Much Hidayah
Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Khairun, Jl. Jusuf Abdurrahman Kampus II Unkhair, Ternate, Maluku Utara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN TAMAN SEBAGAI RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI PULAU TERNATE Nurlaila Syaifuddin; Firlawanti Lestari Baguna; Aqshan Shadikin Nurdin; Much Hidayah; Fadila Tamnge
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 3: Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i3.1975

Abstract

Vegetasi penyusun taman dan hutan kota merupakan bagian yang berperan dalam fungsi ruang terbuka hijau (RTH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipologi ruang terbuka hijau dan vegetasi penyusunnya di Pulau Ternate, Mengevaluasi kesesuaian jenis vegetasi berdasarkan persyaratan sivikultur, manajemen dan estetika serta Menyusun akternatif pemilihan jenis vegetasi yang memiliki kesesuaian tempat tumbuh pada ruang terbuka hijau. Metode penelitian menggunakan metode survei, survei dilakukan dengan cara sensus pohon. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan skoring untuk menilai kecocokan jenis vegetasi berdasarkan persyaratan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe ruang terbuka hijau di Kawasan Perkotaan Pulau Ternate secara fisik tergolong RTH alami dan RTH non alami, memiliki fungsi ekologis, sosial budaya, ekonomi dan estetika serta ekonomi. Secara struktur termasuk RTH yang mengikuti pola ekologis dengan bentuk mengelompok dan berdasarkan kepemilikan termasuk dalam RTH publi. Jenis vegetasi penyusun RTH di Kawasan perkotaan Pulau Ternate terdiri atas 18 jenis pohon diantaranya 16 jenis pohon sesuai dan 2 jenis pohon cukup sesuai dengan persyaratan dan kriteria silvikultur, manajemen dan estetika. Vegetasi penyusun RTH yang sesuai dengan tempat tumbuh dan efektif dalam mengendalikan pencemaran udara yaitu Tanjung, Angsana dan Mahoni.
Penyuluhan dan Pembagian Alat Produksi Kasbi Lempeng pada Kelompok Masyarakat di Desa Dodinga Aqshan Shadikin Nurdin; Ramli Hadun; Abdul Kadir Kamaluddin; Asiah Salatalohy; Andy Kurniawan; Mahdi Tamrin; Nurhikmah Nurhikmah; Rosita Rosita; Reyna Ashari; Fadila Tamnge; Firlawanti Lestari Baguna; Laswi Irmayanti; Aisjah Rachmawaty Ryadin; Much Hidayah Marasabessy; Adesna Fatrawana
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2023): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v2i1.7410

Abstract

Kasbi lempeng adalah makanan tradisional yang banyak dikonsumsi di beberapa daerah di Indonesia. Dalam penyuluhan dan pembagian alat produksi Kasbi lempeng, penting untuk memastikan peserta memahami informasi yang disampaikan dan memiliki keterampilan dalam menggunakan alat produksi tersebut. Penyuluhan dan pembagian alat produksi kasbi lempeng adalah kegiatan yang bertujuan untuk memberikan informasi dan bantuan kepada masyarakat terkait dengan proses produksi kasbi lempeng.  Pembagian alat produksi kasbi lempeng dapat dilakukan dalam rangka memperluas produksi kasbi lempeng di masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan produksi kasbi Lempeng.
Empowerment of The Village Forest Management Institution Baharu through Optimizing the Utilization of Bamboo in Foramadiahi Firlawanti Lestari Baguna; Fadila Tamnge; Andy Kurniawan; Ramli Hadun; Aqshan Shadikin Nurdin; Much Hidayah Marasabessy
Altifani Journal: International Journal of Community Engagement Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/altifani.v4i1.7017

Abstract

The lack of public in using bamboo is due to the absence of a market and lack of public. Optimizing the use of bamboo can help society increase an economic household. The aim of carrying out service activities is to improve the skills and abilities of the village forest management institution or LPHD Baharu in using bamboo as a basic material for crafts and being able to understand the concept of an independent community economy. The activity was carried out at LPHD Baharu of Foramadiahi in Ternate, North Maluku. Activities were carried out with the LPHD forest farmers group in Foramadiahi. The method used is socialization and training to process bamboo into crafts that have marketable value. All stages of activities were carried out well and supported by community participation. Some of the uses of bamboo in Foramadiahi are as house fences, braces (gata-gata), and support poles (house building materials/concoctions). Apart from that, bamboo can also be processed into various crafts and weaves. It is hoped that these activities can provide knowledge and skills for the community to develop the potential of bamboo in Foramadiahi so that it can help the community become an independent sub-district.