Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

The Self-efficacy of Primary School Teachers in Teaching Mathematics: A Comparative Research on Teacher Training Program Products Rahayu, Lina Puspitaning; Sartono, E. Kus Eddy; Miftakhuddin, Miftakhuddin
Mimbar Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53400/mimbar-sd.v6i1.15122

Abstract

This research aims at comparing the self-efficacy of primary school (SD – Sekolah Dasar) teachers who have taken teacher training program (PPG – Program Pelatihan Guru) on mathematics teaching and those who have not, which was seen from the personal belief sub-factors in teaching mathematics and the expected mathematics teaching outcomes. This research employed quantitative method with comparative research type to 198 samples. The data were analysed through T-test using SPSS. The result showed that there was no significant self-efficiency differences between primary school teachers who have taken PPG on mathematics teaching and those who have not. The results of this research indicated that self-efficacy was an important variable in pedagogical competence as it could influence the way teachers manage the classroom to attain maximum students’ achievement.
Misconceptions between Social Studies and Social Sciences among Pre-Service Elementary Teachers Miftakhuddin, Miftakhuddin; Mustadi, Ali; Zulfiati, Heri Maria
International Journal of Education Vol 12, No 1 (2019): August 2019
Publisher : UPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ije.v12i1.17514

Abstract

This quantitative study was conducted to identify the misconception between social studies and social sciences among pre-service elementary teachers. Data were collected from the subjects (n=122) drawn by cluster sampling in Yogyakarta. Aiken's validity and Cronbach Alpha were then employed to examine the instrument's quality. Collected data were analyzed using descriptive techniques to examine the level of misconception. The popular misconceptions between social studies and social sciences were identified by the criteria developed by Abraham, Grzybowski, Renner, Marek (1992). The results of the study show that there was a greater understanding of social studies and social sciences for the specific fields of geography, anthropology, and politics. Therefore, the main emphasis should be placed on these fields. The fields that were misconceived included economics, geography, and history. The implications of this research will eventually become the basis and guideline for social studies lecturers to give emphases on the fields of study belonging to social studies, distinguishing them from those of social sciences. In addition, each social science discipline adopted into social studies must receive special attention, given the greater level of misconception among the pre-service teachers in these fields.
Media Pembelajaran Inovatif : Desain Lembar Kerja Peserta Didik dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Hardiansyah, Hadi; Asmawi, Umi Sumiati; Miftakhuddin, Miftakhuddin; Darmasnyah, Ady
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8535

Abstract

Desain lembar kerja peserta didik yang pada umunya digunakan oleh banyak sekolah dasar ternyata memiliki efetkitfitas yang minim dikelas, khususnya kelas yang telah mengadopsi sistem pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum merdeka. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut peneliti bertujuan mengembangkan media pembelajaran inovatif berupa lembar kerja peserta didik berbasis digital, yang di desain khusus agar bisa digunakan dalam pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (researh and development) berdasarkan model Dick and Carey yang merupakan metode penelitian untuk mengembangkan rancangan produk, menguji efektivitas produk, sampai menghasilkan produk baru yang teruji validitasnya. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya peningkatan motivasi belajar yang dialami oleh peserta didik. Guru sebagai pengguna dari produk penelitian ini juga merasa terbantu karena memudahkan kegiatan belajar & mengajar. Serta hasil belajar peserta didik yang mengalami peningkatan signifikan dari ujicoba sebelumnya. Sehingga dapat dapat disimpulkan bahwa desain LKPD interaktif yang dikembangkan oleh peneliti mampu meningkatkan motivasi dan juga capaian belajar peserta didik dalam pembelajaran berdiferensiasi yang diterapkan di sekolah dasar
Media Pembelajaran Inovatif : Desain Lembar Kerja Peserta Didik dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Hardiansyah, Hadi; Asmawi, Umi Sumiati; Miftakhuddin, Miftakhuddin; Darmasnyah, Ady
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8535

Abstract

Desain lembar kerja peserta didik yang pada umunya digunakan oleh banyak sekolah dasar ternyata memiliki efetkitfitas yang minim dikelas, khususnya kelas yang telah mengadopsi sistem pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum merdeka. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut peneliti bertujuan mengembangkan media pembelajaran inovatif berupa lembar kerja peserta didik berbasis digital, yang di desain khusus agar bisa digunakan dalam pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (researh and development) berdasarkan model Dick and Carey yang merupakan metode penelitian untuk mengembangkan rancangan produk, menguji efektivitas produk, sampai menghasilkan produk baru yang teruji validitasnya. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya peningkatan motivasi belajar yang dialami oleh peserta didik. Guru sebagai pengguna dari produk penelitian ini juga merasa terbantu karena memudahkan kegiatan belajar & mengajar. Serta hasil belajar peserta didik yang mengalami peningkatan signifikan dari ujicoba sebelumnya. Sehingga dapat dapat disimpulkan bahwa desain LKPD interaktif yang dikembangkan oleh peneliti mampu meningkatkan motivasi dan juga capaian belajar peserta didik dalam pembelajaran berdiferensiasi yang diterapkan di sekolah dasar
THE INFLUENCE OF COLLABORATIVE LEARNING ON ELEMENTARY SCHOOL STUDENT’S CREATIVE THINKING ABILITY Mitha, Miftahul Jannah; Miftakhuddin, Miftakhuddin
Journal Of Educational Experts (JEE) Vol. 8 No. 2 (2025): JOURNAL OF EDUCATIONAL EXPERTS (JEE)
Publisher : Kopertis Region IV Jabar and Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30740/jee.v8i2.262

Abstract

Many studies have explored the effect of collaborative learning on critical thinking skills, social attitudes, and academic achievement; however, few have examined its impact on creative thinking skills. This study aims to identify and analyze the effect of collaborative learning models on the creative thinking skills of fifth-grade students in science learning. This experimental research employed a pretest-posttest control group design. Data were collected from samples in the control and experimental groups (15 students each), using LKS sheets and pretest-posttest instruments that were previously validated for quality (validity and reliability). Statistical analysis through a paired-sample t-test revealed an N-Gain score with a significance (Sig. 2-tailed) value of 0.000 (< 0.05), indicating that Ha was accepted. These results demonstrate that the application of collaborative learning models significantly enhances the creative thinking skills of fifth-grade students. The findings contribute to the ongoing discourse on instructional strategies and support the application of collaborative learning models to foster creative thinking skills in classroom practice.
Urgensi Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Anak Di Sekolah Dasar Miftakhuddin, Miftakhuddin; Imron, Imron
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Pendidikan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon that shows that there is a lot of moral decline can result in thevulnerability of religious moral values to students. This can cause several negativeimpacts, including brawls between students, anarchic demonstrations, drug use,promiscuity, deviant behavior, and many other negative impacts. For this reason, a goodmoral or character formation is needed for children through Islamic religious learning inschools. Moral or moral is one of the main teachings of Islam that must be prioritized inIslamic education to be taught or instilled in students, with the intention of formingpeople with strong and good personalities (morals).This paper is a reminder for us that religious education has an important role incharacter building in elementary schools. We also gain knowledge about the method ofimplementing the learning process of Islamic religious education in the formation of thecharacter of Abdurrahman an-Nahlawi's perspective.
Analisis Campur Kode dalam Podcast Channel Youtube “Need A Talk” Atta Halilintar dan Prilly Latuconsina Holila, Zenita Cilvia; Miftakhuddin, Miftakhuddin
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v13i1.61-67

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memahami dinamika penggunaan bahasa dalam interaksi mereka. Podcast ini tidak hanya menyajikan konten hiburan, tetapi juga menjadi media untuk mengeksplorasi isu-isu sosial dan budaya yang relevan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam analisis ini, diperhatikan bagaimana Atta dan Prilly menggabungkan berbagai elemen bahasa, termasuk bahasa formal dan informal, serta pengaruh dialek dan istilah slang yang mencerminkan identitas mereka sebagai influencer muda. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan campur kode dalam podcast ini berfungsi untuk memperkuat kedekatan dengan audiens, menciptakan suasana yang lebih familiar, serta menambah daya tarik konten. Selain itu, campur kode juga mencerminkan latar belakang sosial dan budaya dari pembicara, yang dapat mempengaruhi cara mereka berkomunikasi dan berinteraksi dengan pendengar.
Kecenderungan Putus Sekolah Difabel Usia Pendidikan Dasar di Jember Miftakhuddin, Miftakhuddin
INKLUSI Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.874 KB) | DOI: 10.14421/ijds.050105

Abstract

This study examines the aspirations of children with disabilities in attending school and their tendency to drop out of school. This study answers the question of how disabilities influence aspirations to attend school in relation to the tendency to drop out of school. Data were collected through interviews and observations of three children with disabilities who dropped out of school and three children with disabilities who do not. Data were analysed using the techniques of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the aspirations of attending school were influenced by three considerations: targets, results of risk factor analysis, and social responses. The social response shows the most dominant attention because it is often manifested by support (friendship) or obstacles (intimidation and discrimination). If the social response is positive, then the aspirations of going to school will increase, which affects the sustainability of children in school.[Penelitian ini mengkaji aspirasi anak difabel untuk bersekolah dan kecenderungannya untuk putus sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi kepada tiga anak difabel yang putus sekolah, dan tiga anak difabel yang (masih) bersekolah. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspirasi bersekolah dipengaruhi oleh tiga pertimbangan, yaitu: tujuan atau target pembelajaran, hasil analisis faktor risiko, dan respon sosial. Respon sosial menjadi faktor paling dominan karena sering diwujudkan dengan dukungan (ikatan pertemanan) maupun hambatan (intimidasi dan diskriminasi). Jika respon sosial bersifat positif, maka aspirasi bersekolah akan meningkat, yang berdampak pada keberlanjutan anak dalam bersekolah.]
KONTRIBUSI SISTEM AMONG TERHADAP INKLUSI SOSIAL: STUDI KASUS DI SD TAMANSISWA YOGYAKARTA Miftakhuddin, Miftakhuddin; Khoiron, Muhammad; Wahyuningtyas, Neni
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE AMONG SYSTEM'S CONTRIBUTION TO SOCIAL INCLUSION: CASESTUDY AT TAMANSISWA YOGYAKARTA ELEMENTARY SCHOOL Tamansiswa’s among system is a unique teaching model. The teaching model belongs to thefamily of non-directive. In practice, the among system is founded on Tamansiswa's philosophyand belief about the development of students’ knowledge and character, allowing them to be freeto explore their surroundings. So far, the among system has helped to establish both theoreticaland practical frameworks for social inclusion. However, the among system has received littleattention because it is only used in private schools, which the community considers to be lesslegitimate. This study aims to investigate the why and how among system contributes to socialinclusion. In-depth interviews, participatory observation, recording, and anecdotal notes wereused to collect data, which was subsequently validated via triangulation. Data were then analyzedfollowing the procedure introduced by Miles. Based on this analysis, the following importantfindings are highlighted: (a) the among system promotes Gender Equality and Social Inclusion(GESI), (b) the among system prioritizes the fulfillment of children’s rights to receive adequateeducation and development services over academic knowledge, and (c) the among systememploys the humanism-constructivism paradigm (avoiding behaviorism). Practically, thisfoundation is manifested by the teacher by making friends with students based on the norms ofpoliteness, respecting the child’s natural traits, and supervising the child in exercising his or herfreedom (both freedom of thought, speech, and action). The findings of this study havesignificance for the necessity for the adoption of the among system in social studies course inorder to develop social studies learning that is based on genuine experiences in a socialenvironment (contextual). This study's findings also contribute to the development of coreconcepts for implementing the Fun School Movement, culture-based schools, and schools forchildren with special needs. Sistem among merupakan suatu model pengajaran yang khas perguruan Tamansiswa. Modelpengajaran tersebut termasuk dalam rumpun model pengajaran non direktif. Dalam praktiknya,sistem among didasarkan kepada falsafah dan keyakinan Tamansiswa tentang perkembanganpengetahuan dan budi pekerti pelajar, agar mereka merdeka dalam mengenal dunianya. Selamaini, sistem among menyumbang kerangka teoretik maupun praktik terhadap pembangunan inklusisosial. Namun sampai saat ini sistem among kurang diteliti karena hanya terselenggara disekolah swasta yang oleh masyarakat dianggap kurang bonafit. Riset ini berusaha menelaah mengapa dan bagaimana kontribusi sistem among terhadap inklusi sosial secara detail danmendalam. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi,dan catatan anekdot, kemudian divalidasi melalui triangulasi. Data yang sahih dianalisismengikuti prosedur yang diperkenalkan Miles. Berdasarkan analisis tersebut, riset ini menyorotitemuan penting berikut: (a) sistem among mempromosikan Gender Equality and Social Inclusion(GESI), (b) alih-alih memprioritaskan pengetahuan akademik, sistem among memprioritaskanpemenuhan hak anak untuk mendapat layanan pendidikan yang layak dan pengembangan budipekerti, dan (c) sistem among menggunakan paradigma humanisme-konstruktivisme(menghindari pola-pola behavioristik). Secara praktis, landasan tersebut dimanifestasikan gurudengan menjalin pertemanan dengan siswa berdasarkan norma kesopanan, menghormati kodratalamiah anak, dan mengawasi anak dalam menggunakan kebebasannya (baik kebebasanberpikir, berucap, maupun bertindak). Temuan riset ini berimplikasi kepada perlunya adopsisistem among dalam pembelajaran IPS agar tercipta pembelajaran IPS berbasis pengalaman riildi lingkungan sosial (kontekstual). Temuan riset ini juga berkontribusi kepada penambahandasar-dasar pelaksanaan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), sekolah berbasiskebudayaan, dan sekolah yang mendidik anak berkebutuhan khusus.
Should the online learning trend continue?: Reflective survey at nine Indonesian universities Miftakhuddin, Miftakhuddin; Purba, Orinton; Saprudin, Saprudin
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 6, No 3 (2022): DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.05 KB) | DOI: 10.20961/jdc.v6i3.66720

Abstract

Setelah dua tahun pemerintah Indonesia menerapkan pembelajaran daring (PD), penelitian ini mengkaji kualitas keterlaksanaannya melalui survey terhadap mahasiswa di sembilan perguruan tinggi Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan secara kualitatif dalam desain survei. Penelitian ini melibatkan 516 mahasiswa sebagai sample (terpilih secara random). Mereka berpartisipasi dengan mengisi angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan Aiken’s validiy index dan Cronbach’s Alpha. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan merujuk Critical Success Factors (CSFs). Penelitian ini menyoroti temuan berupa keunikan komitmen dan preferensi mahasiswa selama berpartisipasi dalam PD. Keunikan tersebut utamanya tampak dalam prioritas mahasiswa dalam PD. Mereka berpartisipasi bukan untuk memperoleh pengalaman belajar yang bermakna, melainkan pada pengisian daftar hadir dan submission tugas. Tren ini terjadi baik pada mahasiswa yang berkuliah secara fulltime maupun parttime. Oleh karena itu, sangat rumit untuk menentukan apakah mahasiswa berkomitmen atau tidak. Sepintas, mahasiswa tampak tidak serius dalam PD dengan mengakui bahwa mereka tidak ikut PD secara fulltime karena punya aktivitas lain yang lebih penting, merasa bosan, dan merasa sudah memahami materi. Namun di waktu yang sama, mereka juga menginginkan PD dilanjutkan seandainya pandemi telah usai. Penelitian ini menemukan bahwa komitmen dan preferensi mahasiswa di atas bukan hanya berkait erat dengan hambatan umum, melainkan juga dipengaruhi kompetensi dosen dalam menyelenggarakan PD. Penelitian ini merekomendasikan otokritik pendidikan tinggi atas ketidaksiapan PD ditinjau dari tiga aspek.