Claim Missing Document
Check
Articles

Pengoptimalan Algoritma Genetika dengan Multithreading untuk Pencarian Kalimat Sari, Kartika; Ananda, Muharam Rizqi; Bahri, Muhammad Syamsul; Wulandari, Siti Oktavia; Prayuda, Herry
SISFOTENIKA Vol. 14 No. 1 (2024): SISFOTENIKA
Publisher : STMIK PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30700/sisfotenika.v14i1.410

Abstract

Algoritma genetika sering digunakan untuk memecahkan masalah pencarian teks. Namun, kinerja waktu eksekusi algoritma genetika konvensional masih kurang efisien untuk pencarian teks berskala besar. Hal ini disebabkan proses evaluasi fitness yang dilakukan secara berulang pada setiap generasi. Penelitian ini berfokus pada peningkatan efisiensi waktu eksekusi algoritma genetika untuk pencarian teks dengan mengimplementasikan multithreading. Multithreading memungkinkan proses evaluasi fitness didistribusikan ke beberapa thread secara paralel. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan sistem pencarian teks berbasis algoritma genetika dengan membandingkan kinerja waktu menggunakan Multithread dan Singlethread, implementasi multithreading digunakan untuk mendistribusikan evaluasi fitness, dan pengukuran kinerja waktu eksekusi. Pengujian sistem dilakukan dengan cara melakukan pencarian keyword dengan menggunakan 30 buah data uji dalam 3 (tiga) skenario pengujian, yaitu dengan menggunakan Single-thread, Multithreading 2 Core, dan Multithreading 4 core untuk kemudian akan dihitung dan dibandingkan waktu eksekusinya. Hasilnya menunjukkan perbedaan kinerja waktu antara algoritma genetika asli dengan singlethread dan yang dioptimalkan menggunakan Multithreading. Hasil pengujian didapatkan nilai waktu eksekusi sistem dengan Singlethread membutuhkan waktu rata-rata 21,66 detik per generasi. Sedangkan dengan menggunakan Multithread 2 core waktu eksekusi menjadi 21,24 detik, dan 4 core menjadi 11,48 detik. Implementasi multithreading meningkatkan kecepatan eksekusi hingga 50% karena proses fitness dievaluasi secara paralel. Algoritma dengan 4 core memberikan peningkatan kinerja waktu yang signifikan.
IMPLEMENTASI IOT DAN GAUSSIAN NAÏVE BAYES UNTUK SISTEM MONITORING KANDANG AYAM BROILER Randily, Dhea Ramadhanti Putri; Rismawan, Tedy; Sari, kartika
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v13i2.6243

Abstract

Abstrak. Ayam Broiler merupakan unggas penghasil daging yang sensitif terhadap suhu, kelembapan, dan amonia. Apabila suhu dan kelembapan kandang tidak berada dalam kondisi ideal, maka ayam akan melakukan panting dan memperlambat metabolisme dengan cara menjauhi tempat pakan. Panting adalah kondisi dimana mulut ayam selalu terbuka untuk menstabilkan suhu tubuh. Selain itu, gas amonia yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pernapasan pada ayam. Berdasarkan masalah tersebut, dibangun sebuah sistem monitoring kandang ayam broiler berbasis Internet of Things (IoT)dengan metode Gaussian Naive Bayes untuk membantu peternak dalam memonitoring kondisi kandang agar selalu berada dalam kondisi ideal dengan mengklasifikasikan menjadi dua kategori yaitu ideal dan buruk berdasarkan tiga parameter yaitu suhu, kelembapan, dan amonia. Sistem ini menggunakan NodeMCU ESP32 dengan output sistem yaitu lampu pijar, exhaust fan, dan mist maker. Lampu pijar digunakan sebagai pemanas kandang. Exhaust fan digunakan untuk menurunkan suhu kandang saat berada di atas kondisi ideal, menjaga sirkulasi udara dan mengontrol amonia kandang. Mist maker digunakan untuk meningkatkan kelembapan udara di dalam kandang. Pengujian dilakukan dengan data pelatihan sebanyak 573 data dan data pengujian sebanyak 246 data, diperoleh akurasi sebesar 91,87%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu dalam mengatur suhu, kelembapan, dan amonia pada kandang ayam broiler.
Sistem Penyortir Ikan Nila Siap Panen Berbasis Mikrokontroler Arduino Azhar, Sahari; Nirmala, Irma; Sari, Kartika
CESS (Journal of Computer Engineering, System and Science) Vol. 9 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/cess.v9i2.58749

Abstract

Ikan Nila merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, dimana permintaan benih atau ikan konsumsi terus meningkat dari tahun ke tahun. Dalam budidaya ikan Nila, proses penyortiran masih dilakukan secara konvensional, dimana pembudidaya harus melakukan penyortiran ikan satu persatu sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dan rawan terhadap kesalahan manusia. Penelitian ini bertujuan membangun sistem yang dapat digunakan untuk menyortir ikan nila berdasarkan beratnya dengan mengelompokkan ikan Nila kedalam 3 kategori yaitu: grade A, grade B dan grade C. Sistem ini dirancang menggunakan Arduino Uno sebagai pengendali keseluruhan sistem, sensor loadcell untuk membaca nilai berat ikan Nila, sensor inframerah untuk mendeteksi keberadaan ikan Nila, motor servo sebagai penggerak untuk memindahkan ikan Nila ke dalam wadah akhir, dan LCD 16x2 untuk menampilkan informasi berat dan kategori dari ikan Nila. Hasil pengujian sistem menggunakan 30 sampel data diperoleh 24 data sesuai dan 6 data tidak sesuai menunjukkan tingkat akurasi dalam penyortiran berdasarkan beratnya adalah 80%.
The Application of Internet of Things (IoT) Technology in Agrotourism at Taman Inspirasi Strawberry Rasau Jaya Tiga Hidayati, Rahmi; Ristian, Uray; Nirmala, Irma; Suhery, Cucu; Sari, Kartika
MEKONGGA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Digital Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69616/mekongga.v2i2.246

Abstract

Agrotourism is a form of tourism that utilizes agricultural land and supporting facilities to attract visitors. One of the emerging agrotourism destinations in Rasau Jaya Tiga is Taman Inspirasi Strawberry (Strawberry Inspiration Park), which serves as a local agriculture-based tourist attraction. With technological advancements in the agricultural sector, innovations such as the Internet of Things (IoT) a concept that connects physical devices to the internet to automatically collect and exchange data without human intervention have enabled the implementation of automated plant irrigation systems. In this Community Service Program, an IoT-based automatic irrigation system was designed and implemented for strawberry cultivation. The system employs soil moisture and temperature sensors to regulate watering automatically and can be monitored via mobile devices. In addition to system installation, outreach and training sessions were conducted for park managers and participants to ensure proper system operation. The implemented IoT system successfully reduced irrigation time by 53.3% and water consumption by 41.6% compared to manual methods. Participant satisfaction reached 92%, with the highest ratings in the usefulness of the technology and the effectiveness of the training. These findings demonstrate that the application of IoT technology is effective in supporting plant maintenance and enhancing both productivity and the overall appeal of the Taman Inspirasi Strawberry agrotourism site.
RTOS-BASED SYSTEM FOR TODDLER NUTRITIONAL STATUS DETECTION Rahmawan, Arif; Hidayati, Rahmi; Sari, Kartika
JITK (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komputer) Vol. 11 No. 2 (2025): JITK Issue November 2025
Publisher : LPPM Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/jitk.v11i2.7426

Abstract

Determining the nutritional status of toddlers is essential for monitoring growth and preventing long-term health problems. Manual assessment requires significant time and is prone to human error; therefore, an automatic detection system based on height and weight parameters is needed. This study aims to develop a Real-Time Operating System (RTOS)–based system to detect the nutritional status of children aged 24–60 months, capable of managing task priorities, ensuring timely execution, and preventing race conditions using semaphores. The system employs an ultrasonic sensor to measure height, load cell sensors to measure body weight, and a web-based interface to input gender and age. Nutritional classification is determined through Z-score calculations using WHO reference data. Tests conducted on 200 children in various locations showed that the ultrasonic sensor achieved an average absolute error of 0.39 cm, a relative error of 0.409%, and an accuracy of 99.59%, while the load cell sensor achieved an average absolute error of 0.22 kg, a relative error of 1.587%, and an accuracy of 98.41%. The average execution times for the measurement and Z-score computation tasks were 4014.4 ms and 11.31 ms, respectively. The nutritional status classification results showed accuracy levels of 99.5% for Weight-for-Age (W/A), 99.5% for Height-for-Age (H/A), and 97.5% for Body Mass Index-for-Age (BMI/A) compared with manual assessments. The developed system demonstrated reliable performance in measurement and classification, with results consistent with conventional methods, indicating its potential as an efficient and accurate tool to assist healthcare workers in monitoring toddler nutrition status
Pengembangan dan Sosialisasi Website Sistem Informasi Desa Punggur Kecil Sebagai Media Informasi Desa Suhardi Suhardi; Hirzen Hasfani; Ikhwan Ruslianto; Rahmi Hidayati; Cucu Suhery; Tedy Rismawan; Dwi Marisa Midyanti; Syamsul Bahri; Irma Nirmala; Uray Ristian; Kasliono Kasliono; Karika Sari; Hafiz Muhardi
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1279

Abstract

Pengembangan dan sosialisasi website Sistem Informasi Desa Punggur Kecil bertujuan untuk menyediakan media informasi yang efektif bagi masyarakat Desa Punggur Kecil, Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pengabdian Pada Masyarakat dengan berfokus pada pembangunan website yang berfungsi sebagai pusat informasi desa, mencakup berbagai aspek antar lain profile desa, informasi public, informasi kegiatan, dan transparansi dana desa. Kegiatan dimulai dengan pertemuan dengan kepala desa untuk membahas rencana pembuatan sistem informasi dan pelaksanaan sosialisasi. Setelah didapatkan kebutuhan menu website yang dibutuhkan, dibangun website sistem informasi Desa Punggur Kecil. Setelah itu, dilaksanakan sosialisasi penggunaan website di lingkungan desa Punggur Kecil. Sosialisasi yang dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2024 di Aula Kantor Desa Punggur Kecil dari jam 13.00 WIB. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memperkenalkan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penggunaan dan manfaat website. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 23 peserta, diantaranya pegawai kantor desa, ketua RT, BPD, dan masyarakat. Hasil dari kegiatan sosialisasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta dapat memahami fungsi dan cara mengakses website dengan baik. Kegiatan PKM ini telah berhasil memperkenalkan teknologi informasi yang berguna untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan desa.
RTOS-BASED SYSTEM FOR TODDLER NUTRITIONAL STATUS DETECTION Arif Rahmawan; Rahmi Hidayati; Kartika Sari
JITK (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komputer) Vol. 11 No. 2 (2025): JITK Issue November 2025
Publisher : LPPM Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/jitk.v11i2.7426

Abstract

Determining the nutritional status of toddlers is essential for monitoring growth and preventing long-term health problems. Manual assessment requires significant time and is prone to human error; therefore, an automatic detection system based on height and weight parameters is needed. This study aims to develop a Real-Time Operating System (RTOS)–based system to detect the nutritional status of children aged 24–60 months, capable of managing task priorities, ensuring timely execution, and preventing race conditions using semaphores. The system employs an ultrasonic sensor to measure height, load cell sensors to measure body weight, and a web-based interface to input gender and age. Nutritional classification is determined through Z-score calculations using WHO reference data. Tests conducted on 200 children in various locations showed that the ultrasonic sensor achieved an average absolute error of 0.39 cm, a relative error of 0.409%, and an accuracy of 99.59%, while the load cell sensor achieved an average absolute error of 0.22 kg, a relative error of 1.587%, and an accuracy of 98.41%. The average execution times for the measurement and Z-score computation tasks were 4014.4 ms and 11.31 ms, respectively. The nutritional status classification results showed accuracy levels of 99.5% for Weight-for-Age (W/A), 99.5% for Height-for-Age (H/A), and 97.5% for Body Mass Index-for-Age (BMI/A) compared with manual assessments. The developed system demonstrated reliable performance in measurement and classification, with results consistent with conventional methods, indicating its potential as an efficient and accurate tool to assist healthcare workers in monitoring toddler nutrition status
IMPLEMENTASI FUSI DATA SENSOR IMU DENGAN COMPLEMENTARY FILTER PADA SISTEM PELACAKAN KENDARAAN BERBASIS IOT Romi Ardiansyah; Kartika Sari; Irma Nirmala
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 11, No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v11i1.13281

Abstract

Sistem pelacakan kendaraan berbasis Internet of Things (IoT) umumnya memanfaatkan Global Positioning System (GPS) untuk pemantauan posisi kendaraan, namun akurasinya dapat menurun pada kondisi lingkungan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pelacakan kendaraan berbasis IoT dengan mengintegrasikan sensor GPS Neo-6M dan sensor IMU MPU6050. Pada sistem ini, metode Complementary Filter diterapkan pada sensor IMU MPU6050 untuk menggabungkan data accelerometer dan gyroscope sehingga diperoleh estimasi arah pergerakan kendaraan yang lebih stabil. Sistem dibangun menggunakan mikrokontroler ESP32 dan dihubungkan dengan chatbot Telegram sebagai media penyampaian informasi posisi dan arah pergerakan kendaraan. Pengujian dilakukan pada berbagai kondisi lingkungan, meliputi area terbuka, antar gedung, di dalam gedung parkir, serta area menanjak dan menurun. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penerapan Complementary Filter mampu mengurangi rata-rata selisih pengukuran sudut, dari 16,57° menjadi 3,18° di area terbuka, dari 19,36° menjadi 5,22° di area antar gedung, dari 9,19° menjadi 3,65° di gedung parkir, dan dari 21,72° menjadi 9,38° di area menanjak dan menurun. Sistem juga berhasil mengirimkan notifikasi otomatis maupun berdasarkan permintaan pengguna melalui chatbot Telegram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Complementary Filter efektif dalam meningkatkan akurasi arah pergerakan kendaraan dan mendukung pelacakan yang andal diberbagai kondisi lingkungan.
Optimalisasi Transmisi Lora Melalui Mqtt Mosquitto dengan Metode Data Chunking Irvando Aldo Renaldy; Rahmi Hidayati; Kartika Sari
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol. 17 No. 1 (2026): JURNAL SIMETRIS VOLUME 17 NO 1 TAHUN 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v17i1.15820

Abstract

LoRa merupakan salah satu teknologi komunikasi nirkabel yang banyak digunakan dalam sistem Internet of Things (IoT) karena konsumsi daya rendah dan jarak jangkauan yang luas. Salah satu permasalahan utama pada komunikasi LoRa pada sistem IoT adalah keterbatasan ukuran payload yang menyebabkan kegagalan dalam transmisi data berukuran besar, khususnya citra termal dari sensor AMG8833. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini mengusulkan metode pemecahan data (chunking) pada sistem IoT berbasis ESP32 untuk mentransmisikan data besar melalui LoRa. Data dari sensor AMG8833 dipecah menjadi beberapa potongan (chunk) sesuai kapasitas payload, kemudian dikirim secara berurutan dari transmitter ke receiver, lalu diteruskan ke server melalui broker MQTT dan digabungkan kembali menjadi data utuh. Kontribusi utama pada penelitian ini meliputi perancangan mekanisme chunking berbasis identitas data dan urutan paket, serta melakukan integrasi LoRa–MQTT untuk menjaga integritas data. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode chunking mampu mencapai keberhasilan pengiriman data hingga seluruh paket dapat diterima tanpa ada kehilangan data, dengan rata-rata delay sebesar 0,86 detik. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan chunking berbasis MQTT efektif dalam meningkatkan reliabilitas komunikasi LoRa untuk aplikasi IoT dengan kebutuhan data berukuran besar.
A Two-Stage Kalman Filter and ARIMA Framework for High-Frequency Wind Speed Modeling in Equatorial Regions Nurfitri Imro'ah; Nur'ainul Miftahul Huda; Kartika Sari; Rahmi Hidayati
CAUCHY: Jurnal Matematika Murni dan Aplikasi Vol 11, No 1 (2026): CAUCHY: JURNAL MATEMATIKA MURNI DAN APLIKASI
Publisher : Mathematics Department, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/cauchy.v11i1.41753

Abstract

High-frequency wind speed data collected via environmental monitoring systems often contain significant stochastic noise that can obscure underlying patterns and degrade the reliability of statistical models. A two-stage modeling framework (integrating a Kalman Filter (KF) for signal purification and Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) for predictive modeling) was developed and applied to five-minute interval wind speed data in Pontianak, West Kalimantan. The dataset, comprising 3,742 observations recorded from December 11 to 24, 2024, was utilized to evaluate the effectiveness of the KF in enhancing model fitting. The model quality was further assessed using Individual Moving Range (IMR) control charts to monitor residual stability and detect localized anomalies. Results demonstrate that the KF-ARIMA approach significantly improves performance, reducing the Root Mean Square Error (RMSE) from 1.123 m/s to 0.145 m/s, representing an 87.1\% improvement in precision compared to the standalone ARIMA model. The I-MR charts confirmed that the KF-ARIMA residuals remained consistently within the $3\sigma$ control limits, effectively identifying transient variations that standard diagnostic tests might overlook. This integrated framework proves that combining state-space filtering with traditional time-series models provides a robust approach for characterizing high-frequency meteorological data in equatorial regions.