Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Cakupan Vaksin HPV pada Anak Perempuan Usia 9-13 Tahun di Jakarta Barat Tahun 2023 Muhammad Kasrial; Herry Garna; Zulmansyah
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.12406

Abstract

Abstract. Human papilloma virus (HPV) is a major risk factor for cervical cancer. Cervical cancer is the fourth most common cancer in women with an estimate of more than 500 thousand women diagnosed every year. The willingness of parents to vaccinate children aged 9-13 years with HPV is intended to reduce the prevalence of cervical cancer in Indonesia over the next 5-10 years. This time period is adjusted to the incubation period for HPV infection accompanied by an early detection program for cervical cancer as a national health program. The role of parents in preventing HPV infection can be by carrying out HPV vaccination from an early age, especially mothers. The general aim of this research is to analyze the relationship between maternal parenting patterns and HPV vaccination coverage in girls aged 9–13 years. This research is a cross sectional study with a sample size of 50 who met the inclusion and exclusion criteria. This data was collected using a parenting style questionnaire. Data were analyzed using the Spearman test. The results of this research show that the mother’s parenting style with the highest percentage is democratic (56%). The highest percentage of HPV vaccination coverage was also obtained, namely complete HPV vaccination coverage (82.1%). The Spearman test shows an F value of 0.016 (<0.05) so there is a relationship between mother’s parenting patterns and HPV vaccine coverage in girls aged 9-13 years. Abstrak. Human papilloma virus (HPV) merupakan faktor risiko utama kanker serviks. Kanker serviks menempati urutan ke-empat kanker tersering pada wanita dengan perkiraan lebih dari 500 ribu wanita terdiagnosis setiap tahun. Kesediaan vaksinasi HPV terhadap anak usia 9–13 tahun oleh orangtua diperuntukkan dapat menurunkan prevalensi kanker serviks di Indonesia pada rentang kurun waktu 5–10 tahun ke depan. Jangka waktu ini disesuaikan dengan masa inkubasi infeksi HPV diiringi dengan program deteksi dini kanker serviks sebagai program kesehatan nasional. Peran orangtua dalam pencegahan infeksi HPV dapat berupa melakukan vaksinasi HPV sejak dini terutama ibu. Tujuan umum penelitian ini adalah menganalisis hubungan pola asuh ibu dengan cakupan vaksinasi HPV pada anak perempuan usia 9–13 tahun. Peneltian ini merupakan penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 50 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pola asuh ibu. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh ibu dengan presentase terbanyak yaitu dengan cara demokrasi (56%). Didapatkan juga cakupan vaksinasi HPV dengan presentase tertinggi yaitu dengan cakupan vaksinasi HPV lengkap (82,1%). Uji Chi-square menunjukkan nilai p sebesar 0,016 (<0,05) sehingga terdapat hubungan antara pola asuh ibu dengan cakupan vaksin HPV pada anak Perempuan usia 9-13 tahun.
Gambaran Karakteristik Balita Stunting dan Severely Stunting di Puskesmas Palasari Subang Sarah Siti Nurnabilah; Zulmansyah; Suganda Tanuwidjaja
Jurnal Riset Kedokteran Volume 5, No.1, Juli 2025, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.v5i1.6688

Abstract

Abstract. Stunting is one of the chronic nutritional problems that affect the growth and development of toddlers. The working area of Palasari Health Center in Subang shows a high prevalence of stunting. The study employs a quantitative descriptive design with a purposive sampling technique. The sample consists of 84 toddles recorded in the working area of the Palasari Health Center. Secondary data were obtained through the e-PPGBM (Electronic Community-Based Nutrition Recording and Reporting). The results show that stunted toddlers are more common among boys (62%), as well as severely stunted toddlers (52.4%). The majority of both stunted and severely stunted toddlers belong to the age group >36 months (69%). Additionally, most stunted toddlers have mothers with inadequate weight gain during the third trimester of pregnancy (52.4%), similar to severely stunted toddlers, where most have mothers with insufficient weight gain during the third trimester (76%). The high prevalence of stunting and severe stunting in this area is influenced by various factors, including male gender, age >36 months, and mothers with inadequate weight gain during the third trimester of pregnancy. Integrated intervention efforts, including enhanced nutrition education and strengthened maternal and child health programs, are necessary to address this issue. Abstrak. Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang balita. Wilayah kerja Puskesmas Palasari Subang  menunjukkan prevalensi stunting yang masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran karakteristik balita stunting dan severely stunting, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sampel terdiri dari  84 balita yang terdata di wilayah kerja Puskesmas Palasari. Data sekunder didapatkan melalui e-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita stunting lebih banyak pada laki-laki(62%), begitupun dengan balita severely stunting (52,4%). Mayoritas balita stunting maupun severely stunting berasal dari kelompok umur >36 bulan (69%). Selain itu, mayoritas balita stunting memiliki ibu dengan  penambahan berat badan saat hamil trimester III yang kurang (52,4%). Sama halnya dengan balita  severely stunting yang sebagian besar memiliki ibu penambahan berat badan saat hamil trimester III yang kurang (76%). Tingginya prevalensi stunting dan severely stunting di wilayah ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya jenis kelamin laki-laki, usia > 36 bulan, dan ibu yang memiliki penambahan berat badan trimester III kehamilan dengan kategori kurang. Upaya intervensi yang terintegrasi, termasuk peningkatan edukasi gizi dan penguatan program kesehatan ibu dan anak, diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini.
ANALISIS USAHA PENGOLAHAN SAGU BASAH DI DESA HARAPAN MAKMUR KECAMATAN GAUNG ANAK SERKA (STUDI KASUS KILANG H. BAHTIAR ) Zulmansyah; Sawitri, Nina; Partini
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Agribisnis Volume 13 No 1 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v13i1.3222

Abstract

Sagu merupakan tanaman perkebunan yang banyak dikembangkan oleh masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir, salah satunya Kecamatan Gaung Anak Serka. Salah satu produk turunan sagu adalah tepung sagu basah. Salah satu usaha pengolahan tepung sagu basah di Desa Harapan Makmur adalah usaha pengolahan sagu basah milik H.Bahtiar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dan efisiensi usaha dari pengolahan sagu basah Pak H.Bahtiar. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, analisis penerimaan, analisis keuntungan dan analisis efisiensi usaha. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Biaya total usaha sagu basah adalah sebesar Rp. 71.939.555,5/bulan, (2) Total penerimaan diperoleh adalah sebesar Rp. 82.744.200,00/bulan, (3) Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 10.804.644,5/bulan, (4) Usaha pengolahan sagu basah kilang H. Bahtiar efisien dengan nilai RCR sebesar 1,15 Sago is a plantation crop that has been widely developed by people in Indragiri Hilir Regency, one of which is Gaung Anak Serka sub-district. One of the sago derivative products is wet flavor sago. One of the largest wet sago processing business in Harapan Makmur Village is Mr. H. Bahtiar . The purpose of this study was to determine the cost, revenue, profit and business efficiency of Mr. H. Bahtiar wet sago processing. The method used are cost analysis, revenue analysis, profit analysis and business efficiency analysis. The results of the study show that: (1) The total cost was Rp. 71.939.555,5/month, (2) The total revenue was Rp. 82.744.000,00/month, (3) The profit is Rp. 10.804.644,5/month, (4) The H. Bahtiar refinery’s wet sago processing business is efficient with an RCR value of 1,15.