Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI MENGGUNAKAN CAKRAM TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PENILAIAN STATUS GIZI OLEH KADER Sintia Dewi Rahayu; Milliyantri Elvandari; Al Mukhlas Fikri
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v7i1.2931

Abstract

Kegiatan kader dalam melakukan penilaian status gizi di posyandu dalam pelaksanaannya belum berjalan dengan maksimal. Hal ini dipengaruhi oleh pengetahuan dan keterampilan kader yang belum memadai. Penilaian status gizi dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran berat badan dan panjang/tinggi badan dengan Standar Antropometri Anak. Standar antropometri anak dituangkan dalam bentuk tabel yang di bedakan berdasarkan indeks antropometri. Dalam perkembangannya penilaian status gizi dapat dibantu dengan media lingkar putar yang di sebut cakram. tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pemberian edukasi dengan menggunakan media cakram terhadap penilaian status gizi pada kader posyandu. desain penelitian yang digunakan quasi eksperimen dan dengan rancangan pretest-posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh kader posyandu di wilayah kerja puskesmas sumberjaya, sampel yang digunakan sebanyak 20 responden dengan kriteria khusus. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan signifikan skor pengetahuan dan keterampilan sebelum dan setelah dilakukan intervensi. Edukasi penilaian status gizi menggunakan cakram berpengaruh signifikan pada nilai pengetahuan dan keterampilan.
Hubungan kebiasaan konsumsi fast food dengan status gizi pada remaja di masa pandemi covid-19 Arneta Anggraeni Putri; Milliyantri Elvandari; Ratih Kurniasari
Darussalam Nutrition Journal Vol 6, No 2 (2022): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v6i2.8072

Abstract

Background: The COVID-19 pandemic has greatly affected life habits, one of which is changes in eating habits. The COVID-19 pandemic makes it easy for students to order fast food through online applications, it's not uncommon to buy them directly. The existence of the COVID-19 pandemic makes students often stare at laptop screens and the lack of physical activity so that they do not move and consume fast food too often will greatly affect their health. Indonesia consumes fast food which consists of 33% for lunch, 25% for dinner, 9% for snacks and 2% for breakfast. Objective: To find out the relationship between fast food consumption habits and nutritional status. Methods: The research design was a cross sectional design with a sampling technique using purposive sampling. This research was conducted at SMP PGRI 8 Bogor City with the sample of the research being students of class VIII at SMP PGRI 8 Bogor City as many as 110 respondents. Data collection was obtained using a food frequency form questionnaire. The analysis used is bivariate by looking for the relationship between fast food consumption habits and nutritional status using the gamma correlation test. Result : There is no relationship between fast food consumption habits and nutritional status as evidenced by the p-value (0.012<0.05). Conclusion : There is no significant relationship between fast food consumption habits and nutritional status in SMP PGRI 8 Bogor City. AbstrakLatar Belakang : Pandemi COVID-19 telah banyak mempengaruhi kebiasaan hidup salah satunya perubahaan kebiasaan makan. Pandemi COVID-19 memudahkan pelajar untuk memesan fast food melalui aplikasi online, tidak jarang juga untuk beli secara langsung. Adanya pandemi COVID-19 membuat pelajar sering menatap layar laptop dan kurangnya melakakukan aktivitas fisik sehingga kurang bergerak dan terlalu sering mengkonsumsi fast food akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Indonesia mengkonsumsi fast food yang terdiri dari 33% untuk makan siang, 25% untuk makan malam, 9% untuk makanan selingan dan 2% untuk sarapan. Tujuan : Untuk mengetahuan hubungan kebiasaan konsumsi fast food dengan status gizi. Metode : Desain penelitian dengan rancangan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di SMP PGRI 8 Kota Bogor dengan sampel penelitian adalah siswa-siswi kelas VIII di SMP PGRI 8 Kota Bogor sebanyak 110 responden. Pengumpulan data diperoleh menggunakan kuesioner form food frequency. Analisa yang digunakan yaitu bivariat dengan mencari hubungan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan status gizi menggunakan uji korelasi gamma. Hasil : Tidak ada hubungan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan status gizi yang dibuktikan dengan nilai p-value (0.012<0.05). Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan status gizi di SMP PGRI 8 Kota Bogor.
Hubungan Pemberian Uang Saku dengan Obesitas di SMPIT Mentari Ilmu Azhari Karawang Isma Kartika Putri; Linda Riski Sefrina; Milliyantri Elvandari
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): Juli 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i4.1284

Abstract

Obesitas pada remaja merupakan salah satu masalah gizi yang terus meningkat dan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit tidak menular di masa mendatang. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian obesitas adalah pemberian uang saku, karena uang saku dapat memengaruhi pola konsumsi dan pilihan makanan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian uang saku dengan kejadian obesitas pada siswa SMPIT Mentari Ilmu Azhari Boarding School Karawang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMPIT Mentari Ilmu Azhari Boarding School Karawang dengan jumlah sampel sebanyak 26 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menentukan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), serta menggunakan kuesioner untuk mengetahui kategori uang saku responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 13 tahun (50,0%), seluruh responden berjenis kelamin laki-laki (100%), dan sebagian besar memiliki status gizi tidak obesitas (84,6%). Mayoritas responden memperoleh uang saku kategori sedang sebesar 80,77%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian uang saku dengan kejadian obesitas (p-value = 0,044). Responden dengan uang saku tinggi memiliki proporsi obesitas yang lebih besar dibandingkan kategori lainnya. Dapat disimpulkan bahwa pemberian uang saku berhubungan dengan kejadian obesitas pada siswa SMPIT Mentari Ilmu Azhari Boarding School Karawang. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan orang tua dan sekolah terhadap penggunaan uang saku serta edukasi mengenai pemilihan makanan yang sehat
Pengaruh Media Edukasi Flyer terhadap Pengetahuan Zat Gizi Mikro Atlet SSB Kancil Mas Karawang Rona Khodijah; Linda Riski Sefrina; Milliyantri Elvandari
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): Juli 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i4.1310

Abstract

Kebutuhan zat gizi mikro sangat penting bagi pemain sepak bola karena aktivitas fisik yang intens dapat meningkatkan metabolisme tubuh sehingga kebutuhan zat gizi mikro turut meningkat. Pengetahuan gizi berperan dalam membantu atlet remaja memilih makanan yang tepat untuk mendukung energi, performa, dan pemulihan tubuh setelah aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media edukasi flyer terhadap pengetahuan zat gizi mikro atlet di SSB Kancil Mas Karawang. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen jenis one group pre-test and post-test without control dengan sampel 23 atlet berusia 13 tahun yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang bermakna secara statistik setelah pemberian edukasi melalui media flyer, dengan rata-rata nilai pre-test ke post-test meningkat secara signifikan (p-value <0,001). Media edukasi flyer terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan zat gizi mikro atlet sepak bola di SSB Kancil Mas Karawang. 
Hubungan Pengetahuan Gizi Seimbang terhadap Status Gizi di SDN  Nagasari III Karawang Sekar Syafilla Syifa; Milliyantri Elvandari; Linda Riski Safrina
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): Juli 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i4.1330

Abstract

Pengetahuan gizi seimbang sangat penting bagi siswa dalam menentukan konsumsi makanan sehat yang memengaruhi status gizi mereka. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan gizi seimbang dan status gizi anak usia 11–13 tahun. Melalui teknik purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 35 siswa kelas 6 SDN Nagasari III Karawang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan serta pengukuran antropometri, lalu dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil menunjukkan mayoritas siswa memiliki pengetahuan gizi kurang (68,6%) dan status gizi normal (74,3%). Uji statistik menemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara pengetahuan gizi seimbang dan status gizi siswa pada taraf 5% (p = 0,053; r = 0,330), namun menunjukkan adanya kecenderungan arah hubungan yang positif. Kesimpulannya, meskipun tidak signifikan secara statistik, penguatan edukasi gizi seimbang di lingkungan sekolah tetap diperlukan sebagai langkah preventif guna meningkatkan pemahaman mandiri siswa dalam menjaga status gizi yang optimal.
Hubungan Asupan Zat Gizi, Status Gizi, dan Kualitas Tidur dengan Kelelahan Kerja di SPPG Najwa Tyas Azzahra; Milliyantri Elvandari; Eka Andriani
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): Juli 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i4.1231

Abstract

Aktivitas pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan beban produksi tinggi dan durasi kerja panjang berpotensi meningkatkan risiko kelelahan kerja. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dan pendekatan observasional analitik ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan zat gizi makro, status gizi, dan kualitas tidur dengan kelelahan kerja pada seluruh pekerja SPPG Yayasan Hamasah Kharisma Bangsa (n=50) menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, food recall 2x24 jam, kuesioner PSQI, dan kuesioner KAUPK2, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara asupan energi (p=0,042), protein (p=0,015), lemak (p=0,025), dan kualitas tidur (p=0,008) dengan kelelahan kerja. Namun, tidak terdapat hubungan signifikan pada asupan karbohidrat (p=0,104) dan status gizi (p=0,269). Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi pemenuhan asupan zat gizi serta perbaikan kualitas tidur pekerja sangat penting untuk menurunkan tingkat kelelahan kerja dan mencegah kecelakaan kerja di lingkungan SPPG. 
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP STATUS GIZI PADA SISWA SMPN 1 KARAWANG BARAT: Relationship Between Parental Education and Nutritional Status Among Junior Students Syafira Nurul Azmi; Linda Riski Sefrina; Milliyantri Elvandari
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i2.1518

Abstract

Permasalahan gizi merupakan masalah kesehatan yang belum dapat ditangani dengan baik di Indonesia. Data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, menunjukkan status gizi remaja (16-18 tahun) yang tergolong kurus dan sangat kurus sebesar 8,3 %, overweight 8,8 % dan obesitas 3,3 %. Kondisi ini menggambarkan adanya masalah gizi ganda, di mana masalah gizi kurang masih ditemukan bersamaan dengan meningkatnya gizi lebih. Pertumbuhan dan perkembangan anak yang baik harus ditunjang dengan asupan gizi yang seimbang agar anak dapat melakukan aktivitas dengan baik. Peran orang tua mempengaruhi pemenuhan gizi pada anak. Pendidikan orang tua menentukan sejauh mana orang tua mampu memahami pentingnya gizi seimbang, memilih makanan sehat, serta membentuk pola makan anak di rumah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan orang tua terhadap status gizi pada siswa SMPN 1 Karawang Barat. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Karawang Barat pada tanggal 26 April 2024. Metode yang digunakan yaitu observasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 37 siswa kelas 7J SMPN 1 Karawang Barat. Sampel penelitian diambil dari seluruh populasi yang diuji menggunakan teknik total sampling, yang berarti semua siswa kelas 7J SMPN 1 Karawang Barat, sebanyak 37 siswa. Hasil penelitian menunjukan frekuensi status gizi yang terbanyak adalah kategori gizi baik (normal) yaitu 23 siswa (62,16%), kategori gizi lebih sebanyak 8 siswa (21,61%), kategori obesitas sebanyak 5 siswa (13,5%), dan yang memiliki frekuensi paling sedikit yaitu kategori gizi kurang hanya 1 siswa (2,7%). Nilai signifikan ɑ lebih besar dari p-value pada tingkat pendidikan ibu sebesar (0,823 > 0,05) dan pada tingkat pendidikan ayah (0,112> 0,05) yang berati Ha ditolak dan H0 diterima. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan orang tua dengan status gizi siswa, hal ini menunjukkan bahwa faktor lain di luar pendidikan formal orang tua berperan dalam menentukan status gizi remaja
KORELASI ASUPAN GIZI MAKRO DAN PENDIDIKAN ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SDN ADIARSA TIMUR I: Correlation Between Macronutrient Intake And Parental Education With Student Learning Achievement At Sdn Adiarsa Timur I A&#039;inun Mardiatus Sya&#039;diyah; Linda Riski Sefrina; Milliyantri Elvandari
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i2.1538

Abstract

Masalah gizi kurang maupun gizi lebih pada anak usia sekolah dasar masih menjadi perhatian penting karena berpotensi memengaruhi perkembangan kognitif serta pencapaian prestasi belajar. Ketidakseimbangan asupan gizi makro pada anak sekolah dasar dapat berdampak pada kemampuan belajar. Selain faktor gizi, tingkat pendidikan orang tua berperan dalam pola asuh dan pendampingan belajar anak yang turut mendukung prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan gizi makro dan tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas V di SDN Adiarsa Timur I. Metode penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dan menggunakan data primer pada 29 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data asupan gizi makro diperoleh melalui food recall 1×24 jam dan dianalisis menggunakan Nutrisurvey 2007, sedangkan data prestasi belajar diambil dari nilai rapor semester ganjil tahun 2025. Tingkat pendidikan orang tua dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki asupan energi, protein, dan lemak dalam kategori cukup, sementara asupan karbohidrat masih tergolong kurang. Prestasi belajar siswa umumnya berada pada kategori sangat baik dan baik, dengan mayoritas orang tua berpendidikan SMA/SMK. Kesimpulan penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan gizi makro dan tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa (p > 0,05).