Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Pengangguran terhadap Ketimpangan Pendapatan Kabupaten/Kota di Pulau Kalimantan Tahun 2022 10060116099, Laras Sintya Noorachmadan; Suliadi
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i1.10784

Abstract

Abstract. Income inequality is still a problem in Indonesian economic development. Particularly Borneo Island still faces this problem among regions. This study aims to analyze the effect of several factors such as Economic Growth Rate (, Poverty Level (, Human Development Index (HDI) (, and Open Unemployment Rate ( to income inequality, Gini Ratio ( of Regency/City in Borneo Island. Multiple linear regression analysis was used to understand the complex relationship between those factors and the Gini index to see the influence of existing factors on income inequality. The result showed that economic growth rate and unemployment have a negative effect on income inequality of districts/cities in Borneo Island in 2022, at the same time HDI and poverty have a positive effect. The regression model obtained was dengan 30,1%. Abstrak. Di Indonesia, terdapat ketimpangan pendapatan yang masih menjadi masalah dalam pembangunan ekonomi. Pulau Kalimantan khususnya masih menghadapi ketidakmerataan pendapatan antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Faktor-faktor seperti Laju Pertumbuhan Ekonomi (, Tingkat Kemiskinan (, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) (, dan Tingkat Pengangguran Terbuka ( terhadap ketimpangan pendapatan, Gini Ratio (Kabupaten/Kota di Pulau Kalimantan. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk memahami hubungan kompleks antara faktor-faktor dengan indeks gini untuk melihat pengaruh dari faktor-faktor yang ada terhadap ketimpangan pendapatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa laju pertumbuhan ekonomi dan pengangguran berpengaruh negatif terhadap ketimpangan pendapatan Kabupaten/Kota di Pulau Kalimantan, pada saat yang sama IPM dan kemiskinan berpengaruh positif terhadap ketimpangan pendapatan Kabupaten/Kota di Pulau Kalimantan tahun 2022. Model regresi yang diperoleh adalah dengan 30,1%.
Pemodelan Jumlah Kematian Ibu dan Bayi di Kota Bandung pada Tahun 2021 dengan Menggunakan Regresi Bivariate Poisson Inverse Gaussian 10060119110, Azka Aulia Ariazetra; Suliadi
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i1.10791

Abstract

Abstract. Poisson Regression is one of the regression models that involves count data with the assumption of equidispersion, meaning that the mean and variance have the same value. However, in practice, Poisson regression methods often encounter the problem of overdispersion, where the variance is greater than the mean. To address overdispersion, the mixed Poisson distribution is employed. Bivariate Poisson Inverse Gaussian regression is suitable for modeling paired count data that experiences overdispersion. The data used in this thesis consists of the number of maternal and infant deaths. Maternal and infant deaths are two interconnected aspects because they relate to the nutritional and health status of the infant during the mother's pregnancy. Therefore, both variables can be modeled using a bivariate distribution. With five predictor variables: the percentage of K1 visits during pregnancy (X1), the percentage of K4 visits by pregnant women (X2), the percentage of pregnant women receiving Fe+ tablets (X3), the percentage of obstetric complication management (X4), and the percentage of mothers and infants receiving Vitamin A (X5). This study utilized data from the health profile of Bandung City in 2021. In this thesis, I will apply Bivariate Poisson Inverse Gaussian regression to the data on maternal and infant deaths in Bandung City in 2021. Abstrak. Regresi Poisson merupakan salah satu dari regresi yang dapat memodelkan data cacahan dengan memiliki asumsi equidispersion yaitu nilai rata-rata dan varians memiliki nilai yang sama. Namun dalam prakteknya metode regresi poisson sering terjadi masalah overdispersi yaitu nilai varians lebih besar daripada rata-rata. Untuk mengatasi data overdispersi yaitu dengan menggunakan distribusi mixed poisson. Regresi Bivariate Poisson Inverse Gaussian cocok untuk pemodelan data cacahan berpasangan dengan mengalami overdispersi. Data yang digunakan dalam skripsi ini adalah data jumlah kematian ibu dan kematian bayi. Kematian ibu dan kematian bayi termasuk dua hal yang saling berhubungan karena dari status gizi dan kesehatan bayi pada masa kandungan ibu. Oleh karena itu kedua variabel tersebut dapat dimodelkan menggunakan distribusi bivariate. Dengan terdapat 5 variabel prediktor yaitu persentase kunjungan K1 pada ibu hamil (X1), persentase kunjungan K4 ibu hamil (X2), persentase ibu hamil mendapatkan tablet Fe+ (X3), persentase penanganan komplikasi kebidanan (X4), dan persentase ibu dan bayi mendapatkan Vitamin A (X5). Penelitian ini mengambil data dari profil kesehatan Kota Bandung pada tahun 2021. Pada skripsi ini saya akan menerapkan regresi Bivariate Poisson Inverse Gaussian pada data kematian ibu dan kematian bayi di Kota Bandung pada tahun 2021.
Kekuatan Hubungan Rata-Rata Lama Sekolah dan Indeks Keparahan Kemiskinan dari Kabupaten/Kota di Indonesia Tahun 2022 Menggunakan Metode Taba (T) 10060119007, Khalda Farah Kamila; Suliadi
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i1.11036

Abstract

Abstract. Correlation analysis is a technique used to determine the strength of relationship between two quantitative variables (numerical values). A common correlation used for numerical data is Pearson's Product Moment correlation. It is suitable for data from bivariate normal distribution without outlier. Tabatabai, et al (2021) proposed a new correlation method that is robust to outliers, namely Taba (T), TabWil (TW), and TabWil rank (TWR). Taba (T) and Tabwill (TW) correlations measure the linear association between two continuous or ordinal variables, while the TabWil rank (TWR) measures the monotonic association. The new correlation method is very competitive compared to Pearson and Spearman, and Quadrant, Median, and Minimum Coavariance Determinant (MCD) measures. Spearman, Quadrant, Median, and MCD correlations have limitations in dealing with outliers and normality deviations in the data. This study applied Taba correlation (T) to masure the strength of the relationship between the average years of schooling variable and the poverty severity index in districts / cities in Indonesia in 2022, since there were outliers on the data. It was found that the strength of the relationship between both variables was negative and very low, with a value of rTaba(X,Y) = -0.2584861. Abstrak. Analisis korelasi adalah teknik yang digunakan untuk menentukan kekuatan hubungan antara dua variabel kuantitatif (nilai numerik). Korelasi yang umum digunakan untuk data numerik adalah korelasi Product Moment Pearson. Korelasi ini cocok untuk data yang berdistribusi normal bivariat tanpa pencilan. Tabatabai, dkk (2021) mengusulkan metode korelasi baru yang robust terhadap pencilan, yaitu Taba (T), TabWil (TW), dan TabWil rank (TWR). Korelasi Taba (T) dan TabWil (TW) mengukur hubungan linier antara dua variabel kontinu atau ordinal, sedangkan peringkat TabWil (TWR) mengukur hubungan monotonik. Metode korelasi baru ini sangat kompetitif dibandingkan dengan Pearson dan Spearman, serta ukuran Kuadran, Median, dan Minimum Coavariance Determinant (MCD). Korelasi Spearman, Kuadran, Median, dan MCD memiliki keterbatasan dalam menangani pencilan dan penyimpangan normalitas pada data. Penelitian ini menggunakan korelasi Taba (T) untuk mengukur kekuatan hubungan antara variabel rata-rata lama sekolah dengan indeks keparahan kemiskinan di kabupaten/kota di Indonesia pada tahun 2022, karena terdapat pencilan pada data. Ditemukan bahwa kekuatan hubungan antara kedua variabel tersebut adalah negatif dan sangat rendah, dengan nilai rTaba(X,Y) = -0,2584861.
Diagram Kendali Nonparametrik Sintetis Exponentially Weighted Moving Average dalam Memantau Rata-Rata Proses dan Penerapannya pada Data Pengukuran Core 4st PT. ABCD 10060119005, Shelly Tri Yuliyanti; Suliadi
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i1.11049

Abstract

Abstract. Control chart is a tools in statistical process control (SPC) used to monitor whether the the production process is stable or not. Control chrat was first developed by Shewhart. However, the Swehart type chart is not sensitive in detecting small shifts and the alternative is the EWMA control chart which is capable of detecting small shifts, but this chart assumming the observation process comes from normal distribution. The altervative is nonparametric EWMA Sign control chart that is appropriate for non normal data. To increase its power, Haq et al. (2018) proposed a synthetic chart that combines EWMA chart and conforming run length (CRL) sub-chart, called SynEWMA chart. This chart has better performance compared to control charts in general. This research applied the SynEWMA nonparametric control diagram to the core 4st data. Core 4st is one of the components in the motor starter dynamo and starter coil whose function is to strengthen the magnetic field and act as a fastener for the motor frame mount. In the phase I, it used non-parametric Shewhart control chart, it was obtained the mean process is µ0 = 485150. Using the SynEWMA control chart in phase II and L=10, a value of k = 1,4679, the control limits obtained were as follows: UCL= 0.8380 and LCL=0.7854. There were several points outside of the control limits or nonconforming. From these points, by comparing them with the L value, it can be concluded that there were out of control processes in observations 2, 3, 4, 5, 18, and 19. Abstrak. Diagram kendali merupakan suatu alat dalam pengendalian proses statistik (SPC) yang digunakan untuk memantau apakah suatu proses produksi stabil atau tidak. Diagram kendali pertama kali dikembangkan oleh Shewhart. Namun diagram kendali tipe Swehart kurang sensitif dalam mendeteksi pergeseran kecil dan alternatifnya adalah peta kendali EWMA yang mampu mendeteksi pergeseran kecil, namun diagram kendali ini mengasumsikan proses pengamatan berasal dari distribusi normal. Alternatifnya adalah diagram kendali Tanda EWMA nonparametrik yang sesuai untuk data non normal. Untuk meningkatkan kekuatannya, Haq et al. (2018) mengusulkan diagram kendali sintetis yang menggabungkan diagram kendali EWMA dan sub-grafik run length (CRL) yang sesuai, yang disebut diagram kendali SynEWMA. Grafik ini mempunyai kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan diagram kendali pada umumnya. Penelitian ini menerapkan diagram kendali nonparametrik SynEWMA pada data core 4st. Core 4st merupakan salah satu komponen pada dinamo starter motor dan koil starter yang fungsinya untuk memperkuat medan magnet dan berfungsi sebagai pengikat dudukan rangka motor. Pada tahap I menggunakan diagram kendali Shewhart non parametrik diperoleh rata-rata proses µ = 4,8515. Dengan menggunakan diagram kendali SynEWMA tahap II dan L=10 diperoleh nilai k = 1,4679 batas kendali diperoleh sebagai berikut: BKA=0.8380 dan BKB=0.7854. Terdapat beberapa titik di luar batas kendali atau tidak sesuai. Dari poin-poin tersebut, jika dibandingkan dengan nilai L maka dapat disimpulkan bahwa terjadi proses diluar kendali pada pengamatan ke-2, 3, 4, 5, 18, dan 19.
Hubungan antara Pergerakan Beberapa Indeks Harga Saham di Indonesia Menggunakan Metode Statistik Gerber 10060119010, Resty Utami Aprillia; Suliadi
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i1.11506

Abstract

Abstract. Correlation analysis is a statistical analysis used to measure the strength reslationship between two variables. For the non-parametric one, Kendall τ is suitable when there are outliers or at least ordinal/ranking scale data or for non normal data. The Gerber statistic is similar to Kendall τ, introduced by Gerber, et al., (2021) which is suitable for looking at the strength of relationships of variables that move quickly over time such as hours or days as in stock data. This statistic measures the correlation between two variables as the ratio of the difference between the number of concordant and discordant pairs. The Gerber statistic has robust properties that are not sensitive large movements (outlier) and departure from normality. It also ignores the small movement, since it can be only a noise (s). Hence, it is useful to measure the strength of relationship of rapid and extreme movement of two variables. This study applied the Gerber statistics to stock price index return data to measure the strength of the relationship between the movements of several stock price index returns, namely the Composite Stock Price Index (CSPI), LQ45 Index, IDX30 Index, Kompas100 Index, BISNIS-27 Index, Investor33 Index, and MNC36 Index for the period 2018-2022. It is found that the strength of the relationship between the movements of several stock price index returns is generally positive with a significant strength of the relationship. Abstrak. Analisis korelasi adalah analisis statistik yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel. Untuk non-parametrik, Kendall τ cocok digunakan ketika terdapat outlier atau minimal data berskala ordinal/ranking atau data tidak berdistrubusi normal. Statistik Gerber mirip dengan Kendall τ, diperkenalkan oleh Gerber, dkk., (2021) yang cocok untuk melihat kekuatan hubungan variabel yang bergerak cepat dari waktu ke waktu seperti jam atau hari seperti pada data saham. Statistik ini mengukur korelasi antara dua variabel sebagai rasio perbedaan antara jumlah pasangan konkordandan diskordan. Statistik Gerber memiliki sifat kuat yang tidak sensitif terhadap pergerakan besar (outlier) dan penyimpangan dari normalitas. Statistik ini juga mengabaikan pergerakan kecil, karena hal tersebut hanya berupa noise. Oleh karena itu, statistik ini berguna untuk mengukur kekuatan hubungan pergerakan cepat dan ekstrem dari dua variabel.Penelitian ini mengaplikasikan Statistik Gerber pada data return indeks harga saham untuk mengukur kekuatan hubungan antara pergerakan beberapa indeks harga saham, yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Indeks LQ45, Indeks IDX30, Indeks Kompas100, Indeks BISNIS-27, Indeks Investor33, dan Indeks MNC36 periode 2018-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan hubungan antara pergerakan beberapa return indeks harga saham secara umum adalah positif dengan kekuatan hubungan yang signifikan.
Estimasi Regresi Kuantil untuk Data Biner Longitudinal dengan Pendekatan Bayesian-Gibbs Sampling pada Kasus TBC dan Stunting pada Anak di RSUD Lembang Tahun 2022 10060119131, Alvina Damayanti Fauzia; Suliadi
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i1.12185

Abstract

Abstract. Quantile regression models the quantiles of the dependent variable as a function of independent variables. This method is robust to ourlier and heterscedasticity and allows modeling the influence of independent variables at various quantile points, providing a more comprehensive insight into the relationship between dependent and independent variables. Recently Rahman & Vosmeyer (2019) proposed a method named “quantile binary longitudinal data” (QBLD) to analyze longitudinal binary data for quantile regression based on Bayesian approach. This study applied QBLD to analyze the effect of predictor variables (x1-age, x2-Weight, x3-Height and x4-stunting status) to the probability of children tuberculosis (TB) status for different quantiles (0.25, 0.50, 0.75). In all three quantile regressions, based on Gelman-Rubin statistics, it was found that all regression coefficients have converged. The models for quantiles 0.25, 0.50, and 0.75 were: ; respectively. For all three quantile regressions, variables x1 (age), x2 (Weight), x3 (Height) significantly influenced the response, while x4 (stunting status) did not. Abstrak. Model regresi kuantil menggambarkan kuantil variabel dependen sebagai fungsi dari variabel independen. Metode ini tahan terhadap pencilan dan heteroskedastisitas, serta memungkinkan pemodelan pengaruh variabel independen pada berbagai titik kuantil, memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang hubungan antara variabel dependen dan independen. Rahman & Vosmeyer (2019) mengusulkan metode "quantile binary longitudinal data" (QBLD) untuk menganalisis data biner longitudinal untuk regresi kuantil berdasarkan pendekatan Bayesian. Penelitian ini menerapkan QBLD untuk menganalisis pengaruh variabel prediktor (x1-umur, x2-Berat, x3-Tinggi, dan x4-status stunting) terhadap probabilitas status tuberkulosis (TBC) pada anak-anak untuk kuantil yang berbeda (0,25, 0,50, 0,75). Pada ketiga regresi kuantil, berdasarkan statistik Gelman-Rubin, ditemukan bahwa semua koefisien regresi telah konvergen. Model untuk masing-masing kuantil adalah ; . Pada ketiga regresi kuantil, x1 (umur), x2 (Berat Badan), x3 (Tinggi Badan) berpengaruh siginifikan terhadap respon, sedangkan x4 (status stunting) tidak berpengaruh signifikan.
Kekuatan Hubungan antara Faktor-Faktor Kualitas Pembelajaran SMK di DKI Jakarta Tahun 2023 Menggunakan Metode Chatterjee Nailil Mala Candra; Suliadi
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i2.12820

Abstract

Abstract. Correlation is a measure the strength of linear relationship between two or more variables. The correlations commonly used are Pearson correlation, Rank Spearman, and Kendall tau. Pearson correlation gives good results for linear relationships and the data do not contain outliers. Chatterjee (2020), proposes a rank based method method to examine the degree of non-independence or the strength of the relationship between variables that is consistent with all alternative patterns of relationships between two possible variables and possible data contains outliers. This method is simple, consistent, and has a simple asymptomatic theory under the assumption that the two variables are mutually independent. The degree of dependence here refers to how strongly the variable is truly independent. In this research, we apply this method to evaluate the strength of relationship between learning quality factors of vocational schools DKI Jakarta in 2023. We obtained that the relationship between the learning quality factors of vocational schools DKI Jakarta in 2023 was mutually independent with a value between learning quality and reflection and learning improvement is ξ(X1, X2) = 0.0093; between the quality of learning and instructional leadership is ξ(X1, X3) = 0.0164; between reflection and improvement of learning with instructional leadership is ξ(X2, X3) = 0.0027. There is no relationship among all three variables. Abstrak. Korelasi merupakan ukuran kekuatan hubungan antara dua variabel kuantitaif atau lebih. Korelasi yang sering digunakan pada data kuantitatif yaitu korelasi Pearson, Rank Spearman, dan Kendall tau. Korelasi Pearson memberikan hasil yang baik untuk hubungan yang linear dan data yang tidak mengandung outlier. Chatterjee (2020), mengusulkan metode untuk memeriksa derajat ketidakbebasan atau kekuatan hubungan antar variabel yang berbasis peringkat yang juga konsisten terhadap semua alternatif pola hubungan antara dua variabel yang mungkin terjadi, dan mengandung pencilan. Metode ini sederhana, konsisten, dan memiliki teori asimptotik sederhana di bawah asumsi bahwa kedua variabel saling bebas. Derajat ketidakbebasan disini mengacu pada seberapa kuat variabel benar-benar independen. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode tersebut untuk melihat kekuatan hubungan antara faktor-faktor kualitas pembelajaran SMK di DKI Jakarta tahun 2023 dan diperoleh hasil bahwa hubungan antara faktor-faktor kualitas pembelajaran SMK di DKI Jakarta tahun 2023 saling bebas dengan nilai antara kualitas pembelajaran dengan refleksi dan perbaikan pembelajaran yaitu ξ (X1, X2) = 0,0093; antara kualitas pembelajaran dengan kepemimpinan instruksional yaitu ξ(X1, X3) =0,0164; antara refleksi dan perbaikan pembelajaran dengan kepemimpinan instruksional yaitu ξ(X2, X3) = 0,0027. Tidak ada hubungan diantara ketiga variabel tersebut.
Diagram Kendali EWMA untuk Memantau Rata-Rata Proses pada Proses Spinning Benang PT XYZ Rahmania Marwah Darmawan; Suliadi
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i2.13220

Abstract

Abstract. The textile industry plays a crucial role in the global economy, including in Indonesia. This sector is one of the main contributors to exports and employment. As market competition intensifies and consumer demand for high-quality textile products increases, quality control becomes a crucial factor for every manufacturer. In statistics, the approach to monitoring quality is called Statistical Quality Control (SQC). SQC is the monitoring of shifts that occur so that improvements can be made quickly before many defective products are produced. A tool that can be used to monitor process shifts is a control chart. In this study, an Exponentially Weighted Moving Average (EWMA) control chart is used which can detect small process shifts (< 1,5σ). Applying the EWMA control chart with a weight value = 0,2 and results in the yarn spinning process carried out by PT XYZ in a controlled state on the average process. Abstrak. Industri tekstil memiliki peran yang sangat penting dalam ekonomi global termasuk di Indonesia. Sektor ini menjadi salah satu penyumbang utama ekspor dan lapangan kerja. Persaingan pasar yang semakin ketat dan meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk tekstil berkualitas tinggi maka pengendalian kualitas menjadi faktor yang krusial bagi setiap produsen. Dalam statistika, pendekatan untuk memantau kualitas disebut dengan pengendalian kualitas statistik. Pengendalian kualitas statistik adalah proses untuk memantau pergeseran proses yang terjadi agar dapat dilakukan perbaikan secara cepat sebelum banyak produk cacat yang diproduksi. Alat yang dapat digunakan untuk memantau pergeseran proses adalah diagram kendali. Pada penelitian ini digunakan diagram kendali Exponentially Weighetd Moving Average (EWMA) yang dapat mendeteksi pergeseran proses yang kecil (< 1,5σ). Penerapan diagram kendali EWMA dengan nilai pembobot = 0,2 dan nilai menghasilkan proses spinning benang yang dilakukan oleh PT XYZ dalam keadaan terkendali pada rata-rata proses.
Uji Perbedaan Nilai Tukar Petani di Indonesia Tridayanti Cahya Meiland; Suliadi
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i2.14050

Abstract

Abstract. The Farmer Exchange Rate (FER) is an indicator used to measure the welfare of farmers in Indonesia by comparing the purchasing power of agricultural produce against consumption goods and production costs. A higher FER indicates relatively better welfare for farmers. According to data from the Central Statistics Agency, Indonesia's FER increased by 2.57% in 2022 compared to 2021, rising from 104.64 to 107.33. Fluctuations in FER across various provinces reflect variability in farmer welfare, necessitating an examination of whether there is a significant difference between FER for 2021 and 2022. The purpose of this research is to test wether there is defference FER in Indonesia between FER 2021 and 2022. Data used in this research are FER provincies in Indonesai 2021 an 2022. The Wilcoxon Signed-Rank Test was used for this analysis because the FER data is paired and may not follow a normal distribution. The test was conducted with a normal distribution approach since n = 34. The results revealed a z-value of -4.0091. Since |-4.0091| > |z(0,975)| = |1.96| , the null hypothesis (H0) is rejected. Thus, it can be concluded that there is a significant difference in the Farmer Exchange Rate in Indonesia between 2021 and 2022. Abstrak. Nilai Tukar Petani (NTP) adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kesejahteraan petani di Indonesia dengan membandingkan daya beli hasil pertanian terhadap barang dan jasa konsumsi serta biaya produksi. Semakin tinggi NTP maka petani relatif lebih sejahtera. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, NTP Indonesia pada tahun 2022 meningkat sebesar 2,57% dibandingkan tahun 2021, naik dari 104,64 menjadi 107,33. Terdapat fluktuasi NTP di berbagai provinsi, yang menunjukkan adanya variabilitas kesejahteraan petani, sehingga diperlukan pengujian untuk menentukan perbedaan signifikan antara NTP tahun 2021 dan 2022. Metode yang digunakan adalah Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon karena data NTP bersifat berpasangan dan tidak dipastikan mengikuti distribusi normal. Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon mempertimbangkan arah dan besarnya perbedaan dalam pasangan data, sehingga memberikan analisis yang lebih mendalam dibandingkan metode nonparametrik lainnya. Uji ini dilakukan menggunakan pendekatan distribusi normal karena n = 34 . Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai diperoleh nilai sebesar -4,0091. Karena nilai |-4,0091| > |z(0,975)| = |1,96| maka H0 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai tukar petani di Indonesia tahun 2021 dan tahun 2022.
Analisis Pengaruh Jumlah Sekolah Dasar dan Jumlah Ruang Kelas terhadap Jumlah Guru Sekolah Dasar di Kota Cimahi Tahun 2021 Menggunakan Metode Regresi Linier Berganda Fathin Husna Fadhilah; Suliadi
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i2.14060

Abstract

Abstract. Elementary school is the initial level of formal education in Indonesia so that students have the opportunity to develop socially, academically, personally and careerly so that they can become a generation of the nation who are active and independent in developing their potential. The presence of adequate educational facilities such as classrooms and elementary schools to ensure the smooth learning process of students, of course, must be accompanied by the availability of teachers who are trained in teaching. According to data from the Cimahi City Communication and Information Service (2021), there are 1,264 classrooms for 116 elementary schools, and 1,984 people for elementary school teachers. The aim of this research is to determine the effect of the number of elementary schools and the number of classrooms on the number of elementary school teachers in Cimahi City in 2021 using multiple linear regression analysis. Based on the test results, it was found that the number of elementary schools and the number of classrooms together had an effect on the number of elementary school teachers in Cimahi City in 2021. And for partial test results it was found that the number of elementary schools and the number of classrooms had an effect on the number of elementary school teachers in the City Cimahi in 2021. The regression model obtained is , meaning that every additional 1 elementary school (X1) for X2 will still increase the number of elementary school teachers (Y) by 8,449 or 9 people, and every additional 1 classroom (X2) for or 1 person. From the model, R2 is obtained at 0.891, meaning that the proportion of diversity in the number of elementary school teachers (Y) can be explained by the number of elementary schools (X1) and the number of classrooms (X2) together at 89.1%. Abstrak. Sekolah Dasar yakni jenjang awal pendidikan formal di Indonesia agar siswa memiliki kesempatan untuk berkembang secara sosial, akademik, pribadi maupun karier sehingga mereka dapat menjadi generasi bangsa yang aktif dan mandiri mengembangkan potensi dirinya. Kehadiran fasilitas pendidikan yang memadai seperti ruang kelas dan sekolah dasar demi kelancaran proses belajar siswa, tentunya harus diiringi dengan ketersediaan guru yang terlatih dalam mengajar. Menurut data Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi (2021), terdapat 1.264 ruang kelas untuk 116 sekolah dasar, dan 1.984 orang untuk guru sekolah dasar. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui pengaruh jumlah sekolah dasar dan jumlah ruang kelas terhadap jumlah guru sekolah dasar di Kota Cimahi pada tahun 2021 menggunakan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh jumlah sekolah dasar dan jumlah ruang kelas secara bersama-sama berpengaruh terhadap jumlah guru sekolah dasar di Kota Cimahi tahun 2021. Dan untuk hasil pengujian secara parsial diperoleh bahwa jumlah sekolah dasar dan jumlah ruang kelas berpengaruh terhadap jumlah guru sekolah dasar di Kota Cimahi pada tahun 2021. Model regresi yang diperoleh adalah , artinya setiap penambahan 1 sekolah dasar (X1) untuk X2 tetap akan meningkatkan jumlah guru sekolah dasar (Y) sebesar 8,449 atau 9 orang, dan setiap penambahan 1 ruang kelas (X2) untuk X1 tetap akan meningkatkan jumlah guru sekolah dasar (Y) sebesar 0,819 atau 1 orang. Dari model diperoleh R2 sebesar 0,891, artinya proporsi keragaman dari jumlah guru sekolah dasar (Y) dapat diterangkan oleh jumlah sekolah dasar (X1) dan jumlah ruang kelas (X2) secara bersama-sama sebesar 89,1%.