Dyonisa Nasirochmi Pakha
Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

The Affecting Factors of Compliance Diabetes Mellitus Type 2 Treatment in Pandemic Era Febrinasari, Ratih Puspita; Solikah, Tri Agusti; Nasirochmi, Dyonisa; Dilma’aarij, Dilma’aarij
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 17, No 4 (2022)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v17i4.29885

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is one of the non-communicable diseases that cause serious health problems. This chronic disease requires lifelong treatment to prevent complications and death. In the pandemic era, DM became comorbid that contributed to the death rate in Covid-19 cases, so that patients with type 2 DM become important to comply with the treatment underway. Aim: This study aimed to evaluate the treatment compliance in patients with DM type 2 at the Purwodiningratan primary health care, Surakarta. Method: This study was conducted in 2020 used an analytical method with crosssectional design. Populations were all of the patients who experience DM type 2, sampling techniques used total sampling with 108 respondents. Univariate, bivariate analysis, and logistic regression were used in this study. Compliance levels measured used the MMAS-8 questionnaire. Result:  The results of this study were obtained from several independent variables that related to compliance with DM type 2 treatment. The descriptive analysis result of patient compliance showed that 70.4% of patients were obedient. The significant variable was the side effects on DM drugs with (OR = -0.44; 95% CI = -0.74 - 0.15; p = 0.003). Conclusion: Most of the patients were adherent to the treatment and the most influencing factor was the side effect of the drug.
THE EFFECTIVENESS OF ETHANOL EXTRACT OF JAMBLANG LEAVES (Syzygium cumini L.) IN INCREASING HDL LEVELS IN WISTAR RATS MODELS OF METABOLIC SYNDROME Muthmainah Muthmainah; Ida Nurwati; Selfi Handayani; Dyonisa Nasirochmi Pakha
Jurnal Riset Kesehatan Vol 12, No 1 (2023): MAY 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v12i1.9305

Abstract

One of the characteristics of metabolic syndrome (MetS) is the low high-density lipoprotein (HDL) levels. Jamblang leaves (Syzygium cumini L.) contain various phytochemicals, which have antihyperglycemic, antihyperlipidemic, and antioxidant properties. This study aims to demonstrate the effectiveness of ethanol extract of jamblang leaves in increasing HDL levels in the Wistar rats model of MetS. A pretest-posttest with a control group design was conducted using 30 male Wistar rats, divided into five groups randomly, with six rats for each group.  Here, KN means normal control group, K- negative control group, and P1, P2, and P3: treatment groups that were administered the 100 mg/kg/day, 150 mg/kg/day, and 200 mg/kg/day of ethanol extract of jamblang leaves for 28 days, respectively. The rat MetS model was developed by administering the high-fat fructose diet and streptozotocin-nicotinamide. The data were analyzed using paired t-test and one-way ANOVA (α=0.05). This study found that extract administration in P2 and P3 increased HDL levels significantly, but not with the P1 group. However, HDL levels in P1 were significantly higher compared to the K- group. Moreover, increasing the dose was significantly followed by higher HDL levels, although the highest dose did not reach the HDL level as in the KN group.
Peningkatan Kapasitas Dokter Layanan Primer dalam Deteksi Dini Kanker Sunggoro, Agus Jati; Nurwati, Ida; Subandono, Jarot; Hermawan, Danus; Budiani, Dyah Ratna; Hakim, Fikar Arsyad; Handayani, Selfi; Pakha, Dyonisa Nasirochmi; Muthmainah, Muthmainah
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v5i2.672

Abstract

Kanker merupakan salah satu beban penyakit tidak menular terbesar di Indonesia dengan tingkat mortalitas yang tinggi akibat keterlambatan diagnosis. Sebagai kontak pertama dalam sistem kesehatan, dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) memiliki peran krusial dalam deteksi dini untuk menurunkan risiko stadium lanjut, namun kapasitas klinis mereka saat ini masih perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan klinis dokter layanan primer di Kabupaten Sukoharjo dalam deteksi dini kanker payudara, serviks, paru, dan kolorektal, serta mendorong kesiapan implementasi dan perubahan praktik skrining di FKTP. Kegiatan dilakukan melalui seminar interaktif secara hibrid yang diikuti oleh 243 dokter layanan primer. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, di mana 117 peserta menyelesaikan kedua tes tersebut secara lengkap dan datanya dianalisis lebih lanjut. Hasil analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan (p < 0,001), dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 67,95 ± 15,22 dan post-test sebesar 90,43 ± 18,53. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan seminar efektif dalam meningkatkan pemahaman dokter layanan primer mengenai deteksi dini kanker. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin untuk memperluas jangkauan dan memperbarui pengetahuan dokter mengenai skrining kanker.
The Increase of HDL-C Levels using Ethanol Extract of Vernonia amygdalina Leaves in Wistar Rats Models of Metabolic Syndrome Pakha, Dyonisa Nasirochmi; Nurwati, Ida; Sunggoro, Agus Jati; Muthmainah, Muthmainah; Handayani, Selfi
Smart Medical Journal Vol 6, No 3 (2023): December
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/smj.v6i3.80480

Abstract

Introduction: Metabolic syndrome (MetS) is a cluster of metabolic factors, including low high-density lipoprotein cholesterol (HDL-C) levels. Vernonia amygdalina (VA) leaves have been documented for their anti-cholesterol properties. The purpose of this study to evaluate ethanol extract of VA leaves in rising HDL-C levels in the MetS model.Methods: An experimental study using pre-and post-test design was conducted using 30 male Wistar rats divided into five groups randomly. KN group served as the control group. KP group was the MetS model without ethanol extract administration. Meanwhile, P1, P2, and P3 were MetS models and were administered ethanol extract of VA leaves administration (50mg/kg, 100mg/kg, and 150 mg/kg) for 28 days. The data were analysed using paired t-test and one-way ANOVA (α=0,05).Results: This study discovered that administering the extract in P1, P2, and P3 significantly improved HDL levels. Furthermore, increasing the dose resulted in significantly greater HDL levels. VA leaves contain phytochemicals that have impacts on cholesterol levels in the blood. Flavonoids and tannin inhibit ester cholesterol formation. Terpenoid and flavonoid hinder HMG-CoA. Saponin contributes to free cholesterol transporter, reducing oxidative stress and increasing LDL receptors. Lastly, vitamin C raises catabolism levels and clearance LDL.Conclusion: There are increases in HDL levels in the MetS model group receiving ethanol extract VA leaves. 
Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Responden di Fakultas Kedokteran UNS Terhadap Penyakit Hepatitis Yudhani, Ratih Dewi; Sari, Yulia; Suryawati, Betty; Pakha, Dyonisa Nasirochmi
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 2 (2025): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i2.103503

Abstract

Pendahuluan: Indonesia merupakan daerah endemis menengah hingga tinggi untuk hepatitis B, dimana  prevalensi mencapai 7,1%. Sementara prevalensi hepatitis C diperkirakan sekitar 1%, namun pada kelompok populasi berisiko seperti pengguna narkoba suntik, pasien hemodialisis, dan narapidana angkanya dapat lebih tinggi.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik deskriptif mendapatkan gambaran awal pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa, pegawai administratif dan pegawai cleaning service di FK UNS terkait penyakit hepatitis. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan reponden 29 orang yang telah memenuhi keriteria inklusi, eksklusi dan telah menandatangani informed consent. Instrumen yang digunakan kuesioner pengetahuan, sikap dan perilaku terkait penyakit hepatitis.Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan jumlah responden berjenis kelamin laki-laki sebesar 55,17% dengan tingkat pendidikan terakhir adalah SMA sebesar 68,97% dan sudah pernah mendapatkan informasi terkait penyakit hepatitis. Tingkat pengetahuan responden terhadap penyakit hepatitis sebesar 79,31% memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Hasil penilaian sikap responden terhadap penyakit hepatitis menunjukkan 89,66% telah memiliki sikap yang baik. Sikap baik tersebut meliputi percaya bahwa hepatitis merupakan penyakit yang serius, merasa perlu mengetahui lebih banyak tentang hepatitis, kesediaan untuk vaksinasi hepatitis B jika tersedia, merasa penting untuk mendorong keluarganya melakukan pemeriksaan hepatitis, dan merasa khawatir jika teman atau keluarga menderita hepatitis. Hasil penelitian ini menunjukkan meskipun sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang baik, namun 72,41% responden berperilaku terhadap pencegahan penularan hepatitis masih tergolong kurang baik.Kesimpulan: Tingkat pengetahuan dan sikap yang baik terkait penyakit hepatitis, namun perilaku terhadap pencegahan penularan hepatitis masih tergolong kurang baik. Meskipun masih merupakan gambaran awal dengan responden terbatas, namun dapat mengindikasikan pentingnya intervensi multifaktorial dalam pengendalian hepatitis.
Edukasi dan Aplikasi Loci pada Guru SD di Wilayah Kecamatan Kerjo Karanganyar Muthmainah, Muthmainah; Nurwati, Ida; Subandono, Jarot; Hermawan, Danus; Budiani, Dyah Ratna; Hakim, Fikar Arsyad; Handayani, Selfi; Pakha, Dyonisa Nasirochmi; Sunggoro, Agus Jati
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 3 (2023): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i3.79482

Abstract

Pendahuluan: Fakta di lapangan menunjukkan sebagian besar guru SD di Kecamatan Kerjo, Karanganyar belum pernah mendengar atau mengetahui metode Loci. Metode Loci merupakan salah satu cara untuk meningkatkan daya ingat dengan mengoptimalkan keseimbangan fungsi otak kiri dan kanan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan edukasi dan aplikasi metode Loci melalui penyuluhan kepada para guru SD tersebut untuk meningkatkan daya ingat.Metode: Penyuluhan dilakukan pada Selasa, 23 Mei 2023 jam 08.00-12.30, di aula kantor Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Kerjo, Karanganyar. Peserta penyuluhan adalah para guru SD dalam wilayah Kecamatan Kerjo, Karanganyar sebanyak 50 orang. Di Kecamatan Kerjo terdapat 29 SD, dari tiap-tiap SD mewakilkan 1-2 orang guru. Tahap-tahap kegiatan pengabdian masyarakat meliputi persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan kegiatan. Penyuluhan diberikan melalui ceramah interaktif dan mempraktekkan cara menghafal dengan metode Loci. Peserta menjalani pretes sebelum dan postes sesudah penyuluhan. Nilai pretes dan postes dibandingkan menggunakan uji statistik Wilcoxon (α=0,05). Hasil dan pembahasan: Kegiatan pengabdian masyarakat yang berupa penyuluhan metode Loci telah dilaksanakan sesuai rencana dan diikuti oleh 50 orang guru SD dari 29 SD yang ada di wilayah Kecamatan Kerjo, Karanganyar. Rerata nilai pretes peserta 42,56±21,04 dan nilai postes 62,56±28,11 dengan nilai signifikansi p<0,001. Hal ini berarti bahwa penyuluhan yang berupa ceramah interaktif dan praktek aplikasi metode Loci, selain dapat memberikan pemahaman mengenai pengetahuan metode Loci, juga berpengaruh dalam meningkatkan daya ingat peserta.Kesimpulan: Edukasi dan aplikasi metode Loci yang diberikan melalui penyuluhan dapat memberikan pemahaman mengenai metode Loci dan dapat meningkatkan daya ingat pada para guru SD di Kecamatan Kerjo, Karanganyar.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan Pengembangan Media Flash Card pada Guru SD wilayah Kecamatan Kerjo Karanganyar Pakha, Dyonisa Nasirochmi; Nurwati, Ida; Muthmainah, Muthmainah
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 2 (2024): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i2.80315

Abstract

Introduction: Teachers as role model need to encourage perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) – meaning clean and healthy lifestyle – in schools and teach it to students, leading to a healthy environment. Several elementary school teachers in Kerjo District have not been habituated to optimally implementing PHBS. The aim of this community service is to conduct PHBS education and develop flash cards; thus, this may increase understanding of PHBS, then apply these lifestyles optimally.Methods: The community service was carried out by counselling PHBS on Tuesday, 23rd May 2023. The target was elementary school teachers in the Kerjo District, involving 27 elementary schools with 44 participants. Data was collected from 27 schools for classifying PHBS strata, then the participants took pre-test and post-test to measure level of knowledge. Next, counselling was carried using interactive lecture and flash card. The distributed flash cards were also assessed by the teachers.Results and discussions: During the community service, three schools were recorded as sehat paripurna and 24 schools as sehat utama. The average value of pre-test and post-test results were 3.52 ± 0.66 and 4.88 ± 0.32, respectively. This indicates that there was an increase in the average value and PHBS counselling may increase participants’ understanding. Additionally, majority of participants agree that the flash cards are suitable for learning purpose.Conclusion: PHBS counselling may provide an understanding of PHBS for elementary school teachers in the Kerjo District, Karanganyar, also, flash cards are applicable for learning purpose.
Pelatihan Kader Kesehatan dalam Pemberdayaan Poskestren di Pondok Pesantren Al Amaanah Karanganyar Handayani, Selfi; Nurwati, Ida; Subandono, Jarot; Muthmainah, Muthmainah; Hermawan, Danus; Budiani, Dyah Ratna; Hakim, Fikar Arsyad; Pakha, Dyonisa Nasirochmi; Sunggoro, Agus Jati
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 2 (2025): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i2.94068

Abstract

Pendahuluan: Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) adalah suatu bentuk upaya untuk meningkatkan kesehatan warga pesantren. Para kader poskestren, yang meliputi para santri, perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pemeriksaan vital sign (VS), antropometri, serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan pelatihan VS, antropometri, dan PHBS kepada kader kesehatan di pos kesehatan pesantren.Metode: Sosialisasi dan pelatihan keterampilan pemeriksaan VS, antropometri, dan PHBS dilaksanakan pada bulan Juli 2024. Terdapat 30 orang kader kesehatan poskestren beserta 10 pamong yang mengikuti acara ini. Pemateri dan instruktur memberikan materi menggunakan media presentasi, pamflet, dan tanya-jawab. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan melatih keterampilan kader secara langsung. Sebelum dilakukan sosialisasi dan pelatihan, peserta melaksanakan pre-test, dan kemudian diikuti dengan post-test setelah mendapatkan pelatihan.Hasil dan pembahasan: Hasil evaluasi terhadap pengetahuan tentang PHBS pada kader Kesehatan memperlihatkan bahwa 80% (24 kader) telah mengalami peningkatan pengetahuan dari yang awalnya hanya 24% (7 kader). Nilai pretest dan post-test keterampilan VS dan antropometri memperlihatkan perbedaan, yaitu terjadi peningkatan pengetahuan tentang vital sign dan antropometri. Setelah dilakukan pelatihan pemeriksaan vital sign dan antropometri, semua kader sudah dapat melakukan pemeriksaan dengan baik.Kesimpulan: Sosialisasi dan pelatihan keterampilan dapat meningkatkan pengetahuan tentang PHBS, pemeriksaan VS, dan antropometri. Semua kader kesehatan yang dilatih sudah dapat melaksanakan pemeriksaan VS dan antropometri dengan baik.
Edukasi Pencegahan Stunting sebagai Upaya Penekanan Angka Stunting di Desa Trombol Sragen Pakha, Dyonisa Nasirochmi; Bevani, Alzena Primrose; Artasya, Calista Yudhi; Bryan, Christopher; Hanannyndito, Ersalia; Joesan, Izdihar Rahmania; Anwar, Muhammad Adib Fajar; Safitri, Nisrina Ulayya; Hidayat, Salva Nadia; Reswara, Vanesha Ardya; Hananto, Vinsensius Alfi
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i1.78636

Abstract

Pendahuluan: Hingga saat ini, stunting masih menjadi masalah kesehatan global. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan angka stunting di Indonesia adalah 21,6%, dan angka balita stunting di Kabupaten Sragen pada tahun 2022 adalah 24,3%, dimana terjadi peningkatan sebesar 5,5% dibandingkan tahun 2021. Sehingga, kegiatan pengabdian diperlukan untuk memberikan edukasi terkait stunting dan cara pencegahannya dengan harapan dapat menekan angka stunting.Metode: Kegiatan pengabdian dilaksanakan tanggal 7 Agustus 2023 di Posyandu Amanah Desa Trombol, Sragen. Sasaran kegiatan adalah peserta posyandu balita, yaitu ibu dengan balita dengan total 35 peserta. Sebelum penyuluhan, peserta mengerjakan pre-test. Penyuluhan diberikan dengan ceramah interaktif menggunakan PowerPoint dan penggunaan leaflet untuk diskusi lebih dalam. Kegiatan pengabdian diakhiri dengan mengerjakan post-test dan kritik saran terhadap leaflet.Hasil dan pembahasan: Kegiatan pengabdian sudah berjalan dengan lancar. Sasaran peserta yaitu ibu sudah sesuai, mengingat pentingnya peran ibu dalam 1000 hari pertama kehidupan. Kemudian, rerata nilai hasil pre-test adalah 8±1,76 dan post-test adalah 9,4±0,81. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah penyuluhan. Peningkatan pengetahuan peserta diharapkan dapat mengoptimalkan pemberian nutrisi pada anak. Selain itu, mayoritas peserta setuju bahwa leaflet sudah sesuai dan bermanfaat sebagai media penyuluhan, serta kegiatan pengabdian mendapatkan respon positif dari peserta.Kesimpulan: Kegiatan pengabdian sudah berjalan dengan baik sesuai tujuan. Penyuluhan stunting dapat meningkatkan pengetahuan peserta terkait stunting. Selain itu, 90% peserta setuju bahwa leaflet dapat digunakan sebagai media penyuluhan dengan konten yang sudah sesuai dan mudah dipahami.
Hubungan Kadar Trigliserida dengan Pasien Kanker Payudara yang Telah Mendapatkan Terapi Hormonal Merrinda Putri; Soewoto, Widyanti; Pakha, Dyonisa Nasirochmi
Plexus Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v5i1.2072

Abstract

Pendahuluan: Terapi kanker payudara dilakukan dengan menggunakan terapi hormonal. Terapi hormonal diberikan untuk mencegah adanya interaksi estrogen. Ketika estrogen mengalami penurunan, maka akan terjadi peningkatan kadar trigliserida. Peningkatan kadar trigliserida di dalam darah atau yang disebut dengan hipertrigliseridemia dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit, salah satunya adalah penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kadar Trigliserida pada pasien kanker payudara yang telah mendapatkan terapi hormonal serta mengetahui apakah terdapat hubungan antara penggunaan terapi hormonal dengan kadar serum Trigliserida. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan jenis penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik. Cross sectional dapat diartikan sebagai salah satu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui antara faktor risiko (penyebab) dan dampaknya yang dilakukan dalam satu waktu (point time approach). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 186 sampel didominasi oleh pasien kanker payudara yang telah menjalani terapi hormonal > 2 tahun (52,15%), kelompok dengan kadar HDL normal (87,63%), kelompok dengan kadar LDL normal (73,66%). Tidak terdapat hubungan antara kadar HDL dengan pasien kanker payudara yang telah menjalani terapi hormonal dengan hasil signifikansi (p) = 0,523 dan tidak terdapat hubungan antara kadar LDL dengan pasien kanker payudara yang telah menjalani terapi hormonal dengan hasil signifikansi (p) = 0,865. Kesimpulan: Hasil akhir adalah tidak didapatkan adanya hubungan antara kadar serum trigliserida dengan penggunaan terapi hormonal pada pasien kanker payudara dengan nilai signifikansi (p)= 0,480.