Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

IDENTIFIKASI BENTUK-BENTUK ETNOMATEMATIKA PADA POLA LANTAI TARI TRADISI ZAPIN ALON PESISIR Fisky, Arasi; Syani Putri, Nurul Hilda; Elvi, Mariyanti
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 2 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.2 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i2.4041

Abstract

Tari Zapin Alon Pesisir merupakan jenis tarian adat yang berasal dari kebudayaan melayu Lingga, tepatnya di Sanggar Seni Langgam Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji etnomatematika yang terdapat pada pola lantai tari tradisi zapin alon pesisir. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah pegiat seni di Dabo Singkep sekaligus pemilik dari Sanggar Seni Langgam Selatan yang bernama Boy Andika S.Pd.SD yang menjabat sebagai Guru di SDN 002 Singkep. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan peneliti sebagai instrument utama. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema budaya. Hasil penelitian didapati aktivitas mengukur yang terdapat pada saat penari memasuki pentas dan melakukan perpindahan pada pola yang sudah ditetapkan oleh koreografer. Penari menggunakan alat ukur tidak baku yaitu langkah kaki, sehingga ditemukan konsep matematika berupa satuan tidak baku. Aktivitas mendesain terdapat pada gerak alif, dimana posisi tangan dan kaki penari membentuk sudut dan pada bentuk pola lantai tari Zapin Alon Pesisir, sehingga ditemukan konsep geometri berupa sudut, garis dan bangun datar seperti jajargenjang, lingkaran, persegi.
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN POP-UP BOOK BERBASIS MARITIM DENGAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) UNTUK MENINGKATKAN LITERASI NUMERASI SISWA SD: Pengembangan Pop-Up Book Berbasis Maritim Dengan Pendekatan Culturally Responsive Teaching (Crt) Untuk Meningkatkan Literasi Numerasi Siswa Sd Prastowo, Aang yudho; Nurul Hilda Syani Putri; Roma Doni Azmi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35068

Abstract

Penelitian yang dilaksanan bertujuan mengembangkan media pembelajaran Pop-Up Book berbasis budaya maritim yang terintegrasi dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) guna mengoptimalkan literasi numerasi siswa sekolah dasar, terutama pada materi pecahan. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development pada model ADDIE yang mencakup tahap yakni: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian adalah 37 siswa kelas IV SDN 17 Bintan Timur pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data terdiri dari wawancara, angket, tes, dan dokumentasi. Hasil validasi dari para ahli membuktikan bahwa media yang dikembangkan berada pada kategori sangat layak. Implementasi media menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa, dari rata-rata pretest sebesar 48,11 menjadi 84,05 pada posttest. Analisis N-Gain menunjukkan skor 0,68 yang termasuk kategori sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa media Pop-Up Book berbasis budaya maritim optimal dalam meningkatkan pemaknaan siswa terhadap materi pecahan melalui pendekatan yang kontekstual dan menyenangkan. Kata Kunci: Pop-Up Book, Budaya Maritim, Literasi Numerasi, Culturally Responsive Teaching, Media Pembelajaran, Pecahan
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM BAGI GURU SMP Susanti, Susanti; Dwinata, Alona; Elvi, Mariyanti; Putri, Nurul Hilda Syani; Izzati, Nur; Fera, Mirta
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37133

Abstract

Abstrak: Perkembangan IPTEK mengubah paradigma pendidikan menjadi berpusat pada siswa dengan menggunakan pendekatan pembelajaran aktif, partisipatif, dan bermakna yaitu pendekatan pembelajaran mendalam. Namun, berdasarkan observasi awal di salah satu SMP Negeri di kota Tanjungpinang, implementasinya belum terlaksana. Mayoritas guru belum memiliki pemahaman tentang bagaimana merancang perencanaan pembelajaran mendalam yang sesuai. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pendampingan dalam mengembangkan perencanaan pembelajaran mendalam. Kegiatan pendampingan dilakukan kepada guru-guru mata pelajaran yang berjumlah 33 orang. Metode pelaksanaan pengabdian terbagi atas 3 (tiga) tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaannya berbentuk pendampingan menggunakan metode ceramah, demonstrasi, dan praktik. Evaluasi dilakukan dengan memberikan angket umpan-balik, soal pretest posttest dan angket persepsi diri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan dengan kenaikan rata-rata skor 12,40. Secara keseluruhan 87.9% peserta merasa puas dengan pelaksanaan kegiatan PKM dan >65% peserta merasa mampu mengembangkan perencanaan pembelajaran mendalam untuk praktik pembelajaran di sekolah.Abstract: The development of science and technology has shifted the educational paradigm toward student-centered learning by using an active, participatory, and meaningful learning approach, namely deep learning. However, based on initial observations at one of the public junior high schools in Tanjungpinang, its implementation has not yet been carried out. Most teachers do not understand how to design appropriate deep learning lesson plans. The aim of this community service is to provide guidance in developing deep learning lesson plans. The guidance activities were conducted for 33 subject teachers. The implementation method of the community service is divided into three stages: preparation, execution, and evaluation. It is carried out in the form of guidance using lectures, demonstrations, and practice. Evaluation is conducted through providing feedback questionnaires, pretest and post test questions, and self-perception questionnaires. The results of the activity showed a significant increase in understanding, with an average score improvement of 12.40. Overall, 87.9% of participants were satisfied with the implementation of the PKM activities, and more than 65% of participants felt capable of developing in-depth learning plans for classroom practice in schools.
Sistem Informasi Perhitungan Stok Barang Per Gudang pada PT.Dima Habadi Menggunakan Metode Double Exponential Smoothing Nurul Hilda Syani Putri; Suhendi Suhendi; Imron Nugraha Imron Nugraha
Jurnal Bangkit Indonesia Vol 8 No 1 (2019): Bulan Maret 2019
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia Tanjung Pinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3037.754 KB) | DOI: 10.52771/bangkitindonesia.v8i1.160

Abstract

This research focused on the problems in the sense of recording transactions on PT.DIMA HABADI who still have problems in stock reporting while doing the recording of transactions very much. Stock reporting process that still requires a long time, because the manual recording of transactions and should crosscheck back relatively much. Thus the purpose of this research cope in order to improve the weaknesses recording manually, and also to facilitate the stocking statements. The method used is the study of literature and data collection through in-depth interviews and direct observation to examine the workings of recording the transaction in progress. System development methodology is the use of "Waterfall Model" and is implemented through the programming language Visual Studio 2013 and SQL Server 2012 as the database.
Implementasi Model Pembelajaran STAD Berbantuan Media ICT Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VIII Faris Mawanto; Aang Yudho Prastowo; Nurul Hilda Syani Putri
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Karya Pendidikan Matematika Volume 12 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkpm.12.2.2025.102-111

Abstract

The problem identified in this study is the inadequate understanding of mathematical concepts among students, which is thought to result from the traditional teaching methods used by educators. This research aims to explore the differences in mathematical concept comprehension among grade VIII students when using the STAD learning model integrated with ICT media, compared to the traditional STAD model. The lack of engagement in mathematics learning has led to a decline in students' interest, which, in turn, affects their understanding and mastery of mathematical concepts. This study is categorized as experimental research, specifically employing a Quasi-Experimental Design with a Pretest and Posttest Control Group Design framework. Cluster Sampling was used as the sampling method, and both test and non-test data collection techniques were applied. Data analysis involved both qualitative and quantitative methods, with statistical analysis conducted using the Independent Sample T-Test. The hypothesis testing results, performed using SPSS, showed a Sig. (2-tailed) value of 0.000, which is lower than 0.05, confirming a significant difference in the understanding of mathematical concepts between the students who received the STAD model with ICT support and those who received the traditional STAD model. Additionally, it suggests that students in the experimental group displayed a higher level of curiosity towards learning compared to those in the control group.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Ditinjau dari Self-Confidence Dalam Menyelesaikan Soal Segitiga dan Segiempat Berbasis Budaya Lokal Muhamad Risky; Mariyanti Elvi; Nurul Hilda Syani Putri
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 10, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v10i1.17806

Abstract

Pendidikan matematika memiliki peran fundamental dalam mengembangkan intelektual siswa, dengan komunikasi matematis menjadi kunci penting dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari self-confidence dalam menyelesaikan soal segitiga dan segiempat berbasis budaya lokal di MTs Negeri Tanjungpinang. Studi menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas VIII-6, mengumpulkan data melalui observasi, tes kemampuan komunikasi matematis, skala self-confidence, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan tingkat self-confidence siswa terdistribusi dalam tiga kategori: 18% tinggi, 52% sedang, dan 30% rendah. Siswa dengan self-confidence tinggi mampu memenuhi seluruh indikator komunikasi matematis, meliputi mengekspresikan ide matematis dalam gambar, menghubungkan konsep matematika dengan benda nyata, memahami dan mengevaluasi ide matematis, serta menyatakan peristiwa sehari-hari dalam simbol matematis. Siswa berkategori self-confidence sedang hanya mampu memenuhi sebagian indikator, sedangkan siswa dengan self-confidence rendah tidak dapat memenuhi indikator komunikasi matematis. Penelitian menyimpulkan adanya hubungan signifikan antara self-confidence dan kemampuan komunikasi matematis, dengan implikasi pentingnya pengembangan strategi pedagogis yang memperhatikan aspek psikologis siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya geometri.
Analisis Perbandingan Algoritma Nearest Neighbor dan Branch and Bound dalam Penentuan Rute Wisata Pulau Penyengat Berbasis Graf Berbobot Nurul Hilda Syani Putri; Mirta Fera; Dina Irsandi; Tirta Dwi Arliyanti
Numerical: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ma'arif Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/numerical.v10i1.7875

Abstract

This study aims to compare the Nearest Neighbour and Branch and Bound algorithms in determining tourism routes on Penyengat Island using weighted graph modeling and to analyze the effect of graph structure on the resulting routes. A quantitative approach based on graph theory was employed in this study. The data were obtained through direct observation in the form of distances between tourist locations, while travel time and number of steps were used as supporting data. Tourist locations were represented as vertices and the connections between locations as weighted edges, with distance used as the main parameter. The graph used in this study was an undirected weighted and incomplete graph with the starting point located at vertex A (Harbor). Route efficiency was evaluated by calculating the total path weight generated by each algorithm. The results showed that the Branch and Bound algorithm produced a more efficient route than the Nearest Neighbour algorithm. In addition, the incomplete graph structure caused repeated vertices in the routes generated by both algorithms. These findings indicate that graph connectivity influences route efficiency in weighted graph-based tourism routing.