Dessy Erliani Mugita Sari
Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Formulasi Sediaan Krim Ekstrak Wortel (Daucus carotaL.) dan Uji Aktivitasnya sebagai Tabir Surya secara In Vitro Rakhmi Hidayati; Dessy Erliani Mugita Sari; Nailissa’adah Noor
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 1 (2023): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i1.4467

Abstract

Wortel memiliki kandungan β-karoten yang berpotensi sebagai tabir surya. Krim merupakan sediaan yang memberi rasa nyaman pada penggunaan kulit, sehingga dilakukan pengembangan formula sediaan krim ekstrak wortel (Daucus carota L.) sebagai krim tabir surya. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi formula sediaan krim ekstrak wortel dengan variasi nilai HLB kombinasi emulgator Span 60 dan Tween 80. Ekstrak diformulasikan ke dalam krim yang dibagi menjadi tiga formula yaitu formula I, formula II, formula III berturut-turut 11,395; 9,335; dan 10,365. Penentuan formula terbaik didapatkan dari evaluasi sediaan krim yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji SPF.Analisis data menggunakan uji One Way Anova hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan emulgator kombinasi span 60 dan tween 80 dapat menghasilkan sediaan krim yang memenuhi mutu fisik yang baik. Uji SPF diuji menggunakan uji Kruskal Wallis dilanjutkan uji Mann Whitney hasilnya formula 1 memiliki serapan SPF yang paling tinggi artinya optimasi emulgator span 60 dan tween 80 dapat mempengaruhi aktivitas kadar tabir surya pada krim. Hasil penelitian ini krim variasi nilai HLB kombinasi emulgator span 60 dan tween 80 dengan nilai HLB 11,365 lebih sesuai untuk formula sediaan krim ekstrak wortel karena memiliki serapan SPF tertinggi.
FORMULASI DAN PENENTUAN NILAI SPF (Sun Protection Factor) SEDIAAN KRIM MINYAK BIJI KELOR (Moringa oleifera L.) Dessy Erliani Mugita Sari; Ricka Islamiyati
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 7, No 1 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v7i1.205

Abstract

Minyak biji kelor mengandung asam lemak tak jenuh yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Moringa Seed Oil atau minyak biji kelor merupakan minyak yang berasal dari ekstrak biji kelor (Moringa oleifera L.) yang banyak mendapatkan perhatian industri obat, kosmetik dan pangan, sebagai Sun Protection Factor atau SPF. Tujuannya untuk mengetahui karakteristik dan nilai SPF minyak biji kelor (Moringa oleifera L.). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratorium dengan analisis deskriptif. Minyak biji kelor yang diformulasikan dalam sediaan vanishing cream dengan variasi perbedaan konsentrasi minyak biji kelor yaitu F1 basis, F2 2%, F3 4% dan F4 6%. Sediaan vanishing cream dievaluasi sifat fisiknya seperti organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas dan SPF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sifat fisik krim minyak biji kelor yang meliputi homogenitas meliputi F1,F2,F3 dan F4 krim memenuhi syarat homogen tidak adanya butiran kasar. Organoleptis meliputi F1,F2,F3 dan F4 krim berwarna putih tulang, bau khas oleum rosae, bentuknya semi padat, lembut,tidak lengket dan sedikit berminyak. pH meliputi F1,dengan rata-rata 6, F2,F3,F4 dan F5 dengan rata-rata 5 memenuhi syarat pH yang baik yaitu antara 4,5-8. Daya sebar meliputi F1 dengan rata-rata 6,3 cm, F2 dengan rata-rata 6,5 cm, F3 dengan rata-rata 6,6 cm dan F4 dengan rata-rata 6,6 cm memenuhi syarat daya sebar yang baik yaitu antara 5-7 cm. Daya lekat meliputi F1 dengan rata-rata 4,85 detik, F2 dengan rata-rata 5,27 detik, F3 dengan rata-rata 6,69 detik dan F4 dengan rata-rata 8,17 detik memenuhi syarat daya lekat yang baik yaitu 4 detik. Viskositas meliputi F1 dengan rata-rata 20221,2 cPs, F2 dengan rata-rata 20230,6 cPs, F3 dengan rata-rata 20237,5 cPs, dan F4 dengan rata-rata 20241,1 cPs memenuhi syarat viskositas yang baik yaitu antara 4000-40.000 cPs. Sedangkan klasifikasi kekuatan dari nilai SPF krim minyak biji kelor termasuk dalam penggolongan SPF sedang (medium) yaitu antara 12-19
Penerapan Teknologi Tepat Guna Pada Pembuatan Jahe Instan Di SDN 4 Jepang Mera Putri Pratitis; Dessy Erliani Mugita Sari; Dwi Susiloningrum; Ricka Islamiyati; Wildayanti Wildayanti
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v3i3.2763

Abstract

Appropriate technology has simple principles that aim to improve the socio-economic standard of living for the community by processing natural resources wisely and not damaging the surrounding environment. Natural resources in the surrounding environment are easy to find, especially Medicinal Plants. Medicinal Plants are widely found and consumed, one of which is ginger (Zingibers officinale rosc). Various groups, including children, can consume ginger. However, children's interest in consuming ginger or ginger ale is very low. The aim of this activity is to teach students how to make instant ginger powder so they can increase their interest in consuming ginger and other traditional medicinal plants. Activities were carried out using the service learning method for students at SDN 4 Jepang. Implementation of activities includes education, assistance, and training in making instant ginger powder. The implementation of activities is well done and smoothly. Students who participated in the activities were very enthusiastic and interested. All students participated in making instant powder starting from peeling ginger, grinding ginger, squeezing ginger juice, pressing ginger to mixing ginger into crystals/powder.
Formulation and Activity Testing of Sunscreen Nanoemulsion Cream Derived from 96% Ethanol Extract of Kersen Leaves (Muntingia Calabura L.) Rakhmi Hidayati; Sefi Ela Sari; Yulia Pratiwi; Dessy Erliani Mugita Sari
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 8 No. 02 (2025): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v8i02.4365

Abstract

Kersen leaves contain secondary metabolite compounds, including flavonoids, phenolics, saponins, and tannins. Nanoemulsion has a colloidal dispersion that has a particle size between 10 and 200 nm. Nanoemulsion was incorporated into a cream base so that when used topically with a relatively small particle size, it can increase the penetration of active substances into the skin. This study aims to determine the physical characteristics and potential of 96% ethanol extract of kersenleaves as a sunscreen based on SPF value. This research is an experimental quantitative research which includes phytochemical screening, making nanoemulsion cream with concentrations of 2%, 4%, and 6%., testing the characteristics of the preparations, testing sunscreen activity in vitro using a UV-Vis spectrophotometer, and statistical data analysis with the SPSS program. The results of phytochemical screening of 96% ethanol extract of kersen leaves (Muntingia calabura L.) showed that the extract positively contained flavonoids, phenolics, tannins, and saponins. The results of the nanoemulsion research particle size test obtained a value of 17.65 nm, the zeta potential test (-18.30), and the transmittance percent test (94.224), which has a clear and transparent visual. Nanemulsion cream formulation with variations in the concentration of 96% ethanol extract nanoemulsion of kersen leaves at F0 (-), F1 (2%), F2 (4%), and F3 (6%) produced has good organoleptic properties and homogeneity, viscosity ranges from 2000 to 50,000 cPs, spreadability ranges from 5 to 7 cm, adhesive power is greater than 1 second, pH preparation is in the range of 4.5 to 6.5, and it is an oil-in-water emulsion type. In the results of the sunscreen activity test, the SPF value obtained at F0 (0.72) has no potential as a sunscreen, F1 (12.15) was in the maximum protection category, F2 (17.34) was in the ultra protection category, and F3 (30.56) was in the ultra protection category. Nanemulsion cream, a 96% ethanol extract of kersenleaves, has potential as a sunscreen. The most optimal nanemulsion cream formula was at an F3 concentration of 6%, with an SPF value of 30.53, entering the ultra protection category.
Hydrogel Eye Patch Combination of Tomato Extract and Astaxanthin as Anti-Aging Dessy Erliani Mugita Sari; Ricka Islamiyati; Lilis Sugiarti; Revalina Nuri Ayushita; Zuni Novita Andriani
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 15 No 1 (2026): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v15i1.787

Abstract

Wrinkles are a signs of skin aging caused by intrinsic factors (dryness, thinning, wrinkles) and extrinsic factors like UV exposure, which increases Reactive Oxygen Species (ROS) and thereby triggering premature aging. Anti-aging efforts can be carried out through the use of cosmetic products, particularly topical agents containing antioxidants and cell regulators. This study aims to evaluate the physical and chemical characteristics, as well as the anti-aging effectiveness, of a combination of tomato extract and astaxanthin in the form of a hydrogel eye patch. The formulations were prepared in four variations, namely F0 as the base, F1 containing 1% tomato extract, F2 containing 1% astaxanthin, and F3 as a combination of both. Based on the test results, the best formula was F3, which contained a combination of tomato extract and astaxanthin. The evaluations conducted included organoleptic tests, weight and size uniformity, pH, swelling capacity, elasticity, and anti-aging effectiveness. The effectiveness test results showed that F3 provided the best result with a value of 61%. Statistical analysis using One-Way ANOVA showed a significance value of less than 0.05, indicating a significant difference between before and after the use of the hydrogel eye patch. Overall, the formulations F1, F2, and F3 met the applicable requirements and demonstrated that the combination of tomato extract and astaxanthin is effective for use in hydrogel eye patch formulations as an anti-aging agent, where as F0 did not meet the physical characteristics requirement, particularly in the pH evaluation, where the results exceeded the normal pH of human skin.
Implementasi Pengetahuan Pertolongan Pertama pada Kondisi Kegawatdaruratan Ringan bagi Siswa Sekolah Dasar Negeri 02 Kandangmas, Kudus Dessy Erliani Mugita Sari; Putri Setyawati; Syawwalina Dwi Noor Fitriya Dewi; Siti Nur Hidayah; Putri Ragita Cahyani
Jurnal Vokasi Vol 10, No 2 (2026): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v10i2.9644

Abstract

Edukasi pertolongan pertama bagi siswa sekolah dasar bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan siswa, khususnya keterampilan pertolongan pertama dasar, dengan pendekatan pendidikan yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak. Kegiatan ini melibatkan 60 siswa kelas 4, 5, dan 6 di SD Negeri 2 Kandang Mas.Pertolongan pertama merupakan upaya awal yang sangat penting dalam mencegah kondisi korban memburuk sebelum mendapat bantuan medis lebih lanjut. Namun, pemahaman pertolongan pertama di kalangan siswa sekolah dasar masih sangat terbatas, terutama dalam mengenali keadaan darurat ringan dan tindakan awal yang tepat. Kondisi ini diperparah oleh kurangnya pelatihan atau pendidikan sistematis tentang pertolongan pertama di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, Program Studi S-1 Farmasi, Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama, Kudus melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pendidikan interaktif dengan tema memahami pertolongan pertamayang ditujukan kepada siswa SD Negeri 02 Kandangmas, Kudus.Kegiatan pendidikan dilaksanakan oleh mahasiswa program studi S1-Farmasi Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus melalui serangkaian persiapan survei lokasi, persiapan materi pendidikan, penyediaan alat bantu visual, media simulasi, dan konsumsi mahasiswa. Tahap pelaksanaannya meliputi kuliah interaktif, simulasi langsung tindakan pertolongan pertama seperti penanganan luka ringan, luka bakar, epilepsi, mimisan, pingsan, dan tersedak, serta permainan edukatif untuk mempertajam pemahaman mahasiswa. Tahap evaluasinya dilakukan melalui kuis, sesi tanya jawab, dan observasi langsung keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa yang signifikan, ditandai dengan kemampuan mereka menyebutkan langkah-langkah penanganan luka ringan dan mendemonstrasikan teknik pertolongan pertama dasar secara mandiri melalui simulasi.