Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pementaan Pola Aktivitas Dan Perilaku Pengguna Ruang Tunggu Rumah Sakit Aloei Saboe Kota Gorontalo Arifuddin onche
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 9, No 2 (2021): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v9i2.1262

Abstract

Proses  perancangan  rumah  sakit harus memperhatikan  hal-hal yang berhubungan dengan pengguna ruang dan perilaku yang terjadi. Setiap orang memiliki aktivitas dan perilaku yang berbeda dalam memanfaatkan setting fisik yang ada, Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi pola aktifitas dan perilaku pengguna ruang tunggu rumah sakit Aloei Saboe terkait pembatasan jarak sosial (Social distancing) pada masa pandemi COVID-19. objek penelitian ini adalah pengguna ruang tunggu loket Apotek 96 orang, ruang tunggu Loket BPJS 38 orang dan ruang tunggu poliklinik Orthopedi 63 orang. Data dikumpulkan melalui pengamatan dan pemaetaan perilaku (Behavior Mapping) dengan metode (place centred mapping) untuk melihat bagaimana manusia mengatur dirinya dalam berinteraksi pada suatu lokasi dengan setting fisik yang tersedia. Untuk melengkapi temuan data yang valid dilakukan interview untuk mengorfirmasi efektivitas pemberlakuan (social distancing). Variable dalam penelitian ini adalah: (1).Elemen di dalam ruang, dimensi, furnitur, peletakan, material. (2). Perilaku dan aktivitas pengguna, kegiatan dan interaksi yang terjadi (monokronik atau polikronik). (3). Pola dan karakteristik yang terbentuk di dalam ruang, pola duduk (sosiopetal atau sosiofugal), jarak personal, teritorial dan privasi. Menindaklanjuti hasil penelitian ini, maka penataan tempat duduk/setting fisik ruang tunggu rumah sakit Aloei Saboe Gorontalo harus memperhatikan aktifitas dan perilaku pengguna.
PENERAPAN TEKNOLOGI MESIN PEMIPIL JAGUNG TENAGA SURYA DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN EFEKTIVITAS PRODUKSI Muhammad Jafar; Arifuddin Arifuddin; Frengky Eka Putra Surusa; Isran Jafar; Syamsir Syamsir; Indah Puspitasari; Eka Zahra Solikahan
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i1.9734

Abstract

Jagung salah komoditi utama yang dibudidayakan oleh petani di Provinsi Gorontalo begitupula di Desa Modelidu, Kecamatan Telaga Biru. Produksi jagung dalam bentuk pipilan jauh lebih menguntungkan dibandingkan dalam bentuk tongkol. Namun, kegiatan memipil membutuhkan biaya yang tinggi serta kegiatan memipil dilakukan menggunakan tangan sehingga membutuhkan waktu yang lama dan jumlah produksi yang terbatas. Di sisi lain harga mesin pemipil jagung cukup tinggi dipasaran sehingga tujuan kegiatan pengabdian ini untuk mengintroduksi Teknologi Tepat Guna (TTG) yakni mesin pemipil tenaga surya yang mampu memanfaatkan sumber energi baru terbarukan dengan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Participatory Technologi Development, Hasil kegiatan diperoleh bahwa pengetahuan mitra tani Kelompok Olihitengah I terkait manfaat penggunaan teknologi mesin pemipil jagung tenaga surya mencapai 100%.  Mitra Kelompok Tani Olihitengah I, memahami manfaat penggunaan mesin dan tujuan pelaksanaan penerapan teknologi pemipil jagung tenaga surya, sedangkan untuk kegiatan perancangan dan perakitan mesin pemipil tenaga surya 96% mitra mampu merancang dan merakit mesin pemipil jagung tenaga surya.
ANALISIS PEMANFAATAN FUNGSI EKONOMI DAN ADAPTASI PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI TAMAN KOTA TARUNA KOTA GORONTALO DI ERA NEW NORMAL Arifuddin Arifuddin; Rahmawati Eka
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v7i3.1160

Abstract

Abstract: The city parks and street vendors (PKL) are an inseparable part of human life. The existence of street vendors in the city parks will assist the economic needs and an architecture behavioral study is needed to discusses the relationship between humans and humans to their environment. The object of this research is the adaptation of architecture behavioral in Taruna park. This research used a qualitative descriptive and it used the behavior mapping method. This research aims to analyze about mapping the behavior of activities and the adaptation of street vendors' interactions with visitors in the Taruna park which is expected to contribute the arrangement of the city parks in order to accommodate the existence of street vendors. The result of the research is that it is known as the economic turnover in Taruna Park is around Rp. 5.001.200.000/year. This is a very fantastic figure to increase the economic value of the Gorontalo people. Moreover, there are five categories of street vendors in Taruna park, namely; sedentary, semi-permanent, semi-permanent, semi-static and with agglomeration distribution patterns, accessibility, and kinship as well as interaction distance which is more influenced by cognitive factors and physical environmental situation.Keyword: Taruna Park; Street Vendors; Architecture Behavioral.Abstrak: Taman kota dan pedagang kaki lima (PKL) adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Keberadaan PKL di taman kota dapat memenuhi kebutuhan ekonomi sehingga dibutuhkan kajian arsitektur perilaku yang membahas tentang hubungan antara manusia dengan manusia dengan lingkungannya. Objek penelitian ini adalah adaptasi perilaku arsitektur di taman Taruna, Penelitian ini ialah penelitian deskriptif kualiatiatif menggunakan metode peta perilaku (behavior mapping). Penelitian ini bertujuan untuk mengananlisis, memetakan perilaku aktivitas dan adaptasi interaksi PKL dengan pengunjung taman Taruna yang diharapkan dapat memberi kontribusi terhadap penataan taman kota yang mampu mengakomodasi keberadaan PKL. Hasil Penelitian diketahui bahwa perputaran ekonomi di taman Taruna sekitar Rp.5.001.200.000/tahun. Angka yang sangat fantastis untuk menggerakkan ekonomi masyarakat Gorontalo. PKL di Taman Taruna terdapat lima ketegori yaitu; menetap, semi menetap, semi permanen, semi static serta dengan pola penyebaran aglomerasi, aksebilitas, dan kekeluargaan serta jarak interaksi yang lebih dipengaruhi oleh faktor kognitif dan situasi lingkungan fisik.Kata Kunci: Taman Taruna; Pedagang kaki lima; Perilaku arsitektur.
Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Kerja Dalam Kawasan Industri Jasa Di Kota Bitung Dengan Pendekatan Arsitektur Modern Agung Wijaksono; Abdul mannan; Arifuddin Arifuddin
Venustas Vol 5 No 2 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik - Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/9ybvbv30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) lokasi atau tapak yang sesuai dengan perancangan bangunan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kerja Dalam Kawasan Industri Jasa, (2) konsep arsitektur modern yang sesuai dengan Perancangan Bangunan, dan (3) bentuk bangunan yang mempunyai kesan sebagai bangunan Pusat Pendidikan dan Latihan Kerja. Metode penelitian yang digunakan dalam proses perancangan yaitu pengamatan secara langsung, pengumpulan dokumentasi, penelitian kepustakaan, dan melalui studi internet. Konsep perancangan yang digunakan adalah pendekatan Arsitektur Modern. Arsitektur modern merupakan suatu konsep arsitektur yang digunakan untuk lebih mengutamakan bentuk dan fungsi bangunan dibandingkan dengan ornamen atau hiasan. Berdasarkan hasil penelitian nilai pembobotan, maka lokasi yang dipilih untuk perancangan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kerja Dalam Kawasan Industri Jasa di Kota Bitung yaitu berlokasi di Jl. 2 Saudara Bitung, Kelurahan Manembo-Nembo Atas, Kecamatan Matuari. Luas lahan yang digunakan untuk perancangan seluas + 15.000m². Prinsip arsitektur modern pada konsep bangunan adalah dapat memberikan kesan bahwa bangunan tersebut terlihat elegan dan sangat mengutamakan fungsi bangunan dibandingkan dengan adanya tambahan hiasan di dalam bangunan. Bentuk bangunannya mempunyai gambaran sebagai sarana yang dapat mewadahi minat masyarakat Kota Bitung terhadap bidang industri jasa. Selain itu, dirancangnya Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kerja Dalam Kawasan Industri Jasa ini dapat memberikan alternatif lain bagi masyarakat di bidang industri yang juga bersifat edukasi yang saat ini sangat dibutuhkan di Kota Bitung.