Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Urban

Kajian Potensi Desa sebagai Aset dalam Pengembangan Desa Wisata Rawabogo Siti Al Zyanasya Mattali; Imam Indratno
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.827 KB) | DOI: 10.29313/bcsurp.v2i2.3133

Abstract

Abstract. Potential is an essential element that must exist in developing a tourist village. Rawabogo Village is one of the tourist villages in Bandung Regency, which has diverse potential, both natural and cultural. Behind this potential, Rawabogo Village still has potential that can be further explored and utilized to support the development of the Rawabogo Tourism Village. This study aims to further identify the potential of Rawabogo Village as an asset in keeping the Rawabogo Tourism Village through asset mapping developed by Jody Kretzmann and John McKnight. The method used in this research is descriptive qualitative with interactive analysis techniques. Data collection was conducted through interviews, observation, and documentation studies. The study results show that Rawabogo Village has a diversity of potential besides nature and culture that can develop to support the development of its tourist village. From asset mapping, it's known that Rawabogo Village possesses valuable assets are the diversity of abilities and skills of individuals and community groups as well as the existence of Mount Nagara Padang, especially the Megalithic Stone Site, which in addition to being a tourism potential is also the identity of Rawabogo Village. Abstrak. Potensi merupakan unsur penting yang harus ada dalam pengembangan desa wisata. Desa Rawabogo merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Bandung yang memiliki keberagaman potensi baik alam maupun budayanya. Dibalik potensi tersebut, Desa Rawabogo masih memiliki potensi yang dapat digali lebih lanjut keberadaannya serta diberdayagunakan untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Rawabogo. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lebih lanjut mengenai keberadaan potensi yang dimiliki Desa Rawabogo sebagai asset dalam mendukung Desa Wisata Rawabogo melalui pemetaan asset yang dikembangkan oleh Jody Kretzmann and John McKnight. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis interaktif. Pengumpulan data pada penelitian dilakukan melalui metode wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan Desa Rawabogo memiliki keberagaman potensi selain alam serta budayanya yang dapat dikembangkan lagi untuk mendukung pengembangan desa wisatanya. Dari pemetaan asset diperoleh asset berharga yang dimiliki oleh Desa Rawabogo, yakni keberagaman kemampuan dan keterampilan dari setiap individu dan kelompok masyarakat serta adanya Gunung Nagara Padang terutama Situs Batu Megalitikum didalamnya yang selain menjadi potensi wisata juga menjadi identitas dari Desa Rawabogo itu sendiri.
Pengukuran Minat Masyarakat Desa Rawabogo terhadap Pengembangan Desa Wisata Berbasis Neurosains Vermanda Maharani Sonya; Imam Indratno
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.016 KB) | DOI: 10.29313/bcsurp.v2i2.3173

Abstract

Abstract. Rawabogo Village is a tourist villages in Bandung Regency which has problems with less than optimal community participation (1). Participation is built through the demands, sense of community ownership and interest. The processes that occur in the human brain are still measured by old measurement methods that difficult to measure dynamically and accurately (10). Neuroscience can control the validity and subjectivity of old methods such as questionnaires and interviews (2,10). Thus, this study aims to identify the interest of the local community in Rawabogo Village regarding the development of tourism village based on neuroscience method until able to recommend some of efforts. The analytical method used is the electroencephalography (EEG) signal decomposition method, validity and reliability tests, and weighting. The results of the analysis obtained are respondents 2,3,4,5 and 8 have higher entropy values ​than the average value or indicated to have high interest, while respondents 1,3,6, and 7 have lower entropy values than the average value or indicate low interest. The questionnaire results showed that the interest measures of respondents 1, 2 and 3 are included in the very high-interest category, while respondents 4,5, 6, 7, and 8 are included in the high-interest category. The difference between the questionnaire results and the entropy results is based on differences in people’s experiences in developing tourist villages. These different experiences cause different levels of chaos and affect the brain wave signals that are received or recorded. Abstrak. Desa Rawabogo merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Bandung yang memiliki permasalahan kurang optimalnya partisipasi masyarakat (1). Partisipasi masyarakat dibangun melalui tuntutan, rasa kepemilikan masyarakat dan minat. Proses yang terjadi dalam otak manusia masih diukur dengan metode pengukuran umum yang sulit untuk diukur secara dinamis dan akurat. Sehingga metode neurosains dibutuhkan pada penelitian ini (2). Neurosains mampu mengontrol validitas dan subjektifitas dari metode umum seperti kuesioner dan wawancara (2,3). Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi minat masyarakat lokal Desa Rawabogo terkait pengembangan desa wisata berbasis neurosains sehingga mampu merekomendasikan upaya-upaya pengembangan desa wisata. Metode analisis yang digunakan adalah metode dekomposisi sinyal elektroensefalografi (EEG), uji validitas dan reliabilitas, dan pembobotan. Hasil analisis yang didapatkan adalah responden 2,3,4,5 dan 8 memiliki nilai entropi yang lebih tinggi dari nilai rata-rata pada setiap kanal atau terindikasi memiliki minat yang tinggi, sedangkan responden 1,3,6, dan 7 memiliki nilai entropi sedikit lebih rendah dari nilai rata-rata setiap kanalnya atau terindikasi memiliki minat yang rendah. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa ukuran minat responden 1, 2 dan 3 termasuk pada kategori minat sangat tinggi, sedangkan responden 4,5,6,7, dan 8 termasuk dalam kategori minat tinggi. Perbedaan antara hasil kuesioner dan hasil entropi didasarkan pada perbedaan pengalaman masyarakat pada pengembangan desa wisata. Perbedaan pengalaman tersebut menyebabkan berbedanya level chaos dan mempengaruhi dari sinyal gelombang otak yang diterima atau direkam.
Pengembangan Sistem Perencanaan Desa Wisata Berbasis Machine Learning di Kabupaten Bandung Muhammad Dziqry Zulfiqaar; Imam Indratno
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.736 KB) | DOI: 10.29313/bcsurp.v2i2.3228

Abstract

Abstrack. Bandung Regency has a priority development plan in the tourism sector that aims at an integrated destination. Bandung Regency based on the Regent's Decree Number 556.42/Kop.71–Dispopar/2011 has Tourism Villages, one of which is Mekarsari Gambung Village. This study aims to determine the categorization process in Bandung Regency and the tourism village planning strategy in Bandung Regency. The categorization process needs to be carried out to make it easier for the government to carry out detailed tourism village development Strategies to identify their uniqueness and characteristics. Machine Learning is used to handle more and more data efficiently. There are 2 Machine Learning processes, namely training data and test data. The method used in this research is qualitative and quantitative research. Data were collected through semi-structured interviews, documentation, observation, and triangulation. Then analyzed through Machine Learning with the kernel used is the RBF kernel and the Support Vector Machine Algorithm on Jupiter Notebook.. Mekarsari Gambung Village is included in the category of cultural tourism village types, Sugihmukti Village is included in the ecotourism village category, and Cibodas Village is included in the ecotourism village category. The right strategy in developing tourism village planning is based on the variables of Human Resources, Capital, Infrastructure, Institutions and Organizations, Policies and Technology. Based on the results of this analysis, researchers can find out the categorization process found in tourist villages in Bandung Regency and the right strategy in developing tourist villages that have identified categories. Abstrak. Kabupaten Bandung memiliki rencana pembangunan prioritas pada sektor pariwisata yang bertujuan untuk sebuah Destinasi yang terintegrasi. Kabupaten Bandung berdasarkan SK Bupati Nomor 556.42/Kop.71–Dispopar/2011 memiliki Desa Wisata salah satunya Desa Mekarsari Gambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses kategorisasi yang terdapat di Kabupaten Bandung serta Strategi perencanaan Desa Wisata di Kabupaten Bandung. Proses kategorisasi perlu dilakukan agar memudahkan pemerintah dalam melakukan Strategi pengembangan Desa Wisata yang detail hingga teridentifikasi keunikan dan cirikhasnya. Machine Learning digunakan untuk mengatasi data lebih banyak dan efisien. Proses belajar Machine Learning ada 2 yaitu data latihan dan data test. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur ,dokumentasi, observasi, dan triangulasi. Kemudian dianalisis melalui Machine Learning dengan Kernel yang digunakan adalah kernel RBF dan Algoritma Support Vector Machine pada Jupiter Notebook. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam proses kategorisasi Desa Wisata budaya dan Desa ekowisata terdapat 7 variabel antara lain : Bangunan Bersejarah, Religi, Kesenian, Edukasi Wisatawan, Keterlibatan Komunitas, Konservasi Alam dan Perlindungan Wisatawan. Desa Mekarsari Gambung termasuk kedalam kategorijenis Desa Wisata budaya, Desa Sugihmukti termasuk kedalam kategori Desa ekowisata, dan Desa Cibodas termasuk kedalam kategori Desa ekowisata. Berdasarkan hasil analisis tersebut peneliti dapat mengetahui proses kategorisasi yang terdapat pada Desa Wisata di Kabupaten Bandung dan Strategi yang tepat dalam mengembangankan Desa Wisata yang telah teridentifikasi kategorinya.
Kajian Potensi Desa sebagai Aset dalam Pengembangan Desa Wisata Rawabogo Siti Al Zyanasya; Imam Indratno
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v2i2.3485

Abstract

Abstract. Potential is an essential element that must exist in developing a tourist village. Rawabogo Village is one of the tourist villages in Bandung Regency, which has diverse potential, both natural and cultural. Behind this potential, Rawabogo Village still has potential that can be further explored and utilized to support the development of the Rawabogo Tourism Village. This study aims to further identify the potential of Rawabogo Village as an asset in keeping the Rawabogo Tourism Village through asset mapping developed by Jody Kretzmann and John McKnight. The method used in this research is descriptive qualitative with interactive analysis techniques. Data collection was conducted through interviews, observation, and documentation studies. The study results show that Rawabogo Village has a diversity of potential besides nature and culture that can develop to support the development of its tourist village. From asset mapping, it's known that Rawabogo Village possesses valuable assets are the diversity of abilities and skills of individuals and community groups as well as the existence of Mount Nagara Padang, especially the Megalithic Stone Site, which in addition to being a tourism potential is also the identity of Rawabogo Village. Abstrak. Potensi merupakan unsur penting yang harus ada dalam pengembangan desa wisata. Desa Rawabogo merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Bandung yang memiliki keberagaman potensi baik alam maupun budayanya. Dibalik potensi tersebut, Desa Rawabogo masih memiliki potensi yang dapat digali lebih lanjut keberadaannya serta diberdayagunakan untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Rawabogo. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lebih lanjut mengenai keberadaan potensi yang dimiliki Desa Rawabogo sebagai asset dalam mendukung Desa Wisata Rawabogo melalui pemetaan asset yang dikembangkan oleh Jody Kretzmann and John McKnight. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis interaktif. Pengumpulan data pada penelitian dilakukan melalui metode wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan Desa Rawabogo memiliki keberagaman potensi selain alam serta budayanya yang dapat dikembangkan lagi untuk mendukung pengembangan desa wisatanya. Dari pemetaan asset diperoleh asset berharga yang dimiliki oleh Desa Rawabogo, yakni keberagaman kemampuan dan keterampilan dari setiap individu dan kelompok masyarakat serta adanya Gunung Nagara Padang terutama Situs Batu Megalitikum didalamnya yang selain menjadi potensi wisata juga menjadi identitas dari Desa Rawabogo itu sendiri.
Pengaruh Land Value Capture terhadap Pembiayaan Kawasan Heritage Kota Lama Tangerang Mochamad Rifky Ferbiyandani; Imam Indratno; Tarlani Ernawati
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.7440

Abstract

Abstract. Heritage area located in the City of Tangerang. This area has a lot of history, such as the history of the Chinese nation and the Islamic community that developed since the 80th century. Complex conservation efforts do not accompany this historical character, so gradually the Old City of Tangerang experiences a degradation of historical values; the influencing factor is budget constraints. One way to be observed is by applying land value capture as a measurement instrument in heritage areas through structural equation modeling. This measurement can identify causal relationships obtained from the results of land value capture hypotheses and heritage ecosystems that influence the development of the old Tangerang City area. The final results show a relationship between land value and heritage ecosystem in developing the Kota Lama Tangerang heritage area. The existence of 9 accepted hypotheses indicates this. This research has a novelty in its implementation because the application of land value capture to heritage areas with cases in Indonesia has yet to be carried out by anyone, so this research can contribute to increasing insight into land value capture in a broader scope. Abstrak. Kawasan heritage yang berada di Kota Tangerang. Kawasan ini menyimpan banyak sejarah didalamnya, seperti sejarah bangsa cina dan masyarakat islam yang berkembang sejak abad-80. Karakter sejarah tersebut tidak diiringi dengan upaya pelestarian yang kompleks sehingga lambat laun Kota Lama Tangerang mengalami degradasi value sejarah, faktor yang mempengaruhinya yaitu keterbatasan anggaran. Salah satu cara yang dapat diamati yaitu dengan menerapkan land value capture sebagai instrument pengukuran pada Kawasan heritage melalui pemodelan structural equational modelling. pengukuran ini mampu mengidentifikasi hubungan sebab akibat yang diperoleh dari hasil hipotesis land value capture dan ekosistem heritage yang berpengaruh terhadap pengembangan Kawasan kota lama Tangerang. Hasil akhir menunjukan bahwa adanya hubungan antara land value dan ekosistem heritage terhadap pengembangan Kawasan heritage Kota Lama Tangerang. Hal ini ditunjukan dengan adanya 9 hipotesis yang diterima. Penelitian ini memiliki kebaharuan dalam pelaksanaannya, karena penerapan land value capture terhadap Kawasan heritage dengan kasus di Indonesia belum dilakukan oleh siapapun, sehingga penelitian ini mampu berkontribusi terhadap peningkatan wawasan land value capture dalam lingkup yang lebih luas.
Kajian Lanskap Budaya sebagai Identitas Budaya di Kampung Adat Kuta, Kabupaten Ciamis Hafifah Akbar; Imam Indratno
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8043

Abstract

Abstract. The Kuta Indigenous People are located in Ciamis Regency. The indigenous people of Kuta are closely related to the natural environment, culture and are still bound by traditions that have been passed down from generation to generation. The purpose of this research is to identify the cultural landscape, and develop an eco-culture based tourism plan in Kampung Kuta. The researcher used the structuralism approach method and used the cultural landscape analysis method. The results of the analysis of the cultural landscape produce a formal identity that is formed from Leuweung Gede's spiritual values ​​with the existence of traditional and spiritual activities. This spiritual value is a manifestation of natural and cultural values ​​towards ambu rama or ancestors. Then in substantial identity emerges the cultural value of the tritangtu philosophy in bhuana where the manifestation of this philosophical concept is to regulate and maintain human attitudes, both with others and with nature and God. The resulting value is constructed as a new value creation (friendship value) which will later be used for tourism development in Kampung Kuta. The implementation of the development of eco-culture tourism is carried out by developing eco-culture tourism products, namely offering tour packages. In addition, by conducting training to improve the quality of tourism human resources. Eco-cultural tourism activities can be supported by improving accessibility and basic facilities based on the DED documents of Kampung Kuta, Ciamis Residence. Abstrak. Masyarakat Adat Kuta terletak di Kabupaten Ciamis. Masyarakat adat Kuta erat hubungannya dengan lingkungan alam, budaya dan masih terikat dengan adat istiadat yang turun-temurun. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi lanskap budaya, dan mengembangkan rencana paiwisata berbasis eco-culture di Kampung Kuta. Penulis menggunakan metode pendekatan strukturalisme serta menggunakan metode analisis lanskap budaya. Hasil analisis lanskap budaya menghasilkan identitas formal yang terbentuk dari nilai spiritual Leuweung Gede dengan adanya aktivitas adat dan spiritual. Nilai spiritual ini merupakan manifestasi dari nilai alam dan budaya terhadap ambu rama atau leluhur. Kemudian pada identitas substansial muncul nilai budaya dari filosofi tritangtu di bhuana dimana manifestasi dari konsep filosofi tersebut untuk mengatur dan menjaga sikap manusia, baik dengan sesama maupun dengan alam dan Tuhan. Nilai yang dihasilkan di konstruksi sebagai penciptaan nilai baru (nilai sahabat) yang nantinya digunakan untuk pengembangan pariwisata di Kampung Kuta. Implementasi pengembangan eco-culture tourism dilakukan dengan pengembangan produk eco culture tourism yaitu menawarkan paket-paket wisata. Selain itu juga dengan melakukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata. Kegiatan wisata eko-budaya dapat ditunjang dengan perbaikan aksesibilitas dan fasilitas dasar berdasarkan dokumen DED Kampung Kuta, Kabupaten Ciamis.
Optimalisasi Pariwisata Halal Berkelanjutan: Analisis Neurosains ‎terhadap Atensi dan Motivasi Masyarakat di Desa Alamendah Shania Aviandro; Imam Indratno
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8894

Abstract

Abstract. Starting with a focus on the perspective of the local community, tourism is expected to create a more positive impact, enhance the well-being of the community, and provide significant benefits to the local population. Tourism activities involve interactions between the host community and tourists. In everyday life, religion plays a crucial role in influencing the behavior of some individuals, including their holiday preferences and visits to tourism destinations. For Muslims, religion serves as a guiding principle encompassing all aspects of human life, including the pursuit of delightful experiences through tourism. The implementation of neurosciences in halal tourism is anticipated to assist village developers and tourism managers in understanding the perceptions of local communities and tourism stakeholders, based on their emotions. The primary goal of this research is to identify the attention and motivation of the community towards sustainable Halal Tourism development in Alamendah Village. This study employs an innovative neuroscientific approach, utilizing EEG measurements to gather accurate data. Additionally, it aims to formulate effective development concepts applicable to Alamendah Village. The research reveals that stakeholders demonstrate significant attention to the sustainable development of halal tourism. Moreover, the results from questionnaires and psychological approaches indicate that the majority of respondents comprehend the concept of halal tourism and support its implementation in Alamendah Village, acknowledging the benefits it brings to the community. Abstrak. Beranjak dengan mengedepankan perspektif masyarakat pariwisata diharapkan dapat menciptakan dampak yang lebih positif, meningkatkan ‎kesejahteraan komunitas, dan memberikan manfaat yang signifikan bagi ‎masyarakat setempat. Kegiatan pariwisata melibatkan interaksi antara masyarakat tuan rumah dan wisatawan. Dalam keseharian, agama memiliki peranan penting yang memengaruhi tingkah laku sebagian orang dan kegiatan-kegiatan, termasuk waktu berlibur dan mengunjungi tempat pariwisata. Bagi umat Islam, agama merupakan panduan yang mencakup seluruh aktivitas kehidupan manusia, termasuk dalam menggapai pengalaman indah melalui pariwisata. Pengimplementasian ilmu neurosains dalam pariwisata halal diharapkan dapat membantu pengembang desa dan pengelola pariwisata dalam memahami persepsi masyarakat lokal dan pemangku kepentingan pariwisata, berdasarkan emosi mereka. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi atensi dan motivasi masyarakat terhadap pengembangan Pariwisata Halal yang berkelanjutan di Desa Wisata Alamendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan neurosains inovatif dengan melakukan pengukuran menggunakan EEG untuk mendapatkan data yang akurat. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk merumuskan konsep pengembangan yang dapat diimplementasikan secara efektif di Desa Alamendah. Penelitian ini mengungkapkan bahwa stakeholder menunjukkan tingkat perhatian yang signifikan terhadap pengembangan pariwisata halal yang berkelanjutan. Selain itu, hasil dari kuesioner dan pendekatan psikologi menunjukkan bahwa mayoritas responden telah memahami konsep pariwisata halal dan mendukung implementasinya di Desa Wisata Alamendah, serta menyadari manfaat yang dapat diperoleh bagi masyarakat.