Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Evaluasi Interaksi Obat Diabetes Melitus Pada Pasien Rawat Inap Di Rs PKU Muhammadiyah Gombong Riska Wahyuningsih; Tri Cahyani Widiastuti; Rafila Intiyani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh defisiensi insulin absolut atau defisiensi insulin relatif karena gangguan sekresi dan kerja insulin. Interaksi obat merupakan perubahan efek suatu obat akibat pemakaian obat lain (interaksi obat dengan obat) atau oleh makanan, obat tradisional dan senyawa kimia lain dimana kondisi suatu zat memengaruhi aktivitas obat, yaitu meningkatkan atau menurunkan efeknya, atau menghasilkan efek baru yang tidak diinginkan atau direncanakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengevalusi interaksi obat diabetes melitus pada pasien rawat inap di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong. Penelitian ini jenis non eksperimental deskriptif dengan pengambilan data menggunakan desain retrospektif. Dengan membandingkan interaksi obat dengan Medscape. Hasil penelitian ini terdapat interaksi obat pada pasien diabetes melitus dari 70 pasien, sebanyak 55 pasien (78,57%) yang memiliki potensi interaksi obat dan pasien tanpa interaksi obat sebanyak 15 pasien (21,43%). Tingkat keparahan interaksi obat pada monitor closely/ moderat sebanyak 87 interaksi (59,18%) yang paling banyak di gunakan kombinasi candesartan dengan amlodipine sebanyak 8 interaksi, minor sebanyak 47 interaksi (31,97%) yang paling banyak di gunakan kombinasi azitromicyn dengan ondansentron sebanyak 6 interaksi, serious/mayor sebanyak 13 interaksi (8,84%) yang paling banyak di gunakan kombinasi dexamethasone dengan metformin sebanyak 12 interaksi dan mekanisme interaksi farmakodinamik sebanyak 113 interaksi (76,87%) yang paling banyak di gunakan kombinasi dexamethasone dengan metformin sebanyak 12 interaksi, Unknown sebanyak 18 interaksi (12,24%) yang paling banyak digunakan kombinasi azitromicyn dengan ondansentron sebanyak 6 interaksi serta farmakokinetik sebanyak 16 interaksi (10,88%) yang paling banyak di gunakan kombinasi dexamethasone dengan ondansentron sebanyak 5 interaksi.
Evaluation Of Rationality Of Antihypertension Drug Used at Pejagoan Community Health Center Period Of 2021 Rafila Intiyani; Nabila Rizki Romadani; Tri Cahyani Widiastuti
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal eduHealth, Periode Januari-Maret, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.366 KB)

Abstract

The target population in this research were students of SMA Negeri 2 Bayang Pesisir Selatan who suffered from acne vulgaris on the facial skin. Data analysis using paired sample t test and independent t test. Result: most students are 17 years old 8 people (40%), the most gender are women as many as 18 people (90%), there is a effectiveness between the use of aloe vera facial wash and aloe vera gel with the degree of acne vulgaris in students at SMA Negeri 2 Bayang. (P = 0.000) and there is a effectiveness between the use of aloe vera facial wash and the degree of acne vulgaris in students at SMA Negeri 2 Bayang. (P=0.040). Conclusion: there is a the effectiveness application aloe vera facial wash and aloe vera gel between the degree of acne vulgaris in students at SMA Negeri 2 Bayang. Background, Hypertension or high blood pressure is a condition in which blood pressure increases to more than 140/90 mmHg. Based on the 2019 Kebumen District Health Profile, the total cases of hypertension patients at the Pejagoan Community Health Center in 2019 were 1,456 cases. There was an increase in the number of cases in 2020, which was 2,522 cases. The number of hypertension cases at Pejagoan Community Health Center is increasing every year, so the rational use of antihypertensive drugs is one of the important things to achieve health quality. The purpose of the study, the purpose of this study was to determine the rationality of the accuracy of drug use based on the right drug, the right dose, the right indication, and the right time interval in hypertensive patients at the Pejagoan Community Health Center in 2021. Research Methods, This research is a non - experimental observational conducted with descriptive method . The data collection method used retrospective data because the data was searched in the past from medical records using random sampling technique. The results of the study, the results showed that the rationality of the use of antihypertensive drugs at the Pejagoan Health Center in 2021 was the right drug 77.8%, the right dose 100%, the indication 100% right, the time interval 97.8%. Conclusion, Based on the results of this study indicate that the use of antihypertensive drugs at the Pejagoan Community Health Center is still not rational, because in its use there are still inappropriate drugs (22.2%) and inappropriate time intervals (2.2%). Recommendations, It is necessary to conduct further research on the evaluation of the use of antihypertensive drugs so that the treatment carried out on patients is more appropriate or rational
Evaluasi Penggunaan Obat Pada Pasien Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Purbowangi Gombong Periode Tahun 2019-2020 Ani Meiningsih; Tri Cahyani Widiastuti; Husnul Khuluq
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 6 No 1 (2022): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/bjp.v6i1.379

Abstract

Background: Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a digestive tract disease that attacks the stomach, which is caused by the return of contents from the stomach into the esophagus, with various signs and symptoms such us Heartburn and Regurgitation. This disease is often considered a normal disease, but this disease can cause recurrence to death, where if this is left it will cause severity and eventually stomach acid will be injured and ulcers occur which will cause vomiting of blood. One of the treatments for this disease is by offering H2RA drugs, Antacids, Sucralfat and PPIs that are appropriate to ensure the quality and effectiveness of Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) therapy which includes the right indication, right patient, right drug and right dose (4 T). Research methods: Non-experimental research with retrospective data collective, total sampling technique and analyzed descriptively. Results: In this study, 81 cases of Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) were obtained. the resulting data was then compared with Koda Kimble 2013. Get results 100% right on the indication, 95% right fot the patient, 85% right on the drug and 33% right on the dose at Purbowangi Gombong General Hospital for the period 2019-2020. Conclusion : Evaluation of the use of drugs to treat Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) it is known that it is correct right on the indication, right fot the patient, right on the drug and right on the dose in accordance with the Koda Kimble 2013.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI DAN DAUN MANGGA ARUMANIS TERHADAP S. AUREUS: ANTIBACTERIAL ACTIVITY TEST OF THE COMBINATION OF ETHANOL EXTRACT OF GUA VA AND ARUMANIS MANGO LEAVES AGAINST STAPHYLOCOCCUS. AUREUS Tri Cahyani Widiastuti; Laeli Fitriati; Nurlaela Rahmawati; Siska Kumalasari; Fadila Amalina Putri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.753

Abstract

Daun mangga arummanis (Mangifera indica L.) dan daun jambu biji (Psidium guajava. L) terbukti memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur. Staphylococcus aureus merupakan jenis bakteri patogen opportunistik yang dapat menyebabkan penyakit infeksi. Maserasi ekstrak dilakukan untuk menghilangkan adanya zat yang tidak dapat menghasilkan efek terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mangga arumanis dan daun jambu biji terhadap bakteri Staphylococcus aureus, serta kandungan senyawa flavonoid dengan metode KLT. Serbuk daun mangga arumanis dan serbuk daun jambu bji diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode maserasi. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram terhadap bakteri uji dengan seri konsentrasi 6,25%; 12,5%; dan 25% menggunakan perbandingan (1:1); (1:2); dan (2:1). Fase diam yang digunakan pada uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT) adalah plat silika gel GF254 dengan fase gerak yang digunakan yaitu etil asetat : n-heksana (7:3) dengan pembanding senyawa flavonoid yang digunakan yaitu kuersetin dan untuk tannin dengan pembanding asam tanat. Analisis data yang diperoleh berupa diameter zona hambat, yang kemudian dianalisis secara statistik menggunakan One Way Anova. Hasil skrining fitokimia kombinasi ekstrak etanol daun jambu biji dan daun mangga arumanis mengandung senyawa metabolit sekunder berupa fenol, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan triterpenoid terkandung dalam daun mangga arumanis.
Evaluasi Kepuasan Konsumen terhadap Pelayanan Swamedikasi Sutia Sutia; Eka Wuri Handayani; Tri Cahyani Widiastuti
Jurnal Farmasetis Vol 12 No 4 (2023): Jurnal Farmasetis: November 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/far.v12i4.1633

Abstract

Swamedikasi merupakan suatu upaya seseorang dalam mencari pengobatan terhadap penyakit yang dideritanya yang harapannya akan mengatasi keluhan, tanpa melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Efek samping penggunaan obat tanpa resep dokter perlu mendapatkan perhatian khusus yang mana dapat menyebabkan medication error. Pembelian obat dapat dilakukan di apotek, melihat hal ini maka apoteker dan tenaga teknis kefarmasian memiliki tugas untuk memberikan informasi tentang pengonsumsian obat. Informasi yang berkualitas dapat meningkatkan kepuasan. Melihat hal ini maka pengukuran kepuasan terhadap pelayanan swamedikasi perlu dilakukan di apotek. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kepuasan terhadap pelayanan swamedikasi di Apotek Rowokele dan Apotek Galenica dengan melihat lima dimensi kepuasan yaitu kehandalan, ketanggapan,  jaminan, bukti langsung, dan empati. Metode: Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan didapatkan 100 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah di uji dengan hasil valid dan reliabel. Hasil: Penelitian ini menunjukan hasil kepuasan secara keseluruhan pada 5 dimensi yaitu diperoleh Apotek Rowokele 77,90% dan Apotek Galenica 79,72% dengan kategori puas. Diskusi: Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut menggunakan analisis yang berbeda seperti Customer Satisfiaction Indeks (CSI), Importance Performance Analysis (IPA).
A Bibliometric Analysis of COVID-19 Researches: Omicron Variant Husnul Khuluq; Tri Cahyani Widiastuti; Dwiki Fitri
Urecol Journal. Part C: Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2022): January-June
Publisher : Konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53017/ujhs.132

Abstract

The aims of this research were to analyse the omicron variant COVID-19 literature published during the COVID- 19 pandemic and to guide future research relating to this variant. From 2021, November 26th to 2022, January 31th , the Pubmed (pubmed.gov) all databases collection was searched for publications related to omicron variant of COVID-19. The keywords used during this search were (omicron sars cov and (omicron covid-19). Exported Microsoft Excel files, Bibliometrics indicator analysis was performed using Bibliometric/Biblioshiny, a web interface application accessed using R-Studio. In total, 262 publications related to omicron varian of COVID- 19 were identified. In these publications, the most active author, journal, country and organisation were Wang L, Nature, China and University Of Oxford, respectively. The most commonly used keywords were humans, sars-cov-2, covid-19, mutation, covid-19 vaccines, spike glycoprotein coronavirus, adult, animals, covid-19/epidemiology/virology and antibodies viral/immunology. This Bibliometric analysis is helpful for mapping studies related to the omicron variant of COVID- 19. This article provides an overview of further researches related to omicron variant of COVID- 19 For example, by searching for keywords, this variant is associated with gender, spike glycoprotein coronavirus and mutation.
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT UNTUK MENGATASI PENYAKIT DIABETES MELITUS DI KOTA KEBUMEN Tri Cahyani Widiastuti; Husnul Khuluq; Eka Wuri Handayani; Alife Wulandari Stefani Wulandari; Estetika Hemas; Indra Kurniawan; Jesika Yuliana
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v2i1.776

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit yang prevalensinya semakin meningkat dari tahun ke tahun. World Health Organization (WHO) memprediksi kenaikan jumlah pasien diabetes di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030, bahkan Indonesia menempati urutan keempat di dunia sebagai jumlah penderita diabetes mellitus terbanyak setelah India, China, dan Amerika. Kabupaten Kebumen tahun 2018, tiga teratas penyakit tidak menular adalah Hipertensi (23.735 kasus), Diabetes Melitus (7.274 kasus) dan Asma Bronkial (3214 kasus). Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional dalam berbagai penyakit telah banyak digunakan, obat tradisional dari bahan alam menjadi salah satu alternatif pengobatan, salah satunya diabetes mellitus. keberadaan tumbuhan obat dan pemanfaatan lahan oleh masyarakat untuk menanam dan menggunakan Toga (tanaman obat keluarga) masih banyak, dan menjadi salah satu program penggerak PKK yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan serta gaya hidup sehat. Penggunaan tanaman obat untuk mengobati penyakit diabetes oleh masyarakat setempat cukup besar, selain berobat dengan medis masyarakat juga mengkonsumsi tanaman obat untuk pengobatan penyakit diabetesnya, karena dianggap obat paling alami, mudah didapatkan, terjangkau, dan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh. Namun, untuk hasil pengobatannya cukup lama karena pengobatan dengan tanaman obat harus dikonsumsi secara rutin dalam kurun waktu jangka Panjang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat di kabupaten Kebumen sebagai obat diabetes Melitus. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik survei, wawancara semi terstruktur. Penggunaan metode kualitatif dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan pengetahuan masyarakat dengan pendekatan etnik (perspektif masyarakat). Instrument menggunakan kuisioner dengan jumlah responden 250 orang dengan teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemanfaatan tanaman obat untuk mengatasi    penyakit    diabetes    mellitus di kota Kebumen adalah kayu manis, mangkokan, pare, insulin, kersen, kelor, kunyit putih, bratawali, Tapak dara, Mahkota Dewa, Petai Cina, Sirih merah, Ketumbar, Tempuyung, Mengkudu, Katuk, Pegagan, Temulawak, Buah Tomat, Jambu biji, Tapak liman, Alpukat, Manggis, Buah Naga, Jeruk nipis. Dan bagian organ tanaman yang digunakan adalah bagian daun, biji, buah, kulit batang, rimpang dan batang. Cara pengolahannya direbus, diperas dan di buat jus. Cara pemakaiannya sebagian besar diminum. Key words: diabetes melitus1; tanaman obat2; Kebumen3
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI DAN DAUN MANGGA ARUMANIS TERHADAP S. AUREUS: ANTIBACTERIAL ACTIVITY TEST OF THE COMBINATION OF ETHANOL EXTRACT OF GUA VA AND ARUMANIS MANGO LEAVES AGAINST STAPHYLOCOCCUS. AUREUS Tri Cahyani Widiastuti; Laeli Fitriati; Nurlaela Rahmawati; Siska Kumalasari; Fadila Amalina Putri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.753

Abstract

Daun mangga arummanis (Mangifera indica L.) dan daun jambu biji (Psidium guajava. L) terbukti memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur. Staphylococcus aureus merupakan jenis bakteri patogen opportunistik yang dapat menyebabkan penyakit infeksi. Maserasi ekstrak dilakukan untuk menghilangkan adanya zat yang tidak dapat menghasilkan efek terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mangga arumanis dan daun jambu biji terhadap bakteri Staphylococcus aureus, serta kandungan senyawa flavonoid dengan metode KLT. Serbuk daun mangga arumanis dan serbuk daun jambu bji diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode maserasi. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram terhadap bakteri uji dengan seri konsentrasi 6,25%; 12,5%; dan 25% menggunakan perbandingan (1:1); (1:2); dan (2:1). Fase diam yang digunakan pada uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT) adalah plat silika gel GF254 dengan fase gerak yang digunakan yaitu etil asetat : n-heksana (7:3) dengan pembanding senyawa flavonoid yang digunakan yaitu kuersetin dan untuk tannin dengan pembanding asam tanat. Analisis data yang diperoleh berupa diameter zona hambat, yang kemudian dianalisis secara statistik menggunakan One Way Anova. Hasil skrining fitokimia kombinasi ekstrak etanol daun jambu biji dan daun mangga arumanis mengandung senyawa metabolit sekunder berupa fenol, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan triterpenoid terkandung dalam daun mangga arumanis.
Utilizing Artificial Intelligence to Analyze Gender Differences in Hypertension Risk Factors Husnul Khuluq; Tri Cahyani Widiastuti; Lazuardi Fatahillah Hamdi; Tunjung Winarno
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.4929

Abstract

Hypertension continues to pose a significant challenge to global health. Early identification of risk factors, particularly those influenced by gender differences, has the potential to markedly enhance treatment processes and outcomes. Artificial intelligence (AI), specifically machine learning (ML), offers a promising avenue for identifying and analysing these critical risk factors. Objective: This study aims to explore the influence of gender differences on risk factors affecting hypertensive patients by examining demographic, medication, clinical, and laboratory data.Method: The study utilized medical records of hospitalized hypertensive patients at PKU Muhammadiyah Hospital Yogyakarta, covering the years 2022 to 2023. Logistic regression analysis with Lasso penalty was applied to determine the most influential variables. Additionally, the Random Forest algorithm implemented in WEKA, combined with a 10-fold cross-validation approach, was employed to evaluate the model’s diagnostic performance using metrics such as precision, sensitivity, specificity, accuracy, and the area under the receiver operating characteristic curve (ROC-AUC). Results: A total of 1,006 patients were included in the sample, comprising 504 males and 502 females. Among the 33 clinical variables analysed, 13 demonstrated non-zero coefficients. For female hypertensive patients, the five most significant risk factors, along with their coefficients, were Haemoglobin (0.03), Diabetes Mellitus (0.04), Lymphocytes (0.06), Anaemia (0.13), and Creatinine (0.15). In male hypertensive patients, the top five risk factors and their coefficients were Acute Kidney Injury (-0.32), Erythrocytes (-0.15), Congestive Heart Failure (-0.03), Leukocytes (-0.02), and Length of Stay (LOS) (-0.01). The model’s overall performance, as reflected by a ROC-AUC score of 0.805, indicates a good level of predictive accuracy. Conclusions: The findings reveal a significant association between gender and hypertension risk factors. These results underscore the potential for gender-specific customization of hypertension treatments, paving the way for more individualized therapeutic strategies and improved patient outcomes.
Antidiabetic Potential of Combined Extracts of Ageratum Conyzoides and Cyperus Rotundus: in Vivo Study Wahyu Rahmatulloh; Laeli Fitriyati; Tri Cahyani Widiastuti; Dwiana Rahmi Nur Rofiqoh; Aryadi Suryanata Kusuma; Muh Fathurrahman
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i2.808

Abstract

Long-term use of synthetic antidiabetic drugs often causes side effects, prompting the search for safer herbal alternatives. Ageratum conyzoides and Cyperus rotundus are known for their antihyperglycemic properties, but studies on their combination remain limited. To evaluate the antihyperglycemic effect of combined ethanol extracts of A. conyzoides leaves and C. rotundus rhizomes in streptozotocin (STZ)-induced diabetic rats. Male white rats were divided into nine groups: control, single extract, and combination treatments (100:200 and 150:500 mg/kg BW). Treatments were given orally for 15 days, and blood glucose levels were measured periodically. Data were analyzed using one-way ANOVA and Tukey's post hoc test. The combination of A. conyzoides and C. rotundus (150:500 mg/kg BW) significantly reduced blood glucose levels, comparable to glimepiride (p < 0.05 vs. negative control; p > 0.05 vs. positive control). Single extracts showed moderate effects in a dose-dependent manner. The combination of A. conyzoides and C. rotundus extracts exhibited synergistic antihyperglycemic activity, suggesting potential as a safe phytotherapeutic alternative for diabetes management.