Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Optimization of a Healthy Learning Environment through Waste Management and Greening Programs in the Madrasah Area Nuniek Nizmah Fajriyah; Herni Rejeki; Firman Faradisi; Adi Sulistyo; Husna Nur Afdila; Nabila Nabila
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 6 No 2 (2026): Juni-November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v6i2.2775

Abstract

Optimal environmental conditions and domestic waste accumulation at MI Pakumbulan, Pekalongan, have hindered a conducive learning atmosphere. Additionally, insufficient water infiltration areas cause puddles during the rainy season, requiring integrated intervention. This community service activity aimed to optimize a healthy learning environment through waste management education, reforestation, and biopore infiltration holes. The program was implemented in three stages: socialization of 3R (Reuse, Reduce, Recycle) principles, practical planting of ornamental and productive flora, and technical training for installing biopores in flood-prone areas. Results indicated a significant increase in ecological awareness, established through an independent waste sorting system and expanded green spaces. The installation of 10 biopore points effectively improved groundwater absorption and provided organic composting sites. Both students and teachers demonstrated enhanced skills in plant care and productive waste management. This program successfully transformed the madrasah into a greener, healthier, and more educational environment. It is recommended that the school forms a "Green Guard" student team to ensure sustainability and integrates environmental values into the curriculum.
Peningkatan Adopsi Teknologi Dome Pengering melalui Pelatihan Partisipatif pada Kelompok Tani "Tani Maju" Desa Bantarkulon Alfa Yuliana Dewi; Imam Prasetyo; Ghoni Musyahar; R. Kurniawan Dwi Septiady; Firman Faradisi; Achmad Vandian Nur; Urmatul Waznah; Nuniek Nizmah Fajriyah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan adopsi teknologi dome pengering oleh Kelompok Tani "Tani Maju" di Desa Bantarkulon. Permasalahan yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah rendahnya pemanfaatan teknologi pengeringan modern yang dapat meningkatkan kualitas dan nilai tambah hasil panen petani. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif aktif, yang melibatkan 25 anggota petani secara langsung melalui tanya jawab dan penjelasan mendalam mengenai manfaat dan prinsip kerja dome pengering. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga sesi yang meliputi pemaparan materi, demonstrasi penggunaan alat, dan diskusi kelompok. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan minat petani terhadap teknologi dome pengering. Berdasarkan evaluasi pasca pelatihan, 80% peserta menunjukkan peningkatan pemahaman yang baik mengenai prinsip kerja dome pengering, dan 75% menyatakan minat yang tinggi untuk mengimplementasikannya. Sebanyak 60% peserta menjadi lebih terampil dalam mengoperasikan alat setelah sesi praktik. Tingkat partisipasi aktif petani selama pelatihan mencapai rata-rata 90% kehadiran, yang menunjukkan adanya penerimaan positif terhadap teknologi baru ini. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan partisipatif aktif efektif dalam meningkatkan adopsi teknologi dome pengering pada Kelompok Tani "Tani Maju". Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membangun kesadaran akan manfaat ekonomi dan kualitas yang dapat dicapai melalui penggunaan teknologi modern dalam pengelolaan hasil panen. Inovasi teknologi dome pengering yang diadaptasi dengan kondisi lokal memberikan solusi alternatif yang efektif untuk mengatasi masalah pengeringan hasil panen.
Pemberdayaan Desa Bantarkulon: Inovasi berbasis Alam Pelatihan Sabun Herbal Cair Ekstrak Cengkeh Aroma Kopi Alfa Yuliana Dewi; Firman Faradisi; Achmad Vandian Nur; Urmatul Waznah; Nuniek Niezmah Fajriyah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bantarkulon memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, namun pemanfaatannya untuk produk olahan bernilai tambah masih terbatas, menyebabkan ketergantungan pada produk pertanian mentah dengan nilai jual rendah. Program pengabdian masyarakat ini hadir sebagai solusi dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pembuatan sabun herbal cair ekstrak cengkeh aroma kopi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan partifipatif dan pendampingan, yang melibatkan masyarakat desa dalam setiap tahapan kegiatan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam membuat sabun herbal cair. Peserta pelatihan mampu mempraktikkan teknik pembuatan sabun dengan benar, mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengemasan produk. Produk sabun herbal cair yang dihasilkan memiliki aroma khas, tekstur lembut, dan sifat antibakteri serta antioksidan yang baik. Selain itu, terdapat potensi pasar yang besar untuk produk ini di Desa Bantarkulon dan sekitarnya, karena masyarakat tertarik dengan bahan-bahan alami dan manfaat yang ditawarkan. Kesimpulannya, program ini berhasil memberdayakan masyarakat Desa Bantarkulon melalui pengembangan produk inovatif berbasis sumber daya alam lokal dan peningkatan pendapatan masyarakat. Inovasi produk sabun herbal cair dengan kombinasi ekstrak cengkeh dan aroma kopi ini memberikan nilai tambah yang signifikan dibandingkan dengan produk sabun herbal yang sudah ada di pasaran.
Pemberdayaan Masyarakat Dengan Pelatihan Pemanfaat Sampah Plastik Menjadi Paving Block. Risqi Laily Absari; Ianatur Rifqiyah; Novia Yuniati; Titik Sandora; Sheeny Mahtsa Ainy; Muahmmad Absyan Sidiq; Sheren Brillian Salam; Sofian Maulana Kamal; Irfan Aditya Tantra; Muhammad Naufal Alamsyah; Muhammad Amar Al-Farros; Ririn Ariani; Naufal Pramuditya Ardhana; Faza Munifah; Munawaroh Munawaroh; Dwi Bagus Pambudi; Firman Faradisi
Dimas Canthing : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Dimas Canthing
Publisher : FEB Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jpm.v3i1.2390

Abstract

Permasalahan Limbah Plastik Di Indonesia Semakin Memprihatinkan Karena Sulitnya Proses Penguraian Dan Dampaknya Yang Merugikan Bagi Ekosistem Serta Kesehatan Orang. Salah Satu Pendekatan Inovatif Yang Diajukan Adalah Transformasi Sampah Plastik Menjadi Barang Yang Bermanfaat, Seperti Paving Block. Artikel Ini Mengulas Kegiatan Pemberdayaan Warga Melalui Pelatihan Pengolahan Limbah Plastik Menjadi Paving Block Yang Dilaksanakan Di Dukuh Pekanyaran, Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo. Metode Yang Digunakan Meliputi Percobaan, Sosialisasi, Berbagi Pengetahuan, Dan Praktik Langsung. Hasil Dari Kegiatan Ini Menunjukkan Bahwa Masyarakat, Terutama Para Pemuda Dan Anggota DESTANA, Dapat Mengikuti Semua Tahapan Proses Pengolahan Dari Pemisahan Hingga Pencetakan Paving Block. Percobaan Ini Menghasilkan Campuran Bahan Yang Berdampak Pada Mutu Produk, Di Mana Kombinasi Plastik, Oli, Dan Pasir Mempengaruhi Tekstur Serta Kekuatan Paving. Selain Berfungsi Sebagai Solusi Bagi Lingkungan, Produk Ini Juga Memiliki Potensi Untuk Memberikan Nilai Ekonomi Yang Dapat Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Dengan Kata Lain, Pelatihan Ini Terbukti Berhasil Dalam Meningkatkan Kapasitas Komunitas, Membangkitkan Kesadaran Lingkungan, Dan Membuka Peluang Usaha Berbasis Ekonomi Sirkular.   REFERENSI dr. Kevin Adrian. (2024). Dampak Sampah Plastik bagi Lingkungan dan Kesehatan Manusia. ALODOKTER. https://www.alodokter.com/dampak-sampah-plastik-bagi-lingkungan-dan-kesehatan-manusia Hamidun, M. W., Melani, Asmita, Rubo, N., Harlisa, V., & Jufri, A. (2024). Proses Pembuatan dan Pemanfaatan Sampah PlastikMenjadi Paving Block. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu, 8(6), 2246–6111. S, A. (2024). Mengapa Sampah Plastik Bisa Membuat Lingkungan Jadi Rusak? NATIONAL GEOGRAPHIC INDONESIA. https://nationalgeographic.grid.id/read/134079901/mengapa-sampah-plastik-bisa-membuat-lingkungan-jadi-rusak Silvia Estefina Subitmele. (2024). Masalah Sampah di Indonesia Belum Terkendali, Hasilkan 69 Juta Ton Setiap Tahun. LIPUTAN 6. https://www.liputan6.com/hot/read/5704909/masalah-sampah-di-indonesia-belum-terkendali-hasilkan-69-juta-ton-setiap-tahun?page=4 Subarsono, S. (2021). Pemberdayaan Masyarakat: Teori dan Praktik. In Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (Vol. 6, Issue 1).
SIMBAHSAR (SISTEM BANTUAN HIDUP DASAR) SEBAGAI MODUL APLIKASI DIGITAL PENANGANAN HENTI JANTUNG Tri Sakti Wirotomo; Benny Arief Sulistyanto; Dwi Fijianto; Firman Faradisi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i2.2484

Abstract

AbstrakKejadian cardiac arrest atau henti jantung di luar tempat pelayanan kesehatan terjadi sekitar 360.000 setiap tahun dan 15% sebagai penyebab seluruh kematian. Upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia melalui kementrian kesehatan untuk menangani kegawatdaruratan di luar rumah sakit yaitu dengan dibentuknya pusat layanan cepat tanggap darurat kesehatan. Namun selain upaya pemerintah diperlukan peran serta masyarakat dalam penanganan awal henti jantung, mengingat semakin cepat orang mengalami henti jantung dilakukan pertolongan, maka akan meningkatkan kelangsungan hidupnya. Salah satu upaya memberdayakan masyarakat dalam penanganan henti jantung adalah melalui panduan berupa  modul berbasis aplikasi atau website yang dapat di instal dan disimpan ke dalam smart phone. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi digital simbahsar sebagai modul penanganan henti jantung pada kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Hasil penelitian menunjukkan setelah penggunaan aplikasi terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan penatalaksanaan henti jantung dari 60,07 menjadi 93,48 dan hasil statistik dengan uji Wilcoxon didapatkan nilai Asymp.Sig (2-sided) 0,000 (p-value 0,005). Kesimpulan dari penelitian ini adalah aplikasi digital simbahsar berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan kader kesehatan dalam penanganan henti jantung. Saran dari hasil penelitian ini adalah bagi pemangku kebijakan dapat mengintegrasikan aplikasi simbahsar dengan pusat layanan cepat tanggap darurat kesehatan atau  institusi pelayanan kesehatan  dalam penatalaksanaan henti jantung.AbstractApproximately 360.000 cardiac arrests occur outside health care facilities every year and account for 15% of all deaths. Efforts made by the Indonesian government through the Ministry of health to handle emergencies outside hospitals are by establishing a rapid health emergency response service center. However, apart from the government’s efforts, community participation is needed in the initial treatment of cardiac arrest, remembering that the sooner people experiencing cardiac arrest receive help, that greater their survival will be. One effort to empower the public in handling cardiac arrest is through guidance in the form of an application or web site-based module that can be installed and saved on a smart phone. The aim of this research is to determine the effect of the digital Simbahsr application  as a module for handling cardiac arrest for health cadres in the working area of the Kedungwuni II Community Health Center, Pekalongan Regency. The research results showed that after using the application there was an increase in the average knowledge of cardiac arrest management from 60.07 to 93.48 and statistical results usig The Wilcoxon test obtained an Asymp.Sig (2-sided) value of 0.000 (p-value 0.005). The conclusion of this research is that the Simbahsar digital application has an effect on improving the ability of health cadres in handling cardiac arrest. The suggestion from the resut of this research is that policy makers can integrate the Simbahsar application with health emergency response service centers or health service institutions in the management of cardiac arrest.