Aning Ayu Kusumawati, Aning Ayu
Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

RASISME SAUDI DALAM FILM CRASHING EID: STRUKTURALISME GENETIK LUCIEN GOLDMANN Anies, Salsabiela Syifa; Kusumawati, Aning Ayu
Jurnal Ilmiah Bina Bahasa Vol 17 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Bina Bahasa
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/binabahasa.v17i1.3086

Abstract

Rasisme tetap menjadi isu signifikan di berbagai negara, termasuk Arab Saudi, yang dikenal dengan keberagaman etnis dan budayanya. Penelitian ini berfokus pada analisis rasisme yang digambarkan dalam film "Crashing Eid" karya Nora Aboushosha menggunakan teori strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana film tersebut mencerminkan praktik diskriminasi rasial dan dinamika sosial di Arab Saudi. Data dikumpulkan dengan cara menyimak film secara cermat dan mencatat ungkapan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan metode dialektik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film "Crashing Eid" berhasil menggambarkan konflik etnis dan diskriminasi yang masih ada di masyarakat Saudi. Penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk mengungkap realitas sosial yang ada, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran mengenai isu rasisme di Arab Saudi melalui medium film. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam studi sosiologi sastra dan mengajak masyarakat untuk lebih kritis terhadap praktik diskriminatif yang terjadi di sekitar mereka.
Perempuan dan Pendidikan Islam dalam Novel "'Asrul Al-Hub" Sulthon Pamungkas; Aning Ayu Kusumawati
Musãwa Jurnal Studi Gender dan Islam Vol. 23 No. 2 (2024)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & The Asia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/musawa.2024.232.158-169

Abstract

Abstrak Penelitian ini fokus pada bagaimana peran perempuan dalam pendidikan Islam  pada novel ’Aṣrul Al-Ḥub karya Najib Mahfuz. Hal yang menjadi titik berat artikel ini bahwa diperlukan pengamatan khusus terkait peran perempuan dalam pendidikan Islam,  karena seperti digambarkan  dalam Novel ’Aṣrul Al-Ḥub, peran perempuan  sangat  dominan dan konsisten dalam pendidikan Islam. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dan catat  dengan mencermati  data primer berupa dialog yang ada dalam novel ’Aṣrul Al-Ḥub karya Najib Mahfuz tentang bagaimana pendidikan Islam disampaikan oleh tokoh-tokoh perempuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh perempuan, yaitu ibu Izzat (Sitta ‘Ain) dan Sayyidah,  secara konsisten mengajarkan  pendidikan Islam melalui tiga strategi yaitu pemahaman, pembiasaan dan keteladanan. Sedang tiap kategori tersebut terdapat metode-metode pendidikan, misalnya  pada kategori pemahaman terdapat metode diskusi, metode ‘Ibrah dan Maū’iẓah, metode penanaman motivasi, dan metode demontrasi. Sedang pada kategori pembiasaan terdapat metode kepekaan sosial dan tidak dendam/pemaaf, selanjutnya pada keteladanan terdapat optimisme dan konsistensi/kesabaran. Kata Kunci: Perempuan, Pendidikan Islam, ’Aṣrul Al-Ḥub. [This research focuses on the method of delivering Islamic education in the novel 'Aṣrul Al-Ḥub by Najib Mahfuz. The point of this article is that special observation is needed regarding the role of women in Islamic education, bearing in mind that in the Novel 'Aṣrul Al-Ḥub, women dominate and are consistent in teaching Islamic education. The data collection method in this study uses the observing and note-taking method to collect primary data in the form of dialogue in the novel 'Aṣrul Al-Ḥub by Najib Mahfuz which contains information about how Islamic education conveyed by female characters. This research shows that female figures, namely Sitta 'Ain and her daughter in law  Sayyidah, consistently teach Islamic education through three categories, namely understanding, habituation and modelling. In each of these categories there are educational methods, for example in the understanding category there are discussion methods: 'Ibrah and Maū'iẓah, instilling motivation, and demonstration . While in the habituation category there are ways: social sensitivity and forgiveness, then in modelling there are  optimism and consistency/patience.] Keyword: Women, Islamic Education,  'Aṣrul Al-Ḥub.
Narasi Ketidakadilan di Balik Lagu Falasteen Biladi Karya Humood Al-Khuder: Analisis Wacana Kritis Kumalasari Kumalasari; Tiyara Tiyara; Aning Ayu Kusumawati
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 14, No 2 (2025): Kajian Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.14.2.397-408.2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk ketidakadilan yang diterima oleh rakyat Palestina di balik lagu Falasteen Biladi karya Humood Al-Khuder. Penelitian ini menggunakan objek material berupa lagu Falasteen Biladi karya Humood Al-Khuder, teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis milik Norman Fairclough. Lagu tersebut berisi ketidak  Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, menggunakan teknik simak dengan mendengarkan lagu tersebut. Pada penelitian ini ditemukan adanya ketidakadilan yang tersirat dalam lagu tersebut. Ketidakadilan tersebut mencakup gambaran anak-anak Palestina dan rakyat Palestina yang tidak dapat merasakan kebahagiaan dan kehidupan normal layaknya orang lain. Penelitian ini menemukan adanya identitas yang tergambar dengan kata “kami” dalam lirik lagu, sebuah ajakan untuk menyuarakan ketidakadilan yang dialami oleh rakyat Palestina. Penelitian ini juga mencakup banyaknya konsumen yang sepakat dibuktikan dengan penonton  lagu tersebut.
Distorsi Maskulinitas dan Krisis Patriarki dalam Novel Masīh Darfūr: Analisis Strukturalisme Genetik Lucien Goldmann Salwa Nabila Rindra Siwi; Vivi Alfiah Riski; Ritno Rojib Hidayat; Aning Ayu Kusumawati
Al-Fathin: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 9 No 01 (2026): Al-Fathin: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/6cxwb645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fakta kemanusiaan dan krisis patriarki dalam novel Masīh Darfūr karya Abdul Aziz Sakin dengan menggunakan teori strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi untuk membedah struktur teks sebagai refleksi kondisi sosial masyarakat Darfur, Sudan. Hasil penelitian menunjukkan adanya degradasi nilai maskulinitas yang terwujud dalam bentuk kekerasan sistemik, militerisme buta, dan objektifikasi perempuan oleh kelompok dominan. Melalui posisi pengarang sebagai subjek kolektif, novel ini merepresentasikan pandangan dunia yang mengkritik keruntuhan fungsi protektif laki-laki dan dehumanisasi yang terjadi dalam konflik Darfur.
Disosiasi Fatima dalam Novel al-Khabā’ Karya Miral at-Tahawy: Analisis Psikologi Sigmund Freud Muhammad Baihaqi Hakimi; Aning Ayu Kusumawati; Mustari
JURNAL ILMU BUDAYA Vol. 14 No. 1 (2026): jurnal ilmu budaya
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/jib.v14i1.48654

Abstract

Penelitian ini mengkaji disosiasi yang dialami Fatima, tokoh utama novel Al-Khabā’ karya Miral al-Tahawy, sebagai mekanisme pertahanan psikologis dalam merespons trauma domestik dan penindasan patriarkal. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis teori psikoanalisis Sigmund Freud, khususnya konsep id, ego, superego, dan mekanisme pertahanan, penelitian ini menganalisis data tekstual untuk mengungkap bagaimana Fatima membangun dunia imajiner melalui Zahwa, alter egonya yang berasal dari cerita rakyat Beduin. Temuan menunjukkan bahwa disosiasi awalnya berfungsi sebagai strategi adaptif untuk menjaga stabilitas emosional di tengah isolasi ekstrem dan kekerasan. Namun, seiring intensifikasi trauma, terutama setelah amputasi kaki dan pengabaian keluarga, dunia imajiner tersebut runtuh, menandai kegagalan disosiasi sebagai pelindung psikis. Penelitian ini menegaskan relevansi teori Freud dalam menganalisis narasi trauma perempuan dalam konteks budaya non-Barat.