Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JESA

PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL TUPAI PEMBURU TERHADAP HASIL PEMBELAJARAN ATLETIK LARI ESTAFET Dadang Budi Hermawan
Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Edukasi STKIP Sebelas April
Publisher : STKIP Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan adanya penelitian ini penulis bermaksud meneliti tentang pengaruh permainan tradisional tupai pemburu dalam lari estafet di kelas X SMK YPSA Sumedang. Penggunaan permainan tradisional tupai pemburu pada lari estafet bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional tupai pemburu terhadap hasil pembelajaran lari estafet pada siswaKelas X SMK YPSA Sumedang, dan untuk mengetahui besarnya pengaruh permainan tradisional tupai pemburu terhadap hasil pembelajaran lari estafet siswaKelas X SMK YPSA Sumedang. Untuk mengetahui tujuan dapat tercapai atau tidak penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode quasy eksperimen atau eksperimen semu. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas X SMK YPSA Sumedang yang dipilih secara rendom yang berjumlah 20 orang siswa. alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes. Tes yang digunakan dalam rangka mengukur sejauhmana keberhasilan penggunaan permaninan tupai pemburu dalam pembelajaran lari estafet. Mengacu pada hasil pengolahan data dan analisis data dari tes yang di lakukan di SMK YPSA Sumedang dapat ditarik kesimpulan dari hasil penelitian ini, yaitu terdapat pengaruh yang signifikan dari permainan tradisional tupai pemburu terhadap hasil pembelajaran siswa. Hal tersebut diatas dibuktikan dengan pengujian hipotesis dengan membandingkan nilai kemampuan peningkatan kecepatan lari 4 x 50 meter untuk siswa kelas X Ma’arif 2 sumedangdengan hasil rata-rata pada tes awal sebesar 0,1355 dengan simpangan baku 3,162 terjadi peningkatan pada tes akhir menjadi rata – rata sebesar 76,2 dengan simpangan baku 3,45. Pada hasil perhitungan normalitas yaitu pada tes awal = 0.357 dan tes akhir = 0.1355. Dari hasil pengujian tersebut diperoleh bahwa thitung (2.840) yang lebih besar dari ttabel pada tingkat kepercayaan atau tarif signifikansi ? = 0,05 dengan dk(n – 1) 4, harga t (2,1318) dari daftar distribusi t diperoleh 0,872. kriteria pengujian adalah, tolak Ho jika t > t1-? maka t hitung berada pada daerah penolakan, jadi Ho ditolak.
PENGARUH MODEL MENGAJAR TGT TERHADAP HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK Dadang Budi Hermawan
Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Edukasi STKIP Sebelas April
Publisher : STKIP Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencapaian tujuan pendidikan khususnya pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan tidak dapat dicapai dengan mudah, hal ini dikarenakan masih ditemukannya permasalahan di dalam pelaksanaannya. Salah satunya masih ada kurangnya guru yang berkompetensi dalam mengajarkan mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, hal ini dikarenakan masih ditemukannya mengajar yang tidak bersesuai dengan bidang akademik keahliannya. Berdasarkan pengamatan peneliti di SMK KORPRI Sumedang, bahwa permasalahan yang timbul adalah masih rendahnya tingkat pengetahuan siswa tentang teknik-teknik lompat jauh. Berdasarkan permasalahan umum yang dihadapi khususnya gerak dasar lompat jauh gaya jongkok, maka peneliti merasa tertarik melakukan penilitian pada siswa kelas X SMK KORPRI Sumedang dengan menggunakan model pembelajaran TGT untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui besarnya pengaruh model pembelajaran TGT terhadap hasil belajar lompat jauh gaya jongkok. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis melalukan penelitian dengan menggunakan metode eksperimen. Instrument yang digunakan yaitu tes lompat jauh yang ditulis Syarifudin (1992). Tes tersebut dilaksanakan sebanyak dua kali yaitu tes awal dan tes akhir. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan Sampling purposive. Sampel yang diambil sebanyak 25% dari jumlah populasi yaitu sebesar 29 siswa. Berdasarkan hasil dari pengolahan data, penulis dapatmenarik simpulan bahwa model pembelajaran TGT memiliki pengaruh terhadap hasil belajar lompat jauh gaya jongkok pada siswa kelas X SMK KORPRI Sumedang. Adapun besarnya pengaruh taraf signifikannya ditentukan dengan hasil uji peningkatan yang menunjukan hasil signifikan pada taraf nyata 0,05 dengan derajat kebebasan 28, yaitu (thitung>ttabel yaitu17.4 > 1.701) dengan peningkatan rata-rata sebesar0,30.
Flash Service Training Model For Beginner Athletes Dadang Budi Hermawan; Wawan Eka Setiawan
Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 5 No 1 (2021): JESA - Jurnal Edukasi Sebelas April
Publisher : STKIP Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to produce a Sepak Takraw Service training model for beginner athletes in Sumedang Regency. In addition, the research was conducted to obtain more in-depth and accurate information about the application of the training model, as well as the effectiveness and efficiency of the training model made. This research and research method uses Research & Development (R & D) development from Borg and Gall. The sample of this study is beginner athletes who are members of the sepak takraw club in Sumedang district. The results of this study are a variety of exercises and the creation of ball delivery aids to help trainers to train athletes, and accelerate the increase in the ability of athletes to achieve optimal sepak takraw service competencies. This includes six variations of corner soccer service practice (Coerner). In the test of the significance of differences with SPSS 21 For Windows IMB, the results of t-count = -111,387 df = 49 and p-value = 0.00 <0.05. This means, there is a significant difference between service ability before and after being given treatment, namely the application of sepak takraw service training model for beginner athletes in Sumedang Regency. Based on this information, it can be said that the training model for beginner athletes who are developed is effective and can improve sepak takraw's service ability optimally