Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Leaflet-based preoperative education, knowledge, and anxiety among patients undergoing spinal anesthesia Bella Yunita Tri Lestari; Cahaya Nugraheni; Ratih Kusuma Dewi
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 5 No. 3 (2026): June Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v5i3.3544

Abstract

Background: Patients undergoing spinal anesthesia are at risk of experiencing anxiety because they remain conscious throughout the surgical procedure. A lack of understanding regarding medical procedures may trigger fear and stress responses that affect both the physiological and psychological conditions of patients. Uncontrolled anxiety may disrupt hemodynamic stability and delay recovery. Limited information can also reduce patient cooperation during treatment. Preoperative education is therefore needed to improve patient knowledge and reduce anxiety, one of which can be delivered through leaflets/leaflet-based education that presents information in a concise, clear, and easily understandable format. Purpose: To examine the effect of leaflet-based preoperative education on patients' knowledge and anxiety levels among individuals undergoing surgery with spinal anesthesia. Method:  A quantitative pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. A purposive sampling technique was used to recruit 68 respondents. Data were collected using a knowledge questionnaire and the Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Data were analysed using the Wilcoxon signed-rank test with a significance level of α = 0.05. Results: The findings demonstrated an increase in patients' knowledge and a decrease in anxiety levels following leaflet-based preoperative education. Before the intervention, most respondents had poor knowledge and moderate to severe anxiety levels. After the intervention, respondents showed improved knowledge and reduced anxiety levels. The Wilcoxon signed-rank test yielded a statistically significant difference in both knowledge and anxiety scores before and after the intervention (p < 0.001). Conclusion: Leaflet-based preoperative education significantly improves patients' knowledge and reduces anxiety levels among individuals undergoing spinal anesthesia. Keywords: Anxiety; Knowledge; Leaflet Education; Preoperative; Spinal Anesthesia.
Pengaruh Demonstrasi Resusitasi Jantung Paru terhadap Motivasi Menolong Korban Henti Jantung Gezia Noersyahbania; Ratih Kusuma Dewi; Anita Setyowati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2267

Abstract

Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang dapat menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani. Rendahnya motivasi masyarakat dalam memberikan pertolongan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya angka kelangsungan hidup korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh demonstrasi resusitasi jantung paru terhadap motivasi menolong korban henti jantung. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan One Group Pretest–Posttest. Sampel penelitian berjumlah 58 responden yang merupakan anggota Palang Merah Remaja SMA Negeri 1 Sentolo dan dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tingkat motivasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Seluruh item dinyatakan valid (r hitung > r tabel), dengan nilai reliabilitas Cronbach's Alpha sebesar 0,901 (>0,60), sehingga instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Kemudian data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi menolong setelah diberikan demonstrasi resusitasi jantung paru. Analisis statistik menunjukkan nilai ????-value sebesar 0,000 (????<0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh demonstrasi resusitasi jantung paru terhadap motivasi menolong korban henti jantung.
HUBUNGAN RIWAYAT PEROKOK DENGAN KEJADIAN HIPERSEKRESI MUKUS PADA PASIEN INTRA ANESTESI DENGAN GENERAL ANESTESI DI RSUD KOTA YOGYAKARTA Diana Puspita Sari; Ratih Kusuma Dewi; Astika Nur Rohmah
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 2 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, November 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i2.763

Abstract

Tindakan operasi dengan general anestesi secara global semakin meningkat, termasuk di Indonesia. Anestesi juga dapat memicu komplikasi seperti hipersekresi mukus yang mengganggu saluran napas dan berisiko menyebabkan hipoksia. Pasien perokok memiliki risiko lebih tinggi karena kebiasaan merokok meningkatkan produksi mukus dan merusak mekanisme pembersihan saluran napas. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat merokok dengan kejadian hipersekresi mukus pada pasien intra anestesi dengan general anestesi di RSUD Kota Yogyakarta. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian terdiri dari 84 pasien yang menjalani anestesi umum, dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ditemukan bahwa kejadian hipersekresi mukus paling banyak terjadi pada kelompok perokok sedang (89,6%) dan berat (90,9%), dibandingkan dengan perokok ringan (56%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi p = 0,002 (p < 0,05). Kesimpulan yaitu terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara riwayat merokok dengan kejadian hipersekresi mukus pada pasien yang menjalani anestesi umum di RSUD Kota Yogyakarta (p value = 0,002).
PENGARUH KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA MEGATHRUST TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA KEPERAWATAN ANESTESIOLOGI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA ANGKATAN 2022 Haifa Tara Adilla; Budi Santoso; Ratih Kusuma Dewi
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 2 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, November 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i2.783

Abstract

Indonesia merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana gempa bumi, termasuk ancaman gempa megathrust yang dapat menimbulkan dampak signifikan. Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi sebagai calon tenaga kesehatan tergolong kelompok yang rentan mengalami kecemasan akibat kurangnya kesiapan menghadapi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesiapsiagaan bencana gempa megathrust terhadap tingkat kecemasan mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta angkatan 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental model one group pretest-posttest. Sebanyak 67 responden dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kesiapsiagaan bencana dan skala kecemasan DASS-21. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara peningkatan kesiapsiagaan dan penurunan tingkat kecemasan mahasiswa (p < 0,05). Rerata skor kesiapsiagaan meningkat setelah intervensi edukasi, sementara skor kecemasan menurun. Edukasi mengenai kesiapsiagaan terhadap gempa megathrust terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan mahasiswa dan disarankan untuk dilaksanakan secara berkala di lingkungan perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.
Effectiveness Effectiveness of High-Dose Versus Low-Dose Laryngeal Mask Airway (LMA) Placement in Preventing Air Leakage Around the Cuff During Intraoperative Ventilation Zhafira Roikhatussyifa; Fitria Khairulianti; Utari Hadi; Muhammad Fatih Rendra; Ratih Kusuma Dewi
Journal of Indonesian Anesthesiology Nursing Vol. 2 No. 1 (2025): JIAN (Journal of Indonesian Anesthesiology Nursing)
Publisher : Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Laryngeal Mask Airway (LMA) banyak digunakan dalam anestesi umum untuk menjaga jalan napas tanpa intubasi, tetapi efektivitasnya bergantung pada tekanan manset yang digunakan. Metode : Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka dari sepuluh jurnal yang diterbitkan pada tahun 2020–2025 yang diperoleh dari PubMed, ScienceDirect, BMC, BMJ, dan Google Scholar, kemudian dianalisis berdasarkan aspek penelitian . Hasil: Mayoritas penelitian menunjukkan bahwa tekanan rendah atau volume udara rendah lebih efektif dalam menjaga ventilasi yang stabil dan mengurangi risiko komplikasi dibandingkan tekanan tinggi. Kesimpulan: Penggunaan tekanan manset rendah (20–30 cmH₂O) dengan pemantauan rutin dan teknik pemasangan yang tepat lebih aman dan efisien dalam mencegah kebocoran udara selama ventilasi intraoperatif.
Efektivitas Media Game Edukatif Wordwall terhadap Peningkatan Pengetahuan Pertolongan Pertama Luka Memar pada Siswa Kelas V SD Muhammadiyah Mlangi Zahra Zata Amani Herman; Ririn Zuhairini; Ratih Kusuma Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.908

Abstract

Kasus cedera ringan seperti luka memar sering terjadi pada anak usia sekolah dasar, namun pengetahuan siswa dalam melakukan pertolongan pertama masih terbatas. Hal ini menunjukkan perlunya media pembelajaran yang efektif dan menarik untuk meningkatkan pemahaman siswa. Penggunaan media pembelajaran berbasis Game edukatif, seperti Wordwall, dapat menjadi alternatif yang interaktif dan menyenangkan dalam meningkatkan pengetahuan siswa terkait pertolongan pertama luka memar. Tujuan: Mengetahui efektivitas media Game edukatif Wordwall terhadap peningkatan pengetahuan pertolongan pertama luka memar pada siswa kelas V SD Muhammadiyah Mlangi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan two group Pre-Test Post-Test. Sampel penelitian berjumlah 52 responden yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan pertolongan pertama luka memar. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Pada kelompok eksperimen terjadi peningkatan tingkat pengetahuan dari kategori baik sebesar 46,2% pada Pre-Test menjadi 88,5% pada Post-Test dengan hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,002). Pada kelompok kontrol terjadi peningkatan dari 42,3% menjadi 50,0%, namun tidak signifikan (p = 0,102). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,006). Simpulan: Media Game edukatif Wordwall lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan pertolongan pertama luka memar dibandingkan dengan kelompok tanpa intervensi pada siswa kelas V SD Muhammadiyah Mlangi. Saran: Peneliti selanjutnya disaRankan untuk mengembangkan penelitian serupa dengan menggunakan variasi media pembelajaran interaktif lainnya atau dengan durasi intervensi yang lebih panjang, guna mengetahui efektivitas yang lebih optimal dalam peningkatan pengetahuan siswa.
Effect of family support on preoperative stress among older adults undergoing general anesthesia Masayu Kayla Ramadina; Muhaji Muhaji; Ratih Kusuma Dewi
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 5 No. 4 (2026): July Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v5i4.3779

Abstract

Background: Preoperative stress is common among geriatric patients undergoing surgery with general anesthesia because of age-related physiological decline and reduced adaptive capacity. Elevated stress levels may increase the risk of perioperative complications, delay postoperative recovery, and adversely affect surgical outcomes. Family support is considered an important non-pharmacological approach to improving psychological readiness before surgery. Purpose: To determine the effect of family support on stress levels among preoperative geriatric patients undergoing general anesthesia. Method: A quantitative study with a pre-experimental one-group pretest–posttest design was conducted among 35 geriatric patients scheduled for surgery under general anesthesia. Participants were selected using purposive sampling. Family support was assessed using the family subscale of the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), while stress levels were measured using the stress subscale of the Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21). Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. Results: Before the intervention, 48.6% of participants experienced moderate stress and 17.1% experienced severe stress. Following family support, the proportion of participants with severe stress decreased to 8.6%, while 14.3% achieved normal stress levels. The mean stress score decreased from 22.00 at pretest to 18.23 at posttest. Statistical analysis demonstrated a significant reduction in stress levels after the intervention (Z = −4.776; p < 0.001). Conclusion: Family support significantly reduced stress levels among preoperative geriatric patients undergoing general anesthesia. Integrating family involvement into preoperative nursing care may enhance psychological preparedness and contribute to improved perioperative outcomes. Keywords: Family Support; General Anesthesia; Geriatric Patients; Preoperative Stress.
Pengaruh Edukasi Triase terhadap Peningkatan Pengetahuan Penanganan Korban Bencana di SMA Negeri 1 Sentolo Rufi Anafi Nugraheni; Istiqomah Rosidah; Ratih Kusuma Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1003

Abstract

Bencana yang tidak terduga menuntut kesiapsiagaan masyarakat, termasuk remaja sekolah, dalam melakukan penanganan awal korban secara tepat melalui prinsip triase. SMA Negeri 1 Sentolo yang berada di wilayah rawan bencana Kulon Progo memiliki anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang belum pernah mendapatkan edukasi triase secara khusus, sehingga penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi triase terhadap peningkatan pengetahuan penanganan korban bencana pada siswa tersebut. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental two group pre-test post-test dengan sampel 58 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin, terbagi menjadi kelompok intervensi (edukasi PowerPoint dan simulasi) dan kelompok kontrol (media leaflet). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok intervensi (p-value = 0,000) dengan mean rank pascaintervensi sebesar 33,50, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 25,50, dan uji perbandingan antarkelompok menghasilkan p-value = 0,036 (< 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi triase berbasis simulasi lebih efektif dibandingkan pembelajaran mandiri melalui media cetak. Keterbatasan penelitian mencakup cakupan lokasi tunggal dan durasi intervensi yang relatif singkat sehingga hasil belum sepenuhnya representatif secara luas. Disimpulkan bahwa edukasi triase berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa PMR dalam penanganan korban bencana, sehingga metode ini direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran kesiapsiagaan bencana berbasis sekolah.