Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Peningkatan produktivitas budidaya belut dengan metode 5S pada Kelompok Tani Milenial Mulyaning Pangestu Kabupaten Cilacap Yudi Agus Setiawan; Rahmat Alhakim; Tri Cahyani Widiastuti
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.489

Abstract

Kegiatan Program pengabdian Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Masyarakat Pemula ini dilaksanakan dalam 5 (lima) tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Durasi waktu keseluruhan selama 8 (delapan) bulan. Program dilaksanakan sebagai bentuk partisipasi dan sumbangsih kepada permasalahan yang terjadi di Masyarakat Desa Bantarsari khususnya adalah usaha Budidaya Belut oleh Petani Milenial “Mulyaning Pangestu” Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap. Hasil dari kegiatan pengabdian kewirausahaan ini mampu menjadi bagian dari mendukung Astha Cita yaitu kunci untuk meningkatkan peran petani kecil dalam ketahanan pangan yang berkelanjutan dengan meningkatkan aspek produksi dan akses pasar. Budidaya belut menjadi pilihan untuk berwirausaha sekaligus ketahanan pangan karena potensi alam yang ada dan permintaan pasar lokal terhadap konsumsi belut yang tinggi menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
MODEL PREDIKSI FAKTOR-FAKTOR RISIKO OBESITAS MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING Husnul Khuluq; Lazuardi Fatahillah Hamdi; Ayu Nissa Ainni; Tri Cahyani Widiastuti
Journal of Health Service Management Vol 29 No 00 (2026): Vol 29/Edisi Khusus/Februari/2026
Publisher : Departemen of Health Policy and Management, Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281 Telp 0274-547490

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpk.v29i00.25716

Abstract

Background: Obesity is a major global health concern and a key risk factor for various non-communicable diseases, including diabetes, hypertension, and cardiovascular disorders. Despite extensive studies, accurately identifying the key contributing factors remains a challenge. Objective: This study aims to predict the likelihood of obesity using a machine learning algorithm, based on questionnaire-derived clinical and behavioral data. Several supervised machine learning algorithms—logistic regression, naïve Bayes, support vector machine (SVM), and random forest—will be employed to build predictive models. Model performance will be evaluated using accuracy, precision, sensitivity, specificity, and area under the receiver operating characteristic curve (AUC). Methods: We used an open-access dataset from Kaggle comprising 2,111 samples with anthropometric, demographic, and lifestyle data. Of these, 972 individuals were categorized as obese and 1,139 as non-obese. The target variable was categorized into binary labels: "Obesity" and "Non-Obesity." Preprocessing included one-hot encoding, label encoding, and train-test splitting. All four ML models were trained and evaluated using accuracy, area under the curve (AUC), precision, sensitivity, and specificity metrics. Results: The model achieved an accuracy of 98.58%, AUC of 99.96%, sensitivity of 98.99%, specificity of 98.21%, and precision of 98.01%. The most influential predictors were weight, frequent consumption of high-caloric food, family history of being overweight, physical activity frequency, and daily water intake. Conclusion: The model demonstrated high performance and identified key lifestyle-related features. These findings support machine learning's potential for obesity screening and public health strategy development.
Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Etanol Daun Ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) Pada Tikus Wistar Jantan (Rattus norvegicus) Yang Diinduksi Streptozotocin Ayu Pratama Kinanti; Apriani Lestari; Zukhrufina Muthiah Nabilah; Rizqina Maulida; Tri Cahyani Widiastuti; Naelaz Zukhruf Wakhidatul Kiromah
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i1.64771

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah tubuh atau hiperglikemia. Pemberian obat antidiabetes oral merupakan salah satu terapi farmakologi penyakit diabetes, namun penggunaan obat antidiabetes jangka panjang dapat menimbulkan efek samping dan membutuhkan biaya yang cukup mahal. Tanaman ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) merupakan salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengobatan diabetes melitus dengan efek samping minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dan dosis efektif ekstrak etanol daun ganitri sebagai antidiabetes pada tikus yang diinduksi streptozotocin. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium menggunakan tanaman ekstrak etanol daun ganitri dengan subjek penelitian tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus). Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (Amaryl 0,036 mg/kgBB), kelompok ekstrak etanol daun ganitri dosis 50, 100 dan 200 mg/kgBB. Penelitian ini menggunakan model tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin 40 mg/kgBB secara intra peritoneal. Perlakuan diberikan secara peroral selama 21 hari dan dilakukan pengukuran kadar gula darah tiap 7 hari menggunakan alat glukometer. Hasil pengukuran kadar glukosa darah dihitung % penurunan dan dianalisis menggunakan program statistik SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun ganitri dosis 200 mg/kgBB secara signifikan mampu menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes dibandingkan dengan kelompok kontrol positif dengan nilai Sig. 0,017 (r < 0,05). Ekstrak etanol daun ganitri secara signifikan memiliki efek antidiabetes terhadap tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin dengan dosis efektif 200 mg/kgBB (r < 0,05).
Uji Aktivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Terstandar Daun Salam (Syzigium polyanthum Walp.) dan Daun Ganitri (Elaeocarpus ganitri Roxb.) Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Streptozotosin Tri Cahyani Widiastuti; Titi Pudji Rahayu; Apriani Lestari; Ayu Pratama Kinanti
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i1.64765

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan keadaan kadar gula darah melebihi normal. Pengobatan antidiabetikum oral dalam jangka waktu yang panjang dapat mengakibatkan resistensi dan menimbulkan efek samping. Penggunaan obat tradisional dari tanaman dapat dijadikan salah satu alternatif pengobatan dari bahan alam yang memiliki efek samping rendah. Tanaman yang dapat berkhasiat sebagai antiabetes yaitu daun ganitri dan daun salam. Tujuan penelitian ini adalah mendapakan variasi dosis yang paling efektif pada kombinasi dua bahan alam yang berpontensi sebagai kandidat obat antidiabetes yang lebih aman dan efek lebih baik sehingga dapat dijadikan alternatif pengobatan. Metode penelitian ini berisfat eksperimental dengan menggunakan hewan uji berjumlah 36 ekor tikus (Rattus norvegicus) dibagi menjadi 9 kelompok uji kontrol sehat, kontrol +, kontrol -, K1 dosis 100 mg, K2 dosis 62,5 mg, K3 dosis 100 mg:62,5 mg, K4 dosis 50 mg:31,2mg, K5 dosis 100 mg:31,2mg, K6 dosis 50mg:62,5 mg. Hewan uji dibuat diabetes diabetes melitus dengan diinduksi streptozotosin 40 mg/kgBB secara ip, pengukuran glukosa darah dilakukan tiap 7 hari selama 14 hari perlakuan menggunakan alat glukometer. Hasil penelitian kombinasi EADG dosis 100 mg/kgBB dan EEDS 62,5 mg/kgBB (kelompok kontrol 3) setelah 14 hari menunjukan penurunan glukosa darah yang signifikan. Kesimpulan kombinasi ekstrak akuades daun ganitri dan ekstrak etanol daun salam memiliki efek menurunkan kadar glukosa darah lebih baik dibandingkan dengan glimepiride (Amaryl 0,036 mg/kgBB).