Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Preservation of Indonesian Culture through Indonesian Cultural Week Harahap, Rahimul; B.Manalu, Emelda Tesanolika
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 5 Issue 1 March 2024
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v5i1.1743

Abstract

Many cultures in Indonesia are very necessary to be preserved, especially in Elementary School of Langkat Multinational School, where the majority of students are foreign nationals, so this school holds Indonesian Cultural Week activities to preserve Indonesian culture. This research aims to describe the preservation of Indonesian culture through Indonesian Cultural Week activities held at Elemenary School of Langkat Multinational School. This research uses qualitative approach. The research was conducted at Elementary School of Langkat Multinational School. The samples in this study were principals, teachers, and students of 13 people determined by purposive sampling techniques. Data collection techniques using observation, interviews, documentation and field notes. Data analysis is done through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the preservation of local culture at Elementary School of Langkat Multinational School was carried out very well through Indonesian Cultural Week activities with support from all relevant parties, namely principals, teachers, staff, students, and also parents, which was shown by the addition of students' level of knowledge about Indonesian culture.The conclusion of this research is that Indonesian Cultural Week activities can preserve local culture at Elementary School of Langkat Multinaional School in the good category. The implementation of Indonesian Cultural Week activities includes efforts to maintain local culture, cultural preservation based on needs, and there are strategies for cultural preservation. Supporting factors for the implementation of Indonesian Cultural Week activities are starting from the preparation stage which includes the preparation of the draft activities, budget funds, place and time of implementation and preparation of committee, up to the stage of implementation of activities and post-activity evaluation.
Kearifan Lokal dan Penerapannya di Sekolah Harahap, Rahimul
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 10 No. 3 (2023): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i3.1937

Abstract

Local wisdom describes how to behave and act in response to changes that are unique to the local physical and cultural environment. Local potential in every region in Indonesia is a wealth of natural, human, technological and cultural resources that must be maintained and developed to promote a more civilized life. In general, learning in schools pays little attention to this local aspect, so that slowly the younger generation begins to leave the noble values of the local area. The purpose of this article is to describe the form of planting local wisdom through education or schools.
Model Pelatihan Edutech Berbasis Komunitas dalam Meningkatkan Kompetensi Guru dan Interaktivitas Pembelajaran di Sekolah Abdul Muis; Rahimul Harahap; Rinaldy Alidin; Putri Athirah Thaibur; Abwabul Jinan
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1000

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dan interaktivitas pembelajaran melalui implementasi model pelatihan Edutech berbasis komunitas di sekolah dan komunitas belajar. Program dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan teknologi pendidikan dalam pembelajaran, keterbatasan literasi digital guru, serta belum optimalnya penggunaan platform digital untuk menciptakan pembelajaran interaktif. Berdasarkan need assessment, intervensi dirancang menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan koordinasi, asesmen kebutuhan, pelatihan Edutech, workshop penggunaan Learning Management System (LMS), simulasi pembelajaran digital, pendampingan implementasi, evaluasi, dan rencana keberlanjutan program. Metode pelaksanaan menggunakan model pelatihan berbasis komunitas dengan instrumen pre–post test, observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan untuk mengevaluasi capaian program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi digital guru yang ditandai oleh kenaikan skor pre–post test, meningkatnya kemampuan penggunaan LMS dan media pembelajaran digital, serta berkembangnya praktik pembelajaran yang lebih interaktif dan partisipatif. Implementasi program juga menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, terbentuknya komunitas praktik guru, serta tumbuhnya komitmen mitra terhadap integrasi Edutech secara berkelanjutan. Secara kuantitatif, capaian program ditunjukkan melalui peningkatan kompetensi peserta, tingginya partisipasi aktif guru, dan bertambahnya perangkat pembelajaran digital yang dihasilkan. Secara kualitatif, kegiatan berkontribusi pada perubahan pola pikir guru terhadap inovasi pembelajaran digital, penguatan budaya kolaboratif, dan peningkatan kapasitas kelembagaan mitra dalam mengelola transformasi pembelajaran berbasis teknologi.Kesimpulan kegiatan menunjukkan bahwa model pelatihan Edutech berbasis komunitas efektif sebagai strategi pemberdayaan untuk meningkatkan kompetensi guru, memperkuat interaktivitas pembelajaran, serta mendukung keberlanjutan transformasi digital pendidikan. Model ini juga berpotensi direplikasi sebagai pendekatan inovatif pengabdian masyarakat untuk penguatan kualitas pembelajaran di berbagai konteks pendidikan.