p-Index From 2021 - 2026
5.673
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Malamih al-Ashwat al-'Arabiyyah wa Makharijaha Kasim, Amrah Muhammad
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 10, No 2 (2015): LiNGUA
Publisher : Laboratorium Informasi & Publikasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1167.525 KB) | DOI: 10.18860/ling.v10i2.3081

Abstract

This writing discusses on al-ashwat al-‘arabiyyah that is known with “phonetic” term. It talks and interprets makharij al-huruf or place for producing sounds and also processing production of sounds by parts of mouth in Arabic language. The problems of sounds and its systems in Arabic language have been conducted by the scholars of al-ashwat al-‘arabiyyah attractively, neatly, and detail and gotten ahead the phonetic western scholars. Part of their analysis results formulate the study about al-ashwat al-sakinah (al-Shamit) is known with vocal and consonant sounds in research questions shawait – shawamit. Ibnu Jinni has formulated “harakat”(wowel in Arabic language) and dimension of letter  mad and liyn on alif  letter - waw - ya’ (ا و ي), from these letters create  harakat fathah, dammah, and kasrah. Moreover, in this writing also exist the description of hija’i letters and its makhraj that are correct from parts of mouth and the unity of coordinative sounds that produce sounds in morphemes arrangement, in one word that produces meaning. The result of phonological study has divided al-ashwat to be kinds of sound like the pronounced sounds, produced sounds from mouth, and heard sound. 
AL-QAWAID AL-SITTAH DALAM RASM AL-MUSHAF (Six Rules of Rasm and the Uniqueness in Qur'an) Ibnu Rawandhy N. Hula; Amrah Kasim
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 10, No 2: SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.10.2.385-418.2021

Abstract

This study examines the six rules and their uniqueness in the writing of the Qur'an, which consists of the following rules: 1) al-Hazf, 2) al-Ziyadah, 3) al-Ibdal, 4) al-Hamazat, 5) al-Wasl and al-Fasl, dan 6) Fihi Qira’atani wa Kutiba ‘ala Ihdahuma. The method used is library research, through descriptive analysis techniques, by identifying, classifying, tabulating, analyzing, and describing. The results showed that 1) al-Qawaid al-Sittah has six basic principles in the science of writing and copying letters, words, and their diacritical marks in manuscripts. These six rules have various passages in some of their orthography; namely: a) alif, ya, waw, lam, nun, on al-hazf, b) alif, ya and waw on al-ziyadah, c) alif derive from ya, alif derive from waw and alif whose origin is unknown on rules al-ibdal, d) according to the rule of al-wasl and fasl, each of them has 17 agreed on words, they are disputed and even excluded, e) in the hamazat rule, the location of a letter affects the form of writing, such as hamzah at the beginning, in the middle, at the end of the word f) Rasm is also influenced by qira'at and can choose one of them in writing it. 2) The differences in writing are dominated by reasons, references, and writing patterns which generally refer to the madhzab with their respective references, namely: 1) Al-Dani with the book al-muqni and 2) Abu Dawud with the book al-tabyin, or madhzab other than the two. 3) In the aspect of exception (mustasnayat) and its uniqueness, it can be seen in the aspect of al-Iqtisar, whose writing patterns are diverse and cannot be equated.
التعليم الإسلامي التحويلي في موقع التكامل العلمي: منظور التربية الهيوتاغوجية Munawir K.; Amrah Kasim
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 24 No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2021v24n2i3

Abstract

ملخص:التربية الإسلامية التحويلية في موقع التكامل العلمي هي نموذج تعليمي قائم كبديل في تعزيز الإطار النموذجي والإجرائي والتنفيذي للتكامل العلمي الذي يتطلب بالتأكيد جوًا تعليميًا أكثر شمولاً من مختلف المكونات المشاركة فيه، وخاصة المدرسين والتلاميذ. تستخدم هذه الدراسة المنهج النوعي لمعرفة ماهية التربية الإسلامية التحويلية في سياق التكامل العلمي. الطريقة النوعية المستخدمة قد تمت باستخدام المصادر الثانوية أو البيانات الثانوية من خلال إجراء الدراسات المكتبية سواء المجلات أوالكتب المتعلقة بالموضوع، أي التربية الإسلامية التحويلية والتكامل العلمي باستخدام المنظور الهيوتاغوجية في الفحص عن العلاقة بين الاثنين اللذين قد سبق دراستهما. ويتم تحليل نتائج البيانات باستخدام تقنيات الوصف التحليلي، حيث يتم العثور على بعض المفاهيم المماثلة ثم تقسيمها وتحليلها والبحث عن علاقة بعضها ببعض. وفي منظور التربية الهيوتاغوجية، يجب تصميم استقلالية التلاميذ من خلال توفير مراجع منظمة ومقاسة فيما يتعلق بما يجب على التلاميذ تحقيقه في تطبيق التربية الإسلامية التحويلية في موقع التكامل العلمي.  :AbstrakPendidikan Islam transformatif dalam lokus integrasi keilmuan merupakan paradigma pendidikan yang ada sebagai alternatif dalam memperkuat kerangka paradigmatik, prosedural, dan implementatif dari integrasi keilmuan yang tentunya membutuhkan suasana belajar yang lebih inklusif dari berbagai komponen yang terlibat di dalamnya, khususnya tenaga pendidik dan peserta didik. Keduanya merupakan partner dalam proses pembelajaran yang saling menguatkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam memahami bagaimana pendidikan Islam transformatif dalam konteks integrasi keilmuan. Adapun metode kualitatif yang digunakan adalah dengan menggunakan secondary resource atau data sekunder dengan melakukan studi kepustakaan baik jurnal maupun buku terkait dengan topik yang sama yakni Pendidikan Islam Transformatif dan Integrasi Keilmuan dengan menggunakan Perspektif Heutagogis dalam mengkaji keterkaitan antara keduanya yang lebih dahulu dikaji. Dalam perspektif heutagogis, kemandirian peserta didik perlu dirancang dengan memberikan referensi yang terstruktur dan terukur terkait dengan apa yang harus dicapai peserta didik dalam penerapan pendidikan Islam transformatif dalam lokus integrasi keilmuan.
من أسرار التشبيه القرآني Amrah Kasim
Shaut al Arabiyyah Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Shaut Al-'Arabiyah
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v1i1.185

Abstract

ABSTRAK Al Qur’an adalah nutrisi bagi kebutuhan spiritual dan gizi untuk fisik berbagai ragam variasi yang semuanya dihidangkan dengan kualitas rasa yang istimewasalah satu ragam sajian Al Qur’an adalah gaya (uslub Al Tasybih metafora). Dalam berbagai style dalam lingkup studi ilmu bayan ( Stylistika) Al Qur’an menawarkan, mengungkap ma’na lahir dapat diindra, dirasakan, namun ia mengandung ma’na yang sangat dalam dan halus menembus alam supranatural namun bisa dirasakan, didengar, & dilihat karena ia tampil dengan style tasybih dan itulah rahasia tasybih dalam Al Qur’an yang pembaca bisa jejaki dalam tulisan ini.Unsur tasybih dalam Al Qur’an terambil dari fenomena-fenomena alam yang sangat dekat dengan siapa saja karena alam adalah habitatnya, disinilah keagungan Al Qur’an mengajak berdialog dengan Alam dan menjelaskan kepada manusia siapa sesungguhnya sang pencipta. 
ملامح علم المورفيم العربية Amrah Qasim
Shaut al Arabiyyah Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Shaut Al-'Arabiyah
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v4i1.1053

Abstract

Tulisan ini mengelaborasi “Problematika Morfem” dalam bahasa Arab yang istilahnya dalam linguistik Arab dikenal sharaf. Ilmu Sharaf sepadan dengan istilah Morfologi yaitu suatu kajian konstruksi kata dan analisis pembentukan turunan kata. Morfem kata bahasa Arab adalah perubahan kontruksi kata (wazan) atau timbangan dan inilah yang menyuplai makna kata bahasa Arab. Ada tiga jenis morfem dalam bahasa Arab, yaitu morfem bebas, yaitu morfem yang membentuk kata tanpa ada keterikatan dengan kata lain; morfem terikat, yaitu satuan morfem yang membentuk kata dan tidak bisa dilepaskan dengan kata lain, seperti kata “al Jamiah” bentuk singular (mufrad) dalam bentuk jamaknya “al Jamiaat” (jamak muannats salim); dan terakhir morfem kecil (miniatur), sifatnya abstrak. Eksistensi morfem bahasa Arab tersusun dan terwujud sebagaimana yang dipahami oleh jumhur, yaitu terdiri dari fi’il (verba), isim (nomina), dan huruf (preposisi). Dari fi’il madhi lah (mazhab Kufah) akar kata dibangun satu konstruksi kata kemudian dianalogikan dalam satu wazan “fa ‘a la”, kemudian menyebar turunan kata yang menjadi bentuk kata yang mengandung variasi makna yang berbeda sekali dengan konstruksi (wazan). Tulisan ini juga mengajak pembaca detail penelusuran morfem bahasa Arab, asal usulnya, topik, konten, dsn timbangan sharaf itu sendiriyang menjelaskan perubahan makna yang terjadi ketika terjadi pengalihan wazan.
النظري التصوري والقيم والمبادئ للأخلاق الكريمة في منظور القرآن الكريم Amrah Muhammad Qasim
Shaut al Arabiyyah Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Shaut Al-'Arabiyah
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v4i2.1220

Abstract

This writing is entitled “....................” The writing discusses the basic principles of Al-Quran and ethics, as well as its application to human interaction with God (ubudiyah), human itself, and environment. In the Al-Quran is mentioned, that there is a balance of God’s creation, such as universe, environment, and social life. Based on this balance, God creates rules through Al-Quran, particularly ethics value and laws in order to keep the balance and to avoid disasters. Therefore, Islamic teaching could be realized in the human life, if the basic concept of Al-Quran that contains “akhlaqul karimah” (Islamic ethics) is implemented.
Linguistiq Al Qur’an Amrah Kasim
Shaut al Arabiyyah Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Shaut Al-'Arabiyah
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v5i1.2682

Abstract

-newline"> Kajian linguistiq Al-Qur’an dalam tulisan ini adalah sebuah kajian komperhensif terpadu dan sistematika bertujuan membahas Al-Qur’an dari sisi linguistiq dan penggunaannya. Al-Qur’an adalah wahyu ilahiyah, pembumian wahyu dalambeingkai kata dalam lafadz danstruktur kalimat yan mengandung ma’na dengan pesan-pesan nilai yang dikemas dalam untaian ayat-ayat yang menyebar sebanyak enam ribu enam ratus ayat. Dari analitas tersebut diatas sehingga dikatakan bahasa Al-Qur’an adalah sebuah koleksi linguistiq yang sangat apik teruntai dalam rangkaian ayat secara struktural terdiri dari kalimat induk dan awal kalimat, frasa klausa yang memerlukan kajian serius untuk memahaminya dan untuk bisa menyimak kemudian menempatkan wahyu ilahiayah secara proporsional.
THE ROLES OF MAJELIS TAKLIM NURUL HUDA IN STRENGTHENING RELIGIOUS CHARACTERS AND SOCIAL CARE IN BONE REGENCY Sarifa Halija; Andi Rasdiyanah; Amrah Kasim; Andi Marjuni; Sarifa Suhra
Al-Qalam Vol 27, No 2 (2021)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v27i2.991

Abstract

This paper examined the roles of Majelis Taklim Nurul Huda in strengthening religious characters and social care in Bone Regency. This type of research was qualitative, located in Nurul Huda mosque, the largest mosque in Bajoe, the capital of Tanete Riattang Timur District, Bone Regency. The primary data source was obtained from the management of Majelis Taklim Nurul Huda, and the secondary data was obtained from a variety of relevant articles. Data were collected through interviews, observations, and document searches. The research instruments were the observation guidelines, interview guides, and documentation tools. Data analysis was carried out in three stages which are data reduction, data exposure, conclusion and verification. The results showed that the roles of Majelis Taklim Nurul Huda in strengthening religious characters are seen in the members and the surrounding community have a deep faith, diligent worship, and noble characters. Meanwhile, the positive impact of the development of Majelis Taklim in shaping the character of social care appears in facilitating social activities.
ANALISIS PENERAPAN ZAKAT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN PAJAK (TAX PLANNING) PPh BADAN PADA PT TELKOM INDONESIA Asyraf Mustamin; Amrah Kasim; Ismawati Ismawati; Murliani Murliani
JURNAL AKUNTANSI Vol 9, No 1 (2020): JURNAL AKUNTANSI
Publisher : STIE Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37932/ja.v9i1.77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan zakat sebagai alat perencanaan pajak dan menguji bukti empiris efisiensi PPh badan pada PT Telkom Indonesia Tbk Makassar untuk laporan keuangan dan laporan perpajakan mulai tahun 2011-2013. Teknik pengumpulan data yaitu penelitian lapangan  studi kasus dengan menganalisis data kuantitaif dan menghasilkan data kualitatif. Objek yang diteliti ialah dokumentasi data-data pada PT Telkom Indonesia Tbk. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Telkom Indonesia Tbk Makassar telah melakukan pelaporan perpajakan sesuai dengan peraturan perpajakan yaitu Undang-undang No.36 tahun 2008, setelah melakukan perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) badan setelah diterapkan zakat sebagai alat perencanaan pajak serta perusahaan wajib mengeluarkan zakat karena keberadaan perusahaan adalah sebagai badan hukum (recht person) atau yang dianggap sebagai orang. Hasil perhitungan perencanaan pajak setelah dilakukan penerapan zakat terdapat potensi efisiensi sebesar 6,3% sehingga hasil perhitungan PPh Badan dengan melakukan penerapan zakat lebih efisien dibandingkan tanpa melakukan penerapan zakat sebagai alat perencanaan pajak.
Implementasi Teori Wihda dan Furu’iyah dalam Pengajaran Bahasa Arab di Pesantren Modern dan Shalaf Sulawesi Selatan Amrah Kasim; Abdul Rahman Sakka; Baso Pallawagau; Abdul Rahim
Shaut al Arabiyyah Vol 11 No 1 (2023): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v11i1.37882

Abstract

This research discusses the application of wihdah and furu‟iyah theory in teaching Arabic in modern pesantren and salaf in South Sulawesi. The purpose of this study is to determine the efficiency of the use of wihdah and furu‟iyah theory in teaching Arabic in modern pesantren and salaf in South Sulawesi. This research is a library research study that is qualitative and rationalistic in style. This type of research uses qualitative analysis with the ability to build arguments. The data are not sensory empirics but rather thoughts, opinions, theories constructed with a certain system of logic, ordinary in historical, textual, contextual, intextual genetic form. The results showed that the application of nazariyah al-Wihdah is very important in learning Arabic at the pesantren Ummul Mukminin in Makassar, even though there are obstacles in it. This is in accordance with the achievement of the expected Arabic learning objectives. Meanwhile, the application of nazariyah al-Furu‟ in the mastery of maharat al-lugah at the pesantren DDI Abdurrahman Ambo Dalle Mangkoso in mastering maharat al-Lugah is a guide in achieving learning goals so that students can read Arabic textbooks, in addition to the implementation of nazariyah al-Furu‟ enacted because it was considered a mandate of the founder of the institution.
Co-Authors Abdillah Abdul Hamid Abdul Rahim Abdul Rahim Abdul Rahim Abdul Rahman Sakka Abu Nawas, Kamal Abubakar, Achmad Achruh, Andi Adinda Fitrah Nirwana Ahmad Munawir Hamid Aliah, Abd. Rauf Amin, Muliaty Aminuyati Amir Amir Andi Achruh Andi Rasdiyanah Anwar Abd. Rahman Anwar Abd. Rahman arkal arkal arkal, arkal Arsyad, Berti Asyraf Mustamin Azhar Arsyad Azhar Arsyad Azizah, St Baharuddin Baharuddin Ali, Baharuddin Baso Pallawagau Chadija Chadija Chadijah Fajri, Ahmad Maulana Fatkhul Ulum Fauziah, St Fikri, Alfikri Rausen Aditya Galib, Muhammad Garancang, Sabaruddin Hamzah, A. Abdul Hamzah, Nur Afifah Hania Haniah Haniah Haniah Haniah Haniah Hijab, Zainal Abidin HS, Najamuddin Husain Nasir Ibnu Rawandhy N. Hula Ilolu, Roymanto Ilyas, Hamka Ismail Ismawati Ismawati Jeprianto Kamaluddin Abu Nawas Kamaluddin Abunawas Kamaluddin Abunawas, Kamaluddin Karim, Ahmad Khalid, Rusydi Lukman M Rusydi Khalid, M Rusydi Mahfudz, Muhsin Mahmud, Natsir Makduani, Rivai Makmur Jaya Nur Mappamasing, Andihaidir Mardan Mardan Mardan Marhaban, Marhaban Marjuni Midyan Surya Ishak Miolo, Mukhtar I Mirnawati Mirnawati MISYKAT MALIK IBRAHIM Muh. Khalifah Mustami Muhammad Irfan Hasanuddin, Muhammad Irfan Muhammad Irham Muhammad Zakir Husain Munawir K. Munir Munir Munir Munir, Munir Murliani Murliani Muslimin Muslimin Muslimin Muslimin Muzakkir Muzakkir Najam Ahmad, Fitratun Nasir Mahmud Nur Astilah Astin Nurdin, Aulia Putra, Purniadi Raodhatul Fitri Rappe Rasna, Rasna Rifai, Mesrawati Rosdianah, Rosdianah Sabaruddin Garancang Sabaruddin Garancang Salmawati Salmawati, Salmawati Sam, Zulfiah Saprin Saprin Saprin, Saprin Sarifa Halija Sirajuddin Sirajuddin Sirajuddin Sirajuddin Soga, Zainuddin Sri Harjanti St. Syamsudduha Suaidah, Idah Suarni Suarni Sudirman Suhra, Sarifa Suriyati Suriyati Syafril Sunusi, Muhammad Syahruddin Usman, Syahruddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin, Naidin Syamsudduha, Syamsudduha Taufiq Nur Tola, Achmad Umar Sulaiman Wahida, Besse Yuspiani