Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGARUH PERBANDINGAN TWEEN 80 DAN SPAN 80 SEBAGAI EMULGATOR TERHADAP KRIM BODY SCRUB EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lamk.) Monica Kristiani; Anasthasia Pujiastuti; Rakhmi Hidayati
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 6, No 2 (2022): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v6i2.212

Abstract

Dampak yang paling terlihat akibat paparan radikal bebas pada kulit adalah penuaan dini seperti adanya kerutan dan flek hitam. Salah satu upaya melindungi kulit dari pengaruh radikal bebas adalah dengan penggunaan kosmetika antioksidan. Salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai antioksidan adalah daun kelor (Moringa oleifera Lamk.), yang selanjutnya dibuat dalam bentuk sediaan krim body scrub. Krim body scrub dibuat dengan menggunakan bahan tambahan tween – span 80 sebagai emulgator dengan perbandingan 1:1, 2:1, 1:2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi emulgator terhadap karakteristik fisik krim body scrub ekstrak daun kelor..Pembuatan krim body scrub daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) menggunakan metode pencampuran. Karakteristik fisik krim body scrub yang diujikan meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, tipe krim. Data hasil pengujian di analisis menggunakan pendekatan teoritis dan statistik mengunakan uji parametrik Oneway ANOVA.Hasil pengujian organoleptis, formula I, II dan III krim body scrub ekstrak daun kelor menunjukkan hasil yang sama yaitu bentuk setengah padat, memiliki bau khas ekstrak daun kelor, warna hijau, terasa kasar saat diaplikasikan pada kulit dan menunjukkan homogenitas yang baik. Nilai pH semua formula sama yaitu 6. Rata-rata diameter penyebaran yang dihasilkan pada semua formula berada pada rentang nilai 4,9 – 5,03 cm. Daya lekat semua formula lebih dari 1 detik. Hasil analisis statistik pada semua hasil pengujian menyatakan bahwa perbandingan jumlah emulgator tween-span 80 tidak berpengaruh pada hasil mutu fisik sediaan. Tipe krim body scrub yaitu minyak dalam air (M/A).
Cerdas Mengenal Obat Bersama Apoteker Cilik (Apocil) di SDN 1 Jepang Kudus Rakhmi Hidayati; Annis Rahmawaty; David Laksanama Caesar
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 4, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v4i2.8615

Abstract

The pharmacist profession in Indonesia as one of the health workers responsible for pharmaceutical work is still many who do not know, one of the efforts to introduce the pharmacist profession as a health worker who has expertise in the field of medicine in the community is the little pharmacist program. The purpose of this activity is so that children can get to know medicines from an early age and foster interest in children from an early age. This activity has been carried out at SD Negeri 1 Jepang Kudus with a total of 30 participants from grade 5 elementary school students. The method of implementing this activity begins with the guidance of 3 students who were selected as child pharmacists for 1 week related to material on various drugs, how to grind drugs and wrap the puyer properly and correctly. In the implementation, the little pharmacists delivered education to the participants. This activity became more interesting because at the end of the activity there was a puyer wrapping competition and the selection of the best little pharmacist.
Formulasi Sediaan Krim Ekstrak Wortel (Daucus carotaL.) dan Uji Aktivitasnya sebagai Tabir Surya secara In Vitro Rakhmi Hidayati; Dessy Erliani Mugita Sari; Nailissa’adah Noor
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 1 (2023): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i1.4467

Abstract

Wortel memiliki kandungan β-karoten yang berpotensi sebagai tabir surya. Krim merupakan sediaan yang memberi rasa nyaman pada penggunaan kulit, sehingga dilakukan pengembangan formula sediaan krim ekstrak wortel (Daucus carota L.) sebagai krim tabir surya. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi formula sediaan krim ekstrak wortel dengan variasi nilai HLB kombinasi emulgator Span 60 dan Tween 80. Ekstrak diformulasikan ke dalam krim yang dibagi menjadi tiga formula yaitu formula I, formula II, formula III berturut-turut 11,395; 9,335; dan 10,365. Penentuan formula terbaik didapatkan dari evaluasi sediaan krim yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji SPF.Analisis data menggunakan uji One Way Anova hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan emulgator kombinasi span 60 dan tween 80 dapat menghasilkan sediaan krim yang memenuhi mutu fisik yang baik. Uji SPF diuji menggunakan uji Kruskal Wallis dilanjutkan uji Mann Whitney hasilnya formula 1 memiliki serapan SPF yang paling tinggi artinya optimasi emulgator span 60 dan tween 80 dapat mempengaruhi aktivitas kadar tabir surya pada krim. Hasil penelitian ini krim variasi nilai HLB kombinasi emulgator span 60 dan tween 80 dengan nilai HLB 11,365 lebih sesuai untuk formula sediaan krim ekstrak wortel karena memiliki serapan SPF tertinggi.
Pelatihan Pengolahan dan Penyajian Makanan Sehat Guna Mencegah Stunting Warga Desa Karangrejo Kabupaten Demak : Training on Processing and Serving Healthy Food to Prevent Stunting in Karangrejo Village, Demak Regency Rakhmi Hidayati; Alvi Ratna Yuliana; Sri Fitrianingsih; Luthfiana Nurulin Nafi'ah; Annis Rahmawaty
PADIMAS Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Padimas (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : PADIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/padimas.v2i1.1805

Abstract

Stunting merupakan kondisi yang menggambarkan gangguan pertumbuhan yang terlihat dari keadaan fisik anak tidak mempunyai tinggi badan sesuai dengan rata-rata anak seusianya yang terjadi akibat masalah defisiensi gizi. seorang anak yang kurang selama pertumbuhan dan perkembangan awal. Daerah rawan stunting di Jawa Tengah meliputi wilayah berikut: Kabupaten Brebes, Cilacap dan Demak. Angka stunting di Kabupaten Demak pada tahun 2019 sebesar 50,23%. Kabupaten Demak termasuk dalam 60 kabupaten/kota prioritas anak stunting tahun 2019. 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK) merupakan masa emas yang menentukan kualitas kesehatan di kehidupan selanjutnya. Hal tersebut menandakan bahwa 1.000 HPK adalah jumlah waktu yang harus diperhitungkan agar gizi balita dapat terpenuhi dan segera dilakukan perbaikan agar ke depan tidak terjadi masalah kurang gizi yang dapat mengakibatkan stunting. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan adalah sebagai salah satu bentuk upaya untuk menurunkan angka stunting di Desa Karangrejo Kabupaten Demak dengan meningkatkan pengetahuan ibu berkaitan dengan pola asuh dan pola makan balita yang baik beserta pemberian informasi beserta contoh makanan yang memiliki gizi cukup untuk balita melalui kegiatan pelatihan pengolahan dan penyajian makanan sehat. Tahapan kegiatan pengabdian terdiri dari penyajian materi, pengolahan makanan dan penyajian makanan. Dari kegiatan ini, hasil yang ingin dicapai adalah warga yang memiliki antusiasme yang tinggi sehingga kegiatan penyuluhan ini berjalan dengan lancar. Warga desa tidak merasa asing lagi dan mengetahui tentang cara mencegah stunting. Serta, pemberian makanan pendamping ASI secara tepat.
Formulation and Activity Testing of Sunscreen Nanoemulsion Cream Derived from 96% Ethanol Extract of Kersen Leaves (Muntingia Calabura L.) Rakhmi Hidayati; Sefi Ela Sari; Yulia Pratiwi; Dessy Erliani Mugita Sari
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 8 No. 02 (2025): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v8i02.4365

Abstract

Kersen leaves contain secondary metabolite compounds, including flavonoids, phenolics, saponins, and tannins. Nanoemulsion has a colloidal dispersion that has a particle size between 10 and 200 nm. Nanoemulsion was incorporated into a cream base so that when used topically with a relatively small particle size, it can increase the penetration of active substances into the skin. This study aims to determine the physical characteristics and potential of 96% ethanol extract of kersenleaves as a sunscreen based on SPF value. This research is an experimental quantitative research which includes phytochemical screening, making nanoemulsion cream with concentrations of 2%, 4%, and 6%., testing the characteristics of the preparations, testing sunscreen activity in vitro using a UV-Vis spectrophotometer, and statistical data analysis with the SPSS program. The results of phytochemical screening of 96% ethanol extract of kersen leaves (Muntingia calabura L.) showed that the extract positively contained flavonoids, phenolics, tannins, and saponins. The results of the nanoemulsion research particle size test obtained a value of 17.65 nm, the zeta potential test (-18.30), and the transmittance percent test (94.224), which has a clear and transparent visual. Nanemulsion cream formulation with variations in the concentration of 96% ethanol extract nanoemulsion of kersen leaves at F0 (-), F1 (2%), F2 (4%), and F3 (6%) produced has good organoleptic properties and homogeneity, viscosity ranges from 2000 to 50,000 cPs, spreadability ranges from 5 to 7 cm, adhesive power is greater than 1 second, pH preparation is in the range of 4.5 to 6.5, and it is an oil-in-water emulsion type. In the results of the sunscreen activity test, the SPF value obtained at F0 (0.72) has no potential as a sunscreen, F1 (12.15) was in the maximum protection category, F2 (17.34) was in the ultra protection category, and F3 (30.56) was in the ultra protection category. Nanemulsion cream, a 96% ethanol extract of kersenleaves, has potential as a sunscreen. The most optimal nanemulsion cream formula was at an F3 concentration of 6%, with an SPF value of 30.53, entering the ultra protection category.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENGGUNAAN OBAT YANG TIDAK BOLEH DIKONSUMSI BERSAMAAN PADA MASYARAKAT DESA REJOSARI DAWE KUDUS Gendis Purno Yudanti; Hasty Martha Wijaya; Heni Setyoningsih; Annis Rahmawaty; Rakhmi Hidayati; Elmira Okta Nova Ifada
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interaksi obat merupakan peristiwa yang dapat memengaruhi terapi dan berisiko menimbulkan efek samping yang merugikan pasien. Polifarmasi (penggunaan banyak jenis obat) meningkatkan risiko interaksi obat, salah satunya adalah interaksi antara amlodipin (obat hipertensi) dan simvastatin (obat kolesterol). Interaksi amlodipin dan simvastatin tergolong kategori mayor karena amlodipin dapat meningkatkan konsentrasi simvastatin yang berisiko menyebabkan kerusakan hati dan rabdomiolisis. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat yang tepat tentang penggunaan obat yang benar sangat penting untuk meminimalkan risiko efek samping obat yang tidak diinginkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus tentang penggunaan obat yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan melalui ceramah sesi tanya jawab, serta pembagian leaflet pada masyarakat Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 Oktober 2025 dan diikuti oleh 50 peserta dari beberapa RW. Hasil evaluasi yang dilakukan terhadap 5 soal berbentuk benar atau salah menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah pemberian materi. Hal ini diharapkan dapat meminimalkan risiko bahaya akibat interaksi obat yang tidak diinginkan di masyarakat.
VARIASI KONSENTRASI KARBOPOL 940 PADA FORMULASI NANOEMULGEL EKSTRAK ETANOL 96% DAUN JAMBU BIJI Psidium guajava L Rakhmi Hidayati; Nining Febri Muzdalifah; Gendis Purno Yudanti
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/jkikt.v7i1.226

Abstract

Background : Guava leaves contain flavonoid, terpenoid, tannin and saponin compounds. Nanoemulgel is formulated from nanoemulsion incorporated into a gelling agent so that when applied topically with small particle size it will penetrate inti the skin better. Objective : to determine the physical characteristics and the best forua of nanoemulgels preparation of 96% ethanol extract of guava leaves with variations in carbopol 940 concentration. Method :The study began with the manufacture of nanoemulsion and critical parameter tests were carried out including particle size, zeta potential and percent transmittance. Nanoemulsion was then incorporated into the nanoemulgel formula with 3 variations of carbopol 940 concentration, namely 0,5%, 0,75% and 1%. The physical test parameters carried out were organoleptic tests, homogeneity tests, pH, spreadability, adhesion and viscosity. Result : the critical parameter test of nanoemulsion showed a particle size value of 89,95 nm, a zeta potential of -2,97 mV and a transmittance percentage of 09,6%. Tween 80, PEG 400 and VCO had a good effect on the physical properties of nanoemulsion. Conclusion : the physical properties test of nanoemulgel showed that differences in the concentration of carbopol 940 as a gelling agent did not have a significant effect on organoleptic tests, homogeneity tests, pH, spreadability and viscosity. Variations in the concentration of carbopol 940 1% was the best concentration to obtain the best physical characteristics of nanoemulgel
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK FISIK DAN STABILITAS SEDIAAN FACE MIST EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BINAHONG MERAH (Anredera cordifolia ( Ten.) Steenis): Comparison Of Physical Characteristics And Stability Of Face Mist Preparations From 96% Ethanol Extract Of Red Binahong Leaves (Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis) Sukarno Sukarno; Sri Fitrianingsih; Rakhmi Hidayati; Hesti Pipit Puspitasari
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/jkikt.v7i2.263

Abstract

Facei mist was a beiauity carei produict in thei form of a spray or mist which fuinctions to increiasei thei moistuirei of thei ouiteir layeir of thei skin. Thei binahong plant (Anreideira cordifolia (Tein.)Steieinis) has many activei compouinds, incluiding alkaloids, flavonoids and saponins. Thei flavonoid conteint in binahong leiaveis (Anreideira cordifolia (Tein.) Steieinis) plays a rolei in facial cleiansing produicts, facial masks and freisheineirs. Thei high conteint of flavonoids and vitamin Ei makeis it eiffeictivei in fighting freiei radicals. This stuidy aims to eixaminei thei physical characteiristics and stability of a facei mist preiparation from 96% eithanol eixtract of binahong leiaveis (Anreideira cordifolia (Tein) Steieinis ). This reiseiarch was a typei of quiantitativei reiseiarch carrieid ouit eixpeirimeintally by making a facei mist preiparation by comparing thei physical characteiristics and stability of thei facei mist preiparation with 96% eithanol eixtract of reid binahong leiaveis and carrying ouit organoleiptic teists, pH teists, homogeineiity teists, moistuirei teists, dry timei teists and stability teist. Thei reisuilts of this stuidy show that in thei stability teist of facei mist preiparations, theirei is no significant diffeireincei in thei Ph teist, and theirei is no significant diffeireincei in thei moistuirei teist, P > 0.05 in thei pH teist. dry P > 0.05. Concluision: 96% eithanol eixtract of reid binahong leiaveis contains thei seicondary meitabolitei Flavoid saponin, Tannin. Comparison of thei physical characteiristics of facei mist preiparations from 196% eithano eixtract of binahong leiaveis at conceintrations of 6% and 10%, theirei arei diffeireinceis in thei oragoleiptic teist.
Edukasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Di Posyandu Desa Cranggang, Kabupaten Kudus Tahun 2024 Sri Fitrianingsih; Claudia Dinda Safitri; Dessy Erliani Mugita Sari; Rakhmi Hidayati; Sukarno Sukarno; Gendis Purno Yudanti
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v6i2.12410

Abstract

Immunization is an action in preventing potentially contagious diseases in neonates or children. Immunization needs to be considered to increase the effectiveness and safety of the vaccine to be used. There are various types of immunization, this is followed by the emergence of Post-Immunization Adverse Events (PIAE). PIAE caused can be in the form of mild to severe symptoms. The incident can cause concern for parents and children who want to take immunizations. Activities that can be done before immunization are education related to PIAE so that they don't need to worry. This education about PIAE includes an overview of PIAE, symptoms, causes of PIAE, potential groups of people about PIAE, and steps to take if experiencing PIAE. This health education was carried out at the Posyandu of Cranggang Village, Dawe District, Kudus Regency, Central Java. Media used in education are brochures, and materials delivered directly or face-to-face. The goal is to increase the knowledge of parents and children related to PIAE so that they are not anxious about participating in immunization
VARIASI KONSENTRASI TRIETANOLAMIN DAN ASAM STEARAT PADA STABILITAS FISIK LOTION NANOEMULSI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN MANGGA KASTURI (Mangifera casturi Kosterm.) Rakhmi Hidayati; Putri Laila Nuris Sa’adah; Dessy Erliani Mugita Sari; Sri Fitrianingsih; Gendis Purno Yudanti; Luvita Gabriel Zulkarya; Sukarno Sukarno

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i2.424

Abstract

Daun mangga kasturi mengandung senyawa flavonoid, polifenol, tanin, triterpenoid dan kuinon. Flavonoid yang terdapat dalam daun mangga kasturi berfungsi sebagai penangkal radikal bebas sehingga dapat dimanfaatkan sebagai zat lotion nanoemulsi. Formulasi lotion dibuat dengan memvariasikan konsentrasi trietanolaim dan asam stearat sebagai emulgator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik dan pengaruh variasi yang baik sebagai emulsifying agent pada sediaan lotion nanoemulsi ekstrak etanol 96% daun mangga kasturi dengan variasi konsentrasi trietanolamin dan asam stearat sebagai emulgator. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang dilakukan secara eksperimental dengan membuat nanoemulsi terlebih dahulu dan melakukan uji ukuran partikel, zeta potensial dan persen transmitan. Kemudian dibuat sediaan lotion nanoemulsi ekstrak etanol 96% daun mangga kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) dengan variasi konsentrasi trietanolamin dan asam stearat sebagai emulgator dan melakukan uji sifat fisik meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas dan uji cycling test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan nanoemulsi memiliki ukuran partikel sebesar 64,712 nm. Zeta potensial diperoleh nilai -2,549. Persen transmitan diperoleh nilai 99,5. Parameter sifat fisik variasi trietanolamin dan asam stearat formulasi lotion nanoemulsi ekstrak etanol 96% daun mangga kasturi semua memenuhi syarat sediaan lotion yang baik kecuali pada uji daya lekat. Penyimpanan sediaan lotion nanoemulsi terhadap suhu yang berbeda mempengaruhi hasil yang diperoleh pada sifat fisik dan kimia. Tween 80, PEG 400 dan VCO pada nanoemulsi ekstrak etanol 96% daun mangga kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) mempengaruhi karakteristik fisik nanoemulsi yang baik. Penambahan trietanolamin dan asam stearat berpengaruh terhadap kualitas fisik lotion nanoemulsi ekstrak etanol 96% daun mangga kasturi yang dihasilkan. Terdapat konsentrasi trietanolamin dan asam stearat yang memiliki kualitas fisik yang baik, yakni pada perbandingan trietanolamin : asam stearat 3% : 6%.