad Ali
Jurnal Tafsere Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1244.355 KB)

Abstract

Perhatian manusia sekarang terhadap lingkungan seperti bahaya pencemaran, semangat mengoptimalkan lahan agar fungsional, serta kampanye menanam/penghijauan, indikasi benar dan tepatnya prediksi dan visi Nabi ribuan tahun lalu.Karena itu, Islam memandang lingkungan sebagai bagian penting kehidupan. Konsekuensinya, ia harus diijaga, dipelihara, dimanfaatkan sesuai peruntukannya berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis. Kerusakan lingkungan terjadi karena mengenyampingkan nilai-nilai etis ajaran-ajaran agama yang mengajarkan kearifan dan keseimbangan pemanfaatan alam/lingkungan. Bagaimana pelestarian lengkungan dari perspektif Hadis Nabi saw.? pertanyaan inilah yang ingin dijawab oleh tulisan ini melalui pendekatan multi-disipliner. Berdasarkan kritik sanad, hadis yang berhubungan dengan lingkungan, baik itu pemeliharaan dengan jalan menanam pepohonan, pemanfaatan melalui penggunaan lahan-lahan tidur secara maksimal serta pencegahan kerusakannya melalui larangan membuang kotoran/limbah, berkualitas shahih. Selain sanadnya yang shahih, hadis mengenai lingkungan juga mempunyai matan yang shahih. Muatan masing-masing hadis mengenai lingkungan jelas berkorelasi positif dengan semangat Al-Qur’an dan Hadis.
PENYELESAIAN SENGKETA HAK TANAH MELALUI JALUR NON LITIGASI DI DESA SANGKALA, KEC. KAJANG, KAB. BULUKUMBA Muhammad Ikbal Ali; Muhammad Anis; Erlina
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Volume 4 Nomor 4 Juli 2023
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.vi.30435

Abstract

Abstrak Proses Pelaksanaan penyelesaian sengketa hak tanah melalui jalur nonlitigasi di Desa Sangkala, Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba melalui mekanisme Hukum Acara Lembaga Adat untuk menyelesaikan setiap permasalahann dan urusan yang terjadi dalam masyarakat adat Kajang dengan istilah A’borong yang diartikan sebagai wadah untuk menyelesaikan segala permasalahan dan sengketa yang dilimpahkan secara Hukum Adat berdasarkan Pasang Ri Kajang. Inilah yang dimaksud dengan sistem peradilan adat dalam Perda Bulukumba. 2). Bentuk Penyelesaian Sengketa Hak Tanah di Desa Sangkala Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba dimana Pada keadaan tertentu ketika suatu masalah tidak dapat dilimpahkan pada metode A’borong atau keputusan A’borong tidak dilaksanakan serta sengketa yang diserahkan dalam A’borong sulit untuk di putuskan maka langkah-langkah yang diambil adalah langkah tegas, yang berbentuk ritual sacral yang ada di daerah kajang tersebut, yaitu: Pattunra (di Sumpah), Attunu panroli’ (bakar linggis) dan Attunu Passau. 3). pandangan Hukum Islam tentang uang permufakatan penyelesaian sengketa hak tanah di masyarakat adat Kajang di Desa Sangkala Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba Alternatif Penyelesaian Sengketa, sebagai dasar untuk mendapatkan pengesahan. Penyelesaian sengketa jalur nonlitigasi dengan menggunakan negosiasi berdasarkan ketentuan umum dalam Q.S. an-Nisa 135. Kata Kunci: Penyelesaian sengketa tanah, kekuatan hukum adat kajang. Abstract The process of implementing the settlement of land rights disputes through non-litigation channels in Sangkala Village, Kajang District, Bulukumba Regency through the mechanism of the Procedural Law of the Customary Institution to resolve any problems and affairs that occur in the Kajang customary community with the term A'borong which is defined as a forum for resolving all problems and disputes which is delegated by Customary Law based on Pasang Ri Kajang. This is what is meant by the customary justice system in the Bulukumba Regional Regulation. 2). In certain circumstances when a problem cannot be delegated to the A'borong method or the A'borong decision is not implemented and the dispute submitted to A'borong is difficult to decide, then the following steps are taken: The steps taken are firm steps, in the form of sacred rituals that exist in the area of ​​the kajang, namely: Pattunra (at Oath), Attunu panroli' (burning crowbars) and Attunu Passau. 3). Islamic Law's view on consensus settlement of land rights disputes in the Kajang customary community in Sangkala Village, Kajang District, Bulukumba Regency, as a basis for obtaining ratification. Non-litigation dispute resolution using negotiation based on general provisions in Q.S. an-Nisa 135. Keywords: Settlement of land disputes, the power of kajang customary law
EKOTEOLOGI QUR’ANI (Tafsir Kesalehan Ekologis dalam Al-Qur’an) Mahfudz, Muhsin; Mahfuz, Taufik Warman; Amiruddin, Andi Ali; Muhsin, Ahmad Alfi Mayaza
Jurnal Tafsere Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v13i1.59557

Abstract

Ekoteologi Qur’ani adalah gagasan al-Qur’an yang menegaskan bahwa lingkungan hidup atau alam adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan keimanan. Allah, manusia dan alam merupakan relasi sistemik antara Pencipta dan makhluk. Makhluk berakal, manusia, diserahi tanggungjawab untuk mengatur dan melestarikan alam. Metode yang digunakan adalah tafsir maudhu’i (tematik) dengan pendekatan teologis dan ekologis. Hasilnya adalah al-Qur’an lebih banyak membicarakan kerusakan lingkungan akibat rusaknya daya dukung lingkungan. Al-Qur’an menggambarkan bahwa kerusakan lingkungan sesungguhnya diakibatkan oleh kerusakan moralitas. Daya dukung lingkungan yang dimaksud al-Qur’an adalah moralitas atau keimanan.