Claim Missing Document
Check
Articles

Sanitation and modernity on a Remote Island: A study of community behavior toward hygienic latrine use in Pengikik Island Ayu Lestari; Rahma Syafitri; Nikodemus Niko
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i11.697

Abstract

This study explores the transformation of community behavior regarding the use of hygienic latrines in Pengikik Village, a remote island community with historically poor sanitation practices. Inadequate latrine management contributes significantly to environmental degradation. Promoting the widespread use of healthy latrines, which are facilities designed for safe and sanitary human waste disposal, is a key strategy for improving public health. Using a phenomenological framework design, the research draws on data from six purposively selected informants through semi-structured interviews. The analysis employs Peter L. Berger and Thomas Luckmann’s theory of social construction to examine behavioral changes. The findings indicate that 19 out of 53 households have constructed private healthy latrines, and eight communal units have been built with septic systems. Behavioral change occurred through three interrelated processes: targeted socialization and education by health workers, gradual internalization of hygienic practices, and normalization of latrine use in daily life. These processes have reshaped community perceptions, fostering a collective understanding of the importance of sanitary facilities in the community. As a result, the community has shifted away from open defecation and toward the consistent use of healthy latrines.
Modal Sosial Membentuk Peluang Usaha Anak Muda Di Kota Batam Maria Susanti; Nanik Rahmawati; Rahma Syafitri
Jurnal Archipelago Vol 2 No 01 (2023): Desember
Publisher : Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69853/ja.v2i1.11

Abstract

Potensi Kota Batam dapat dimanfaatkan untuk beberapa bidang seperti ekonomi, potensi ini juga merupakan salah satu keunggulan yang dimanfaatkan oleh para pemuda secara bersama-sama untuk membangun kegiatan usaha melalui modal sosial dimana kekuatan modal sosial ini dimulai dari hubungan dan kedekatan jaringan sosial yang dimiliki oleh kaum muda. Modal sosial ini dibangun untuk menciptakan kreativitas dan motivasi solidaritas kepada generasi muda melalui kegiatan kewirausahaan. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif, peneliti menemukan 6 informan dimana mereka adalah pemilik yang membantu kaum muda dalam modal sosial, pelajar, mahasiswa dan juga pekerja yang telah menerapkan peluang bisnis dalam diri mereka. hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu generasi muda untuk lebih bisa memanfaatkan waktu luangnya dengan berkreasi dan berinovasi sesuai dengan bakatnya karena sesuatu yang berdampak baik dan menguntungkan pasti akan banyak diminati dalam melakukannya.
Perempuan Pengangkut Air Dalam Tradisi Masyarakat Desa Dendun Kecamatan Mantang Kabupaten Bintan Muhammad Robby Chandra; Sri Wahyuni; Rahma Syafitri; Vivi Elvianora; Abdurrohman
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 5 No 2 (2021): Oktober, 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v5i2.4165

Abstract

Desa Dendun merupakan bagian dari Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Desa Dendun memiliki permasalahan mengenai ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dari sinilah dimulailah tradisi membawa air yang dilakukan oleh para wanita desa Dendun. Penelitian ini dilakukan peneliti untuk melihat bagaimana tradisi perempuan pembawa air di desa Dendun tetap lestari hingga saat ini. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan konsep konstruksi sosial dan tradisi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Informan penelitian ini adalah masyarakat Desa Dendun, baik ayah maupun anak laki-laki, serta ibu dan anak perempuan. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara menggunakan pedoman wawancara (interview guide). Analisis data digunakan dengan model metodologi penelitian kualitatif Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Tradisi mengangkut air yang dilakukan oleh perempuan di Desa Dendun hingga saat ini tidak lepas dari peran masyarakat khususnya keluarga dan lingkungan sosialnya. Anak perempuan dan laki-laki telah diajarkan untuk mengangkut air sejak usia dini, tetapi ketika mereka tumbuh dewasa kegiatan transportasi air hanya menjadi bagian dari kehidupan perempuan di desa Dendun. Selain itu, ada nilai-nilai yang dibangun di masyarakat bahwa membawa air bermanfaat bagi ibu hamil, mengangkut air sebagai kebutuhan, mengangkut air sebagai bentuk kasih sayang
The Role of Women in Food Security of Fishing Families Amidst Climate Change: A Gender and Poverty Analysis Sri Wahyuni; Rahma Syafitri; Nanik Rahmawati; Emmy Solina; Yudhanto Satyagraha Adiputra
KASTA : Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya dan Terapan Vol. 6 No. 3 (2026): August
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kasta.v6i3.2705

Abstract

Coastal fishing communities are highly vulnerable to climate change, as shifting weather patterns disrupt marine livelihoods and destabilize household food security. Seasonal extremes, such as strong winds, high waves, and extended unsafe fishing periods, reduce fishing activity and income, intensifying poverty risks and limiting access to food. Within this fragile socio-ecological context, women in fishing households undertake critical yet often overlooked roles that sustain family resilience. This study examines the central role of fisherwomen in maintaining household food security amid climate-related disruptions. Employing a qualitative approach in Bintan Regency, Riau Islands Province, the research draws on in-depth engagement with fishing households to explore lived experiences, gendered labor divisions, and adaptive strategies shaped by seasonal climate variability. The analysis integrates gender and poverty perspectives to understand how resilience is constructed at the household level. Findings indicate that fisherwomen perform dual roles in both public and domestic spheres. Publicly, they engage in fish processing, petty trade, and other income-generating activities that offset reduced earnings during non-fishing seasons. Domestically, they regulate consumption, diversify food sources, and strategically manage limited resources. Although climate change increases their workload and deepens economic vulnerability, women actively develop anticipatory strategies, such as livelihood diversification, food preservation, and informal support networks, that mitigate food insecurity. This study contributes by repositioning women as central agents in climate adaptation and household food governance, moving beyond male-centered or macro-level analyses of fisheries. The findings highlight the transformative role of women’s everyday practices in sustaining coastal livelihoods and underscore the need for gender-responsive policies that strengthen local adaptive capacities.
Identifikasi Sistem Sosial Ekologis Waduk Gesek, Pulau Bintan, Kepulauan Riau Tri Apriadi; Andi Zulfikar; Winny Retna Melani; Wahyu Muzammil; Deni Sabriyati; Rahma Syafitri; Fitria Ulfah
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 5 (2026): September 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.5.1087-1100

Abstract

ABSTRAKKetersediaan air bersih, baik dari kualitas maupun kuantitas, menjadi salah satu permasalahan di Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Dalam beberapa tahun terakhir, Waduk Gesek sebagai salah satu waduk sumber air baku di Pulau Bintan mengalami ledakan populasi gulma air, penurunan volume air, serta penurunan kualitas air yang ditandai beberapa parameter kualitas air tidak memenuhi baku mutu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem sosial-ekologis (SSE) Waduk Gesek sebagai dasar pengelolaan waduk di Pulau Bintan. Data sosial diperoleh dari wawancara dengan masyarakat serta diskusi kelompok terpimpin dengan pemangku kepentingan. Data ekologi bersumber dari hasil penelitian dalam kurun waktu 2018-2022. Data sosial-ekologis yang diperoleh dianalisis melalui identifikasi model konseptual dasar sistem sosial-ekologis menggunakan Frame Ostrom yang dimodifikasi dari McGinnis dan Ostrom. Berdasarkan analisis sistem sosial-ekologis (SSE), di Waduk Gesek terdapat enam komponen penyusun yaitu internal waduk, vegetasi hutan, gulma air, pemerintah, masyarakat, serta LSM. Kuantitas air memiliki nilai paling penting dalam SSE Waduk Gesek diikuti dengan kualitas air. Kuantitas dan kualitas yang ada di Waduk Gesek sangat dipengaruhi oleh tutupan vegetasi serta keberadaan gulma air. PDAM Tirta Kepri menjadi institusi yang paling berkaitan erat dengan kuantitas dan kualitas air di Waduk Gesek.ABSTRACTThe availability of clean water, both in quality and quantity, remains a critical concern on Bintan Island, Riau Islands. The Gesek Reservoir, one of the island’s main raw water sources, has experienced ecological degradation in recent years, including rapid expansion of aquatic weeds, declining water volume, and deteriorating water quality, with several parameters falling below established standards. This study aims to analyze the socio-ecological system (SES) of the Gesek Reservoir as foundation for improving reservoir management on Bintan Island. Social data were collected trought community interviews and focus group discussions involving relevant stakeholders, while ecological data were derived from research conducted etween 2018 and 2022. The SES analysis was carried out using the Ostrom Framework, modified by McGinnis and Ostrom, to identify the fundamental conceptual structure of the system. Six key components of Gesek Reservoir SES were identified: the internal reservoir system, forest vegetation, aquatic weeds, government institutions, community groups, and non-governmental organizations. Water quantity emerged as the most critical attribute within the system, followe by water quality, both of which are strongly influenced by vegetation cover and the proliferation of acuatic weeds. Among institutional stakeholders, PDAM Tirta Kepri is most directly associated with the management of water quantity and quality in the reservoir. These findings highlight the need for integrated, multi-stakeholder management strategies to ensure the sustainability of the Gesek Reservoir as a vital water resources for Bintan Island.