Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementasi Pendidikan Inklusif Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Jamaluddin Jamaluddin; Makmur Jaya Nur; Sudirman P; Juliana; Magfira Urva
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 14 No 2 (2022): Volume 14 Nomor 2 Desember 2022
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v14i2.1207

Abstract

Kehadiran suatu lembaga pendidikan merupakan suatu langkah yang tepat dalam mengelola pembelajaran dengan menggabungkan antara peserta didik berkebutuhan khusus dengan peserta didik yang tidak memiliki kelainan sedikitpun. Olehnya itu, tujuan penelitian untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan inklusif pada mata pelajaran PAI. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif melalui pendekatan naturalistik. Teknik pengumpulan datayang digunakan adalah wawancara. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah a) reduksi data, b) penyajian data, dan c) penarikan kesimpulan. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah guru PAI dan wakasek kurikulum dengan jumlah 5 orang. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah implementasi pembelajaran inklusif pada Mata Pelajaran PAI di SMA Negeri 2 Sinjai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) pelaksanaan pendidikan inklusif melalui metode ceramah, tanya jawab, diskusi dan diselingi dengan ice breaking, Model pendidikan inklusif yang diterapkan yakni model kelas regular (inklusi penuh). 2) Faktor Pendukung, adanya penerimaan anak normal atas keterbatasan temannya, adanya kontribusi orang tua dalam menyampaikan kondisi anaknya. Sedangkan faktor penghambat, tidak adanya pelatihan, workshop, seminar, khusus bagi guru dalam menghadapi anak yang berkebutuhan khusus, serta tidak adanya guru yang ditugaskan untuk mendampingi khusus, selain itu tidak terdapat sarana dan prasarana khusus bagi anak yang mengalami kebutuhan khusus.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PEMBELAJARAN TATAP MUKA PASCA PEMBELAJARAN DARING Mawadda Warahma Akhmad; Norhidayah Norhidayah; Rosita Ilhami; Nur Aisyah; Danial Danial; Makmur Jaya Nur
Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/jpdk.v7i2.1322

Abstract

The impact of the Covid-19 outbreak on the education sector is the learning process that must be carried out online during the outbreak. However, over time, the Covid-19 outbreak began to subside and the learning process began to be carried out face to face. In this study, it discusses student perceptions of face-to-face learning after online learning. The research design used is descriptive qualitative. Data collection techniques using interviews and observation. The results of the study showed that offline learning is more attractive to students because it is easy to implement and offline learning gives them a wider space so that they are more flexible in discussions and ask questions of educators and peers.
Kesesuaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Dengan Pelaksanaan Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Jamaluddin; Hardianto Rahman; Suriyati; Makmur Jaya Nur; Yusniar
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 15 No 1 (2023): Volume 15 Nomor 1 Juni 2023
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v15i1.1981

Abstract

This study aims: 1) To determine the suitability of the application of lesson plans and lessons in PAI subjects in class XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Sinjai Utara; 2) Describe the applicability of lesson plans in the implementation of PAI thematic learning in class XI MIPA 1 students of SMA Negeri 1 North Sinjai. This research uses the Mix Method research method (a research method that combines quantitative and qualitative research which is carried out simultaneously at the same time). Data collection techniques, namely interviews and questionnaires (questionnaire). Data analysis has two stages, namely quantitative data analysis using simple statistical methods in the form of formulations of conformity of lesson plans with implementation of learning and analysis of qualitative data consisting of data reduction, presentation and graphing. conclusion Invest educators in planning, assembling and implementing lesson plans if the learning process reaches its goals. This is evidenced by the acquisition of a questionnaire worth 8.20 with very appropriate criteria. In addition, based on the interview material, it can be described that there is continuity between the Learning Implementation Plan and the implementation of learning, for example in preliminary assignments, core activities and final activities. For quantitative and qualitative data mutually reinforcing, the suitability of the lesson plan for carrying out the study of PAI subjects in class XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Sinjai Utara is very suitable.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PEMBELAJARAN TATAP MUKA PASCA PEMBELAJARAN DARING Mawadda Warahma Akhmad; Norhidayah Norhidayah; Rosita Ilhami; Nur Aisyah; Danial Danial; Makmur Jaya Nur
Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan
Publisher : LP2M Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/jpdk.v7i2.1322

Abstract

The impact of the Covid-19 outbreak on the education sector is the learning process that must be carried out online during the outbreak. However, over time, the Covid-19 outbreak began to subside and the learning process began to be carried out face to face. In this study, it discusses student perceptions of face-to-face learning after online learning. The research design used is descriptive qualitative. Data collection techniques using interviews and observation. The results of the study showed that offline learning is more attractive to students because it is easy to implement and offline learning gives them a wider space so that they are more flexible in discussions and ask questions of educators and peers.
Implementation of Arabic Language Learning With School-Based Management Taufiq Nur; Azhar Arsyad; Kamaluddin Abu Nawas; Amrah Kasim; Suriyati Suriyati; Makmur Jaya Nur
Nidhomul Haq : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2024): Management of Islamic Education
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/ndh.v9i1.4344

Abstract

This research aims to describe the concept of implementing Arabic language learning with school-based management at Madrasah Aliyah Negeri 1 Bulukumba. The method used in this research is field research. The results of this research concluded that the concept of implementing Arabic language learning with school-based management at Madrasah Aliyah Negeri 1 Bulukumba was implemented through several strategies, namely listening skills (Istima) which were implemented through several activity steps, namely determining Istima' materials according to the theme to be taught, determining concepts relevant to istima. Meanwhile, the reading proficiency strategy (qira'ah) is implemented by the teacher reading Arabic texts well and correctly and also translating them, then students listen carefully. The skills in writing (kitabah) are carried out by the Arabic language study teacher by showing several sentences on the blackboard, then the students read and pay close attention for a few moments. Then the material is removed, then dictated, and students write into notebooks what the teacher dictates. For speaking skills (kalam), the Arabic language study teacher starts by pronouncing new vocabulary (mufrodat) one by one by the language study teacher and then imitates all the students.
Isu-isu Gender dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam R. Nurhayati; Makmur Jaya Nur; Nur Zakira Syahrani
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 2 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : PT. Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/pedagogy.v2i2.207

Abstract

Pendidikan merupakan suatu cara yang dapat dilakukan untuk membangun potensi, mengembangkan wawasan dan pengetahuan, meningkatan kualitas suatu bangsa dan juga meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana isu-isu gender dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kepustakaan atau library research dan teknik pengumpulan datanya yakni dokumentasi dari buku, artikel, jurnal penelitian, maupun laporan hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gender diinterpretasikan sebagai konsep yang digunakan untuk membedakan laki-laki dan perempuan berdasarkan pengaruh sosial dan budaya. Perbedaan gender tidaklah menjadi masalah selama perbedaan tersebut tidak menghadirkan sebuah ketidakadilan. Namun pada kenyataannya, dewasa ini kesenjangan dan ketimpangan gender telah banyak terjadi. Pendidikan Agama dapat menjadi sebuah cerminan yang memperlihatkan tentang apa saja peran-peran yang dimiliki oleh setiap gender. Beberapa isu-isu gender yang sering ditemui dalam kurikulum bidang pendidikan agama Islam di antaranya juga dapat dilihat dari kurikulum yang diterapkan dengan representasi tokoh laki-laki lebih dominan di peran kepemimpinan dan pekerjaan bergengsi, sementara perempuan lebih sering diposisikan, metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru dan konten yang digunakan yang dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan memiliki peran dan hak yang lebih terbatas dibandingkan laki-laki termasuk dalam konteks hak menuntut ilmu, dan dalam bahan ajar yang menanamkan pola pikir berbeda tentang peran laki-laki dan perempuan. Dalam mengatasi isu-isu gender dalam Pendidikan Agama Islam (PAI), guru perlu memastikan bahan ajar yang digunakan bebas dari stereotipe gender, sehingga peserta didik dapat memahami bahwa gender bukanlah perbedaan hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan. Penggunaan bahan ajar yang netral membantu menanamkan pemahaman bahwa kedua gender memiliki hak yang sama, seperti hak untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya.