Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Mining Engineering

Identifikasi Zona Rawan Longsor Menggunakan Analisis Probabilitas Kelongsoran pada Lereng Alami dengan Metode Kesetimbangan Batas (Limit Equilibrium Method) Moch Syahril Gunawan; Yuliadi; Dono Guntoro
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.063 KB) | DOI: 10.29313/bcsme.v2i1.805

Abstract

Abstract. The probability of failure is the level of possibility of the slopes of the potential landslides as a result of the value of the geotechnical parameters that deviate from the calculation of the safety Factor of the slope (FK≤1,2). The value of the Safety Factor of the slope can be optimized with the value of Probability if Failure, so that it can provide a level of confidence to the design of the slope. The value of PK is optimized by using a probabilistic method which gives the representation of explicit uncertainty in the study of slope stability. Ciburial village is classified as a plateau situated at elevation 750-1200 meters with rainfall per year reached the 1,500 – 4,000 mm/year, with the state of the state of the topography allows Ciburial Village, this became an area prone to landslides. The purpose of this study is to determine the cause of the occurrence of landslides with a small scale what often happens. To determine the value of the probability of landslide on a natural slope, and determine the value of the safety Factor and the probability of landslide slopes in static conditions and dynamic. Slope stability analysis is performed by using the method of limit equilibrium Bishop accompanied by a probabilistic analysis using Monte Carlo methods using the Software Slide 6.0. Based on the results of the research of the natural slope in the study area have the value of the Safety Factor ≤ 1.2 and Probability of Failure of 100%. Which means that the slopes in the study area in a critical state, so we need some workarounds that should be done to prevent landslides-landslides with a small scale in the area of research. Abstrak. Probabilitas Longsor adalah tingkat kemungkinan lereng berpotensi longsor akibat nilai parameter geoteknik yang menyimpang dari perhitungan Faktor keamanan lereng (FK≤1,2). Nilai Faktor Keamanan lereng dapat dioptimasi dengan nilai PK, sehingga dapat memberikan tingkat keyakinan terhadap desain lereng tersebut. Nilai Probabilitas Kelongsoran dioptimasi dengan menggunakan metode probabilistik yang memberikan representasi eksplisit dari ketidakpastian dalam kajian stabilitas lereng Desa Ciburial ini tergolong kedalam dataran tinggi terletak pada elevasi 750-1200 mdpl dengan curah hujan pertahun mencapai 1.500 – 4.000 mm/tahun, dengan keadaan keadaan topografinya ini memungkinkan Desa Ciburial ini menjadi daerah yang rawan akan bencana longsor. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penyebab terjadinya longsor dengan skala kecil yang seringkali terjadi. Hingga mengetahui nilai probabilitas kelongsoran pada lereng alami, dan mengetahui nilai Faktor keamanan dan probabilitas kelongsoran lereng pada kondisi statis dan dinamis. Analisis kestabilan lereng dilakukan dengan menggunakan metode kesetimbangan batas Bishop disertai analisis probabilistik dengan menggunakan metode Monte Carlo menggunakan Software Slide 6.0. Berdasarkan hasil penelitian lereng alami pada daerah penelitian memiliki nilai Faktor Keamanan ≤ 1,2 dan Probabilitas Kelongsoran 100%. Yang artinya lereng dalam daerah penelitian dalam keadaan kritis, sehingga perlu beberapa penangannya yang harus dilakukan agar tidak terjadi longsor-longsor dengan skala kecil pada daerah penelitian.
Kajian Pengaruh Geometri Jalan terhadap Konsumsi Bahan Bakar dalam Optimasi Pengangkutan pada Kegiatan Penambangan Andesit di PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS) Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat Ikbal Amru; Yuliadi; Elfida Moralista
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.153 KB) | DOI: 10.29313/bcsme.v2i1.2210

Abstract

Abstract. The geometry of haul roads is one of the factors that affect the production and consumption of fuel. The factors that influence it are the rolling resistance of the haul road, the slope of the haul road, and the haul road distance. For example, the haul road is made too uphill, so it requires higher fuel consumption. So with these parameters, it is necessary to plan the haul road geometry to get a calculation of fuel requirements that can be used as a reference when the mine operates and reduce operating costs (cost). This study aims to determine the effect of road geometry on more efficient fuel consumption based on road geometry standards following Ministerial Decree 1827 K/30/Mem/2018. Based on the calculation, the actual production of loading equipment is 376.68 tons/hour and the overall production of transportation equipment is 376.22 tons/hour with average fuel consumption of 31.83 liters/hour for loading equipment and 6, 35 liters/hour. The actual fuel ratio of loading equipment is 0.08 liters/BCM and transportation equipment is 0.17 liters/BCM and the actual fuel consumption per rate of loading equipment is 0.20 liters/rate and transportation equipment is 1.34 liters/rate. The actual fuel cost of loading equipment is Rp. 20,322,515.43 and transportation means Rp. 4,824,578.15. After re-evaluation related to road geometry in accordance with the standard Kepmen 1827 K/30/Mem/2018 by changing the slope to a maximum of 12% so that the travel time of the conveyance becomes faster, there is an improvement calculation. The average production of transportation equipment after the repair is 535.92 tons/hour, fuel consumption after the repair is 4.44 liters/hour and fuel consumption per cycle after the repair is 0.65 liters/hour. The fuel ratio after repair for transportation equipment is 0.08 liter/BCM and for fuel cost transportation equipment after the repair is Rp. 3,475,857.89. Abstrak. Geometri jalan angkut merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi dan konsumsi bahan bakar. Faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti tahanan gulir yang dimiliki oleh jalan angkut, kemiringan jalan angkut serta jarak jalan angkut. Contohnya jalan angkut dibuat terlalu menanjak, sehingga memerlukan konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi. Maka dengan adanya parameter tersebut diperlukan perencanaan geometri jalan angkut untuk mendapatkan suatu perhitungan kebutuhan bahan bakar yang dapat digunakan sebagai acuan ketika tambang beroperasi dan mengurangi biaya operasional (cost). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh geometri jalan terhadap konsumsi bahan bakar yang lebih efisien berdasarkan standar geometri jalan sesuai dengan Kepmen 1827 K/30/Mem/2018. Berdasarkan perhitungan didapat produksi aktual alat muat sebesar 376,68 ton/jam dan untuk produksi alat angkut keseluruhan adalah 376,22 ton/jam dengan rata-rata konsumsi bahan bakar untuk alat muat adalah sebesar 31,83 liter/jam dan angkut sebesar 6,35 liter/jam. Untuk fuel ratio aktual alat muat sebesar 0,08 liter/BCM dan alat angkut sebesar 0,17 liter/BCM dan konsumsi bahan bakar per ritase aktual alat muat sebesar 0,20 liter/ritase dan alat angkut 1,34 liter/ritase. Fuel cost aktual alat muat sebesar Rp. 20.322.515,43 dan alat angkut sebesar Rp. 4.824.578,15. Setelah dilakukan evaluasi kembali terkait dengan geometri jalan yang sesuai dengan standar Kepmen 1827 K/30/Mem/2018 dengan mengubah kemiringan menjadi maksimal 12% sehingga waktu tempuh alat angkut menjadi lebih cepat maka adanya perhitungan perbaikan. Untuk produksi rata-rata alat angkut setelah perbaikan sebesar 535,92 ton/jam, konsumsi bahan bakar setelah perbaikan adalah 4,44 liter/jam dan konsumsi bahan bakar per ritase setelah perbaikan 0,65 liter/ritase. Fuel ratio setelah perbaikan untuk alat angkut sebesar 0,08 liter/BCM dan untuk fuel cost alat angkut setelah perbaikan sebesar Rp. 3.475.857,89.
Kajian Pengaruh Kekar Terhadap Peak Particle Velocity dari Getaran Peledakan Tambang Batu Andesit PT Gunung Kulalet di Jawa Barat Fadhil Saputra; Yuliadi; Zaenal
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i1.5503

Abstract

Abstract. PT Gunung Kulalet is company engaged in andesite mining. The companies use blasting as a development method. Ground vibration is a wave that moves in the ground caused by the presence of an energy source. This energy source can come from nature such as earthquakes or from blasting activities. The vibration level of blasting depends on the wave propagation speed to propagate through its respective medium. Waves cannot propagate optimally if there is interference in the medium. Disturbances in the medium one of them is the geological structure. The existence of geological structure makes wave propagation becomes not optimal so it is necessary to study the influence of structure on wave propagation. The research method used in this study is to perform a comparative analysis technique between scaled distance with peak particle velocity in rocks with high rock strength and rocks that have a structure. In addition, the study of the colleration between the joint direction and the direction of the measurement points. The results of the discussion will issue recommendations for optimal explosives so that the peak particle velocity value does not exceed the threshold value. The propagation of vibrations traversed in rocks has different characteristics. Wave propagation is influenced by several factors such as the joint direction against the direction of blasting measurements and also the resulting PPV value. Of the three waveforms, vertical waves have a greater influence compared to the other two waves. Determination of the effect of waves on the value of Peak Particle Velocity depends on the value of the decay constant (k) and site exponent (e) from the results showed that the condition of the general direction of the two directions of measurement in two companies have intersecting directions. Joint density conditions at Pt Gunung Kulalet have a tight space between joint distances (<60mm). From the results of the study found that the optimal explosive recommendation that can be used is 65.40 kg for PT Gunung Kulalet. Abstrak. PT Gunung Kulalet merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu andesit. Perusahaan tersebut menggunakan peledakan sebagai media pemberaian batuannya. Getaran tanah (ground vibration) adalah gelombang yang bergerak di dalam tanah disebabkan oleh adanya sumber energi. Sumber energi ini dapat berasal dari alam seperti gempa bumi ataupun dari hasil kegiatan peledakan. Tingkat getaran peledakan bergantung pada cepat rambat gelombang untuk merambat melalui mediumnya masing – masing. Gelombang tidak dapat merambat secara optimal jika terdapat gangguan pada medium tersebut. Gangguan yang terdapat pada medium salah satunya adalah struktur geologi. Adanya struktur geologi membuat perambatan gelombang menjadi tidak optimal, sehingga diperlukan kajian mengenai pengaruh struktur terhadap perambatan gelombang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu melakukan teknik analisis komparatif antara scaled distance dengan peak particle velocity pada batuan dengan kekuatan batuan yang tinggi dan batuan yang memiliki struktur. Selain itu dilakukan pengkajian hubungan antara arah umum kekar dan arah umum titik pengukuran terhadap getaran peledakan yang dihasilkan. Hasil dari pembahasan tersebut akan mengeluarkan rekomendasi bahan peledak optimal agar nilai peak particle velocity tidak melebihi nilai ambang batas. Perambatan getaran yang dilalui pada batuan memiliki karakteristik yang berbeda. Perambatan gelombang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti arah umum kekar terhadap arah pengukuran peledakan dan juga nilai PPV yang dihasilkan. Dari ketiga bentuk gelombang, gelombang vertikal memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan kedua gelombang lainnya. Penentuan pengaruh gelombang pada nilai Peak Particle Velocity bergantung pada nilai konstanta peluruhan (k) dan site exponent (e) Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi arah umum kekar terhadap kedua arah pengukuran pada dua perusahaan memiliki arah yang berpotongan. Kondisi joint density pada PT Gunung Kulalet memiliki spasi jarak antar kekar yang rapat (<60mm). Dari hasil kajian didapatkan bahwa rekomendasi bahan peledak optimal yang dapat digunakan yaitu 65,40 kg untuk PT Gunung Kulalet.
Penentuan Optimum Explosive Charge per Delay untuk Mengontrol Getaran Tanah pada Aktivitas Peledakan PT Tambang Semen Sukabumi (Siam Cement Group) di Jawa Barat Dhia Fahri Hamdan; Yuliadi; Zaenal
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i1.5795

Abstract

Abstract. Research activities were carried out at PT Tambang Semen Sukabumi (Siam Cement Group), West Java. One of the negative impacts of blasting activities that can damage the environment is ground vibration. If the vibration generated by blasting activities exceeds a predetermined threshold value, it can result in damage to nearby building structures. The closest building structures in the blasting area include the Leuwidendeng Village settlement, explosives warehouse and office. The purpose of this research is to determine the explosive charge per delay in controlling ground vibration due to blasting which refers to primary data and secondary data as the research method being carried out. . Vibration analysis was carried out based on the Indonesian National Standard (SNI) No 7571 of 2010 by identifying building classes, namely Class 2 buildings that have a PPV value of 3 mm/s and a PPV threshold value for companies, namely 2 mm/s. Based on the results of the analysis that has been carried out between the PVS and SD values, the constant value (K) obtained is 1883.9 and the exponential site (e) is 1.824. The predicted PPV values generated in Leuwidendeng Village are 0.06 mm/s and 0.08. While the predicted PPV values in the office are 0.22 mm/s and 0.48 mm/s, and the predicted PPV values in the explosives warehouse are 0.57 mm/s and 1.97 mm/s. The recommended explosive charge per delay is optimal for PPV 2 mm/s at a distance of 200 meters, namely 22 kg/hole and at a distance of 550 meters using an optimal explosive charge of 137 kg/hole. Abstrak. Kegiatan penelitian dilakukan di PT Tambang Semen Sukabumi (Siam Cement Group), Jawa Barat. Salah satu dampak negatif dari kegiatan peledakan yang dapat merusak ligkungan adalah gound vibration. Apabila getaran yang dihasilkan oleh kegiatan peledakan melebihi nilai ambang batas yang telah ditentukan, maka dapat mengakibatkan kerusakan pada struktur bangunan terdekat. Struktur bangunan terdekat yang berada di area peledakan diantaranya yaitu pemukiman Desa Leuwidendeng, gudang handak dan office. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk menentukan isian handak per delay dalam mengontrol getaran tanah akibat peledakan yang mengacu pada data primer dan data sekunder sebagai metode penelitian yang dilakukan. . Analisis getaran dilakukan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) No 7571 Tahun 2010 dengan mengidentifikasi kelas bangunan yaitu bangunan Kelas 2 yang memiliki nilai PPV 3 mm/s dan nilai ambang batas PPV pada perusahaan yaitu 2 mm/s. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan antara nilai PVS dan SD, nilai konstanta (K) yang didapat yaitu 1883,9 dan site eksponan (e) yaitu 1,824. Nilai PPV prediksi yang dihasilkan di Desa Leuwidendeng yaitu 0,06 mm/s dan 0,08. Sedangkan nilai PPV prediksi pada office yaitu 0,22 mm/s dan 0,48 mm/s, serta nilai PPV prediksi di gudang handak sebesar 0,57 mm/s dan 1,97 mm/s. Rekoendasi isian handak per delay optimal untuk PPV 2 mm/s pada jarak 200 meter yaitu 22 kg/hole dan pada jarak 550 meter menggunakan muatan handak optimal 137 kg/hole.
Merancang Ulang Geometri Peledakan Berkaitan Dengan Target Produksi Pada Penambangan Batu Granit di PT Karimun Granite Provinsi Kepulauan Riau Maylinia Sagita; Yuliadi; Yunus Ashari
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i2.7991

Abstract

Abstract. PT Karimun Granite is a company engaged in granite mining located in Pasir Panjang Village, West Meral District, Karimun Regency, Riau Archipelago Province. This company is engaged in mining granite with products produced by the company measuring M-Sand (0-5mm), aggregate (5-20mm), and graded stone (38- 50mm). A blasting geometry that is not optimal will determine the success of blasting activities, both fragmentation results and production targets achieved. Based on company standards, the success rate of blasting activities is the percentage of lumps below 10%. In order to produce good fragmentation, many things affect it, namely the blasting geometry, one of the things that can be controlled. So it is necessary to redesign the blasting geometry in order to achieve the production target. Based on the results of production and fragmentation calculations that were analyzed to achieve the production target in a month, the blasting geometry was chosen according to R.L Ash with a burden of 3.3 m, spacing of 4.2 m, sub drill of 0.92 m, and hole depth of 12.92 m producing 433.56 tonnes/hole with 241 holes each month. The resulting fragmentation of the geometry is that the average size of rock fragmentation is 39.48 cm and produces 80cm chunks of 10.29%. Meanwhile, blasting geometry according to C.J Konya burden 3.4 m, spacing 4.5 m, subdrill 0.96 m, and hole depth 12.96 m produces 483.98 tonnes/hole with 222 holes each month. Abstrak. PT Karimun Granite merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan granit yang berlokasi di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Perusahaan ini bergerak dalam pertambangan batuan granit dengan produk yang dihasilkan perusahaan berukuran M-Sand (0-5mm), agregat (5-20mm), dan graded stone (38-50mm). Geometri peledakan yang tidak optimal akan menentukan keberhasilan kegiatan peledakan baik hasil fragmentasi maupun target produksi yang tercapai. Berdasarkan standar perusahaan tingkat keberhasilan dari kegiatan peledakan adalah tingkat presentase bongkah yang dibawah 10%. Untuk menghasilkan fragmentasi yang baik banyak hal yang mempengaruhi yaitu geometri peledakan salah satu hal yang dapat dikontrol. Maka perlu dilakukannya perancangan ulang geometri peledakan agar mencapai target produksi. Berdasarkan hasil perhitungan produksi dan fragmentasi yang dianalisis untuk mencapai target produksi dalam sebulan, maka dipilih geometri peledakan menurut R.L Ash dengan burden 3,3 m, spasi 4,2 m, subdril 0,92 m, dan kedalaman lubang 12,92 m menghasilkan 433,56 ton/lubang dengan jumlah lubang 241 setiap bulannya. Fragmentasi yang dihasilakan dari Geometri tersebut yaitu dengan ukuran rata-rata fragmentasi batuan 39,48 cm dan menghasilkan bongkah ukuran 80cm sebesar 10,29%. Sedangkan geometri peledakan menurut C.J Konya burden 3,4 m, spasi 4,5 m, subdril 0,96 m, dan kedalaman lubang 12,96 m menghasilkan 483,98 ton/lubang dengan jumlah lubang 222 setiap bulannya..