Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Kegiatan Inovasi Tepat Guna (Pembagian Alat Cuci Tangan Portable 3 Sisi Sistem Pedal) pada Lokasi Simpul Transportasi Tumiran Anang Cundoko; Adrian Pradana; Dinda One Mulyaningtyas; Riz Rifai Oktavianus Sasue; Rahmat Ahmad
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Semangat Nyata Untuk Mengabdi (JKPM Senyum) Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Semangat Nyata untuk Mengabdi (JKPM Senyum)
Publisher : Politeknik Trasportasi darat Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.027 KB) | DOI: 10.52920/jkpmsenyum.v1i1.40

Abstract

Upaya mencegah penyebaran virus corona telah banyak dilakukan oleh pemerintah. Namun, beberapa pelatihan yang berhubungan dengan pecegahan virus corona yang dilakukan masih kurang berfokus pada pengembangan teknologi tepat guna. Pencegahan penyebaran virus Covid-19 dapat dilakukan dengan cara-cara yang tertuang dalam Standar Operasional Prosedur Kemenkes dan WHO, diantaranya memperbanyak mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Salah satu upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 menyongsong era new normal, adalah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), yaitu dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Mencuci tangan diyakini dapat mencegah masuknya virus dan bakteri lain ke dalam tubuh kita. Untuk membantu keadaan new normal saat ini yang akan ada peraturan baru untuk selalu mencuci tangan kapanpun dan dimanapun, terutama di simpul-simpul transportasi karena mempunyai peranan penting dalam mendorong penyelenggaraan transportasi antarmoda. Salah satu teknologi tepat guna yang perlu dikembangkan adalah Alat Cuci Tangan Portable 3 sisi sistem pedal. Dapat digunakan dimanapun karena menggunakan teknologi touchless washtafel yaitu washtafel tanpa disentuh dengan tangan sehingga dapat mencegah penularan virus melalui tangan dan dapat membantu membunuh kuman yang menempel pada tangan kita. Atas dasar inilah dilaksanakan program pengabdian masyarakat yaitu perancangan sistem cuci tangan menggunakan sistem pedal 3 sisi bagi simpul-simpul transportasi.
Extension and Testing of Motorcycle Speedometer Accuracy Using Portable Speedometer Tester Testing Equipment Based on Arduino to Improve Driving Safety in Bali at Sma Negeri 1 Tabanan Arif Devi Dwipayana; Aris Budi Sulistyo; Beny Dwifa; Surya Aji Ermanto; I Gusti Bagus Eka Nitiyasa; Dinda One Mulyaningtyas
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Semangat Nyata Untuk Mengabdi (JKPM Senyum) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Semangat Nyata untuk Mengabdi (JKPM Senyum)
Publisher : Politeknik Trasportasi darat Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.375 KB) | DOI: 10.52920/jkpmsenyum.v2i2.71

Abstract

The average age range for motorcycle users is the age range of 17 to 25 years, where this age is included in the productive age. The negative impact caused by this is an increase in the number of traffic accidents, according to data from the Directorate General of Land Transportation of the Ministry of Transportation, in 2020 when viewed from the profile of traffic accident victims based on education level, the biggest victims are students with a high school education level as much as 80,641 people. The background of the importance of the speedometer in vehicles is the safety factor, because a good driver always pays attention to the comparison of the speed of the vehicle he is driving with the condition of the road or terrain traversed. With a good and correct speedometer, the driver can calculate the speed that is adjusted to the existing situation and conditions. The purpose of this PKM activity is to provide information and understanding of the importance of the speedometer function on a motorcycle as a means of controlling speed while driving which later is expected to make students able to drive safely and safely while at the same time reducing the rate of traffic accidents, especially the productive age range (17 to 25). year). The method used is to conduct socialization and practice in the field. During the PKM activity until the end, the students were very enthusiastic about participating in the entire series of activities and hoped that these activities could be carried out regularly every year. Hopefully what has been given can have a positive and useful impact.
Analysis of Bike Rear Shock Breaker Faults Motor on the Under Bracket I Gusti Bagus Eka Nitiyasa; Dinda One Mulyaningtyas; Surya Aji Ermanto; Riz Rifai O. Sause; Dynes Rizky Novianti
Jurnal Teknologi Transportasi dan Logistik Vol. 3 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltrada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to conduct a study related to what factors caused the occurrence of a broken motorcycle rear shock breaker at the under bracket. Shock breaker is a very important component as a damper from shock loads and shocks experienced by the vehicle under various loading conditions and the road surface traversed. This study is a follow-up to the cases the team found in the field. The next research step, begins with a literature review, determining the test flow based on the hypothesis, conducting tests on the samples obtained, analyzing the test data and finally making research conclusions. This research method was carried out sequentially from beginning to end. This can have an impact on consumer confidence in motorcycle related products, 27% for FOB incoterms, 23% for delivery services using CIF incoterms, 12% for EXW incoterms and 8% for DPU incoterms.
Risk Analysis of Construction Work for the Construction of Gilmanuk - Mengwi Toll Road, Bali Province AA Bagus Oka Khrisna Surya; Surya Aji Ermanto; Dinda One Mulyaningtyas; A.A Gde Sanjaya Putra
Jurnal Teknologi Transportasi dan Logistik Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltrada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52920/jttl.v4i1.95

Abstract

Risk is the frequency of the emergence of an unfavorable condition and how much the consequences are caused and apply to all aspects of life, one of which is the construction project where the success of a construction project can be seen from how well the project is able to explore the risks that will occur, when viewed from the wide scope of the project, road construction projects have greater risks than building construction projects. The Gilimanuk – Mengwi toll road project is planned to be the second toll road to be built on the island of Bali which has a length of 96.21 km and passes through 3 regencies using a concession scheme with the aim of development to facilitate the flow of logistics transportation on the island of Bali.This study aims to determine the risk of building the Gilimanuk - Mengwi toll road and mitigate the risk that is included as a high risk criteria. The data collection method was carried out with literature studies and interviews using the questionnaire of the selected respondents, namely PUPR Bina Marga who will be directly involved in the implementation of the project. Process the risk level determination data using the probability x impact matrix with the Likert assessment scale. The results were obtained that there were 4 criteria and 12 sub-criteria of risk that were included as high risk with mitigation in general namely strengthening coordination between stakeholders in the preconstruction, always refer to the applicable rules and the application of technical implementation in the field practically and efficiently.
Kajian Kekuatan Material pada Chassis Prototype Sepeda Motor Listrik yang Dirancang Bangun dengan Daya 3000 Watt Dinda One Mulyaningtyas; Aris Budi Sulistyo; Arif Devi Dwipayana
Jurnal Teknologi Transportasi dan Logistik Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltrada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52920/jttl.v4i1.124

Abstract

Chassis kendaraan merupakan rangka yang berfungsi sebagai penopang berat kendaraan, mesin penumpang, serta beban-beban lain. Beban yang lebih berat akan menyebabkan kelelahan dan mempersingkat umur Chassis. Operator kendaraan tidak dapat secara akurat memperkirakan jumlah muatan yang dibawa oleh Chassis. Hal ini karena saat ini belum ada standar yang berlaku untuk kerusakan Chassis, baik dari segi posisi, luasan, maupun frekuensi pembebanan. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis pengaruh pemberian pembebanan kepada material dan menganalisis beban maksimal yang bisa menopang rangka/Chassis sepeda motor listrik dengan daya 3000-watt. Adapun hasil dari penelitian adalah semakin berat pembebanan yang dilakukan maka simulasi stress, Displacement dan Strain menunjukkan peningkatan nilai, sedangkan untuk FOS semakin berat pembebanan yang dilakukan maka nilai semakin kecil < 1, (batas aman nilai FOS > 1). Pembebanan 90 kg memiliki nilai FOS yang sangat ideal yakni 1,207 dan maksimum nilai FOS dengan pembebanan 120 kg dengan nilai 0,905, dengan pembebanan 150 kg dan 180 kg Chassis tidak mampu untuk menahan beban karena memiliki nilai < 1.
Pelatihan Keselamatan Berlalu Lintas sebagai Upaya Preventif Menurunkan Angka Kecelakaan Budi Mardikawati; Putu Eka Suartawan; Dinda One Mulyaningtyas
Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): JULI 2023
Publisher : Pusat Riset Manajemen dan Publikasi Ilmiah Serta Pengembangan Sumber Daya Manusia Sinergi Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55983/empjcs.v2i4.414

Abstract

The number of traffic accidents is still quite high. Human error as a factor causing traffic accidents The purpose of the service is to provide knowledge about safe driving procedures. The method used is socialization directly in the community. The results obtained by the community enable them to understand the subject matter of the knowledge conveyed by the speaker. Armed with this knowledge, participants can better position themselves when driving, so they can drive safely. The implications of the dedication material are that, apart from being for oneself, it is also useful for distributing it to relatives or friends of the participants. The hope is that socialization can reduce the number of accidents caused by human error.
Pentingnya Pemenuhan Kompetensi SDM Transportasi, Pendidikan, Kesehatan yang “Smart” dalam Mendukung Konektivitas, Keselamatan, dan Kenyamanan Pengguna Layanan di Indonesia Dinda One Mulyaningtyas; Budi Mardikawati; Anissa Wulan Cahaya Mahanani
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v2i2.2244

Abstract

Pengabdian masyarakat adalah salah satu jenis pendidikan dan pelatihan transportasi yang pembiayaannya dibebankan pada anggaran Kemeneterian Perhubungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang diperuntukan bagi masyarakat transportasi. Kegiatan-kegiatan ini direncanakan, dilaksanakan dan dilaporkan oleh berbagai unit pelaksana teknis dilingkungan kementerian perhubungan yang ada di Indonesia dengan tujuan menciptakan sumber daya masyarakat yang ahli di bidang transportasi dan dapat ikut serta mengembangkan kemajuan transportasi di Indonesia. Mendukung program pemerintah “Indonesia Bersama-sama Bangkit Untuk Indonesia Maju” yang didalamnya terkandung hal penting dipasca masa pandemik/ Era New Normal perlu adanya kebersamaan dibidang pengembangan keahlian sumber daya manusia. Sejalan dengan hal tersebut Kementerian Perhubungan melaksanakan Diklat Pengabdian Masyarakat. Diklat Pengabdian Masyarakat ini dimaksudkan untuk memberikan keahlian tune up kendaraan ringan dan Teknisi AC kendaraan masyarakat desa di kabupaten Gianyar. Metode yang di gunakan dalam kegiatan ini adalah metode Pelatihan yaitu dengan memberikan materi teori tentang tune up kendaraan ringan dan teknisi AC kendaraan, serta kegiatan praktek langsung pada kendaraan bermotor di laboratorium Otomotif Politeknik Transportasi Darat Bali. Program pendidikan dan pelatihan ini memberikan kontribusi penambahan pengetahuan, keterampilan dan merangsang masyarakat setempat untuk membuka usaha baru dimasa new normal serta bangkit dalam perekonomian Indonesia saat ini.
Media dan Materi Sosialisasi Sadar Berlalu-Lintas untuk Anak Sekolah Berdasarkan Taraf Berpikir Piaget Budi Mardikawati; Dinda One Mulyaningtyas
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v2i2.2261

Abstract

Upaya preventif untuk pencegahan kecelakaan lalu lintas, salah satunya kegiatan pengabdian masyarakat sosialisasi sadar berlalu-lintas. Sasaran kegiatan adalah Guru Sekolah dengan tujuan memberikan pemahaman Guru sebagai anggota masyarakat tentang pentingnya sadar berlalu-lintas dan sebagai pendidik untuk meneruskan materi kepada Peserta Didiknya. Metode yang digunakan berupa Pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat. Kegiatan yang diikuti oleh 90 orang Guru Prasekolah sampai Sekolah Menengah Atas di Bali dan Nusa Tenggara Timur. Diberikan wawasan mengenai perbedaan media dan materi untuk tiap tingkat sekolah, sesuai taraf berpikir Piaget. Sehingga kegiatan sosialisasi lebih tepat guna dan sasaran. Media yang digunakan peserta Prasekolah (tahap pra operasional) adalah pengenalan secara langsung video (sehingga mudah diamati), lagu dan gerakan. Materi sarana prasarana jalan dan etika berlalu-lintas. Pada tingkat Sekolah Dasar (tahap operasional) digunakan permainan/game. Penambahan materi dari tingkat sebelumnya seperti sikap ketika mengalami kecelakaan. Selanjutnya pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (tahap operasional formal), dapat digunakan game berkelompok, dengan tambahn materi berupa Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan. Pada tingkat Sekolah Menengah Atas digunakan media video edukatif dengan metode diskusi atau pemecahan masalah lalu-lintas yang melibatkan remaja. Tambahan materi tindak pidana dan SIM. Hasil kegiatan sosialisasi medapat respon positif dari peserta. Saran kegiatan pengabdian selanjutnya, yaitu sosialisasi menggunakan angkutan umum.